
Dengan apa yang telah Lin Tian tunjukkan barusan, saat kelompoknya berjalan pergi dari tempat itu, tak ada lagi seorangpun yang berani untuk menghalangi jalannya.
Meskipun kebanyakan dari orang-orang yang ada masih membenci Lin Tian dan penuh kecemburuan, apa yang telah Lin Tian tunjukkan telah membuat semuanya takut untuk bersuara.
Jangankan bersuara, saat Lin Tian berjalan ke arah beberapa orang, mereka segera menjauh dan menundukkan kepalanya, seperti sedang menghindari seorang monster pembunuh.
Tiga wanita, termasuk Lian Xiuying yang menyaksikan perubahan seperti ini tiba-tiba merasa bahwa ini cukup menyenangkan.
Karena sebagai seorang wanita cantik berjalan di keramaian, tentu mereka akan menjadi pusat perhatian, dan tak sedikit orang yang akan mendatanginya dan berusaha untuk mengenalnya.
Hal-hal seperti itu bagi mereka adalah hal yang merepotkan, karena setiap pemuda yang mendatanginya tidak hanya sekedar berusaha untuk mendekatinya, tapi kadang juga bersikap berlebihan.
Itu seperti sekawanan lebah yang berlomba-lomba mengerumuni madu di sarangnya.
Sekarang, dengan Lin Tian yang telah menunjukkan kekuatannya, maka tak ada seorangpun yang berani untuk mendekati ketiga kecantikan di jalan itu.
Dampak yang Lin Tian tunjukkan telah membuat para pemuda yang ingin mendekati dan menunjukkan kelebihannya pada tiga wanita di samping Lin Tian harus berpikir berulang kali.
Apakah mereka bisa mengatasi Lin Tian, yang membunuh dua puluh Jindan dalam sekali serangan?
Dengan pemikiran seperti itu, meskipun enggan, kelompok Lin Tian tidak lagi mengalami gangguan seperti di awal.
Hanya saja, apa yang Lin Tian lakukan sebelumnya terlalu besar, dan mengejutkan semua orang.
Meski banyak yang tidak ingin memprovokasinya Lin Tian lagi, beberapa orang yang mendengar dari mulut ke mulut tentang kekuatan Lin Tian merasa penasaran, dan tidak bisa menahan diri untuk menghampirinya.
Tapi mereka tidak bodoh, dan hanya menyaksikan Lin Tian dari kejauhan.
Lin Tian tentu tahu jika dia sedang di tatap oleh tatapan mata yang mengancam di kegelapan, tapi dia juga tidak peduli dan terus pergi ke tempat-tempat yang ingin Lin Lin temui.
Sekarang, dari ketiga wanita di sekelilingnya, Lin Lin adalah salah seorang yang paling antusias saat melihat hal-hal baru yang tidak pernah dia temui di kota Longshan.
Ling Yanyue, dan Lian Xiuying tidak seantusias Lin Lin, karena mereka berdua memang berasal dari Zhuoshan.
Khusus untuk Ling Yanyue, dia kadang-kadang hanya suka melihat jauh ke beberapa tempat, dan kadang tersenyum lucu tanpa kata.
Sedangkan untuk Lian Xiuying sendiri, dia kembali gugup saat tahu bahwa ada banyak tatapan membunuh yang mengawasinya dari kegelapan.
__ADS_1
"Lin Tian, di Paviliun Suci banyak hal-hal yang jauh lebih menarik daripada disini. Bagaimana jika kita pergi ke sana?"
Pada saat ini, Lin Tian sedang sibuk memilihkan pakaian untuk Lin Lin.
Lalu, ketika dia mendengar usul Lian Xiuying, Lin Tian sedikit menaikkan sudut mulutnya, dan berkata, "Di Paviliun Suci memang banyak hal yang jauh lebih berkualitas daripada di sini. Hanya saja--"
"Jangan pikirkan itu. Jika kamu menemukan sesuatu yang kamu inginkan di sana, kamu bisa mengambilnya secara cuma-cuma." Lian Xiuying segera berkata sebelum Lin Tian selesai berbicara.
"Oh..." Lin Tian sedikit menaikkan alisnya.
"Apakah itu benar? Apakah Lin Lin bisa mengambil apapun dengan gratis?" Lin Lin yang mendengar di sampingnya segera bertanya dengan wajah yang bersemangat.
Lian Xiuying mengangguk sambil tersenyum dan menjawab, "Itu benar. Bukankah kita sebuah Keluarga? Apapun yang aku miliki, Saudari Lin Lin juga berhak untuk memilikinya."
"Hebat!"
Wajah Lin Lin tampak bersemangat dan dengan senyum lebar, dia segera meraih tangan Lian Xiuying.
"Tunggu apa lagi, ayo pergi sekarang!" Kata Lin Lin, dan sudah menarik tangan Lian Xiuying.
Di saat keduanya sudah berjalan ke arah dimana Paviliun Suci berada, Lin Tian dan Ling Yanyue masih berada di tempat itu, dan tidak bergerak.
"Kenapa kamu masih tetap disini?" Lin Tian bertanya saat melihatnya tetap tinggal.
Ling Yanyue sedikit tersenyum, memasang wajah ceria, dan menjawab, "Dari apapun yang Paviliun Suci tawarkan, aku lebih tertarik untuk melihat pertunjukan disini."
Lin Tian sedikit terdiam saat mendengar jawaban dari wanita pembuat masalah di depannya ini.
Tapi Lin Tian tidak berkata lagi, dan mengalihkan perhatiannya kepada beberapa orang yang sedang berjalan ke arahnya.
Sekitar lima puluh orang dengan baju hitam, serta armor emas di seluruh tubuhnya lengkap dengan senjata tombak di tangannya berjalan dengan aura dingin, dan suara langkah kaki seperti genderang perang, yang bergema di sepanjang jalan dapat membuat siapapun merasa gentar.
"Mereka adalah Prajurit Kekaisaran Zhou."
Ling Yanyue berkata kepada Lin Tian dari samping, "Sedangkan seorang pemuda sekitar 30 tahun yang memimpin mereka dengan jubah besar keemasan, dan lambang naga di dadanya adalah Duan Yujin. Salah satu dari Jendral Kaisar Zhuo Changmin."
"Duan?" Lin Tian sedikit menarik sudut mulutnya.
__ADS_1
"Kamu benar. Dia berasal Keluarga Duan. Lebih tepatnya, dia adalah Kakak dari Duan Ming yang telah kamu bunuh di alam rahasia sebelumnya." Ling Yanyue tahu apa yang Lin Tian pikirkan dan mengangguk.
"Selain itu, Duan Yujin ini adalah tangan kiri Pangeran Pertama, dan kekuatannya tidak bisa di remehkan."
"Hanya Jindan tengah tahap akhir, apa yang perlu di khawatirkan." Lin Tian mencibir dan menyeringai.
"Hehehe..." Ling Yanyue tertawa pelan, dan berhenti berbicara, karena kelompok lain sudah datang.
Mengingat kekuatan keduanya, memang benar bahwa Jindan bukanlah sesuatu yang perlu di khawatirkan.
Pada saat ini, setelah Duan Yujin tiba di hadapan Lin Tian dan Ling Yanyue, Prajurit di belakangnya segera bergerak, dan mengepung keduanya.
Membentuk sebuah lingkaran, semua tombak segera di tujukan ke arah Lin Tian dan Ling Yanyue dengan tatapan dingin, dan postur menyerang.
Setelah itu, Duan Yujin yang sedang menunggang kuda hitam di barisan mulai turun, dan berjalan ke depan Lin Tian.
Dengan ketinggian 1.8 meter, memakai armor emas dan sebuah gambar naga di dadanya, dia terlihat gagah dan sombong. Wajahnya yang tampan dan rambutnya yang terus berkibar di belakangnya tampak seperti seorang dewa perang yang dominan.
Tatapannya yang angkuh seperti mengabaikan apapun di dunia jatuh kepada tubuh Lin Tian, dan melihatnya dari atas ke bawah selama beberapa waktu, dan tiba-tiba cibiran muncul di mulutnya.
Kemudian melihat ke arah Ling Yanyue, dan kejutan tampak muncul di kedua matanya, tapi itu hanya sejenak, dan tatapannya kembali jatuh ke arah Lin Tian.
"Tangkap mereka berdua." Satu perintah turun, dan Duan Yujin sudah berbalik.
Postur dan tindakannya yang tampak tidak memandang Lin Tian lebih daripada sampah membuat Ling Yanyue tertawa.
"Hehehe." Lin Tian sendiri juga tertawa.
Mata hitamnya melihat ke arah Duan Yujin yang sudah berbalik, dan dengan nada main-main berkata, "Jadi seperti ini seorang Jendral bertindak?"
Duan Yujin yang sudah berjalan berhenti dan berbalik saat mendengar apa yang Lin Tian katakan dan menyeringai.
Lalu tatapan penuh rasa jijik dan penghinaan menatap ke arah Lin Tian, dia mencibir dan berkata, "Dewa ini baru sadar, ternyata seekor Babi juga bisa berbicara."
"Hahaha..." Ada suara tawa yang segera terdengar.
Orang-orang yang sebelumnya bersembunyi di kegelapan sudah keluar, dan merespon kata-kata Duan Yujin dengan tawa yang tidak di sembunyikan.
__ADS_1