
Melihatnya seperti ini, tidak ada hinaan, atau rasa jijik yang Lin Tian berikan kepada Zhao Wuji. Tapi ini hanya membuatnya semakin menyukai karakternya.
Sejak awal, Lin Tian telah mengetahui jika Zhao Wuji adalah orang yang sangat terobsesi dengan tinju. Dan dia juga cukup jenius untuk bisa menciptakan teknik tinju tanpa seorang guru.
Meskipun itu hanya teknik tinju dengan niat yang tidak beraturan.
Lin Tian juga tidak menghina kekurangan dari teknik yang Zhao Wuji ciptakan sendiri. Karena bagaimanapun juga, menciptakan sebuah teknik sendiri itu ratusan kali lebih sulit daripada belajar dari teknik yang di ciptakan oleh seseorang.
Sebagai seorang jenius, dan terobsesi dengan itu, karakter Zhao Wuji sangat bagus untuk berani belajar kepada orang yang lebih muda, dan lebih lemah daripada kultivasinya sendiri.
Karena dimanapun itu, orang seperti Zhao Wuji, yang ingin terus berkembang, dan tidak tahu malu untuk belajar lebih kuat adalah salah satu cara untuk mencapai ketinggian langit.
Sifat, dan tekad Zhao Wuji ini menyenangkan hati Lin Tian, tapi dia tidak berniat untuk menerima murid untuk saat ini.
"Bangunlah! Aku tidak bisa menjadi gurumu."
"Master, saya sangat ingin terus berkembang menjadi lebih kuat, meskipun lancang, saya ingin mempelajari teknik barusan. Itu...sebagai permohonan, Tuan bisa mengambil semua keuntungan..." Zhao Wuji masih tidak ingin bangun, dan dengan tulus kembali memohon.
Awalnya Lin Tian menggelengkan kepalanya, dan ingin menolak langsung. Tapi saat mendengar kata-kata terakhir Zhao Wuji, Lin Tian berhenti beberapa waktu dan kemudian tertawa terbahak-bahak.
Selain bebas, tulus, dan hangat, ternyata Zhao Wuji ini masih memiliki selera humor di hatinya.
Karena Lin Tian menolaknya untuk menjadi murid, dia berusaha menyogoknya dengan harta yang di dapatkan dari perjanjian di awal.
Apakah Zhao Wuji ini tidak memikirkan, jika dia menjadi muridnya, apakah Lin Tian semua harta itu untuk dirinya sendiri?
Sebagai seorang guru, apakah Lin Tian dengan tak tahu malu akan mengambil semua keuntungan muridnya?
Sifat Zhao Wuji ini sangat menyenangkan, dan menghibur hati Lin Tian.
"Baiklah, kamu bangun dulu!"
Zhao Wuji baru bangun setelah mendengar ini. Lalu melihat kearah Lin Tian dengan sikap rendah hati, dan penuh antisipasi.
Lin Tian tidak menunjukkan ekspresi kebahagiaan atau kesedihan di wajahnya.
Dengan tenang, dan penuh keseriusan, Lin Tian berkata, "Sepanjang hidupku, aku tidak pernah menerima murid pribadi. Sekarang juga sama, aku tidak berniat untuk mengangkat--"
"Bang!"
__ADS_1
Sebelum Lin Tian menyelesaikan kata-katanya, Zhao Wuji segera membenturkan kepalanya lagi ke tanah dengan keras, dan berbicara.
"Master! Saya tidak tahu kriteria apa yang Master inginkan untuk menerima seorang murid. Tapi saya akan terus berusaha, dan selalu bekerja keras untuk menjadi murid yang layak."
Ketika Zhao Wuji mengatakan kata-kata ini dengan serius, Lin Tian juga memandangnya dengan serius selama beberapa waktu, tapi dia tidak mengatakan apa-apa lagi, dan berbalik.
Meninggalkan Zhao Wuji untuk terus bersujud dan berjalan ke arah bangkai ular Piton Batu sebelumnya.
Setelah memasukkan bangkainya kedalam Pagoda Bintang, Lin Tian masih tidak memperdulikan Zhao Wuji, dan terus berjalan dimana Ganoderma Lucidum berada.
Ada lebih dari sepuluh Ganoderma Lucidum berumur ribuan tahun di sini.
Eliksir tingkat delapan ini sangat berharga untuk dijadikan pil, atau di jual. Tapi Lin Tian tidak berniat untuk menjadikan sebagai pil budidaya.
Lin Tian ingin menyerapnya untuk meningkatkan kekuatannya, tapi masih menyimpan lima lainnya kedalam Pagoda Bintang untuk di simpan.
Setelah itu, Lin Tian duduk di tanah, dan mulai menyerap semua Ganoderma Lucidum yang tersisa menggukan teknik pelahap.
Sepanjang proses ini, Lin Tian tidak pernah lagi memperhatikan atau sekedar berbicara pada Zhao Wuji.
Zhao Wuji, dia juga tidak berbicara, dan terus mempertahankan posisinya sampai sekarang.
Dari perkataan Lin Tian, dia hanya berkata jika dia tidak berencana untuk menerima murid pribadi, tapi tidak bilang jika tidak menerima seorang magang.
Meskipun tindakan ini tidak bisa membuatnya menjadi murid pribadi, setidaknya dia bisa menjadi magang.
Dalam hati Zhao Wuji, ketika dia melihat pukulan Lin Tian sebelumnya, dia tahu itu adalah sesuatu yang selama ini dia cari. Jadi, dia bertekad untuk mempelajarinya dan bergabung dengan pintu Lin Tian.
Zhao Wuji memang tidak mengenal Lin Tian, tapi sejak awal melihatnya, dia tahu jika Lin Tian ini tidak biasa. Oleh karena itu, Zhao Wuji tidak memusuhi Lin Tian sama sekali.
Itu hanya insting, tapi insting Zhao Wuji selama ini tepat.
Selain itu, instingnya juga mengatakan bahwa dia akan di terima sebagai murid tidak akan lama.
Jadi, yang perlu dilakukan Zhao Wuji sekarang hanyalah menunggu Lin Tian selesai berlatih, dan menerima keputusannya.
Waktu terus berjalan, dan mereka berdua terus mempertahankan posisinya seperti itu dalam keheningan.
Sekitar sehari kemudian, saat Lin Tian membuka matanya, dan masih melihat bahwa Zhao Wuji tetap mempertahankan posisinya seperti itu.
__ADS_1
Lin Tian tersenyum, tapi tidak segera beranjak dari tempatnya, dan terus berlatih.
Dua hari kemudian.
Ketika Lin Tian selesai berlatih, dan berhasil menerobos Yuan Qi Akhir tahap awal, dia kembali membuka matanya.
Dan saat melihat Zhao Wuji masih mempertahankan posisinya, Lin Tian bangun dan berjalan kearahnya.
"Bangun!"
Dua hari mempertahankan posisinya, Zhao Wuji merasa tubuhnya kaku, tapi dia tidak berani melanggar perintah Lin Tian, dan dengan susah payah, serta tubuh yang gemetar, Zhao Wuji mencoba untuk bangun.
Tapi Zhao Wuji tidak bisa berdiri, dan masih berlutut sambil melihat Lin Tian dengan penuh harap.
Tidak ada ekspresi apapun di wajah Lin Tian.
"Untuk menjadi muridku, itu sangat sulit. Tapi keseriusan dan tekadmu menarik minatku, hanya saja, kamu masih tidak layak."
"Sebagai ujian akhir, aku akan mengajarimu satu hal."
Lin Tian berjalan ke arah batu besar yang ada di belakangnya, dan melanjutkan, "Teknik ini di sebut penghancur batu. Ini adalah teknik sederhana gabungan antara niat dan pikiran."
Selesai berkata, Lin Tian menggerakkan tinjunya ke arah batu itu.
Tidak ada momentum, dan keistimewaan apapun. Itu hanya tinju biasa tanpa kekuatan, atau aura. Yang bahkan anak berusia sepuluh tahun bisa melakukannya.
Tapi begitu, Zhao Wuji selalu memperhatikannya dengan serius.
Sampai ketika tinju Lin Tian menyentuh batu besar setinggi lima meter itu, Zhao Wuji masih tidak melihat keanehan apapun yang terjadi.
Tapi, Zhao Wuji yang terus memperhatikan tiba-tiba matanya melebar. Dan dengan suara "boom" keras, batu hitam yang sangat besar, dan keras itu tiba-tiba meledak, dan menjadi potongan-potongan kecil.
Setelah itu, Lin Tian masih tidak berbicara, dan berpindah ke sebuah batu yang sepuluh kali lebih besar, dan lebih padat dari sebelumnya.
Berbeda dari sebelumnya, saat memukul batu itu, Lin Tian sedikit lebih cepat, tapi tetap tanpa momentum apapun.
Namun efeknya masih sama, ketika tinju Lin Tian mengenai batu besar itu, suara "ledakan" keras terdengar, dan batu itu hancur berkeping-keping.
"Nama teknik ini memang Penghancur Batu, tapi ini tidak menghancurkan dengan kekuatan."
__ADS_1
"Seperti yang kamu lihat, batu barusan hancur dari dalam dan kemudian meledak seperti sebuah telur."
"Aku hanya memberikan dua kata kunci yaitu "niat" dan "pikiran". Waktumu adalah 40 hati, jika kamu bisa menguasainya dalam waktu yang di tentukan, aku akan memikirkan untuk menjadikanmu seorang murid."