
Lin Tian tidak menjawab pertanyaan Yu long. Tidak ada perubahan ekspresi di wajahnya. Dalam ketenangan, Lin Tian diam-diam mulai memandu energi spiritual dari dalam Dantianya, dan mengalirkan energi spiritual ke seluruh lengan kanannya.
"Retak.."
Selanjutnya, suara tulang patah terdengar dari dua tulang berbeda yang sedang beradu di tangan Lin Tian.
Yu Long, yang telah merasakan bahwa tangannya mulai mati rasa, dia mengeryit ketika mendengar suara patah tulang.
Tatapannya menyipitkan, mencoba mencari tahu dari mana asal suara retakan barusan. Hanya dengan sekali tatapan, Yu Long akhirnya menemukannya, bahwa suara retakan itu ternyata berasal dari tulang berwarna merah yang selama ini dia pegang.
Tulang yang bahkan lebih kuat daripada senjata magis tingkat kesembilan, ternyata sekarang terlihat rapuh.
"Bagaimana mungkin!?"
Melihat tulang di tangan, yang terlihat memiliki retakan kecil yang terus menyebar, Yu Long terkejut, dan tidak bisa menahan diri untuk bertanya-tanya.
Ledakkan..
Lin Tian tidak bersuara, dan selanjutnya itu hanya ada suara Guntur di langit yang di sertai dengan kilatan petir setebal lengan yang terdengar, dan jatuh ke arah mereka berdua.
Tanpa mengangkat kepalanya, Yu Long tahu jika Petir itu sedang mengarah ke arah mereka berdua.
Bahaya!
Perasaan bahaya muncul di pikiran Yu Long, dan dengan cepat segera melompat ke belakang.
"Booom.."
Yu Long menjauh dari posisi Lin Tian, dan kemudian suara ledakan lain datang.
Mendarat di tanah, Yu Long merasakan tanah di bawahnya sedikit bergetar. Dan saat melihat ke arah Lin Tian lagi, dia tidak bisa melihat sosok Lin Tian lagi. Apa yang terlihat di sana hanya debu-debu yang mulai berterbangan di udara, dan sedang menutupi seluruh wujud Lin Tian.
"Apa itu yang kamu sebut dengan kekuatan?" Dari dalam debu yang masih berterbangan, tiba-tiba suara dingin dan menghina Lin Tian terdengar.
__ADS_1
Di kejauhan, Yu Long mengerinyit dengan pandangan serius, dan tidak berbicara ketika mendengar hinaan dalam kata-kata Lin Tian. Bukan karena apa yang di katakan oleh Lin Tian benar. Itu hanya karena kesengsaraan surga ikut campur sebelumnya.
Jika bahkan dirinya kalah dalam beradu kekuatan sebelumnya, dia yakin jika dia masih memiliki kekuatan untuk melawan dengan tubuh. Tapi karena Petir kesengsaraan jatuh ke arah mereka berdua, Yu Long tidak berani mengambil resiko, dan hanya dengan rasa malu menghindar.
"Kamu? Bagaimana kamu masih baik-baik saja?"
Tepat ketika debu di sekitar tempat Lin Tian berdiri telah menghilang, dan tampilan tubuh Lin Tian yang tidak terluka sama sekali terlihat, yang bahkan masih memiliki tersenyum main-main di mulutnya, Yu Long bertanya dengan sangat terkejut.
Petir Kesengsaraan Surga dengan ketebalan jari telunjuk dapat menghancurkan tubuh Tetua Wang dengan sekali sentuh. Kemudian, ketika telah berubah menjadi ketebalan lengan, Petir itu dapat membuat tubuh Tetua Sun, praktisi Yuan Qi menjadi kabut darah.
Belum lama ini, Petir dengan ketebalan setebal lengan juga jatuh dan mencoba untuk menghantam tubuh mereka berdua.
Yu Long dapat merasakan bahwa Petir yang jatuh itu adalah Petir yang sama ketika dia menghancurkan tubuh Tetua Sun menjadi kabut darah. Dia juga merasakan kengerian Petir itu, jika petir barusan mengenai tubuhnya, dia dapat yakin jika akan mengalami cindera serius.
Untungnya dia memiliki reaksi yang cepat, dan dapat menghindarinya tepat waktu. Namun dia menghindar, sementara Lin Tian di sana tidak menghindar. Dengan kecepatan Petir itu, dapat di pastikan jika Petir itu akan menghantam tubuh Lin Tian tanpa halangan.
Namun tidak seperti yang di harapkan, ternyata Lin Tian di sana baik-baik saja, seakan-akan Petir itu tidak pernah ada sebelumnya.
"Karena aku adalah Hukum Langit itu sendiri." Kata-kata tenang, dan sombong Lin Tian menjawab keraguan Yu Long.
Dia ingin membantahnya, tapi dia tidak memiliki waktu, karena Lin Tian di depannya telah bergerak lagi.
Berbeda dengan gerakan Lin Tian sebelumnya, yang kesengsaraan Surga hanya akan menyerang seseorang yang berada di dekatnya, sekarang tanpa harus seseorang mendekatinya, kilatan petir di atas selalu mengikutinya bergerak.
"Ledakan.."
Kilatan Petir setebal lengan, serta suara Guntur terdengar bersamaan dengan setiap serangan Lin Tian.
Tidak ada yang istimewa dari gerakan pedang Lin Tian, itu hanya seni dari pedang biasa.
Jika Tetua Han yang sedang kepayahan dengan tripod perak, dan petir yang selalu mengejarnya melihat gerakan pedang Lin Tian sekarang, dia akan berpikir bahwa gerakan Lin Tian sekarang seperti seorang yang masih berlatih dasar-dasar pedang mencoba menggunakan latihannya untuk bertarung dengan pembudidaya Yuan Qi tengah.
Namun, Yu Long yang sedang menghadapi serangan Lin Tian tidak pernah berpikir jika Lin Tian tidak mengerti teknik pedang yang lebih baik.
__ADS_1
Saat ini, Yu Long memang sedang memikirkan bahwa teknik pedang Lin Tian memang terlihat seperti teknik pedang dasar. Tapi di saat pedang di arahkan ke arahnya, kilatan cahaya petir selalu jatuh berbarengan dengan pedangnya.
Ini lebih mengerikan daripada teknik pedang tingkat tinggi.
Pedang datang, kilatan cahaya petir jatuh, dan suara Guntur pasti selalu mengikuti. Jika mengenai tubuh, pasti tidak akan lebih baik daripada mati.
Irama ini sangat teratur, dan mau tak mau, Yu Long hanya bisa menghindari pedang Lin Tian, atau menangkis dengan cepat dan buru-buru menjauh. Selain waspada dengan kekuatan yang di bawa oleh di pedang Lin Tian, Yu Long juga selalu berusaha untuk menghindari petir yang jatuh ke arahnya.
Satu orang tua yang telah terlihat kelelahan karena di kejar oleh tripod perak, dan petir yang tidak lama menyusulnya. Serta di tempat lainnya, satu orang pemuda mengejar pria tua di depannya, dan pria tua itu yang selalu menjauh, ini seperti pemandangan yang menyenangkan dan lucu.
Tapi dengan Awan hitam pekat di atas langit, yang menyelimuti seluruh Sekte Longhunzong, serta suara Guntur yang terdengar di mana-mana. Kesenangan yang sedang mereka lakukan terlihat sangat kontras dengan kesuraman yang di alami Sekte Longhunzong saat ini. Yang di selimuti dengan awan hitam pekat dan jeritan jeritan yang terdengar.
Entah telah berapa lama, Lin Tian yang sedang mengejar Yu Long akhirnya berhenti.
Saat Lin Tian berhenti mengejar Yu Long, puluhan kilatan cahaya petir yang sebelumnya jatuh ke Sekte Longhunzong, dan kebisingan suara Guntur yang terdengar di seluruh Sekte Longhunzong semuanya juga telah berhenti.
Tidak ada lagi kebisingan dari kebingungan mahkluk hidup, atau dari kekuatan alam.
Semuanya sunyi, waktu seakan terhenti, bahkan Awan Kesengsaraan Surga di langit berhenti bergerak, terdiam dengan tenang.
Dalam kesunyian, semua orang yang berada di Sekte Longhunzong perlahan mengangkat kepalanya, seperti terhipnotis oleh sesuatu, mereka semua melihat ke satu arah yang sama.
Dengan mata kosong, mereka melihat ke Awan hitam di atas kepala Lin Tian dengan tenang.
Bergemuruh...
Waktu terus berjalan, dan entah berapa lama, suara gemuruh terdengar di kedalaman Awan hitam.
Selanjutnya, dalam pandangan semua orang, sebuah bayangan mata dengan diameter sepuluh meter dan sedang menutup matanya mulai terbentuk di langit.
Itu adalah mata berwarna merah darah yang sedang tertutup, tapi sebelum dia membuka matanya, tekanan seperti gunung perlahan-lahan terasa di seluruh Sekte Longhunzong. Menekan beberapa murid dengan tingkat kultivasi rendah, dan membuat mereka jatuh berlutut tanpa sadar.
Di antara orang yang memiliki kultivasi rendah tapi tidak jatuh berlutut adalah Lin Tian. Bukan hanya tidak berlutut, Lin Tian bahkan tanpa emosi mengangkat kepalanya, dan melihat mata di langit sana dengan tatapan tenang.
__ADS_1
"Ada apa, tidak sabar untuk membunuhku?"
Melihat mata yang masih tertutup rapat di langit, Lin Tian mencibir, dan berkata kepada Dao Shi itu dengan tenang tanpa emosi sedikitpun.