Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Ketika hati telah menjadi hitam


__ADS_3

Bukan hanya Zhao Wuji, Liu Changyan yang mendengar dari samping juga memiliki kejutan besar di wajahnya.


Bahkan, Jin Yang, yang sejak awal diam tak berbicara harus melirik ke arah Lin Tian, dan sekali lagi harus terkejut dan kagum padanya.


Di atas Yuan Qi, itu adalah Jindan, di atas Jindan, itu adalah Para Dewa.


Wanita barusan, yang mengaku sebagai pasangan Lin Tian, saat dia bisa membuat monters setingkat Yuan Ying ketakutan, maka dia adalah Para Dewa, kan?


Kultivasi tingkat Para Dewa? Tidak ada seorangpun yang berani memikirkannya sama sekali.


Jangankan Para Dewa, Kultivator setingkat Yuan Ying saja sudah di anggap sebagai Dewa dan sangat sulit di temui di Kekaisaran Zhou.


Jika itu Para Dewa, maka itu adalah dewa di atas Dewa.


Dengan kekuatan seperti itu ada di samping Lin Tian, maka dia memiliki kekuatan yang bahkan lebih kuat daripada seorang Kaisar sekalipun.


Dengan kekuatan seperti itu, pantas saja jika Liu Changyan, pangeran kedua yang sejak lama Jin Yang kagumi harus menundukkan kepalanya di depan Lin Tian.


Tapi juga tidak bisa di pungkiri bahwa Pangeran kedua juga benar-benar jeli dan cerdas.


Dengan Lin Tian dan kekuatan Para Dewa ada di pihaknya, siapa yang bisa melawannya sekarang?


Memikirkan semuanya, Jin Yang hampir tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa terbahak-bahak.


Untungnya dia bisa menahannya, dan hanya melihat Liu Changyan dengan kekaguman dan pemujaan penuh di wajahnya.


Liu Changyan sendiri, dia juga memikirkan hal yang sama, dan senyum lebar terlihat di wajahnya yang tenang.


Jelas, bahwa dia telah menemukan sebuah permata yang paling cerah di Dunia..


Di bandingkan dengan Zhang Fang, apa itu?


Itu hanya lumpur dan emas yang terus berkilau.


"Luar biasa! Tuan dan Nyonya Guru benar-benar tidak biasa, sangat kuat!"


Berbeda dengan Liu Changyan dan Jin Yang yang masih menahannya, Zhao Wuji secara langsung berseru dan memuji terang-terangan.


Wajahnya yang tampan, dan tampak tampak tegas terlihat berseri-seri dengan cahaya aneh, dan melihat ke arah Lin Tian dengan luar biasa.


Lalu, tiba-tiba dia menundukkan kepalanya, dan memuja, "Guru, kemanapun Anda pergi, murid pasti akan mengikutinya. Apapun yang guru inginkan, murid pasti akan melakukannya, bahkan jika itu harus melewati sungai lava dan lautan pedang."


"Oooh...." Lin Tian sedikit terkejut dengan respon berlebihan dari Zhao Wuji.

__ADS_1


Tapi dia tidak ingin terus melanjutkan topik, dan berkata, "Jangan berpikir terlalu banyak, sebaiknya kamu segera berlatih dan berhasil menyelesaikan latihan yang telah aku berikan secepatnya."


"Jika kamu berhasil, akan ada hadiah yang sudah menunggumu. Jika kamu gagal, maka kamu harus segera pergi dari sisiku."


"Terimakasih atas kemurahan hati Guru. Murid pasti akan segera menguasainya segera." Kata Zhao Wuji, dan segera berbalik, dan pergi ke arah lain.


Entah apa yang apa dia lakukan, tapi ketika suara "ledakan" terus terdengar dari arahnya pergi, tampaknya dia sedang berlatih.


Melihatnya, Lin Tian diam-diam mengangguk dalam hatinya.


Kemudian kembali mengarahkan pandangannya ke arah kolam, dan melihat keributan di sana dengan duduk di tanah dengan tenang.


Di saat semuanya sedang sibuk, Lin Tian yang tampak tanpa beban, dan dengan santai duduk sambil menonton keributan, mau tak mau itu membuat beberapa orang marah.


"Sialan! Babi gemuk itu benar-benar babi!"


"Lihatlah postur duduknya dengan perut babinya yang tergeletak di tanah, dia benar-benar menjijikkan!"


"Dunia ini benar-benar tidak adil! Kenapa sang Dewi harus bersamanya? Kenapa sang Dewi tidak memilih Tuan Muda Zhang Fang, yang terus berjuang dan dengan gagah berani bertarung dengan binatang Bawaan?"


Tak terkecuali, siapapun yang melihat Lin Tian dan Zhang Fang yang sangat bertolak belakang, semuanya marah pada langit.


Hati mereka hijau, dan wajahnya memerah.


"Apa yang dilihat Dewi sehingga dia lebih memilih babi menjijikkan sepertinya daripada prajurit gagah berani seperti tuan Muda Zhang Fang?"


"Setelah semuanya selesai, sebaiknya kita segera memberi pelajaran pada babi yang mempermalukan Dunia itu!"


"Itu benar! Saat melihatnya, aku merasa gatal dan tidak sabar untuk segera mengulitinya, mengeluarkan kotoran di perutnya, dan membuktikan pada Dewi, bahwa dia adalah babi bodoh, yang hanya bisa tidur dan makan. Tidak berguna!"


"Tian Lin! Babi gemuk menjijikkan! Nikmati hidup terakhir mu sekarang!"


"Nikmati nafas terakhirmu, karena kamu pasti akan segera menjadi mayat babi!"


....


Pada saat ini, tiga ratus Kultivator dari kelompok Zhang Fang yang tersisa hanya kurang dari seratus orang saja, dan semuanya sangat marah saat melihat Lin Tian di sana masih duduk layaknya babi sungguhan.


Sejak awal, mereka semua bergegas untuk menyusul Ling Yanyue, dan mencoba untuk membantunya sampai-sampai ratusan korban berjatuhan.


Di sisi lain, Lin Tian, yang dikatakan sebagai pasangan dari Dewi mereka masih tenang dan bersantai di sana. Seolah-olah bahwa semuanya tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Meskipun tidak ada yang ingin mengakuinya, dari pembicaraan keduanya, mereka adalah sebuah pasangan.

__ADS_1


Namun begitu, Tian Lin ini benar-benar babi malas dan sangat menjijikkan!


Sebagai seorang pria, dia menyuruh wanitanya sendiri untuk mengambil buah Taixun dengan resiko kematian.


Dia benar-benar babi, kan? Sehingga otaknya menjadi sangat bodoh! Bisa-bisanya dia menyuruh kecantikan besar dan lemah seperti itu untuk melakukan tugas seorang pria?


"Jika setelah semuanya aku masih hidup, aku bersumpah pada langit pasti akan membunuh babi bodoh itu!"


"Sudah di putuskan! Jika kita masih hidup, kita harus menguliti, mengeluarkan isi perutnya, dan membakarnya di atas bara api!"


"Jika babi itu masih hidup, maka ini adalah penghinaan bagi kita seorang pria!"


Semuanya membenci besi, dan dengan dingin bertekad untuk membunuh Lin Tian.


Zhang Fang sendiri, yang mendengar semuanya tidak bisa menahan senyum di hatinya.


Sejak awal, dia sudah memiliki kebencian terhadapnya, tapi dia juga tidak bisa secara langsung membunuhnya tanpa alasan, yang pada akhirnya akan membuat reputasinya hancur.


Namun yang terduga, Tian Lin itu dengan bodohnya membuat dirinya menjadi musuh publik, dan membuat semua orang mengincar kepalanya.


Di dalam hatinya, Zhang Fang ingin tertawa, dan merasa tidak perlu lagi memikirkan untuk membunuhnya.


Meskipun Tian Lin itu sedikit mampu, dengan semua orang yang memiliki kekuatan Yuan Qi, dan bahkan beberapa Jindan mengincarnya, dapat di pastikan bahwa dia akan mati.


Jikalau pun tidak, dia pasti akan terluka parah.


Memanfaatkan kesempatan ini, Zhang Fang menyembunyikan kegembiraan di hatinya, dan berkata, "Kalian semua! Jangan pedulikan babi sepertinya. Ada gadis lemah yang sedang menunggu bantuan kita. Sebagai seorang pria sejati, kita harus melupakan egoisme kita, dan menyingkirkan semua ular ini segera untuk menyelamatkan sang Dewi!"


Saat semua orang yang tersisa mendengar pernyataan Zhang Fang itu, semuanya mengangguk dan sekali lagi mengabaikan Lin Tian.


"Tuan Muda Zhang Fang memang jenius dan pria sejati!"


"Itu benar! Kita harus melupakan babi itu, dan segera menerobos barisan ular ini, dan menyelamatkan sang Dewi."


"Setelah itu, kita bisa membuat sang Dewi melihat, bahwa Tuan Muda Zhang Fang adalah pria sejati, dan pria yang pantas untuknya!"


"Semuanya, kerahkan semua kemampuan kalian!"


"Demi Sang Dewi! Berjuang!"


"Bunuh!"


....

__ADS_1


Dengan semua pendapat yang Zhang Fang dengar di telinganya, hatinya tertawa keras, dan Wajahnya terlihat tersenyum.


"Tian Lin, kamu mencari kematianmu sendiri! Jangan salahkan aku membunuhmu dan mengambil wanitamu!" Menyeringai, Zhang Fang tertawa dalam hatinya.


__ADS_2