
Senyum sinis muncul di wajah Zhang Fei, tapi tidak lama kemudian, senyum di wajahnya mengeras. Karena cambuk yang sebentar lagi akan mengenai kepala Lin Tian berhenti beberapa sentimeter dan tidak lagi bisa terus bergerak maju.
Zhang Fei mencoba untuk menariknya kembali, namun cambuk di tangannya tidak pernah bergerak. Seperti ada sebuah gunung yang menahan cambuknya untuk terus digerakkan. Tidak lagi bisa mendorong atau menarik kembali.
"Siapa?" Zhang Fei mengerutkan kening dan berteriak.
"Saudari, apakah kamu akan menyakiti saudara Lin?"
Tak berlangsung lama, sebuah suara wanita terdengar di telinga Zhang Fei. Dan dalam pandangannya, Zhang Fei melihat seorang wanita berusia enam belas tahun, wajah polos tapi cantik, sedang berdiri dan menghentikan cambuk yang sedikit lagi menghancurkan kepala Lin Tian.
Wajah gadis polos itu sekarang memandang wajah Zhang Fei dengan mata dingin dan ekspresi yang tenang.
Wajah polos dan naif, yang sekarang Zhang Fei lihat tampak tidak sesuai dengan ekspresi dingin di matanya. Hanya saja, ketika melihat mata dingin gadis ini, Zhang Fei merasakan hatinya bergetar, dan perasaan dingin muncul di punggungnya.
Zhang Fei terkejut dan ketakutan dengan kemunculannya yang tiba-tiba, "Si- siapa kamu!"
Gadis kecil itu tidak menjawab, dia hanya melihatnya sejenak dan kemudian menoleh ke arah Lin Tian yang sedang menyesuaikan auranya, dan bertanya: "Saudara Lin, siapa wanita ini?"
"Bukan siapa-siapa. Dia adalah orang jahat, Lin Lin bisa mengalahkannya dan menghancurkan beberapa tulang di tubuhnya!" Lin Tian tidak beranjak dari kegiatannya, dan berkata kepada Lin Lin.
Lin Lin yang mendengar perintah Lin Tian mengangguk. Kemudian melihat kembali ke arah Zhang Fei, dan tersenyum lembut di wajah polosnya.
"Bahaya!"
Melihat senyum Lin Lin, Zhang Fei merasakan bahaya di dalam hatinya. Dia segera melepaskan cambuk di tangannya dan mundur ke belakang.
"Suara mendesing"
Bersamaan dengan tubuh Zhang Fei mundur, dia mendengar suara siulan angin dari depannya, dan kemudian wajah Lin Lin yang tenang telah muncul di depannya.
"Ahh.." Zhang Fei merasakan sebuah tangan menghantam pipi kirinya dan membuatnya terbang jauh ke belakang.
"Sialan! Apa yang kamu–" bangkit dari tanah, dan ingin mengucapkan kata-kata kejam, Zhang Fei berhenti ketika Lin Lin telah berada di depannya lagi.
"Tamparan"
"Kamu, apakah kamu ingin menyakiti saudara Lin?"
__ADS_1
"Tamparan"
"Dasar wanita ******, apakah kamu orang jahat?"
"Tamparan"
…..
Bersamaan dengan Lin Lin menampar, dia selalu memberikan pertanyaan di sela-selanya, dan ketika dia tidak mendengar jawaban dari mulut Zhang Fei, dia akan memberikan tamparan lain di pipinya.
Zhang Fei ingin menjawab pertanyaan Lin Lin, tapi telapak tangan selalu datang menghantam kedua pipinya, dan menghentikan semua apa yang ingin dia katakan.
Sampai wajah Zhang Fei bengkak dan tidak lagi dikenali sebagai wanita cantik, Lin Lin menghentikan tindakannya.
"A-ku.." Zhang Fei yang tidak lagi memiliki kekuatan ingin mengatakan sesuatu, tapi suaranya terdengar aneh.
Lin Lin tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Zhang Fei, dia mengerutkan kening dan bertanya: "Apa yang kamu katakan? Bicaralah dengan jelas! Apa? Apa kamu ingin aku membetulkan tulang-tulang wajahmu lagi?"
Zhang Fei segera menggelengkan kedua kepalanya dengan cepat ketika mendengar pertanyaan Lin Lin.
Zhang Fei adalah seorang putri yang selalu makan dengan sendok emas sejak kecil, dan selalu dipuja oleh keluarga atau orang-orang yang melihatnya. Dia tidak pernah mengalami keadaan saat ini, Zhang Fei juga bisa dibilang sebagai wanita cantik dan berbakat di kekaisaran Zhuo. Sekarang, dia ditampar berulang kali oleh orang lain, dan membuat wajahnya yang cantik sejelek kepala babi.
Bagaimana dengan harga dirinya di masa lalu?
Sialan! Jika bukan karena kamu lebih kuat, aku pasti akan menjadikanmu budak dan melemparkan ke rumah bordil!
Zhang Fei berpikir, jika dia memiliki kesempatan, dia akan membalas Lin Lin lebih kejam daripada seorang budak. Meskipun dia tampak ketakutan saat melihat Lin Lin, matanya penuh dengan pikiran-pikiran jahat di masa depan.
Untuk sekarang, bersabar dan menunggu kesempatan ketika paman Shi Jian mengalahkan mereka adalah yang paling penting.
Lin Lin tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Zhang Fei, dia hanya melihatnya dengan tenang, dan menjaganya agar tidak melarikan diri.
Di sisi lain, Lin Tian telah sedikit memulihkan auranya yang terkuras dan berdiri. Saat berdiri, dia tidak melihat ke arah Zhang Fei, dan langsung berjalan ke arah Shi Jian yang masih mempertahankan postur berdiri dengan pedang terarah kepadanya.
Ketika melihat Lin Tian berjalan kearah Shi Jian, Zhang Fei tersenyum dan berkata di hatinya, "Paman Shi, potong lengan dan kakinya!"
Saat jarak Lin Tian dan Shi Jian terpaut sepuluh langkah, senyum tidak lagi di sembunyikan di wajah Zhang Fei
__ADS_1
Dan ketika jarak tinggal selangkah, Zhang Fei berteriak: "Habisi dia Paman!"
Teriakkan Zhang Fei terdengar oleh Lin Tian, dan menghentikan langkahnya sejenak, dan menoleh ke arahnya, tapi tidak berbicara.
Hanya Lin Lin yang terkejut dan segera berkata kepada Zhang Fei.
"Apa yang kamu katakan? Apakah kamu ingin aku mematahkan semua kaki dan tanganmu?"
Mendengar ancaman Lin Lin, Zhang Fei tersenyum sinis, dan berkata: "Hehe… tunggu Paman Shi Jian mematahkan semua anggota tubuh temanmu, dan selanjutnya dirimu!"
"Apa maksudmu?" Lin Lin mengerutkan kening dan bertanya lagi.
"Hehehe.. coba lihat temanmu."
Lin Lin merasa penasaran dan berbalik untuk melihat Lin Tian, dan apa yang ditemukan adalah Lin Tian yang sedang mengambil pedang di tangan seorang pria tua dengan santai. Kemudian tubuh pria tua itu berubah menjadi butiran debu dan jatuh ke tanah. Menjadi butiran-butiran debu dan bercampur dengan pasir.
Setelah itu, Lin Tian menoleh ke arah mereka berdua, dan berkata sambil tersenyum, "Apa kamu masih mengira bahwa pria yang telah menjadi butiran debu ini adalah penolongmu?"
"Tidak mungkin! Mustahil! Paman Shi Jian adalah seorang pembudidaya Yuan Qi tengah tahap akhir. Bagaimana mungkin dia kalah dari praktisi bawaan. Ini pasti ilusi! Ya, ini pasti ilusi!" Zhang Fei tidak mempercayai apa yang dia lihat, dan segera meraung.
Lin Tian tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Zhang Fei, dan melihat ke arah Lin Lin.
"Lin Lin, bukankah aku menyuruhmu untuk mematahkan anggota tubuhnya?"
Lin Lin mengangguk, dan menjawab: "Saudara Lin memang berkata seperti itu, tapi dia adalah seorang wanita, dan aku juga telah membuatnya menderita. Lin Lin tidak tega untuk mematahkan anggota tubuhnya."
Lin Tian menggelengkan kepalanya dan mendesah.
Meskipun dia telah menjadi ganas dan tanpa ampun kepada binatang spiritual, dia masih belum memiliki ketegasan terhadap manusia.
Sepertinya dia harus melakukannya sendiri.
Berjalan ke arah mereka berdua, Lin Tian berhenti di depan Zhang Fei dan tersenyum lembut sebelum berkata: "Aku ingin kamu menjawab dengan jujur apa yang akan aku tanyakan, jika tidak, aku tidak akan ragu mematahkan kaki dan tanganmu."
"Mimpi!" Zhang Fei adalah wanita yang sombong, dan selalu berada di atas semuanya, bagaimana mungkin dia akan menuruti perintah orang lain.
Hanya saja apa yang dikatakan oleh Lin Tian bukan omong kosong, setelah Zhang Fei menolak apa yang diperintahkan, terdengar suara tulang patah, dan teriakkan "Ahh" keluar dari mulutnya.
__ADS_1