
Mengingat tanaman Tanduk Rusa emas yang sebelumnya diperoleh dari Sekte Longhunzong, dan ditambah dengan Ginseng Darah Naga saat ini, dua bahan untuk merendam tubuhnya telah tersedia. Dan bahan terakhir dari darah binatang tingkat bawaan adalah yang terakhir.
Dengan keadaan yang masih berada di Hutan Harimau Naga, binatang bawaan bukanlah sesuatu yang sulit, apalagi ada sesuatu yang lebih ganas daripada binatang bawaan sedang mencarinya.
Yaitu Lin Lin.
"Binatang spiritual tingkat kedelapan adalah binatang yang setara dengan praktisi Jindan dari praktisi manusia yang akan menerobos Yuan Ying. Dengan kekuatanku yang sekarang, sangat mustahil untuk membunuhnya,"
"Jika aku mengeluarkan semua kemampuan, dan bahkan menggunakan teknik terlarang, paling banyak aku hanya bisa bertarung seimbang tanpa bisa melukainya." Melihat ular yang masih tidak menyadari keberadaan dirinya, Lin Tian mencoba untuk menganalisa.
"Apakah aku harus menggunakan Lin Lin untuk mengatasinya?" Sebuah ide tiba-tiba muncul di kepalanya.
"Mantan Raja Abadi harus menggunakan seorang gadis kecil untuk mendapatkan keuntungan? Lupakan! Itu memalukan." Namun tak lama kemudian Lin Tian menggelengkan kepalanya, dan membuang ide itu.
"Dilihat dari auranya sekarang, tampaknya ular ini sedang mencoba untuk menerobos, dan saat ini adalah kondisi yang sangat kritis. Mungkin aku masih memiliki sedikit kesempatan."
Setelah memutuskan, Lin Tian melompat, dan berdiri di depan kepala ular piton yang lima kali lebih besar dari tubuhnya. Dia tidak menyembunyikan keberadaan dirinya, dan pasti ular piton hijau itu merasakannya.
Hanya saja, sepertinya dia tidak menganggap keberadaan Lin Tian sebagai ancaman. Ular itu hanya melirik Lin Tian sejenak, dan kemudian menutup matanya kembali.
Kekuatan bawaan akhir Lin Tian, didepan ular piton hijau ini mungkin hanya ibarat seekor cacing yang mencoba melawan keberadaan ular.
Karena seekor cacing tidak bisa membahayakan dirinya, untuk apa memperdulikannya. Menerobos ke Alam yang lebih tinggi adalah yang lebih penting saat ini.
Jangan pedulikan hama lalat di depan!
Sementara Lin Tian sendiri, yang melihat tatapan merendahkan dari hewan melata itu segera mengerutkan kening.
Hanya seekor ular yang tidak lebih dari bawaan berani mengabaikan keberadaan dirinya?
Ini tidak bisa diabaikan, jika saja dia tidak terlahir kembali, hanya bersin-nya di masa lalu dapat menghancurkan ular ini berkeping-keping. Sekarang, keberadaan yang tidak lebih dari debu di matanya ini berani mengabaikan dirinya?
"Sepertinya kamu telah bosan hidup!"
Bersamaan dengan Lin Tian berbicara, sebuah aura yang sangat besar dari energi spiritual di dalam Dantian berkumpul di udara.
__ADS_1
"Berdengung.." bayangan kepalan tangan raksasa yang lebih besar dari kepala ular itu muncul di atas kepala Lin Tian.
"Tinju Dunia. Gaya pertama. Hancurkan Gunung." Bersamaan dengan Lin Tian yang bergumam, dia menggerakkan tinjunya.
Dan di atas kepalanya, bayangan tinju raksasa juga ikut bergerak. Diikuti oleh getaran, dan suara siulan angin di kekosongan, tinju raksasa itu dengan pelan tapi pasti menuju ke arah kepala ular piton hijau.
Merasakan tekanan di udara, ular piton hijau itu terbangun, dan mengangkat kepalanya. Melihat tinju raksasa yang datang, kepala ular piton itu mencoba untuk menghindar. Tapi tidak tahu apa, seperti ada sesuatu yang menghalanginya untuk bergerak.
"Boom"
Diikuti oleh suara "Ledakan", tinju raksasa Lin Tian mengenai tepat ke arah kepala ular piton hijau itu.
Suaranya terdengar di seluruh ruangan, yang bahkan membuat dinding gua bergetar. Selain suara ledakkan keras, dampak dari teknik tinju Lin Tian juga membuat ular itu terlempar, dan menabrak dinding di belakangnya.
"Boomm.. boomm.." dinding-dinding gua bergetar, bebatuan berjatuhan, dan debu mulai berterbangan di ruangan.
Berdiri di tempatnya berada, Lin Tian mulai kelelahan hanya dengan satu serangan.
Ya, bagaimanapun ini adalah pertama kalinya dia menggunakan sembilan puluh persen dari total aura di dalam Dantian. Jika teknik barusan di tunjukkan kepada praktisi Yuan Qi Akhir biasa, bisa dipastikan dia akan hancur berkeping-keping.
Dan untuk ular piton hijau yang memiliki ketahanan fisik di luar imajinasi, dan dengan umurnya yang lebih dari seribu tahun, sembilan puluh persen adalah kurang.
Lin Tian juga tahu, meskipun tekniknya tidak langsung membunuhnya, setidaknya itu dapat menyebabkan cedera yang serius, dan yang terpenting dia berhasil untuk meluapkan kekesalannya di awal.
"Mendesis."
Benar saja, setelah beberapa waktu hening, kepala ular keluar dari balik debu. Dia mengangkat kepalanya tinggi, hampir mencapai langit-langit gua, serta mata hijaunya yang menatap ke arah Lin Tian dengan sangat tajam. Dia terlihat sangat marah.
Dan yang paling penting, tidak ada tanda-tanda kerusakan apapun di kepalanya. Seolah-olah serangan Lin Tian tidak meninggalkan bekas apapun pada kulit tebalnya.
"Sepertinya aku terlalu memaksakan diri sendiri." Melihat itu, Lin Tian tersenyum kecut
Desir..
Sebelum Lin Tian sempat untuk bereaksi, kepala ular piton hijau itu dengan cepat bergerak ke arahnya. Dia membuka mulutnya lebar-lebar, dan mencoba untuk memakan Lin Tian.
__ADS_1
"Ular jelek! Jangan kau makan saudara Lin!" Lalu sebuah suara teriakan lain terdengar.
Mendengar suara ini Lin Tian tersenyum, tanpa menoleh ke sumber suara, dan setelah merasakan embusan angin di belakangnya, suara "bang" keras terdengar di depannya.
"Boom…"
"Boom…."
Kemudian suara ledakan lain menyusul, dan kepala ular piton hijau yang membuka mulutnya, dan akan memakan dirinya telah menghilang dari depannya.
Sementara sosok siluet wanita kecil dan ramping muncul di depan Lin Tian.
"Kenapa kamu lama sekali?"
Mendengar suara di belakangnya, Lin Lin berbalik, dan dengan cemberut berkata: "Saudara Lin jahat, meninggalkan Lin Lin sendirian tanpa mengajari apapun. Untung Lin Lin pintar dan dapat segera datang untuk menyelamatkan saudara Lin Lin. Jika terlambat sedikit saja, siapa yang akan mengajari Lin Lin lagi di masa depan!?"
Lin Tian memberi "um" berat dan terdiam.
Sejak kapan dirinya membutuhkan seorang wanita untuk menjaganya? Sejak kapan gadis kecil ini berlagak seperti saat ini? Bukankah sebelumnya gadis kecil ini selalu berlindung di punggungnya? Kenapa sekarang tampak terbalik? Apakah dunia ini telah berbalik?
Melihat Lin Tian yang terkejut, Lin Lin tersenyum dan bertanya: "Apakah Lin Lin terlihat kuat dan keren?"
"Um, ya, yah! Lin Lin keren!" Meskipun Lin Tian tidak mau, dia harus mengakuinya, bahwa keadaan saat ini memang telah terbalik.
"Hehehe.. jadi, apakah ada hewan jelek yang perlu Lin Lin hajar lagi?"
"Lagi?" Lin Tian pertama terkejut, dan selanjutnya bertanya lagi, "Apa ular itu telah mati?"
Mengenai pertanyaan itu, Lin Lin tidak berbicara, dan hanya menunjuk menggunakan tangannya agar Lin Tian melihat sendiri.
Mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Lin Lin, di sana, terlihat bahwa kepala ular piton hijau yang sebelumnya terlihat mengerikan, dan tidak bisa dihancurkan dengan teknik tinjunya telah terbaring tak berdaya di tanah.
Bukan hanya terbaring tak berdaya, bahkan separuh dari kepalanya hancur, dan menghilang.
Hanya dengan sekali pukulan dari Lin Lin, ular piton hijau itu mati seketika.
__ADS_1
Ini..