
"Kamu.."
Mendengar kata-kata Lin Tian, Chen Long dan Lin Kai segera terbangun dari keterjutanya, dan secara spontan mereka berkata hampir bersamaan.
Awalnya, saat mereka melihat Lin Tian meninju untuk menghadapi pedangnya, mereka berpikir bahwa Lin Tian telah gila, dan bodoh. Dalam bayangan mereka, mereka akan melihat tangan Lin Tian yang terpotong-potong dan kemudian terus melaju ke tubuhnya. Tapi mereka berdua tidak akan berpikir, bahwa pedang yang biasanya dapat memotong besi dengan mudah dapat di hancurkan oleh tinju biasa Lin Tian.
Melihat semuanya, senyum di wajah mereka berhenti, dan melihat Lin Tian yang berdiri di sana dengan sedikit ketakutan di hatinya.
"Jangan sombong! Aku belum melakukan yang terbaik!" Setelah terkejut sejenak, Chen Long adalah orang yang pertama bereaksi, dan berteriak kepada Lin Tian.
Kemudian Chen Long mengeluarkan semua momentumnya dan mengulurkan tangan kanannya. Jari-jari di tangan Chen Long di pisahkan dan membentuk sebuah cakar dengan tiga jari.
"Cakar Naga"
Dengan berkata berat, sebuah aura spiritual keluar, membentuk sebuah cakar Naga dengan tiga jari, dan berwarna biru. Warna biru ini adalah aura spiritual yang dia keluarkan.
Seni beladiri cakar Naga adalah seni beladiri dari keluarga Chen yang terkenal di kota Longshan. Seni bela diri ini adalah seni beladiri tingkat ketiga dan tingkat rendah. Seni beladiri tingkat ketiga biasa, di tempatkan di kecil seperti kota Longshan ini, dapat di anggap sebagai warisan keluarga.
Seperti halnya keluarga Chen, yang menggunakan cakar Naga ini sebagai warisan keluarga.
Nyatanya, meskipun Chen Long berkata itu adalah Cakar Naga, tapi nyatanya itu hanyalah jari-jari biasa yang menirukan sebuah cakar naga, tidak memiliki aura naga apapun dan hanya di lapisi dengan aura spiritual. Bahkan sisik naga tidak terlihat.
Di sampingnya, Lin Kai yang melihat Chen Long telah mengeluarkan Seni Beladiri keluarga juga melakukan hal yang sama.
Lin Kai mengulurkan tinjunya ke depan, dan diikuti dengan suara auman harimau, tinju Lin Kai juga di lapisi oleh aura spiritual.
Tinju Harimau.
__ADS_1
Lin Tian, sebagai mantan anggota keluarga Lin tahu, jika Seni Beladiri Lin Kai adalah Tinju harimau. Seni beladiri tingkat ketiga dan juga warisan keluarga Lin. Sama dengan Seni Beladiri keluarga Chen yang di keluarkan oleh Chen Long, Tinju Harimau Lin Kai juga tidak memiliki hubungan apapun dengan naga.
Melihat ini semua dari awal sampai sekarang, tidak ada perubahan emosi di wajah Lin Tian, wajahnya tetap tenang dan melihat mereka berdua dengan tenang.
Dia tidak menganggu keduanya, Lin Tian tidak berbicara, dan menunggunya.
"Lin Tian, ini adalah seni beladiri keluarga, Tinju Harimau. Selama enam belas tahun ini, aku telah menguasainya dengan sempurna. Kamu harus bangga karena bisa mati di tanganku." Lin Kai berkata kepada Lin Tian dengan keras, dan kemudian bergegas ke arahnya.
Melihat mereka berdua bergegas ke arahnya, Lin Tian tersenyum.
Seni beladiri tingkat biasa, Lin Tian memiliki banyak di dalam kepalanya, dan yang lebih baik daripada miliki mereka, jumlahnya tidak terhitung.
"Apakah Seni Beladiri kalian sangat kuat?" Setelah berkata, Lin Tian juga mengulurkan kedua tangannya ke depan.
Lin Tian meniru seni beladiri mereka berdua. Dari tangan kanannya, Lin Tian mengepalkan tangannya dan dari tangan kirinya, Lin Tian mengubah jari-jarinya seperti Cakar Naga.
Berbeda dengan yang di lakukan oleh Chen Long dan Lin Kai yang hanya menirukan. Dari kedua tangan Lin Tian, ada bayangan kepala harimau lengkap dengan taringnya di tangan kanan, dan Cakar Naga di tangan kirinya yang lebih mirip dengan Cakar Naga sungguhan. Tentu saja kedua tangan Lin Tian tidak benar-benar menjadi harimau atu cakar, tapi semuanya adalah bentuk manifestasi dari auranya.
Lin Kai dan Chen Long yang telah bergegas, dan melihat kedua tangan Lin Tian, wajah mereka berubah, dan cepat-cepat ingin menghentikan langkahnya.
Tapi sebelum mereka sempat bereaksi, kedua tangan Lin Tian telah tiba dan mengenai tubuh mereka berdua.
"Bang... Bang"
Dengan "Bang" dari suara tangan Lin Tian yang tepat menghantam perut mereka, mata mereka berdua segera melotot, dan di ikuti oleh kekuatan Lin Tian, mereka terbang ke belakang.
Sampai saat tubuh mereka berdua menabrak dinding gua, mereka baru berhenti dan jatuh ke tanah. Tidak lagi bergerak, dan darah mulai keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Tapi mereka berdua masih hidup dan bernafas dengan berat.
Lin Tian tidak membunuh mereka berdua, tapi hanya menghancurkan kedua Dantianya.
Semua yang telah di lakukan Lin Kai terhadap Lin Tian di masa lalu dan baru-baru ini, Lin Tian berubah pikiran untuk membunuhnya, dan memilih untuk menghilangkan semua kultivasinya.
Bagi seorang Kultivator, jika Dantianya hancur dan semua tingkat kultivasinya menghilang, mereka tidak dapat berlatih lagi, dan hanya bisa menjadi manusia biasa. Untuk Lin Kai, orang yang selalu memakan apapun dengan sendok emas sepanjang hidupnya, dan tiba-tiba jatuh menjadi manusia biasa, bisa di katakan ini adalah bencana yang lebih baik mati daripada hidup.
Chen Long juga sama, meskipun dia tidak memiliki kebencian terhadap dirinya sendiri, dia telah mencoba untuk membunuhnya. Niat Chen Long ini, bagi Lin Tian, seorang yang memiliki kesombongan Raja Abadi adalah hal fatal dan tidak dapat di toleransi.
Tindakan Lin Tian ini tidak di sembunyikan, dan semua orang yang hadir dapat melihatnya sendiri. Dan setelah melihat tindakan yang dilakukan oleh Lin Tian, orang-orang yang awalnya mencibir dan menghinanya mulai ketakutan, dan ngeri.
Semua orang tahu, jika Lin Tian dan Lin Kai adalah orang yang berasal dari keluarga Lin, dan masih memiliki hubungan darah. Tapi ketika dia telah bertindak, dia tidak setengah-setengah dan melakukan semuanya dengan kejam.
Bahkan jika kamu memiliki hubungan darah, jika kamu membuat Lin Tian marah, di depan Lin Tian, kamu tidak lebih dari musuh dan bukan keluarga.
Memang Lin Tian tidak membunuh Lin Kai, tapi dia menghancurkan Dantianya, dan apa bedanya dengan membunuhnya? Jika di pikirkan lagi, Lin Tian tidak membunuhnya adalah tindakan yang lebih kejam.
Malangnya lagi bagi Chen Long, yang tidak memiliki kebencian apapun terhadap Lin Tian dan hanya karena dia menganggap Lin Kai sebagai saudaranya, dia juga mengalami nasib yang sama. Dantianya hancur dan semua kultivasinya selama bertahun-tahun ini telah menghilang.
Mulai saat ini, Tuan Muda Chen Long dari keluarga Chen tidak bisa menjadi Tuan Muda Chen lagi, dan hanya bisa menjadi manusia biasa.
Semua kejadian ini membuat orang yang hadir melihat Lin Tian dengan ngeri dan ketakutan. Tidak terkecuali bagi Jin Yang.
Meskipun dia tidak takut karena dia berada di pihak Lin Tian, tapi setelah ini, dia mungkin tidak akan menganggap Lin Tian dengan mudah, dan harus lebih berhati-hati.
"Tepuk... Tepuk...."
__ADS_1
Di saat semua orang yang hadir terdiam, suara tepuk tangan terdengar di ruangan, dan membuat suasana suram ini menjadi tegang. Suara tepuk tangan ini bukan dari orang lain, melainkan dari Tetua Wang yang selama ini berdiri di altar dan melihat tindakan Lin Tian dengan diam.
Tetua Wang di sana tersenyum dan bertepuk tangan akan semua yang di lakukan oleh Lin Tian.