Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Keluarga Zhang


__ADS_3

"Kamu, siapa kamu?" Ada kejutan besar di wajah Patriak keluarga Zhang.


Karena, hanya praktisi di atas Yuan Ying yang bisa melakukan apa yang Lin Tian lakukan. Tapi, Lin Tian hanya praktisi bawaan akhir.


Bagaimana dia tidak terkejut?


Sayangnya, Lin Tian tidak menjawab kebingungannya. Dia masih tersenyum dan menunjukkan bahwa kesadaran jiwa yang ada di tangannya tiba-tiba beriak tidak stabil, seolah-olah ingin melarikan diri dari sesuatu.


Selanjutnya, dengan suara mendengus, cahaya itu meledak di tangan Lin Tian, dan menghilang.


"Aaaahh." Bersamaan dengan cahaya itu lenyap, Patriak keluarga Zhang berteriak kesakitan.


Dia memegangi kepalanya dengan kedua tangannya, berteriak kesakitan, dan wajahnya perlahan-lahan menjadi pucat.


Lin Tian tidak hanya melihatnya, dan mulai bergerak.


Tangannya memegang leher Patriak keluarga Zhang, dan memberikan senyum tipis kepadanya.


Ketika Lin Tian memegang lehernya, Patriak keluarga Zhang berhenti berteriak. Tapi dia masih terkejut, dan melihat pemuda di depannya dengan pandangan luar biasa.


Perlu diketahui, kesadaran jiwa adalah kekuatan spiritual yang lebih misterius daripada aura. Itu tidak bisa dipegang atau disentuh, jika kamu belum berada di Alam Yuan Ying.


Namun Lin Tian, lagi dan lagi terus memberikan kejutan demi kejutan kepada dirinya.


Belum selesai kejutannya memudar, mata Patriak keluarga Zhang melotot hampir keluar, dan seluruh wajahnya menjadi sangat ketakutan.


Lin Tian masih tenang dan tersenyum tipis berbicara, "Kamu tahu, Dewa yang dikatakan oleh putrimu, yang suatu hari akan menghancurkan Keluarga Zhang, itu adalah aku."


"Kamu..."


Belum selesai Patriak Keluarga Zhang menyelesaikan kata-katanya, Lin tidak memberikan kekuatan lebih di telapak tangannya.


"Crack.." Diikuti oleh suara terendam, jiwanya meledak, dan menjadi butiran cahaya kecil lalu menghilang dalam ketiadaan.


Jauh dari tempat Lin Tian berada.


Dalam rumah Keluarga Zhang, lebih tepatnya di suatu tempat rahasia. Patriak Keluarga Zhang yang sedang berlatih, tiba-tiba wajahnya berubah.


"Puft." Lalu seteguk darah menyembur keluar dari mulutnya, dan seluruh wajahnya pucat.

__ADS_1


Matanya yang hitam kini berubah menjadi merah, dan urat-urat biru menonjol di setiap kepalanya.


"Aaghh..." Dia berteriak keras, dan menyebabkan seseorang yang sedang menjaga tempatnya terkejut, dan berlari kedalam.


"Patriak Zhang Qing!" Betapa terkejutnya dia ketika melihat Patriak Keluarga Zhang sudah berlumuran darah tergeletak di lantai, dan nafasnya terengah-engah.


Tapi, ketika pria itu ingin membantu Patriak Zhang, dia segera dihentikan, dan menatap dirinya dengan tajam.


"Panggil Zhang Fang dan Zhang Liya kemari cepat!"


Zhang Wu, yang adalah penjaga Keluarga Zhang, dan praktisi Jindan ragu-ragu ketika mendengar perintahnya.


Melihat keraguan anggota keluarganya, Zhang Qing mengulurkan tangannya, memegang leher Zhang Wu, dan dengan berat berkata, "Cepat! Apa kau ingin mati!"


Mata Zhang Wu kini melotot, dan hampir kehabisan nafas secara terbata-bata menjawab, "Pa-patriak... mereka berdua sedang.... tidak ada....di rumah.."


"Dimana mereka?"


"Mereka... sedang berada di Pegunungan Naga untuk menjelajahi alam rahasia."


Baru ketika mendengar ini, Zhang Qing melepaskan tangannya, dan melemparkan tubuh Zhang Wu menjauh.


"Baik Patriak." Zhang Wu yang sedang kesakitan mengangguk sopan, dan menjawab.


Pegunungan Naga, di kedalaman Hutan Harimau Naga depan dua gunung besar yang saling bertautan, kini banyak orang yang berdiri di depannya.


Dari banyak orang, ada beberapa orang yang Lin Tian kenal, mereka adalah Jin Yang, dan Liu Changyan.


Kelompok yang lebih dari seribu orang ini sedang melihat ke arah dua gunung yang saling bertautan, yang memiliki sebuah lubang lebar.


Mereka semua tampaknya sedang menunggu sesuatu, karena lubang atau bisa di artikan pintu itu tidak memiliki penghalang apapun. Tapi, mereka semua tidak ada yang berani bergerak maju lebih dulu. Sepertinya sedang menunggu.


Dari kelompok orang-orang ini, ada dua orang paling mencolok yang sedang berdiri di barisan paling depan.


Mereka adalah pria dan wanita.


Untuk wanita sendiri, di umurnya yang baru 20 tahun, dia memiliki ketenangan, dan kedewasaan lebih daripada wanita seumurannya.


Di tambah dengan wajah putih bersih, bulu mata panjang, hidung kecil dan bibir merahnya yang seperti ceri, dia adalah wanita cantik, dan elegan. Dengan semua kecantikannya, dan lagi sudah berada di alam Jindan, dia adalah idaman semua lelaki yang ada di sana.

__ADS_1


Tapi, dari seribu orang lebih, tidak ada yang berani memandang kecantikan ini. Jangankan memandang, melihatnya saja mereka tidak berani lebih dari sepuluh detik.


Karena, di sebelahnya ada seorang pria yang terlihat sedang murung dan sangat marah.


Dia adalah Zhang Fang. Seorang jenius pertama dari kekaisaran Zhuo, dan seorang praktisi Jindan paling kuat di antara semua orang yang ada.


Sementara wanita di sebelahnya adalah Zhang Liya.


"Suadara Fang, apa ada yang salah?" Zhang Liya bertanya ketika melihat suasana Zhang Fang tidak baik.


Sambil menggigit giginya, Zhang Fang menoleh dan tanpa tersenyum menjawab, "Ada seseorang yang membunuh Zhang Fei."


Ketika mendengar ini, meskipun Zhang Liya dan Zhang Fei adalah saudari, dia hanya memberikan  "oh" mengerti.


Ini sedikit aneh jika ada anggota keluarganya yang mati dan hanya memberikan reaksi santai seperti itu. Tapi tampaknya Zhang Fang sudah terbiasa dengan reaksi adiknya ini dan tidak merasa ada yang salah.


"Jadi, apa yang akan dilakukan oleh saudara?"


"Sebenarnya, aku juga tidak peduli dengan dengan kematiannya. Tapi, ini menyangkut harga diri keluarga kita. Kita tidak bisa membiarkan orang lain membunuh keluarga kita secara sembarangan, kan?"


Zhang Liya mengangguk pelan setuju dan menambahkan, "Orang yang berani membunuh keluarga kita, pasti dia sangat kuat, kan?"


Zhang Fang juga berpikir seperti itu, dan berkata lagi, "Sepertinya begitu. Apalagi, Ayah barusan memberitahuku bahwa orang ini berhasil mengalahkan kesadaran Ayah di tubuh Zhang Fei. Dapat di pastikan orang ini adalah orang yang sangat kuat. Tapi..."


Ketika Zhang Fang berhenti disini, Zhang Liya yang tidak pernah tertarik dengan hal disekitarnya tiba-tiba merasa penasaran dan bertanya, "Tapi apa?"


"Tapi dia hanya pembudidaya bawaan." Jawab Zhang Fang.


Mendengar ini, ada sedikit senyum di wajah tenang dan acuh tak acuh Zhang Liya.


"Menarik! Tampaknya aku perlu menemuinya!"


Zhang Fang sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zhang Liya, dan mau tak mau bertanya, "Saudari Liya, apakah kamu ingin mengatasinya sendiri?"


"Ya."


"Apakah tidak merepotkan? Setahuku, saudari tidak suka melakukan hal-hal seperti ini, kan?"


Zhang Liya memberikan senyum tipis, dan menjawab, "Sudah lebih dari tiga hari kita menunggu disini, tapi alam rahasia Naga belum terbuka. Mungkin akan memakan waktu dua atau tiga hari lagi untuk pintunya terbuka. Aku merasa bosan, dan ingin jalan-jalan."

__ADS_1


__ADS_2