
Transfer jiwa berbeda dengan apa yang dialami oleh Li Yaoleng sebelumnya.
Li Yaoleng tidak menerima transfer jiwa dari Phoenix Es, tapi dia menggabungkan dua jiwa menjadi satu. Seperti menggabungkan dua air yang berbeda dalam satu wadah untuk menjadi satu kesatuan.
Proses yang dilakukan memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, jika dua jiwa di gabungkan, semua pengalaman hidup dan semua pengetahuannya akan dimiliki oleh satu pihak. Dan apabila itu berhasil, kekuatan dari dua jiwa yang bergabung akan membuat kekuatan yang baru, dan tentu saja masih banyak lagi.
Tentu saja masih dengan resikonya yang cukup besar.
Sebagai contoh Li Yaoleng sendiri. Saat ini, jiwa Li Yaoleng ibarat satu wadah air kecil yang mencoba untuk bergabung dengan satu wadah air besar dalam satu waktu. Jika seandainya jiwa Li Yaoleng lebih rendah dari jiwa Phoenix itu sendiri, pasti dia tidak akan bisa menggabungkan dua jiwa itu menjadi sempurna, dan ada kemungkinan jiwanya akan ditelan oleh pihak lain.
Namun, kemungkinan paling terburuk dan sering terjadi adalah jiwa kecil Li Yaoleng ditelan semuanya, sampai tak tersisa sama sekali.
Apabila ini terjadi, Li Yaoleng bukan lagi orang yang sama. Itu masih tubuh Li Yaoleng, tapi memiliki jiwa yang sama sekali berbeda, seperti jiwa dilahirkan kembali dalam tubuhnya.
Beruntungnya Li Yaoleng, sebelum semua kemungkinan itu terjadi, dia bertemu dengan Lin Tian, dan semua kemungkinannya berhasil di netral kan. Tapi tetap juga, resikonya masih tetap ada, dan tidak menghilang, hanya saja sudah tidak terlalu besar seperti sebelumnya.
Seharusnya apa yang telah dilakukan oleh Lin Tian telah mempermudahkan dirinya, karena dia hanya perlu mengambil sedikit demi sedikit jiwa yang ingin digabungkan dengan jiwanya, dan tanpa resiko sedikitpun dari jiwa yang lebih dominan untuk memiliki kehendak apapun.
Layaknya mengambil satu tetes air laut untuk membuatnya menjadi air manis, dan masih mencampurnya ke dalam air manis di wadah.
Apabila Li Yaoleng masih tidak bisa melakukannya, itu hanya bisa menyalahkan nasibnya.
Sementara apa yang terjadi pada Lin Lin saat ini lebih mudah, dan resikonya hampir tidak ada.
Cara kerja dari transfer jiwa yang dialami Lin Lin sekarang tidak memiliki kemungkinan seperti yang dialami oleh Li Yaoleng. Itu hanya seperti seseorang yang memberikan sebuah pengetahuan, dan kamu hanya perlu menghafalnya.
Sesimpel itu, orang yang mentransfer jiwanya ke Lin Lin tidak memiliki keinginan untuk mendominasi jiwanya. Dilihat dari proses selama ini, orang itu hanya memberikan pengetahuan jiwanya kepada Lin Lin dengan sukarela. Orang yang menerimanya tidak perlu melakukan apapun lagi, karena transfer jiwanya hanya secara perlahan-lahan menyatu ke jiwa penerimanya.
Selain resikonya hampir tidak ada, Lin Lin juga dapat memiliki kekuatan seperti Li Yaoleng saat berhasil.
__ADS_1
Warisan jiwa ini sebenarnya sangat langka daripada apa yang dialami oleh Li Yaoleng. Karena hanya ada sedikit orang yang akan mewarisi jiwa orang lain, itu pun pemberi harus memiliki kekuatan lebih besar daripada penerima. Jika sebaliknya, siapa yang akan menerimanya.
Di sisi lain juga, orang dengan kekuatan yang sangat kuat tidak akan bodoh menyerahkan semua jiwanya kepada orang lain, kalaupun ada, biasanya hanya orang tua dalam Keluarga, atau kekuatan-kekuatan besar, yang melakukannya untuk mewariskan kepada generasi selanjutnya. Dan orang yang bisa melakukannya, setidaknya dia harus berada di Alam sama dengan Lin Tian di masa lalu. Yaitu Raja Abadi.
"Gadis kecil itu sangat beruntung. Setelah mendapatkan Tubuh Asal Dunia, tubuh khusus yang hanya ada dua di dunia, dia juga menerima warisan jiwa dari orang yang bahkan tidak bisa dia bayangkan. Ini seperti orang yang ingin bermimpi, dan seseorang tiba-tiba memberinya sebuah selimut." Mengetahui kemungkinan yang terjadi pada Lin Lin, Zhi Wu tidak bisa menahan diri untuk memberinya beberapa kata-kata.
Lin Tian, yang berdiri di sampingnya juga setuju dan mengangguk. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi, dan kembali melihat Lin Lin dengan tersenyum.
Meskipun yang menerima warisan jiwa bukan dirinya, Lin Tian masih ikut merasa senang untuknya, karena dengan warisan ini, kemungkinan Lin Lin untuk menjadi bunga kaca di masa depan sedikit berkurang.
Setelah berdiri jauh dari tempat awal, Lin Lin menghela nafas panjang lega. Tapi tubuhnya kembali bergetar, nafasnya terengah-engah, dan keringat dingin yang masih terlihat di keningnya.
"Huh… itu hampir saja.. jika aku tidak cepat melompat, pasti aku akan menjadi daging cincang!" Sambil melihat debu asap di sana, dan tangan kecilnya yang mengelus dada, Lin Lin bersyukur.
"Umm… kenapa mereka semua tiba-tiba mati?" Lalu, saat awan debu telah menghilang, Lin Lin melihat bangkai Serigala Batu yang tergeletak tak berdaya di tanah, dan bergumam.
"Kaki, tubuh, dan kepalanya terpotong-potong, siapa yang melakukannya? Apa yang terjadi, bukankah mereka sebelumnya masih sehat, dan marah?" Lin Lin bingung.
Lin Lin menebak seperti itu, dan melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Lin Tian, tapi dia tidak menemukan siapapun.
"Saudara Lin! Pasti kamu yang memotong semua Serigala jelek, dan menyelamatkan Lin Lin, kan! Saudara Lin, jangan bersembunyi, keluarlah dan temani Lin Lin! Lin Lin tidak berani sendiri…" meskipun tidak ada keberadaan Lin Tian, dia masih yakin bahwa Lin Tian bisa melihatnya, jadi dia berteriak.
Hanya saja, Lin Tian tidak pernah keluar, ataupun hanya sekedar membalas perkataannya. Suasana masih hening, dan tidak ada suara lain lagi.
"Raungan.."
Dalam keheningan, suara raungan dari binatang spiritual yang terdengar sangat marah tiba-tiba membalas teriakan Lin Lin.
"Ya tuhan, suara itu terdengar sangat keras, dan menyeramkan.." melihat ke arah sumber suara, Lin Lin bergumam pelan.
__ADS_1
"Itu… apa itu…. bayangan dewa hutan…." Dari kegelapan di antara pepohonan, mata merah besar, dengan ukuran tubuh dua kali lebih besar daripada Serigala Batu sebelumnya, berjalan ke arahnya.
Getaran… getaran…
Saat bayangan itu berjalan, dan empat kakinya menyentuh tanah, bumi seakan-akan terguncang.
Berdiri di tanah, dan merasakan tanah di bawah kakinya mulai bergetar seiring dengan suara jantungnya, tanpa sadar tubuh Lin Lin yang dari awal bergetar ketakutan tiba-tiba berhenti.
Darah seakan menghilang dari seluruh tubuhnya, wajah mungil dan kemerah-merahan yang selama ini Lin Lin miliki menjadi putih karena pucat.
Gadis kecil polos ini sekarang terlihat sangat ketakutan. Tubuhnya tak bergerak, dan hanya memandang bayangan di hutan dalam diam seperti patung.
Tepat saat ini, bayangan di antara pepohonan melompat ke arah Lin Lin
Diikuti dengan suara "bomm", sesosok hewan berkaki empat, tinggi lebih dari sepuluh meter, tubuh besar berwarna hitam legam seperti arang, dan mata merah, serta gigi besar yang juga berwarna merah muncul di depan Lin Lin.
Binatang spiritual tingkat ketujuh! Binatang spiritual yang setara dengan pembudidaya Yuan Qi dari manusia.
Itu adalah Raja Serigala Batu.
"Roarrr…" suara menggeram Raja Serigala menyadarkan kebodohan Lin Lin.
Saat tersadar, apa yang dia lihat adalah kaki berwarna hitam besar, yang dilengkapi dengan kuku panjang dan tajam, setajam ujung tajam.
…. Lin Lin ingin berbicara, tapi mulutnya hanya terbuka tanpa ada suara yang keluar.
Otot-otot di seluruh wajah Lin Lin berkedut, di barengi suara detak jantung yang berdegup kencang, dan tubuh yang bergetar, dia mengangkat kepalanya secara perlahan.
Mata merah besar dengan kepala Serigala, serta gigi besar yang terlihat dari mulutnya yang sedikit terbuka adalah pemandangan yang muncul di mata Lin Lin lihat saat ini.
__ADS_1
"Aaaahhh… saudara Lin…."