Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Ginseng Darah Naga


__ADS_3

Hari telah berganti lagi, dan sampai pagi hari selanjutnya, Lin Tian dan Lin Lin telah tiba di depan Hutan Harimau Naga.


Dikatakan sebagai Hutan Harimau Naga, sebenarnya ini bukanlah hutan dengan identitas khusus. Jika dibandingkan dengan lainnya, ini lebih seperti hutan biasa dengan hanya beberapa pohon besar yang tidak terlalu rindang, dan bebatuan besar di antara pegunungan kecil dan besar.


Mungkin yang membedakan hanya aura spiritual di sini sedikit lebih tebal dari biasanya.


"Saudara Lin, apa ini Hutan Harimau Naga?" Melihat pemandangan di depannya, Lin Lin memiringkan kepalanya, dan bertanya kepada Lin Tian ragu.


"Hum." Lin Tian mengangguk.


"Ahah, berarti akan banyak binatang spiritual tingkat sembilan dan bawaan, kan? Saudara Lin, ayo cepat pergi!" Lin Lin melompat, dan dengan cepat berjalan ke depan dengan bersemangat.


Melihat Lin Lin yang bersemangat dengan sesuatu yang berhubungan dengan binatang spiritual, sesuatu yang berbanding terbalik dengan kepribadian sebelumnya, Lin Tian hanya bisa menghela nafas.


Mungkin mulai hari ini, Lin Lin yang polos dan naif akan berubah menjadi gadis kecil yang aktif, dan haus akan pertarungan.


Berjalan di sepanjang jalan, kepala Lin Lin dengan sibuk melihat ke kanan dan ke kiri, berbeda dengan sebelumnya yang melakukan itu karena ketakutan, sekarang dia melakukan hal itu karena bersemangat ingin mencari binatang spiritual.


Namun, sejak awal mereka memasuki Hutan Harimau Naga, tak satupun badang hidung dari binatang spiritual yang mereka temui.


"Saudara Lin, dimana semua binatang spiritual ini berada? Tadi saudara Lin bilang jika disini akan banyak binatang spiritual, tapi kenapa tidak ada satupun tanda-tanda keberadaan mereka?"


Lin Tian berhenti, melihat sekeliling beberapa waktu, dan akhirnya tatapannya tertuju pada sebuah gunung kecil di kejauhan.


Sebenarnya itu bukan gunung, itu hanya sebuah tanah tinggi yang membentuk sebuah bukit. Namun, karena tidak adanya satupun tanaman yang tumbuh di sana membuat Lin Tian sedikit tertarik.


"Lihat di sana! Sepertinya disana akan ada sesuatu yang menarik." Lin Tian mengarahkan tangannya ke arah bukit kecil itu, dan berkata kepada Lin Lin.


"Apakah disana ada binatang spiritual tingkat bawaan?" Tanya Lin Lin.


"Mungkin."

__ADS_1


"Tunggu apalagi, saudara Lin, ayo cepat pergi!" Lin Lin segera berlari menuju bukit kecil itu lebih dulu.


Tidak ada pilihan lagi, menghadapi semangat Lin Lin yang baru, Lin Tian harus mulai membiasakan diri, dan mengikutinya dari belakang.


Setelah mendekat beberapa meter jauhnya, dari kejauhan terlihat sebuah mulut goa berbentuk bulat. Di depan mulut gua juga ada beberapa tulang binatang spiritual yang telah mati, bahkan ada beberapa tulang yang masih memiliki daging di kulitnya.


"Bau sekali! Ada apa dengan mereka semua? Kenapa mereka harus mati bersama-sama di depan mulut gua!" Lin Lin, yang mencium bau bangkai binatang itu tidak tahan dan mengeluh.


Sementara Lin Tian telah lebih dulu mengantisipasinya, dia menggunakan aura di dalam Dantian untuk menutupi indera penciumannya dari bangkai binatang itu.


Jadi, dia tidak mencium bau dari bangkai tersebut, dia bahkan mendekat ke beberapa bangkai yang membusuk untuk memeriksanya.


"Saudara Lin, apa kamu tidak mencium baunya? Apa yang kamu lakukan? Itu menjijikkan, jangan menyentuhnya!" Melihat Lin Tian yang mengotak-atik bangkai dengan tenang, seolah-olah tidak merasakan apa-apa, Lin Lin berteriak di belakangnya, dan hampir tidak tahan untuk mengeluarkan isi perutnya.


Lin Tian melambaikan tangan, dan tersenyum.


"Gunakan aura di Dantianmu untuk menutupi bau yang tidak kamu inginkan."


Tian mengangguk, kemudian melihat ke dalam mulut gua sejenak, dan mulai berjalan ke dalam.


"Saudara Lin, tunggu Lin Lin!"


"Lakukan apa yang aku lakukan, kemudian ikuti aku ke dalam. Mungkin akan ada binatang tingkat bawaan di dalam!" Suara Lin Tian datang dari dalam.


"Huh, saudara Lin jahat! Tidak mengajari Lin Lin terlebih dulu, dan malah meninggalkan gadis kecil sendirian!" Siluet Lin Tian telah menghilang ke dalam gua, dan Lin Lin bergumam kesal.


Dari mulut gua, dan melihat ke arah bangkai yang tergeletak di tanah lagi, suara "wuek" dari mulut Lin Lin yang hampir muntah terdengar.


"Hum, benci!" Lin Lin cemberut, dan mulai melakukan apa yang dilakukan oleh Lin Tian.


Di dalam Gua.

__ADS_1


Gua yang terlihat kering dari luar ternyata di dalamnya penuh dengan cairan hijau yang menjijikkan. Jika Lin Tian tidak menutupi indera penciumannya dengan aura, dia pasti akan mencium bau amis yang lebih menjijikkan daripada di luar.


Cairan lengket berwarna hijau tersebar di seluruh dinding, dan di lantai gua, tulang belulang dari segala binatang tergeletak lebih banyak daripada di luar. Tidak ada tumbuhan atau bahkan serangga yang hidup di dalam gua.


Semakin masuk kedalam, semakin sedikit jumlah tulang yang Lin Tian temui, dan suhu di dalam gua semakin hangat.


Anehnya juga, meskipun dia telah menutupi indera penciumannya, bau amis dari darah segar samar-samar tercium di udara.


"Tampaknya ada hal yang bagus di dalam." Kata Lin Tian sambil tersenyum tipis.


Lorong gua ini tidak bercabang, dan tak butuh lama, sebuah ruangan besar seperti sebuah aula terlihat dari kejauhan. Dari ruangan ini, bau amis darah semakin kuat tercium di udara.


"Mendesis.." Sebelum tiba di ruangan gua, suara nafas dari binatang melata terdengar dari dalam.


"Aura dari napas ini adalah binatang spiritual tingkat kedepan." Lin Tian menyentuh dagunya, dan mulai menebak.


"Tidak! Tampaknya sedikit lagi dia akan membentuk kesadaran spiritual, dan menjadi binatang tingkat kesembilan. Apakah itu ular ribuan tahun!?" Sampai pada tebakan ini, mata Lin Tian menjadi cerah, dan saat berjalan lagi, gerakan kakinya menjadi lebih cepat.


Ketika sampai di depan ruangan, akhirnya Lin Tian melihat, bahwa apa yang ada di depannya adalah seekor ular piton yang sebesar rumah. Seluruh tubuhnya berwarna hijau, dan sedang melingkar di tengah ruangan dalam keadaan tertidur.


Dari kulitnya yang berwarna hijau tua, dan nafas yang ular itu keluarkan, tebakan Lin Tian sebelumnya adalah benar.


Itu adalah ular piton hijau tingkat kedelapan berusia seribu tahun, dan sebentar lagi akan menjadi hewan tingkat kesembilan. Bukan tidak mungkin dia akan membangkitkan beberapa ingatan leluhur, dan menjadi Naga banjir.


Dari tengah-tengah ular itu melingkar, aura merah darah, dan bau amis dari darah yang sebelumnya Lin Tian cium berpusat di sana.


Memusatkan indera spiritualnya, dari balik tubuh besar ular piton hijau itu, Lin Tian melihat sebuah ginseng berwarna merah darah yang sebesar lengan pria dewasa, dan hanya memiliki dua daun yang saling menyilang, seperti tanduk Naga diam-diam tumbuh di sana.


Ginseng Darah Naga!


Mengetahui apa yang sedang dilindungi oleh ular piton hijau itu, mata Lin Tian segera bersinar dengan cerah.

__ADS_1


Bagaimana mungkin dia tidak senang, karena ginseng ini adalah salah satu bahan untuk merendam tubuhnya.


__ADS_2