
"Kenapa? Kenapa kamu juga melarangku? Kenapa kalian selalu melarangku? Apakah kalian selalu menganggap diriku seekor burung di dalam sangkar? Hehe…" apa yang dikatakan Lin Tian sepertinya membuka kenangan yang telah di sembunyikan Lian Xiuying selama ini.
Mata indah Lian Xiuying mulai basah, wajahnya tampak sedih, dia memandang Lin Tian di depannya dengan berbagai pertanyaan di antara matanya.
"Kamu tahu, ketika seekor burung telah terbang ke langit, dan baru merasakan apa itu perasaan bebas, rantai-rantai perintah itu datang dan menariknya kembali ke sangkar. Lin Tian, apakah kamu tahu, burung kecil itu memiliki impian untuk menjadi seekor Phoenix. Tapi, burung itu tidak tahu, bahwa dia sebenarnya adalah seekor burung didalam sangkar. Haha.." air mata Lian Xiuying pecah, air matanya seperti air hujan, yang telah membasahi seluruh pipinya.
"Apanya yang Ketua Pavilium Suci? Apanya yang wanita nomor satu? Dimana dia bisa dibilang sebagai wanita kuat, jika dia ternyata dia adalah seekor burung kecil…"
Lin Tian tidak mengerti, melihat wanita yang biasanya terlihat liar dan penuh trik ini bertingkah seperti ini, dia memiliki keinginan untuk memeluknya.
Dia ingin maju untuk memeluknya dan menghiburnya, tapi dia tidak tahu bagaimana cara melakukannya.
Dalam hatinya, Lin Tian tahu apa yang dimaksud oleh Lian Xiuying itu adalah jeratan masalah keluarga. Lin Tian juga mengerti, dan pernah melihat hal-hal seperti yang dialami oleh Lian Xiuying saat ini. Dimana suatu keluarga akan memilih untuk mengorbankan kerabat atau bahkan anak-anaknya sendiri untuk mendapatkan kekuasaan.
Lalu bagaimana dengan Lin Tian yang tidak pernah memiliki keluarga selama dua kehidupannya? Apakah dia memiliki pengalaman seperti yang dialami Lian Xiuying.
Dihitung dengan masalah Keluarga Lin sebelumnya, masalah yang dihadapi oleh Lian Xiuying sekarang adalah dua hal.
Dia memang pernah menjadi Raja Abadi, tapi dengan kekuatan yang dimiliki, dia akan lebih memilih untuk memutuskan apapun dengan tinju. Untuk sekarang, dia benar-benar tidak tahu bagaimana menghadapi masalah Lian Xiuying saat ini.
Solusi yang dipikirkan saat ini adalah melepaskan rantai yang menjerat Lian Xiuying dengan tinju. Tapi dengan kekuatannya saat ini, itu sangat mustahil. Orang yang berada di belakang Lian Xiuying bukanlah Sekte Longhunzong, meskipun Lin Tian tidak tahu pasti, sesuatu yang bisa membuat Lian Xiuying, wanita yang biasanya tangguh menjadi putus asa pastilah memiliki energi yang berkali-kali lebih besar daripada Sekte Longhunzong.
Lin Tian sendiri juga tidak akan melakukan apapun tanpa kepastian. Jadi, untuk saat ini, dia hanya bisa memutuskan melihat dan menemani Lian Xiuying menangis di sisinya.
Lian Xiuying masih menangis dengan menundukkan kepalanya di samping Lin Tian. Dan saat ini, dia tiba-tiba mengangkat kepalanya, dan melihat Lin Tian dengan sedikit harapan.
"Aku ingat, sebelumnya kamu berkata untuk memutuskan masa depanku segera, benar?"
Lin Tian mengangguk pelan.
Lian Xiuying menarik sudut mulutnya, dan dengan senyum tulus, dia berkata lagi kepada Lin Tian: "Aku telah memutuskan, aku akan memutuskan masa depanku kepadamu. Lin Tian, bawa aku pergi."
__ADS_1
Hati Lin Tian bergetar, hatinya menyuruhnya untuk segera menyetujui permintaan Lian Xiuying, tapi pemikirannya berkata lain.
Banyak pertimbangan yang dipikirkan oleh Lin Tian. Pertama, dia harus memikirkan, apakah baik untuk membawa Lian Xiuying bersamanya?
Memikirkan kekuatan di belakangnya, dan kekuatannya sendiri, jawabannya adalah tidak. Apalagi dengan pikiran Lin Tian yang tidak suka akan masalah, dia memilih untuk menolak permintaan Lian Xiuying langsung.
Tapi dia tidak bisa menolaknya, karena saat melihat Lian Xiuying seperti ini, di dalam hatinya, Lin Tian merasakan ujung pisau tajam sedang menggores hatinya secara perlahan-lahan.
Lin Tian tidak bisa memutuskan, dia penuh keraguan, dan akhirnya hanya bisa diam tak menjawab permintaan Lian Xiuying.
"Hehe," melihat keraguan di antara wajah Lin Tian, Lian Xiuying tertawa sedih, lalu menggigit mulutnya, dan dengan wajah penuh kekecewaan, dia berdiri.
Dia sudah menebak bahwa Lin Tian akan melakukan ini, Lian Xiuying sudah siap dengan kata-kata Lin Tian, tapi ketika dia mendengarnya langsung, Lian Xiuying tidak bisa menahan rasa kekecewaan dan kehilangan di hatinya.
Dia sangat kecewa, tapi Lian Xiuying juga tidak berhak untuk memaksanya. Bagaimanapun, dia yang paling mengetahui resiko yang akan diterima jika Lin Tian membawanya pergi.
Lian Xiuying tahu Lin Tian adalah seorang jenius, tapi kejeniusan saat ini tidak berguna dengan kekuatan yang menahannya di belakang.
Saat Lian Xiuying berdiri, dia merasakan tubuhnya remuk, hati dan pikirannya tak menentu. Saat berjalan, dia menundukkan kepalanya, dan berjalan dengan langkah yang tertatih-tatih.
Ketika melihat Lian Xiuying di sana berjalan dengan susah payah, Lin Tian saat ini merasakan bahwa pisau yang menusuk hatinya berganti dengan pisau berkarat. Hatinya seolah-olah tercabik-cabik dengan kejam dan sangat menyakitkan.
Mendesah..
Lin Tian tidak bisa menahannya lagi, akhirnya dia hanya bisa menghela nafas panjang, dan membuka mulutnya perlahan, "Dua tahun,"
Lian Xiuying, yang telah sampai ke pintu keluar berhenti ketika mendengar kata-kata ini.
"Paling lama dua tahun, aku akan datang dan membawamu pergi."
Kata ini selesai, mata redup Lian Xiuying segera menunjukkan kecemerlangannya, dia melepaskan gigitannya di bibirnya, dan senyum cerah kembali muncul.
__ADS_1
Dunia Lian Xiuying kembali cerah, dan pikirannya kembali jernih. Dia bahagia dan ingin berbalik untuk memeluk Lin Tian di belakangnya. Tapi Lian Xiuying menahannya, karena dia takut, ketika dia membalikkan tubuhnya, semuanya hanyalah mimpi.
Jadi, dalam kebahagiaan di hatinya, dia melangkahkan kakinya lagi, tapi kali ini langkah kakinya lebih ringan dari sebelumnya..
Lin Tian tidak mencegah Lian Xiuying untuk pergi, karena setelah mengatakan kata-kata tadi, beban berat yang menahan hatinya telah terlepas. Dan akhirnya, dia bisa melihat bayangan Lian Xiuying menghilang tanpa kekhawatiran.
Sampai bayangan Lian Xiuying menghilang dari pandangan Lin Tian, dia tidak pernah membalikkan badannya, sama juga dengan Lin Tian yang tidak lagi berbicara, dan hanya melihatnya menghilang dalam diam.
Menghela nafas…
"Sepertinya aku memang harus segera keluar untuk melihat-lihat dunia ini." Menghela nafas, dan menggelengkan kepalanya, Lin Tian berkata dalam hatinya.
Lin Tian melangkahkan maju untuk menutup pintunya, dan dari kejauhan, dari tempat Lian Xiuying sebelumnya menghilang, samar-samar Lin Tian melihat bayangan ramping sedang berjalan ke arahnya.
Berdiri di depan pintu masuk, Lin Tian melihat ternyata itu ada Zhao Yue yang datang ke arahnya.
"Terimakasih karena tidak mencegahnya pergi," berhenti beberapa meter dari tempat Lin Tian, Zhao Yue berkata langsung.
Lin Tian tidak berkomentar, dia hanya melihat Zhao Yue dalam diam, dan setelah beberapa saat melihatnya, tangannya bergerak untuk menutup pintunya.
"Tunggu!" Melihat Lin Tian yang akan menutup pintunya, Zhao Yue segera maju untuk menghentikannya.
Lin Tian berhenti, dia tidak berbicara, dan hanya menunggu Zhao Yue berkata.
"Aku tidak tahu kenapa Lian Xiuying sangat memperdulikanmu, sangat mementingkan dirimu dan bahkan rela menyerahkan untuk menyerahkan semuanya kepadamu. Jika disuruh memilih, dia mungkin akan lebih memilih untuk mati daripada membuatmu menderita, tapi, bagaimana dengan dirimu? Apakah kamu juga akan dengan rela mengorbankan nyawamu untuk dirinya?" Secara terang-terangan, dan langsung, Zhao Yue memandang wajah Lin Tian, dan bertanya dengan lugas.
Menghadapi pertanyaan Zhao Yue, wajah Lin Tian tetap tenang dan tidak berubah, hanya ada satu kata acuh tak acuh yang terdengar keluar dari mulutnya: "Tidak."
...****************...
Semoga kata-kata ku tidak terlalu meanstrem. Puyeng 🤯🤯...
__ADS_1