Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Telur


__ADS_3

Mendesah...


Lin Tian tidak bisa menahan perasaannya, dan hanya mendesah tak berdaya.


Seperti Lin Lin, mungkin Zhang Liya juga adalah orang yang di persiapkan oleh Ling Huiyin?


Ayah dan ibunya, apakah mereka menyiapkan pasangan masing-masing untuk dirinya?


Di jodohkan dengan wanita seperti Lin Lin, mungkin masih lebih baik. Tapi, jika itu wanita seperti Zhang Liya, wanita cantik yang sangat kuat dan penuh pikiran di kepalanya, Lin Tian tidak tahu harus mengeluh atau senang.


Apalagi Lin Tian sendiri benar-benar tidak ingin memiliki kontak dengan banyak wanita.


"Wanita di luar, apakah itu ada kaitannya dengan Ling Huiyin?"


Meskipun demikian, Lin Tian hanya bisa mengikuti alur, dan bertanya tentang Zhang Liya pada Jiang Wu.


Saat mendengar pertanyaan Lin Tian, Jiang Wu melihat ke arah dimana Zhang Liya berada beberapa waktu, dan menggelengkan kepalanya.


"Seperti yang telah aku katakan, aku tidak tahu keberadaan ibumu dimasa lalu, dan sekarang. Jadi, aku tidak yakin jika dia memiliki hubungan tertentu dengan Ling Huiyin. Tapi.." Jiang berhenti disini, melihat ke arah Lin Tian untuk melihat perubahan wajahnya.


Ekspresi wajah Lin Tian tetap tenang, dan tidak sedikitpun bereaksi.


Sebelum Jiang Wu bertemu dengan Zhang Liya, Lin Tian sendiri sudah menebak bahwa wanita ini tidak biasa. Tapi, selain tingkat kultivasinya yang Lin Tian ketahui, serta asal usulnya yang misterius, dan pemikirannya, Lin Tian tidak mengetahui apapun.


Melihat Lin Tian yang sepertinya juga sedikit tidak tahu dengan asal usul wanita itu, Jiang Wu melanjutkan, "Ini bukan hanya sekedar perasaan. Zhang Liya ini, dia memiliki wajah yang sedikit mirip dengan Ling Huiyin, bukan hanya fisiknya yang menyerupai, melainkan sifat, pemikiran dan teknik yang dia latih itu juga sama dengan Ling Huiyin."


Ada keterkejutan dan sedikit tidak kepercayaan di mata Lin Tian saat mendengarnya.


Jiang Wu tersenyum saat mengetahui apa yang Lin Tian pikirkan melalui perubahan wajahnya.


"Namun, itu tidak mungkin sebagai inkarnasinya. Jika dia inkarnasinya, dia akan langsung mengenali dirimu sekilas."


Kata-kata Jiang Wu ini mematahkan semua tebakan di pikiran Lin Tian.


Pada awal mendengar, Lin Tian memang menebak seperti itu. Karena kemiripan dan kesamaan hampir sama, itu pasti orang yang sama. Namun, ketika Jiang Wu mengatakan seperti ini, Lin Tian segera menepis pikirannya.

__ADS_1


Darah lebih kental daripada air.


Sejauh, dan berubah seperti apa itu, ikatan darah akan selalu lebih kental daripada air. Apalagi jika itu memang inkarnasi Ling Huiyin, dia pasti akan langsung mengenali putranya sendiri.


Dan karena dia tidak mengenalinya, berarti bukan itu.


Lin Tian berpikir lagi ketika Zhang Liya mendatangi sebelumnya, dan menebak sesuatu.


"Apakah dia muridnya?"


"Mungkin," jawab Jiang Wu tidak yakin, "Tapi yang jelas, dia pasti memiliki keterkaitan dengan Ling Huiyin, selain itu dia juga berasal dari wilayah tengah."


Lin Tian mengangguk dan menebak hal yang sama.


Meski belum dapat dipastikan, setidaknya Zhang Liya adalah orang yang memiliki kaitannya dengan orang tuanya, dan jika Lin Tian ingin mencaritahu Lin Huiyin, Zhang Liya adalah kuncinya.


Masalahnya sekarang adalah, Lin Tian takut untuk bersinggungan dengannya.


Meski Lin Tian tidak memiliki pemikiran apapun tentangnya, siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Seperti layaknya Lian Xiuying, meski di awal Lin Tian tidak mengenalinya, dan hanya karena beberapa waktu bersama, dia harus terseret dalam masalah keluarganya.


"Lupakan untuk dia! Yang lebih penting sekarang adalah, apa yang ada di alam rahasia ini?" Lin Tian tidak ingin memikirkan masalah itu terlebih dahulu, dan memikirkan hal yang lebih penting dan bertanya kepada Jian Wu.


Jiang Wu tidak menjawab, dan balik bertanya, "Kamu bertanya seperti itu, bukankah kamu telah mengambil harta yang lebih penting?"


Mengenai pertanyaan Jiang Wu, Lin Tian memikirkan tentang mengambil bola naga dari Hao Long.


Jika dipikir lagi, bola Naga itu memanglah harta yang berharga. Selain aura besar dan pikiran Naga yang ada di dalamnya, jika ada berhasil menggabungkan semuanya, itu dapat membuat seorang praktisi menjadi Naga.


Bagi kebanyakan manusia, Naga adalah hewan yang agung dan layak untuk dijadikan sebagai contoh kekuatan. Karena selain salah satu dari 4 hewan suci, Naga adalah satu yang memiliki kekuatan fisik di antara 4 binatang Suci.


Jadi, untuk dapat memiliki kekuatan naga, siapapun akan melakukan segala hal, dan kultivasi tubuh adalah cara untuk dapat membuat tubuhnya sekuat Naga. Dan jika dapat menjadi seekor Naga, dia layak untuk menjadikan dirinya seorang Raja.


Mengingat betapa sulitnya melatih kekuatan daging, semua bagian tubuh dari Naga adalah harta yang paling diinginkan oleh siapapun yang sedang melatih kekuatan tubuh.


Dan bola Naga adalah harta tertinggi dari semua tubuh Naga. Karena ini adalah suatu hal yang dapat seorang manusia menjadi Naga melalui jalan pintas.

__ADS_1


Tapi, untuk Lin Tian, dia tidak tertarik dengan Naga. Dia juga tidak tertarik untuk menjadi Naga.


Melihat Naga seperti Hao Long, Naga yang pernah menjadi tunggangannya, Lin Tian tidak memiliki wajah tebal seperti itu untuk berubah menjadi Naga.


Apalagi, jika suatu hari Lin Tian tiba di alam abadi dan menjadi Naga seperti Hao Long, Lin Tian akan sangat malu untuk dilihat oleh teman-teman lamanya.


Bukan hanya itu, Lin Tian sendirian juga tidak tertarik sama sekali untuk menjadi Naga.


Apa Naga di matanya? Hanya Naga seperti Hao Long, apa yang perlu di banggakan? Sebagai mantan Raja Abadi, itu adalah kemunduran untuk menjadi seperti Hao Long.


Jiang Wu, yang melihat perubahan penuh warna di wajah Lin Tian yang terkadang jijik, dan kadang merendahkan, Jiang Wu tersenyum, dan sudah menebaknya dari awal.


"Meski kamu tidak menginginkannya, bola Naga itu adalah hal yang paling berharga di tempat ini."


"Sebenarnya ada banyak hal baik disini, tapi mengingat siapa kamu, aku tidak berpikir kamu akan menginginkannya."


Lin Tian sedikit kecewa, tapi juga tidak bisa melakukan apapun. Karena memang standar harta pada dirinya itu lebih tinggi daripada siapapun yang ada di tempat ini, atau bahkan di seluruh benua.


"Lalu, apakah kamu hanya berbicara dan tidak meninggalkan apapun?"


"Ya." Jawab Jiang Wu singkat.


Mendengar itu, Lin Tian hanya memberi "oh" panjang, dan berbalik untuk keluar. Karena tidak ada lagi hal yang menarik bagi dirinya, untuk apa tetap disini.


"Tapi... ada satu hal lagi yang dititipkan oleh ayahmu."


Lin Tian berhenti dan berbalik saat mendengar suara Jiang Wu ini.


Melihat Lin Tian yang berbalik dengan wajah penuh antisipasi, Jiang Wu tidak berbicara dan melemparkan sesuatu pada Lin Tian.


Benda itu adalah sebuah bola kecil yang berwarna putih.


Mengambilnya di udara, dan melihatnya sejenak, ada ekstasi dan kejutan besar di wajah Lin Tian.


"Telur?"

__ADS_1


__ADS_2