
Tetua Sun dan Tetua Han masih sibuk untuk menghindari kilatan petir yang jatuh ke arahnya, dan tidak bisa melihat ada sesuatu yang sedang mengarah ke arah mereka berdua.
"Kalian berdua, perhatian sekitar!"
Namun, Yu Long yang sedang melihat dari kejauhan melihatnya, dan segera mengingatkan mereka berdua.
Tetua Sun dan Tetua Han yang sedang sibuk dengan petir yang jatuh mendengar peringatan Yu Long, dan segera melihat ke arah Lin Tian.
"Hati-hati!"
Melihat sebuah aura pedang biru sepanjang lima meter, serta kilatan cahaya petir yang selalu menyelimutinya datang ke arah mereka, Tetua Sun berteriak.
Sambil berteriak, Tetua Sun mengeluarkan sebuah tripod kecil dan melemparkannya ke depan.
"Berdengung.."
Dengan suara dengungan, tripod kuali yang awalnya hanya sebesar telapak tangan mulai bergetar, dan selanjutnya mulai membesar dengan kecepatan yang dapat di lihat dengan mata telanjang.
"Boom!"
Energi Pedang Lin Tian menabrak tripod kuali Tetua Sun, dan suara keras terdengar.
Ledakkan...
Kemudian di ikuti oleh dengan suara "ledakan", kilatan petir di pedang Lin Tian menyebar, dan meledak di sekitar tripod.
"Bang..bang.."
Petir menyebar ke segala arah, tapi petir itu tidak menyebar ke arah Tetua Sun yang berada di belakang tripod yang telah membesar.
Melihat tripod itu, Lin Tian sedikit menaikkan alisnya, dan kejutan terlintas di matanya.
Kuali Bulan Perak!
Nama dari kuali berwarna perak dengan tiga kaki, dan memiliki tinggi badan tiga meter di sana adalah senjata magis tingkat sembilan. Senjata magis yang dekat dengan senjata tingkat bawaan.
Selain dapat di gunakan membuat Pil dengan kemurnian tinggi, tripod itu masih memiliki kemampuan untuk pertahanan.
__ADS_1
Lin Tian mengenali tripod ini, karena pada awalnya, dia adalah orang yang membuatnya. Tripod Bulan Perak adalah senjata bawaan yang pertama kali Lin Tian buat.
Di masa lalu, ketika Lin Tian mencapai Alam Jindan, dia menemukan sebuah gulungan yang berisi Teknik Kilang, dan tripod Bulan Perak adalah mahakarya pertamanya. Selama beberapa tahun, dia selalu menggunakan Kuali Bulan Perak ini untuk membuat beberapa pil, dan tak jarang pula untuk bertarung.
Namun seiring kekuatannya terus berkembang, lambat laun kuali itu tidak bisa mengimbangi kekuatannya, dan akhirnya hanya bisa di tempatkan di pelelangan di suatu Alam Abadi.
Dan sekarang, secara tak terduga, dia menemukan karya pertamanya di Alam Bawah.
Meskipun kuali ini telah jatuh ke tingkat magis ketujuh, dan beberapa kerusakan di sana sini, ini adalah penemuan yang membahagiakan bagi Lin Tian.
Dan yang pasti, aku harus mendapatkan kuali ini lagi.
Dengan pemikiran seperti itu, Lin Tian bergegas maju, dan sebelum energi pedangnya menghilang, Lin Tian meletakkan tangannya di kuali itu.
"Tetua Sun, itu tadi sangat berbahaya. Untungnya kamu bergerak cepat untuk mengeluarkan harta itu, dan dapat menghentikannya segera. Jika tidak..." Tetua Han mendekat ke arah Tetua Sun, dan berkata kepada Tetua Sun dengan kata-kata bersyukur.
Tapi Tetua Sun di sampingnya tidak merespon, dan merasa lega sedikitpun.
Sekarang, dia sedang serius melihat tripod perak di depannya dengan sedikit mengerutkan kening, dan menahan perasaan tertekan yang terlihat di wajahnya.
Di saat wajah Tetua Sun sedang serius, dia tiba-tiba merasakan energi spiritual yang berada di dalam kuali bulan peraknya sedikit terganggu. Seperti sebuah ada tangan berbentuk jiwa yang mencoba untuk memisahkan koneksinya dengan kuali bulan perak.
"Tetua Sun, apa yang terjadi!" Mendengar teriakkan Tetua Sun, Tetua Wang yang berada di sampingnya segera mendekat dan bertanya dengan cepat.
"Puft.."
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Tetua Sun, yang ada hanya darah merah segar yang keluar dan menyembur dari mulutnya.
Darah menyembur dari mulutnya, dan segera, tubuh seperti tanpa beban jatuh ke tanah, serta wajah yang dengan cepat menjadi pucat.
"Tetua Sun!" Tetua Han yang melihat kejadian itu segera memegangi tubuh Tetua Sun dan berkata dengan kekhawatiran.
"Puft.." Tetua Sun tidak menjawab, dia hanya memegangi mulutnya, dan mencoba menahan darah yang akan keluar dari mulutnya.
Selain memegangi mulutnya, dia juga melihat tripod di depannya dengan penuh amarah.
Melihat tripod di depannya mulai mengecil, dan lambat laun koneksi jiwanya menghilang dengan cepat, ratusan kata muncul di kepalanya. Tetua Sun marah dan ingin berbicara dengan kasar, tapi dia tidak bisa melakukannya. Karena darah yang memenuhi mulutnya, dan mengganggunya untuk berbicara.
__ADS_1
Tetua Han, yang melihat Tetua Sun tidak menjawab pertanyaan, dan hanya melihat ke arah depan dengan marah menjadi sedikit penasaran, dan secara tak sadar melihat ke arah yang sama.
Dampak dari teknik pedang Lin Tian mulai melemah, dan secara perlahan, samar-samar bayangan Lin Tian memegang tripod yang mulai mengecil mulai terlihat.
Melihat bayangan Lin Tian di sana, Tetua Han terkejut dan terdiam sejenak.
"Kamu....!? Apa yang kamu lakukan?" Setelah sadar dari kejutannya, Tetua Han berteriak spontan.
"Dia, uhuk.... sedang mencoba untuk mengambil tripod perak ku!" Dengan susah payah, dan darah yang menyembur keluar, Tetua Sun menjawab pertanyaan Tetua Han.
"Bagaimana mungkin! Tripod itu adalah senjata bawaan, dan harus memiliki kekuatan jiwa yang besar untuk mengendalikannya. Dengan kekuatan bawaannya, bagaimana mungkin dia bisa melakukannya?" Kata Tetua Han terkejut, dan bingung setelah mendengar kata-kata Tetua Sun.
"Itu mudah,Itu hanya karena kekuatan jiwaku lebih kuat daripada diam" Lin Tian yang sedikit lagi dapat memutus koneksi jiwa antara Tetua Sun dengan tripod di tangannya berkata.
"Tidak mungkin! Tetua Sun adalah alkhemis tingkat ketika, dan kekuatan jiwanya lebih kuat daripada praktisi Yuan Qi biasa. Apalagi jika di bandingkan dengan kekuatan jiwamu!" Tetua Han tidak mempercayai kata-kata Lin Tian, dan langsung berbicara dengan tidak setuju.
"Hehe.." Lin Tian tersenyum setelah mendengar kata-kata Tetua Han.
Kemudian dia memukul tripod perak di depannya dengan pelan, dan membuat energi spiritual dari jiwanya keluar lebih besar.
"Aahhh..."
Dengan kekuatan jiwa yang sangat besar dari jiwa Lin Tian keluar, dan menembus kedalam tripod, suara jeritan Tetua Sun segera mengikutinya.
"Ahhh.. berhenti..!" Tetua Sun berteriak kesakitan, dia memegangi kepalanya dengan kedua tangannya, dan berteriak dengan suara keras.
Melihat Tetua Sun yang kesakitan, Tetua Han mengerutkan kening, dan mulai percaya dengan apa yang di katakan oleh Lin Tian.
"Bocah kecil, hentikan! Jika tidak, aku akan memastikan kamu akan mati dengan sangat menderita!" Dengan membantu meringankan beban Tetua Sun, Tetua Han berteriak kepada Lin Tian di depannya.
Sayangnya, Lin Tian di sana tidak menuruti kata-kata Tetua Han.
Dia di sana hanya Lin Tian hanya melihat tripod perak yang telah mengecil di telapak tangannya dengan pandangan bermartabat, dan hanya dengan telapak tangannya yang jatuh ke tripod untuk yang kedua kalinya, suara serak dari darah yang menyembur melalui mulut Tetua Sun yang terdengar lagi.
"Puft ..Puft..."
Darah menyembur keluar sangat banyak dari mulut Tetua Sun, dan membuat wajahnya menjadi pucat pasih karena kekurangan darah. Selain pucat, matanya juga mulai kosong, karena kesakitan jiwanya yang di robek oleh jiwa Lin Tian membuatnya hilang konsentrasi.
__ADS_1
Tetua Sun jatuh ke tanah, wajahnya pucat dan kehilangan fokus. Dia seperti orang yang telah mati, tapi dia tidak benar-benar mati.