
Telur itu, dia dengan perasaan tidak bersalah masuk melalui leher Lin Lin, dan berdiam diri di dadanya.
Lin Tian mengetahui hal itu, karena dari dada kiri Lin Lin, Lin Tian melihat itu menjadi lebih besar daripada yang di sebelah kanan.
Mungkin telur itu merasa Lin Tian sedang mengawasinya, dan bergerak lagi. Kali ini dia lebih pintar, dan bersembunyi dibalik baju Lin Lin dan tidak terlihat dari luar.
Tapi, saat Lin Tian mengetahui dimana dia bersembunyi, Lin Tian hampir tidak tahan untuk bergegas maju dan menghancurkannya.
Bersembunyi di sela-sela dada Lin Lin? Telur ini, apakah ini telur mesum? Ataukah dia sengaja memilih tempat itu untuk menghangatkan tubuhnya? Seperti telur pada umunya, mencari kehangatan yang pas untuk bisa menetas.
Banyak hal telah di berikan oleh Lin Tian, tapi setelah mengambil semuanya, telur itu tidak berterimakasih, dan bersembunyi disana.
Apa dia tahu, jika kuning telurnya sedang terancam, dan bersembunyi pada Lin Lin. Mencari induk lain untuk menyelamatkan diri?
Ini membuat Lin Tian marah, tapi dia tidak berdaya.
Haruskah membangunkan latihan Lin Lin, dan berkata jika ada telur di dadanya?
Tidak, jika Lin Tian melakukan itu, Lin Lin pasti akan berpikir bahwa Lin Tian-lah yang menjadi telur itu.
Meskipun Lin Lin tidak akan terlalu banyak berpikir untuk menuruti keinginannya, Lin Tian tidak ingin mengganggunya saat ini.
Bagaimanapun juga, telur itu sedang berada di dalam Pagoda Bintang. Sepintar apapun dia bersembunyi, dia tidak akan keluar dari Pagoda Bintang ini.
Jadi, Lin Tian memilih untuk berbalik, dan memberi pelajaran pada telur itu lain kali.
Tapi kali ini Lin Tian tidak berlama-lama di dalam Pagoda Bintang, dan keluar.
Tempat Lin Tian masih sama seperti sebelumnya, dimana ini adalah ruangan yang menyimpan banyak hal dari Ling Huiyin.
Dari banyak hal baik disini, Lin Tian belum menyentuh eliksir yang ada. Lin Tian tidak memasukannya kedalam Pagoda Bintang, karena dia berniat untuk menyerap nutrisi, dan meningkatkan kekuatannya.
Pilihan ini sepertinya bagus, karena jika Lin Tian memasukkannya, mungkin telur aneh itu akan menghisap semuanya, dan tidak menyisahkan hal baik apapun pada dirinya.
Duduk bersila, Lin Tian mulai menyerap semua jenis eliksir yang ada disini.
Sementara di luar, Zhang Fang dan Duan Ming telah selesai membagi darah di kolam, dan masuk ke istana.
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam, dan melihat ada lebih dari dua puluh pintu lorong yang terbuka, mereka berdua saling memandang sejenak, dan mengangguk.
Kemudian Zhang Fang memilih pintu yang menurutnya lebih baik, dan masuk beserta anggota keluarga Zhang yang tersisa.
Sementara Duan Ming, dia masih berdiri di sana dan mengawasi kepergian Zhang Fang tanpa berbicara.
Melihat bahwa Duan Ming tidak berniat untuk mengikuti Zhang Fang, salah satu dari anggota keluarga Duan maju, dan bertanya, "Tuan muda Duan, apakah kita tidak akan mengikuti Keluarga Zhang lagi?"
Mendengar itu, Duan Ming mencibir, "Untuk apa mengikutinya jika harus menjadi bawahannya? Kita akan pergi sendiri."
"Tapi Tuan Muda, bukankah lebih baik kita pergi bersamanya?"
"Apa yang lebih baik? Bukankah kamu telah melihatnya, kita hanya menerima pembagian 40%?"
"Tapi, kekuatan Keluarga--"
"Diam!" Duan Ming berteriak, dan memarahi bawahannya dengan kejam.
"Kau berasal dari Keluarga mana? Apa kau meremehkan Keluarga Duan? Jika kau takut dengan apa yang akan ada, dan takut Keluarga Duan tidak bisa menahannya, kau pergi! Ikuti dia! Keluarga Duan tidak butuh pecundang sepertimu!"
Melihatnya seperti ini, Duan Ming melihat ke semua anggota keluarganya yang tersisa, dan berteriak, "Ingat kalian semua. Ingatlah kita adalah salah satu dari Keluarga besar di kekaisaran Zhuo, jika kalian masih takut untuk bergerak sendiri, keluar dari barisan sekarang! Keluarga Duan tidak membutuhkan pengecut seperti kalian!"
Orang-orang yang hanya tersisa tidak lebih dari 50 orang itu menundukkan kepalanya, tidak berani bicara atau bergerak.
Melihat bahwa tidak ada yang bergerak, Duan Ming mendengus dan melihat kembali ke arah pemuda yang berbicara pada dirinya, "Bagaimana denganmu? Apa kau masih ingin mengikuti Keluarga Zhang?"
Pemuda yang hanya memiliki kultivasi Yuan Qi awal itu menggelengkan kepalanya, dan menjawab, "Tidak Tuan Muda. Bawahan tidak ingin bergabung dengan Keluarga Zhang."
"Huh, jika kau masih menolak pengaturanku, aku tidak akan segan-segan untuk membunuh pengkhianatan anggota keluargaku. Kalian semua ingat itu!"
"Ingat tuan muda!"
Mendengar semua teriakan dari anggota keluargaku, Duan Ming tidak langsung menyetujuinya begitu saja, dan melihat mereka semua dalam diam.
Beberapa saat melihat, Duan Ming kembali melihat pada pemuda di sebelahnya, dan berkata, "Kau, masuk kesana! Jalan lebih dulu di depan!"
Pemuda yang sebelumnya mempertanyakan keputusan Duan Ming itu mengangguk dan berjalan menuju salah satu pintu di ruangan.
__ADS_1
Pintu yang Duan Ming pilih tidak lagi sama dengan Zhang Fang atau Zhang Liya. Dalam hatinya, dia tidak ingin mengikuti di belakang keluarga Zhang, yang hanya akan mendapatkan sisa sup.
Meskipun apa yang dikatakan oleh anggota keluarganya masuk akal, untuk memanfaatkan kekuatan Keluarga Zhang, dan menghindari banyak resiko kematian, panen yang di dapatkan oleh Keluarga Zhang tidak akan menjadi lebih baik daripada keluarga Zhang.
Sebagai Tuan Muda dari Keluarga Duan, Duan Ming tentu tidak ingin hal itu terjadi, dan lebih memilih untuk berjalan sendiri dengan resiko yang lebih tinggi, dan panen yang pasti lebih tinggi juga.
Namun, sebelum Keluarga Duan masuk, Duan Ming melihat seseorang keluar dari pintu lain, dan berteriak.
"Kau!"
"Eh!"
Lin Tian, yang baru keluar dari ruangannya tidak menduga, bahwa di tempat ini telah banyak orang.
Untungnya Lin Tian tidak merubah penampilan aslinya, dan apa yang di lihat oleh mereka adalah Tian Lin yang bodoh seperti babi.
Namun, Lin Tian lupa menyembunyikan tingkat kultivasinya.
"Yuan Qi tengah tahap akhir? Cepat tangkap dia!"
Benar saja, karena lupa menyembunyikan tingkat kultivasinya, Duan Ming yang mengetahuinya langsung memerintahkan anggota keluarganya untuk menangkap dirinya.
"Ini sedikit merepotkan!" Kata Lin Tian dalam hatinya, dan menghela nafas.
"Saudara Duan, halo! Sebuah keberuntungan kita bisa bertemu lagi!"
"Diam!" Kata Duan Ming dingin kepada Lin Tian dan berjalan ke arahnya.
Agar tidak terjadi pertarungan yang tidak perlu, Lin Tian harus tersenyum dan menjadi Tian Lin yang bodoh lagi.
"Um, maaf sebelumnya, saudara. Aku hanya bercanda. Saudara tahu, kan? Aku adalah pria gemuk yang penuh lemak, dan tidak bisa berpikir seperti suadara. Jadi, bisakah kita melupakannya?"
Duan Ming tidak menghiraukan perkataan Lin Tian. Dia masih melihatnya dengan dingin, dan menempatkan pedangnya di depan Lin Tian.
"Katakan! Apa yang kau temukan di dalam!"
Lin Tian pura-pura ketakutan dengan pedang Duan Ming, dan terbata-bata berkata, "Sa-saudara... Bukankah..kita telah berjanji...jika... a-aku akan mengambil... apa yang aku temukan..."
__ADS_1