Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Asal usul Xiao Hei


__ADS_3

Bahkan ketika Lin Tian berhenti memutar tubuhnya, dan meletakkannya di tanah, ular malang itu masih tidak bisa memproses apa yang terjadi, dan berguling-guling.


Dunianya masih berputar, dan tubuhnya masih belum bisa tenang.


Cukup lama ular itu berguling-guling di tanah, dan saat dia tenang, dia merasakan ekornya di pegang lagi oleh seseorang, dan mengangkatnya.


Mata kecil Xiao Hei sedikit lebih jernih, dan dapat mengetahui siapa yang memegangnya.


Tepat ketika melihat wajah cantik Ling Yanyue di pandangan pertama, mata Xiao Hei yang masih berputar langsung menjadi fokus.


Seperti seorang manusia, dia membuat penampilan kagum, dan pandangan serahkan. Apalagi saat menurunkan pandangannya.


"Gadis, kamu memiliki dada yang besar dan indah!"


"Hum!"


Selesai menganggumi, ada dengusan lembut tapi terasa dingin dan penuh kekuatan terdengar di telinga Xiao Hei, yang membuat seluruh tubuhnya segera berhenti.


Benar-benar berhenti tidak bisa bergerak sedikitpun, menjadi seperti patung ular kecil yang menggantung di udara.


"Lihat! Meskipun dia berbentuk ular, kepalanya penuh dengan pikiran-pikiran wanita. Aku curiga, apakah dia jantan?" Tebak Lin Tian sambil melihat Xiao Hei yang menjadi patung di tangan Ling Yanyue.


Mendengar gumaman Lin Tian, Ling Yanyue mendengus, dan menoleh ke arahnya, "Pikiran Xiao Hei, itu mengingatkanku tentangmu."


"Bagaimana bisa?"


"Pura-pura bodoh! Tidak ingat jika kamu tidak mengasihi kecantikan."


"Oh," Lin Tian mengerti apa yang dimaksud oleh Ling Yanyue.


Tapi dia tidak merasa bersalah, dan membela diri, "Itu tidak sama. Itu karena kamu memprovokasi lebih dulu. Lagipula, kamu juga menyukainya, kan?"


"Huh, dasar pria. Kamu sama seperti Xiao Hei, penuh pikiran kotor."


"Bagaimana bisa sama. Aku adalah manusia biasa yang juga menginginkan wanita, sedangkan dia adalah ular."


"Sama saja! Jika kalian bertukar tempat, kalian pasti akan melakukan hal yang sama."


"Tidak benar! Jika kamu tidak memintanya, bagaimana aku bisa memakanmu?"


"Cih! Aku mengira kamu tidak suka hal itu. Ternyata, setelah merasakan sekali, kamu terus meminta berkali-kali. Aku merasa kasian dengan Lin Lin."


"Yanyue, ketika kamu membahas hal-hal ini, apakah kamu masih menginginkannya lagi?" Sambil berkata, Lin Tian melihat ke arah Ling Yanyue dengan senyum lebar, serta menunjukkan gigi-giginya.


Melihat senyum Lin Tian seperti ini ini, Ling Yanyue merasa ketakutan dan segera bersembunyi di belakang Lin Lin.

__ADS_1


"Saudari Lin, kamu beri makan dia, ya! Aku tidak bisa lagi melakukannya."


"Memberi makan?"


Lin Lin, yang sejak awal tidak mengerti apa yang mereka bicarakan merasa bingung, dan tidak tahu.


"Ya, makan. Kamu tahu, kan?"


Lin Lin tidak tahu, dan menoleh ke arah Lin Tian, yang masih memiliki senyum di wajahnya.


"Saudara Lin, apakah kamu lapar?"


Lin Tian menarik senyumnya, dan menggelengkan kepalanya.


Di antara mereka bertiga, Lin Lin adalah yang paling polos, dan tidak akan mengerti hal-hal itu. Menurut Lin Tian, dia juga belum waktunya untuk menyentuh hal itu.


Lin Tian barusan hanya ingin sedikit menggoda Ling Yanyue, dan tidak berniat untuk memakannya.


"Aku tidak lapar. Aku masih tidak membutuhkan makanan saat ini."


"Lalu kenapa saudari Ling berkata jika kamu lapar?"


Lin Tian tidak ingin mengotori pikiran polos Lin Lin. Mendengar dia mengatakan ini, Lin Tian menggelengkan kepalanya, tidak ingin membahas hal-hal ini, dan mengubah topik.


"Kalian berdua, karena sudah mengenal dan tampaknya akrab, aku tidak lagi memiliki hal lain untuk di bicarakan." Selesai berkata, Lin Tian mengambil Xiao Hei di tangan Ling Yanyue, dan berbalik.


Ling Yanyue, yang mendengar itu, dan melihat Lin Tian telah pergi menghela nafas, dan tersenyum kepada Lin Lin.


"Saudari Lin, apakah Lin Tian tidak pernah memakanmu?"


"Memakanku? Apakah Saudara Lin suka makan orang?"


Mengetahui bahwa Lin Lin tidak tahu apa yang dia katakan, Ling Yanyue menggelengkan kepalanya, "Lupakan."


Kemudian menarik Lin Lin, dan membawanya duduk di bawah pohon, Ling Yanyue bertanya, "Bagaimana? Sudah berapa lama kamu mengenal Lin Tian?"


"Hemm... sepertinya sejak kecil aku selalu mengenalnya. Kenapa?"


Ling Yanyue tersenyum lembut, dan menjawab, "Aku ingin kamu menceritakan semua tentangnya. Seperti apa yang dia sukai dan tidak."


Lin Lin memiringkan kepalanya aneh, tidak menjawab, dan bertanya, "Kenapa kamu tidak bertanya sendiri?"


Mendengar pertanyaan dan ekspresi bertanya-tanya Lin Lin, wajah Ling Yanyue sedikit malu, dan bingung.


Tapi dia tidak menjawab, dan kembali berkata, "Katakan saja. Jika kamu mau menceritakannya, aku akan memberitahumu rahasia besar."

__ADS_1


"Rahasia apa?"


"Kamu cerita dulu."


...


Ketika dua wanita ini saling bertanya, dan menceritakan Lin Tian, Lin Tian sendiri telah berada di dalam Pagoda Bintang.


Sebenarnya, Lin Tian tahu jika dia wanita itu membicarakan dirinya, tapi dia tidak peduli. Karena sejak awal, tujuan membawa Ling Yanyue kesini adalah untuk memperkenalkannya kepada Lin Lin.


Dengan mereka yang tampak sudah mengenal lama, Lin Tian tidak perlu memikirkan Ling Yanyue lagi.


Bukan tidak beresiko membawa Ling Yanyue ke dalam Gulungan Surga, tapi ini adalah pilihan agar Ling Yanyue tidak membuat banyak masalah di dunia luar.


Dengan identitasnya yang sebagai Putri Keluarga Zhang, dan kekuatannya yang menakutkan, Lin Tian tidak ingin wanita ini merepotkan dirinya.


Membawanya kedalam Pagoda Bintang, dan membuatnya menemani Lin Lin adalah pilihan yang tepat.


Sekarang, Lin Tian masih penasaran dengan ular ini, dan bertanya kepada Zhi Wu. Karena Zhi Wu telah ada sejak lama, seharusnya dia mengetahui jenis ular ini.


Tapi, ketika bertanya kepada Zhi Wu, dia langsung menggelengkan kepalanya, dan berkata "Tidak tahu."


Jawaban Zhi Wu membuat Lin Tian semakin penasaran dengan Xiao Hei, yang kini telah sadar, dan gemetar di tangannya.


Melihat jika ular kecil itu ketakutan, Lin Tian menyeringai, dan berkata, "Kecil, kamu ingin hidup?"


Xiao Hei buru-buru mengangguk kepala kecilnya, dan dengan lembut mengelus tangan Lin Tian dengan kepalanya.


Melihat ular di tangannya yang seperti ini, Lin Tian bertanya-tanya.


"Apakah kamu ular, atau anjing?"


"Tuan, tuan, saya adalah ular. Bukan hanya ular biasa, aku adalah ular yang sangat kuat, dan paling mempesona di dunia!"


Suara yang tidak terdengar seperti wanita atau pria, dan terdengar sangat sombong itu membuat Lin Tian mengerutkan kening, dan mendengus dingin.


Mengetahui bahwa Lin Tian tampaknya marah dengan pengenalannya, Xiao Hei buru-buru mengusap tangan Lin Tian lagi dengan kepalanya, dan bersikap layaknya seekor anjing.


"Ya, kamu ternyata seekor anjing."


"Ya, ya tuan. Yang kecil ini adalah seekor anjing."


Lin Tian memberi "oh" panjang dan mengangguk.


"Anjing kecil, setelah memakan banyak harta berharga, sebaiknya kamu memilik kegunaan. Jika tidak.."

__ADS_1


"Tuan, tuan. Anjing ini berguna, sangat berguna. Bukan hanya bisa menyenangkan tuannya, anjing ini juga bisa mencium harta Karun." Berkata terburu-buru sambil tubuhnya yang gemetar, Xiao Hei juga mulai mengendus-endus layaknya seekor anjing sungguhan.


__ADS_2