
Ledakan!
Di atas langit kota Longshan yang cerah, tiba-tiba terdengar suara Guntur. Suara Guntur itu sangat keras, dan membuat orang-orang di seluruh kota terkejut.
Entah itu orang biasa atau para pembudidaya yang sedang berlatih atau berburu, mereka semua terkejut, dan segera melihat ke atas.
Ketika semua orang melihat ke atas, langit di kota Longshan yang cerah mulai gelap dan awan hitam perlahan-lahan mulai berkumpul dan membuat seluruh kota menjadi gelap. Bahkan jika saat ini masih belum petang, kota Longshan terasa hampir seperti di malam hari.
Tapi mereka hanya merasa terkejut sebentar dan kemudian terus melanjutkan kegiatannya masing-masing. Tidak lagi peduli dengan penampilan awan di atasnya.
"Apa yang terjadi? Apa akan terjadi hujan deras hari ini? Nima, kenapa langit yang cerah tiba-tiba menjadi gelap? Sialan, sepertinya aku hanya bisa pergi besok!"
Seorang pemburu lapisan qi yang akan memasuki Pegunungan Naga. Berdiri di depan Pegunungan Naga, mendengar suara Guntur di langit dan melihat ke langit yang cerah tiba-tiba menjadi hitam, dia segera berkata dan mengutuk.
Di Pavilium Suci.
Zhang Wei yang sedang melayani pelanggan, dan tiba-tiba mendengar suara Guntur di langit, dia segera berhenti dan bergegas keluar.
Saat melihat ke atas dan melihat langit yang cerah tiba-tiba menjadi gelap, wajah Zhang Wei langsung berubah dan alisnya segera berkerut, dan berpikir dengan serius.
Di lantai tiga Pavilium.
Lian Xiuying yang sedang bersantai di kamarnya juga mendengar suara itu. Dia segera melihat langit melalui jendela kamarnya, melihatnya dengan serius dan tubuhnya yang sempurna sedikit gemetar.
"Dewa, aura ini... Sungguh sangat mengerikan." Gumam Lian Xiuying dan memandang ke langit dengan pandangan ngeri.
Bagi orang-orang biasa dan pembudidaya di bawah lapisan bawaan, mereka hanya akan mengira bahwa kejadian di langit saat ini hanyalah fenomena alam biasa.
Tapi bagi praktisi Yuan Qi, seperti Zhang Wei dan Lian Xiuying, yang dapat berinteraksi dengan energi langit dan bumi, mereka akan merasakan aura langit dan bumi yang sangat mengerikan sedang menekan dan mengunci sesuatu di kota Longshan.
Di benua Changlong.
Di wilayah tengah, di sebuah sekte. Seorang lelaki tua di dalam sebuah gua, yang terlihat sedang bermeditasi dan berlatih, tiba-tiba dia membuka matanya.
__ADS_1
Setelah matanya terbuka, dia melihat ke arah timur benua Changlong dengan tatapan terkejut. Meskipun pria tua itu berjarak sangat jauh, sepertinya dia bisa melihat apa yang terjadi di wilayah timur yang sangat jauh.
"Setelah menunggu bertahun-tahun yang sangat lama, akhirnya dia datang." Kata pria tua itu pelan, kemudian menutup matanya lagi, dan terus berlatih.
Saat ini, di atas benua Changlong, tepatnya di luar angkasa. Tampak sebuah bayangan mata manusia yang sangat besar terlihat, dengan diameter sepuluh meter dan lebar dua puluh meter. Itu bukan mata biasa, mata itu hanya memiliki satu bola mata, tidak tau tahu entah mata kanan atau kiri, tapi itu hanya satu mata berbentuk bola mata dengan alis dan bulu mata.
Mata itu tidak berwarna putih dan hitam, tapi dia memiliki warna hitam yang mengelilingi warna merah diantara bagian tengahnya dan terlihat sangat mengerikan.
Mata Dao Shi.
Keinginan dunia yang terbentuk dan menjadi sebuah penglihatan, itu adalah Daoshi. Sama halnya dengan Guntur Perampok yang terbentuk dari Daoshi, saat ini mata itu juga perwujudan dari Daoshi Surga.
Daoshi hanya akan muncul, jika ada sesuatu yang melanggar kehendak Surga dan membahayakan dunia. Dan Daoshi yang terbentuk menjadi mata kali ini, itu karena sumpah dan Daoheart Lin Tian yang telah melawan kehendak Surga.
Dari Daoshi itu, ada aura penindasan yang sangat mengerikan dan keluar darinya. Mata itu tampaknya sedang melihat benua Changlong dengan sangat marah. Lebih tepatnya, dia sedang melihat sesuatu yang berada di kota Longshan dengan marah dan menguncinya dengan aura yang sangat mengerikan.
Tepat ketika mata merah itu melihat benua Changlong, tak berlangsung lama kemudian, sebuah pedang entah kapan, tiba-tiba muncul di atasnya.
Bahkan ruang hampa di sekitarnya tampak terkoyak.
Bisa di pastikan, jika pedang itu jatuh ke benua Changlong tanpa hambatan, dampaknya pasti dapat membuat benua itu terbelah menjadi dua. Tapi pedang itu tidak jatuh ke benua Changlong, dia meluncur kebawah secara vertikal dan menuju tepat di mana mata merah itu berada.
Jika ada seseorang yang melihatnya sekarang, mata itu seperti sebuah bakso yang akan di tusuk oleh sebuah pisau.
Tapi pada saat pedang mulai jatuh dan menghantam mata itu, tidak ada adegan seperti yang di harapkan dan sebuah ledakan keras yang terjadi, yang ada hanya keheningan.
Pada saat Pedang jatuh tepat di atas mata, dunia tampak berhenti dan ada keheningan di seluruh dunia.
Hening.
Setelah keheningan satu nafas, ruang di sekitarnya mulai terkoyak dan koyakannya terus semakin melebar.
Ledakkan
__ADS_1
Ledakkan
Sampai pandangan merah seperti lautan darah dari dalam koyakan ruang yang semakin melebar terlihat, terdengar "ledakan" berulang di seluruh dunia.
Di atas langit benua Changlong, sebuah kilatan petir berwarna ungu saling menyambar ke segala arah, dan dampak benturan dari energi yang sangat besar itu, menyebar ke segala penjuru dunia dan membuat benua-benua di sekitarnya bergetar. Tanpa kecuali benua Changlong.
Suara ledakan itu, kali ini sangat keras, bahkan terdengar sampai ke benua Changlong dan membuat seluruh pembudidaya di benua Changlong terkejut dan gemetar. Sebelum mereka selesai terkejut, terjadi getaran di kaki mereka dan gempa bumi yang sangat kuat melanda di seluruh benua Changlong.
Gelombang ombak di lautan menjadi semakin tinggi dan gunung-gunung mulai bergetar. Terjadi kepanikan di seluruh benua Changlong.
Di atas benua Changlong.
Bang Bang
Bersamaan dengan ledakan hebat di seluruh dunia, Mata Daoshi dan pedang panjang yang bersentuhan tiba-tiba juga meledak.
Pedang panjang itu meledak menjadi kepingin titik-titik cahaya kecil, kemudian menyebar dan jatuh ke bawah, jatuh tepat ke benua Changlong.
Sementara itu, Mata Daoshi itu tidak meledak menjadi titik-titik cahaya, melainkan menjadi tetesan air berwarna merah. Tetesan itu tidak menyebar, dia jatuh ke awan hitam di atas kota Longshan dan kemudian turun ke kota Longshan.
Ketika hujan turun, seolah-olah ada sesuatu kekuatan yang tak terlihat yang sedang membimbingnya, dan menjatuhkannya hanya di pegunungan naga.
Di waktu yang sama, ketika benua Changlong sedang terguncang, hujan berwarna merah darah turun di pegunungan naga. Itu bukan hujan air, melainkan benar-benar hujan darah yang turun ke pegunungan Longshan.
Semua kejadian ini, dari awal sampai akhir, tidak lebih dari dua puluh nafas.
Di dalam Pagoda Bintang.
Setelah Lin Tian selesai mengatakan sumpahnya, dia tidak tahu, bahwa karena sumpahnya ini, dia telah membuat bencana di seluruh benua Changlong.
Tapi bahkan jika dia mengetahuinya, dia mungkin juga tidak akan peduli.
Lin Tian berdiri di sana, setelah selesai bersumpah, Lin Tian hanya merasakan sedikit getaran di hatinya, dan kemudian menghilang.
__ADS_1