
Ya, itu adalah suara wanita, lebih tepatnya adalah suara Lin Lin. Setelah tertidur cukup lama, akhirnya Lin Lin bangun.
Sekarang dia berdiri di belakang Zhi Wu, melihat' ke arah Lin Tian yang hanya memakai pakaian minim dengan terkejut, dan mulutnya yang terbuka.
"Tuan muda mesum, mesum!" Setelah terkejut, Lin Lin segera menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, dan berteriak lagi.
Lin Tian, yang bertelanjang dada di sana, melihat Lin Lin yang berteriak, dan menutup matanya, dia merasa bodoh dan tercengang.
Awalnya hanya karena kegembiraan yang terjadi sebelumnya, dia tidak sempat memakai celananya, dan secara tak sadar memecahkan kuali hitam besar ini. Kemudian dengan suara keras dari ledakan, Zhi Wu keluar dan mengutuknya. Dan sebelum Lin Tian sempat bereaksi, Lin Lin yang sedang tertidur di dalam Pagoda Bintang juga keluar dan melihat dirinya sendiri yang belum sempat berpakaian.
Dan teriakan Lin Lin kepadanya, itu selalu kata-kata "Mesum"..
Apakah benar, bahwa dirinya mesum? Bukankah itu salahnya sendiri?
Lin Tian tidak tahu, apakah ini waktunya tersenyum atau menangis. Akhirnya dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum tak berdaya.
Dengan perasaan senang yang tiba-tiba berubah menjadi rasa malu, Lin Tian tidak bicara lagi, dan hanya berjalan ke arah pakaiannya berada dan memakainya.
"Sudah bangun?" Setelah memakai pakaiannya, Lin Tian berjalan ke arah Lin Lin yang masih menutupi wajahnya, dan bertanya pelan.
Lin Lin, yang sedang berdiri dan menutup matanya, dia ragu-ragu ketika mendengar pertanyaan Lin Tian.
Dengan ragu-ragu, dia sedikit membuka tanganya, dan melihat Lin Tian yang berbicara dengannya melalui celah-celah tangannya. Melihat Lin Tian telah memakai pakaiannya, Lin Lin akhirnya melepaskan tangan di wajahnya, dan melihat Lin Tian di depannya dengan mata keraguan, dan rona merah di wajahnya.
"Ya, Lin Lin telah bangun dari kemarin." Lin Lin mengangguk dan menjawab dengan suara pelan malu-malu khasnya.
Melihat Lin Lin seperti ini, Lin Tian tersenyum dan merasa lega di dalam hatinya.
__ADS_1
Lin Tian khawatir, setelah semuanya, wanita misterius di dalam Dantianya, dan Tubuh Asal Dunia-nya yang dia miliki, Lin Lin akan berubah menjadi orang lain. Tidak menjadi Lin Lin yang pemalu, dan kemudian menjadi gadis kecil polos dengan aura membunuh yang mengerikan.
Dan melihatnya seperti ini, masih seperti Lin Lin yang dulu, akhirnya Lin Tian melepaskan hatinya. Bagaimanapun, Lin Tian lebih menyukai Lin Lin yang polos dan lugu. Tapi memiliki kekuatan yang tak kalah darinya.
Ketika Lin Tian melihat wajah Lin Lin lagi, dia melihat wajahnya lebih bersih dan lebih cantik, menjadi kecantikan yang tidak kalah dari Li Yaoleng. Tubuh Lin Lin juga tidak lagi terlihat kurus karena kurangnya gizi. Tubuhnya sekarang masih terlihat kurus, tapi meskipun begitu, otot-ototnya terlihat lebih bertenaga dan tidak terlihat kurang perawatan.
Dari wajah Lin Lin, Lin Tian juga melihat tanda api di antara kedua alisnya. Tanda api yang mirip dengan wanita berbaju merah yang ada di dalam Dantianya. Dan Dantianya, Lin Tian masih melihat tiga Dantian di tubuhnya. Di antara ***********, di dadanya, dan di antara alisnya, tepat di tanda apinya.
Lin Lin, yang berdiri di depan Lin Tian, dan melihat Lin Tian memandanginya dari atas ke bawah, dia merasa lebih malu. Wajahnya semakin merah, dan perasaan canggung muncul di hatinya.
"Tuan Muda, itu, apakah Lin Lin ada yang salah?" Lin Lin menundukkan kepalanya malu, dan bertanya kepada Lin Tian dengan suara pelan.
Mendengar suara pelan Lin Lin, dan melihat rasa malunya, Lin Tian tersenyum dan mengangguk.
"Ya, ada yang salah dengan tubuh Lin Lin," jawab Lin Tian dengan menganggukkan kepalanya.
Melihat kekhawatiran di mata besar Lin Lin, Lin Tian terkekeh pelan.
"Ya, Lin Lin berubah, dan menjadi lebih cantik." Kata Lin Tian tersenyum.
Mendengar kata-kata Lin Tian, kekhawatiran di mata Lin Lin segera berubah menjadi cerah, dan bersemangat.
"Apa benar Lin Lin menjadi lebih cantik?" Lin Lin bertanya lagi dengan cahaya berkedip di matanya.
Sebagai tanggapan, Lin Tian di depannya menganggukkan kepalanya. Dan anggukan kepala Lin Tian membuat wajah Lin Lin lebih bahagia, dan tersenyum lembut.
Senyum Lin Lin saat ini adalah senyum lepas, dan bukan senyum paksaan seperti di masa lalu. Dari senyum ini, Lin Tian bisa melihat kebahagiaan yang meluap-luap dari hatinya.
__ADS_1
Ketika mereka masih tinggal di keluarga Lin, dengan semua keterbatasan Lin Tian, Lin Lin tidak pernah mengeluh, dan selalu tersenyum di mulutnya. Tapi semua senyum itu adalah senyum paksaan yang selalu di tampilkan, dan jarang membuat senyum lepas dari hatinya. Dan sekarang, gadis yang selalu menderita ini, dia tersenyum lepas dan melepaskan semua kekhawatiran di hatinya.
Bisa di lihat, setelah semua keputusannya untuk meninggalkan keluarga Lin adalah keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri dan Lin Lin.
"Hei, aku sedang bertanya kepadamu!"
Saat Lin Tian dan Lin Lin sedang tersenyum bersama, Zhi Wu yang telah di abaikan, berkata dengan tidak puas di belakangnya.
Dari awal, orang yang berbicara lebih dahulu adalah Zhi Wu, tapi dia tidak menanggapi dirinya sendiri, dan malah berbicara dengan Lin Lin. Dan di sana, dia masih melihat dua orang yang sedang tersenyum dan mengabaikan dirinya sepanjang waktu, seolah-olah dirinya tidak ada, dan dunia ini milik mereka berdua.
Lin Tian dan Lin Lin, yang mendengar suara tidak puas Zhi Wu segera berhenti, dan mengalihkan perhatiannya.
Setelah berbalik, dan melihat kabut asap di sana, yang sepertinya sedang memarahinya, Lin Tian tersenyum.
"Apa, apakah kamu merasa terabaikan, dan cemburu?"
Zhi Wu di sana terdiam, dan melihat tampilan senyum Lin Tian dengan diam tercengang.
"Aku bertanya kepadamu, apa yang kamu lakukan pada kualiku?" Setelah terdiam sejenak, Zhi Wu bertanya lagi dengan suara keras.
"Jangan salahkan aku, aku terlalu bersemangat, dan secara tidak sengaja menghancurkan kualimu." Melihat kuali hitam yang telah hancur berkeping-keping, Lin Tian mengangkat kedua tangannya dan berbicara tidak bersalah.
"Kamu.."
Melihat sikap Lin Tian seperti ini, Zhi Wu merasa marah. Dan di sana, Lin Tian masih mengangkat kedua tangannya tidak tahu.
Sementara Lin Lin, yang melihat kabut asap dan Lin Tian yang sedang berdebat, di terkikik dan tersenyum seperti lonceng perak.
__ADS_1
"Kamu sebelumnya juga berkata, jika Pagoda Bintang bukanlah Pagoda biasa. Aku yakin, kamu pasti memiliki harta yang lebih berharga di sana. Dan aku juga yakin, kamu memilikinya tidak hanya satu." Masih dengan perasaan tidak bersalah, Lin Tian berkata kepada Zhi Wu dengan senyum di mulutnya.