Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Pei Yuan Dan, Peledak Dan


__ADS_3

Memasuki pintu, melihat Lin Tian dan Lin Lin disana sedang makan, Li Yaoleng terdiam sejenak sebelum berjalan ke arah mereka.


Berdiri di sebelah Lin Tian, Li Yaoleng meletakkan kotak kecil di atas meja di sebelah Lin Tian.


"Terimakasih untuk mencoba menyelamatkan nyawaku waktu itu." Setelah berkata, dia tidak berniat untuk tinggal, dan segera berbalik ke arah pintu keluar.


Lin Tian sendiri hanya mengangguk, dan tidak mencobanya untuk mencegahnya pergi.


"Saudari ini, apa kamu tidak duduk dan makan bersama kami terlebih dahulu?" Lin Lin, yang melihat Li Yaoleng berjalan pergi setelah meletakkan kotak kecil, dia segera berkata dengan ramah.


"Tidak, terimakasih. Aku tidak butuh makanan….." Li Yaoleng yang telah berjalan berhenti, tidak berbalik dan berkata.


"Menggeram.."


Li Yaoleng berkata dia tidak butuh makanan, tapi ketika dia selesai berkata, suara perutnya yang menggeram terdengar oleh Lin Tian, dan Lin Lin.


Mendengar suara perut itu, pertama Lin Lin terkejut, lalu suara tawa hampir keluar dari mulutnya, namun dengan cepat dia segera menutup mulutnya.


Namun Lin Tian lebih langsung, dan setelah mendengar suara perut Li Yaoleng, dia segera tertawa kecil, dan terkekeh. Yang membuat wajah Li Yaoleng di sana menjadi merah karena malu.


"Diam! Apa yang kamu tertawakan!" Li Yaoleng berbalik, melihat Lin Tian yang tertawa, dia menggeram.


Lin Tian tersenyum lebih lebar ketika melihat wajah Li Yaoleng yang dia kenal dingin dan pemarah menjadi merah malu seperti buah apel.


"Hehehe, duduk dan makanlah. Kamu hanya berada di tahap Bawaan, kamu belum berada di tahap untuk tidak membutuhkan makanan. Juga, makanan ini sangat bagus untuk menumbuhkan beberapa bagian di tubuhmu." Setelah tersenyum, Lin Tian melihat Li Yaoleng yang marah di sana, dan menyarankan.


Lin Tian tidak menyadari, saran yang menurutnya baik telah membuat Li Yaoleng yang awalnya merasa malu telah berubah menjadi marah karena kata-katanya.


Menumbuhkan beberapa bagian di tubuh? Apa maksudnya ini terlihat tidak tumbuh!


Li Yaoleng berpikir seperti itu, dan melihat ke arah bawah tubuhnya. Melihat bahwa di bawahnya masih cembung, dia menjadi lebih marah.


Dimananya yang tidak tumbuh?

__ADS_1


Lalu melihat ke arah Lin Lin, dan melihat bahwa itu sama dengan miliknya, Li Yaoleng merasa sedikit lebih baik. Setidaknya apa yang dia katakan hanya omong kosong.


"Jangan membandingkan di antara kalian berdua," melihat Li Yaoleng membandingkannya dengan Lin Lin, dia menggelengkan kepalanya, "Sebenarnya, itu tidak terlalu berkembang, jika kamu memakan makanan ini, pasti itu akan berkembang lebih baik." Kemudian Lin Tian mengerutkan keningnya sedikit, dan berkata dengan sungguh sungguh.


"Ya, membandingkan di antara mereka berdua agaknya percuma. Jika dibandingkan dengan milik Lian Xiuying, itu seperti gunung besar, dan sebuah bukit." Ini adalah apa yang dipikirkan oleh Lin Tian saat melihat ke arah mereka berdua.


"Lin Tian.."


"Saudara Lin…"


Selanjutnya Lin Tian mendengar dua orang di depannya berkata dengan nada tinggi tapi di tekan, dan tatapan mata dingin yang hampir membuatnya merasa kedinginan.


Dingin ini bukan tatapan dingin biasa, ini sangat dingin sampai menusuk hatinya.


"Umm…" tepat ketika melihat wajah dua wanita cantik tapi merah karena marah, Lin Tian bingung.


Dia merasa apa yang dia katakan tidak salah, dan saran yang dia berikan juga saran yang baik. Tapi kenapa dua orang ini marah, seolah-olah dia telah memakan tahu mereka.


"Huh.." Li Yaoleng mendengus marah ketika melihat Lin Tian memasang ekspresi bodoh di sana.


Lin Tian tidak tahu apa yang terjadi, dia merasa bingung dan mengarahkan pandangannya ke arah Lin Lin untuk bertanya.


Lin Lin di sana tidak menjawab, hanya ada wajah merah dengan perasaan malu di wajahnya, dan tangannya yang terampil mengambil banyak makanan di atas meja, lalu membawanya pergi ke kamarnya dengan langkah terburu-buru.


"Apa yang salah?" Lin Tian menggaruk kepalanya, dan berkata dengan bingung.


Entah berapa lama, Lin Tian tidak menemukan masalahnya, dan akhirnya pandangannya jatuh ke kotak kayu kecil yang dibawa oleh Li Yaoleng.


Membuka kotak kecil, aroma obat dengan kuat keluar dan memasuki hidungnya. Dua pil, satu berwarna putih susu, dan satunya berwarna merah gelap diam-diam tergeletak di dalamnya.


Pil berwarna putih itu adalah Pil Pei Yuan Dan, dan Pil satunya lagi adalah Peledak Dan. Dua pil ini masing-masing memiliki kemurnian delapan puluh persen. Dilihat dari aroma yang keluar, sepertinya Pil ini baru dibuat baru-baru ini.


Tidak perlu menebak siapa yang membuatnya, itu pasti adalah Li Zhangyan.

__ADS_1


Pil Pei Yuan Dan memiliki manfaat untuk dengan cepat mengisi kembali kandungan aura di dalam Dantian sebesar lima puluh persen. Dan Peledak Dan memiliki kegunaan untuk membantu meledakkan penghalang tipis ketika seorang praktisi akan menerobos Alam.


Untuk Lin Tian, jika dia meminum Pil ini sebelum menerobos ke alam Yuan Qi, setidaknya dia memiliki peluang terobosan sebesar tujuh puluh persen.


Dua pil ini sangat berguna untuk praktisi yang akan menerobos Alam, tapi bagi Lin Tian yang telah melakukannya di masa lalu, dia masih tidak membutuhkan bantuan dua pil ini.


Meskipun tidak terlalu berguna baginya, setidaknya ini bisa diberikan kepada Lin Lin. Oh, tidak, sepertinya Lin Lin dapat menerobos lebih mudah darinya.


Ketuk.. ketuk..ketukk…


Saat Lin Tian sedang berpikir, suara ketukan pintu terdengar dari luar.


"Masuk!" Tanpa menoleh, Lin Tian berkata.


Pintu terbuka dari luar, dan seorang lelaki tua terlihat di sana.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" Melihat orang tua di pintu, Lin Tian langsung bertanya.


Lin Xinghe, yang berdiri di depan pintu tersenyum, "Apakah aku tidak dipersilahkan untuk masuk dan duduk terlebih dahulu?"


Lin Tian tidak segera menjawab, dia melihat wajah Lin Xinghe sejenak, dan kemudian mengangguk tanpa berkata.


Memperoleh persetujuan Lin Tian, Lin Xinghe tersenyum, dan berjalan ke arah tempat duduk di depan meja Lin Tian.


"Aku tidak tahu, bagaimana keadaan Lin Lin saat ini?" Setelah duduk, Lin Xinghe bertanya sambil tersenyum kepada Lin Tian.


"Dia baik-baik saja." Jawab Lin Tian singkat.


Mendengar kata-kata acuh tak acuh Lin Tian, Lin Xinghe tidak terlalu banyak bereaksi, dan masih tersenyum dengan lembut di bibirnya.


"Aku sangat menyesal, sebagai orang tua, aku tidak bisa menjaganya di saat genting. Untuk saat ini, bisakah aku menemuinya untuk meminta maaf." Melihat Lin Tian, Lin Xinghe mendesah dan bertanya..


Lin Tian mengangkat kepalanya, melihat wajah penyesalan Lin Xinghe di depannya dengan acuh tak acuh, dan berkata: "Apa yang ingin kamu lakukan?"

__ADS_1


Menghadapi dua pertanyaan yang sama dari Lin Tian, akhirnya Lin Xinghe hanya bisa menghela nafas panjang. Dia memang bukan Lin Tian di masa lalu, sepertinya dia memang tak peduli lagi dengan masa lalunya.


Lin Xinghe tidak lagi mengelak, dia mengeluarkan batu giok berwarna biru dengan lambang keluarga Lin terukir di sana, dan menaruhnya di atas meja depan Lin Tian.


__ADS_2