
Satu hal yang tidak Lin Tian ketahui.
Pada saat Lian Xiuying pertama kali melihat bahwa yang sedang berbicara pada dirinya sendiri adalah seekor ular, dia sudah terkejut dan sangat tak terduga.
Lalu, ketika ular itu ternyata berbicara tentang menyanjung dirinya sendiri, sebagai seorang wanita, tentu Lian Xiuying merasa nyaman dengannya.
Kemudian, saat melihat bahwa ular kecil ternyata berwarna hitam, dan tampak lucu, Lian Xiuying sudah jatuh hati padanya.
Tapi kemudian, saat Lin Tian tiba-tiba meremasnya hingga hampir tidak bisa bernafas, ada rasa iba di hatinya.
Jadi, sekarang, saat melihat bahwa ular di telapak tangannya tampak masih kesakitan dan tidak lagi berbicara, Lian Xiuying ingat kata-kata sebelumnya, dan segera melakukannya.
Dalam pandangan terkejut, dan tidak percaya Lin Tian, Lian Xiuying tanpa ragu dan tanpa kata tiba-tiba memasukan Xiao He kedalam bajunya, tepat memasukannya di dada.
"Xiuying, apa yang sedang kamu lakukan?" Lin Tian segera bertanya dengan ragu-ragu dan tidak rela saat melihatnya.
Apalagi, saat Lin Tian selesai bertanya, Lian Xiuying tidak segera menjawab atau melihatnya, tapi terlebih dahulu menggerakkan kedua tangannya di dadanya, memposisikan Xiao He di dalamnya agar lebih nyaman, dan mengangguk ringan saat di rasa pas.
Kemudian melihat ke arah Lin Tian dengan wajah yang tampak sedikit marah, Lian Xiuying berkata, "Jangan tanya aku. Itu kamu, apa yang kamu lakukan pada ular kecil lucu dan tampak lemah sepertinya? Apa kamu tidak tahu, apa yang kamu lakukan barusan bisa saja membunuhnya!"
Jawaban Lian Xiuying membuat Lin Tian berhenti beberapa saat.
Lin Tian benar-benar tidak mengharapkan, bahwa pada awalnya, Lian Xiuying tampak lebih memilih dirinya sendiri daripa Zhao Yue.
Lalu, saat membawanya kedalam gulungan surga, dia hanya terkejut sejenak dengan semuanya dan tampak hanya ingin berbicara dengan dirinya sendiri.
Bahkan dia juga mengabaikan Lin Lin, serta provokasi yang Ling Yanyue berikan.
Akan tetapi, setelah melihat kotoran kecil itu, Lian Xiuying tiba-tiba berpindah haluan, dan mengabaikan dirinya sendiri.
Dia memilih ular mesum itu jauh daripada dirinya sendiri, seolah-olah ular itu adalah sebuah harta Karun Surga.
Ada sedikit perasaan marah dan terhina saat Lin Tian mengetahui bahwa ternyata Lian Xiuying memilih ular itu daripada dirinya sendiri.
__ADS_1
Tapi itu juga tiba-tiba membuka Lin Tian sadar jika dia adalah mantan Raja Abadi yang di hormati di alam Abadi, dan tidak bisa di bandingkan dengan seekor ular mesum sepertinya.
Lin Tian hampir lupa bahwa sejak dia tiba di dunia ini, dan beberapa waktu bersama beberapa wanita di sekitarnya, dirinya telah berubah.
Perubahan ini memang baik, tapi karena ada hal yang lebih besar di depannya, ini benar-benar buang-buang waktu.
Pada akhirnya, Lin Tian hanya tersenyum sedikit, menggerakkan tangannya perlahan, dan Xiao He yang sudah ada di dada Lian Xiuying tiba-tiba sudah berada di tangannya.
"Lin Tian, apa--"
Sebelum Lian Xiuying terus berkata, Lin Tian sudah menghilangkan Xiao He dari tangannya, dan berhenti melihat ke arah Lian Xiuying.
Mengalihkan pandangannya kepada Zhao Wuji, yang sejak awal hanya diam, Lin Tian berkata, "Ini adalah ruang rahasia di tubuhku. Gulungan Surga, ini adalah harta karun yang tidak bisa di katakan kepada siapapun. Apa kamu mengerti."
Zhao Wuji, yang sejak awal menyaksikan kejadian demi kejadian, dan merasa bahwa Lin Tian kali ini tampak serius tidak berani membantah dan mengangguk dengan sungguh-sungguh.
"Waktu pemilihan antara jenius tidak lama lagi, sebaiknya kamu segera menerobos ke Jindan segera." Sambil berkata Lin Tian memberikan beberapa pil Pei Yuan Dan dan satu pil Jintai kepadanya.
"Pertama-tama ambil Pil Pei Yuan Dan untuk memupuk aura di Dantianmu hingga maksimal. Selanjutnya ambil Pil Jintai untuk menerobos ke Jindan segera."
"Terimakasih Guru. Murid pasti akan segera melakukannya." Selesai berkata, Zhao Wuji segera mencari tempat sendiri, dan mulai berkultivasi.
Setelah mengurus Zhao Wuji, Lin Tian kembali melihat ke arah Lian Xiuying, dan memberikan hal yang sama seperti apa yang di berikan kepada Zhao Wuji.
"Apakah kamu marah?" Lian Xiuying tiba-tiba bertanya dengan sedikit menyesal setelah mengambil apa yang Lin Tian berikan.
Sebagai orang yang mengenal Lin Tian cukup lama, Lian Xiuying merasa bahwa ekpresi Lin Tian tampak berubah, dan itu membuatnya sedikit tidak nyaman. Apalagi itu mungkin karena ulahnya sendiri.
Lin Tian tidak menjawab, hanya tersenyum tipis, dan berkata, "Berkultivasi di bawah pohon Qian Shu lebih cepat daripada di tempat lain. Setelah kamu selesai menerobos ke Jindan, kamu bisa keluar."
Lian Xiuying tidak segera menjawab atau melakukan apa yang Lin Tian katakan, tapi berlama-lama menatap wajahnya dalam diam, dan tatapannya tampak sangat dalam.
Tapi setelah beberapa waktu Lin Tian masih tidak mengatakan apa-apa, pada akhirnya Lian Xiuying hanya menghela nafas lemah, dan berjalan ke arah pohon Qian Shu.
__ADS_1
Melakukan apa yang Lin Tian katakan, Lian Xiuying mulai duduk di bawah pohon Qian Shu dan berlatih.
Saat Zhao Wuji dan Lian Xiuying mulai berlatih, Lin Lin dan Ling Yanyue yang tersisa saling melihat ke arah Lin Tian dengan beberapa keraguan.
Terutama untuk Ling Yanyue sendiri.
Dari semua orang yang ada disini, dia adalah wanita yang paling jelas tentang identitas Lin Tian daripada siapapun. Ling Yanyue tahu banyak tentang siapa Lin Tian sebenarnya, dan apa tujuannya.
Dia juga sadar, bahwa Lin Tian kali ini tampaknya telah menjadi apa yang ada di masa lalunya.
Tapi sebagai seorang wanita, yang sebenarnya tahu sedikit tentang Lin Tian, Ling Yanyue tiba-tiba berjalan ke arahnya, dan wajahnya tampak tersenyum.
Menatap wajah Lin Tian, ekpresi Ling Yanyue terlihat lebih stabil, dan dengan ringan berkata, "Ada hal-hal yang tidak bisa di ubah. Tapi kita adalah manusia, dan bukan batu. Kapanpun dan dimanapun, sewaktu-waktu kita bisa saja berubah. Mungkin perubahan itu adalah hal yang baik."
Setelah berkata seperti itu, Ling Yanyue tidak menunggu jawaban dari Lin Tian dan segera berbalik dengan menarik lengan Lin Lin. Meninggalkan hanya Lin Tian yang tinggal disana sendirian.
Lin Tian, setelah mendengar apa yang Ling Yanyue katakan pada dirinya sendiri, dia tampak sedikit terdiam sesaat, tapi tak lama kemudian dia tersenyum tipis, dan berjalan ke arah Pagoda Bintang.
Setelah masuk ke dalam Pagoda Bintang, Lin Tian melambaikan tangannya, dan Xiao He yang sebelumnya menghilang kembali muncul di depannya..
Saat baru muncul, Xiao He di tanah masih mengangkat kepalanya dan melihat ke kiri kanan tampak kebingungan dengan ruangan sekitarnya.
Baru ketika melihat wajah tanpa ekspresi Lin Tian di depannya, tubuh Xiao He langsung tegang dan ketakutan segera menundukkan kepalanya ke tanah.
"Tuan---"
"Kamu tahu apa ini?" Suara Lin Tian menghentikan Xiao He yang ingin berkata.
Ular kecil itu mengangkat kepalanya, dan melihat apa yang ingin di tunjukkan oleh Lin Tian kepadanya.
Di sana, Xiao He melihat nyala api kecil di jari Lin Tian yang berwarna keemasan, dan tiba-tiba tubuhnya gemetar.
"Tuan---"
__ADS_1
Sebelum Xiao He kembali berkata, nyala api di jari Lin Tian telah terbang ke arahnya, dan dengan cepat sudah menyentuh tubuhnya.