
"Ledakkan.."
Saat ini, ketika Tetua Sun sedang sekarat di tanah, kilatan cahaya petir jatuh, mengenai tepat ke arah tubuhnya di tanah, dan dengan suara Guntur yang menyusul, tubuhnya meledak dan berubah menjadi kabut darah yang menyebar di udara.
Untungnya, Tetua Han yang berada di sampingnya dapat menghindarinya tepat waktu, dan dapat menjauh dari tempat jatuhnya kilatan petir.
Hanya saja, setelah melihat apa yang terjadi dengan tubuh Tetua Sun, dia tidak memiliki perasaan lega sedikitpun di wajahnya. Yang ada hanya ketakutan, dan perasaan ngeri di wajahnya.
Melihat sebelumnya, ketika petir itu menghantam tubuh Tetua Wang yang berada di alam Bawaan dan membuatnya menghilang, dia berpikir bahwa dengan Alam Yuan Qi yang dia miliki, dia masih memiliki kekuatan untuk melawannya. Tapi kali ini dia menemukan sepertinya itu tidak terjadi, itu sepertinya hanya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Benar itu menjadi lebih kuat!
Melihat Petir yang jatuh, dia menemukan, bahwa petir yang sebelumnya hanya sebesar jari manusia biasa telah menjadi dua kali lipat lebih besar. Dan setelah menghancurkan tubuh Tetua Sun, diameter Petir mulai itu melebar lagi, menjadi selebar lengan pria dewasa..
Hidup!
Ya, kesengsaraan Surga ini pasti memiliki pemikiran, dan dapat menyesuaikan dengan kondisi. Untuk menghilangkan orang-orang yang mengganggu kehendaknya, dia akan menggunakan kekuatan yang lebih besar daripada orang yang akan membantunya.
Bahkan jika dia tidak memiliki maksud untuk membantu kesengsaraan Lin Tian, Dao Surga menganggap bahwa dirinya sedang mencoba untuk membantunya. Dan dengan anggapan itu, Dao Surga akan menghentikannya dengan kekuatan yang lebih besar.
Melihat petir yang sebesar lengan di sana, Tetua Han mulai menebak, mungkin jika orang yang mencoba membantu Lin Tian adalah orang yang lebih kuat daripada dirinya sendiri, ketebalan Petir itu pasti akan menjadi lebih besar juga.
"Berdengung.."
Saat Tetua Sun sedang berpikir, sebuah kuali setinggi tiga meter terbang ke arahnya dengan cepat.
Gerakkan tripod perak itu lebih cepat daripada gerakan yang di buat oleh Tetua Sun sebelumnya. Dan sebelum Tetua Han sempat bereaksi, tripod perak itu telah tiba di depannya, dan tak lama kemudian, suara "bang" terdengar.
Di awali oleh suara bang keras, tubuh Tetua Han terlempar, dan jatuh beberapa meter dengan darah merah yang keluar dari mulutnya.
"Bajingan...."
"Ledakan.." Sebelum Tetua Han selesai mengumpat Lin Tian, dia melihat cahaya Guntur telah datang dan terjun dari atas langit mengarah tepat ke arahnya di bawah.
__ADS_1
Tetua Han berhenti berbicara, dan dengan wajah serius, dia mencoba bangkit dan melompat dari tempatnya terjatuh.
"Ledakkan...."
Suara Guntur terdengar di langit, dan dari tempat sebelumnya dia terjatuh, dia melihat sebuah lubang besar sebesar dua meter terbentuk tidak rata.
"Bajingan kecil..kamu...." Melihat lubang di tanah, Tetua Han melihat ke arah Lin Tian dan ingin berbicara lagi.
Tapi, sebelum dia selesai berbicara, tripod perak yang telah di kendalikan di oleh Lin Tian mendatanginya lagi, dan dengan cepat telah tiba di depannya.
Belajar dari sebelumnya, kali ini Tetua Han telah waspada, dan dapat menghindari tripod perak Lin Tian.
Namun, sebelum dia berhasil menghela nafas lega, cahaya Petir dari langit turun lagi, dan mengarah tepat ke tubuhnya lagi.
"Sial..!" Tetua Han bergumam marah, dan dengan susah payah mencoba untuk menghindari cahaya Petir itu lagi.
Lagi, ketika Tetua Han berhasil menghindar petir itu lagi, dan sebelum bisa bernafas lega, tripod perak Lin Tian datang lagi. Dan lagi, setelah dia berhasil menghindar tripod Lin Tian, cahaya petir dari kesengsaraan surga di atas langit jatuh tepat ke arahnya lagi.
Kebosanan ini terjadi berulang kali, dan sampai ketika Tetua Han berhasil menghindari untuk yang ketiga kalinya, nafasnya mulai terengah-engah, dan urat-urat berwarna biru bermunculan di kepalanya.
Hanya saja, Lin Tian di sana tidak menghiraukan amarah Tetua Han sama sekali.
Bertarung dengan adil? Apakah ada keadilan? Praktisi Alam Bawaan bertarung dengan Alam Yuan Qi.
Lin Tian mencibir, lalu melambaikan tangannya dengan pelan, dan mengendalikan tripod perak itu dengan tenang.
Selanjutnya Lin Tian menyuntikkan beberapa indera spiritualnya ke dalam tripod perak, dan menyesuaikan dengan kesengsaraan Surga yang terus mengincarnya.
Seperti itu, tripod perak datang kepadanya, dan di ikuti oleh petir tak lama kemudian.
Kejadian ini terus berulang, dan setelah Lin Tian mengaturnya dengan tepat, dia mengabaikannya.
Memandang ke arah lain, memandang ke arah Yu Long yang terkejut di sana, Lin Tian memandangnya dengan senyum main-main di mulutnya.
__ADS_1
"Bukankah kamu menginginkan tulang ini? Ya, seleramu cukup bagus, karena memang ini adalah tulang dari gigi naga banjir. Ambillah!" Mengangkat gigi naga di tangan, menunjukkannya ke arah Yu Long, Lin Tian berkata dengan senyum di mulutnya.
Bergetar...
Entah apa yang terjadi, tepat ketika Yu Long melihat senyum tapi tidak seperti senyum Lin Tian di sana, dia merasakan tubuhnya sedikit gemetar.
Yu Long tidak tahu pasti apa yang membuatnya takut, dia hanya merasakan seolah-olah sesuatu yang berbahaya sedang bermain-main dengannya.
Tapi pikiran itu hanya muncul sejenak, dan ketika dia melihat lagi bahwa Lin Tian hanya ada di Alam Bawaan awal, dia kembali tenang.
"Serahkan harta itu! Jika kamu menyerahkannya dengan tenang, mungkin aku akan melupakan semua yang telah kamu lakukan sejak awal. Jika tidak..."
"Jika tidak apa? Apakah kamu akan membunuhku?"
Yu Long mengerinyit, dia merasakan sepertinya ada sesuatu yang salah, terutama tentang kepercayaan diri dari pemuda di depannya.
Ini sedikit aneh!
"Sepertinya aku harus membuatmu mengerti, apa itu kekuatan yang sesungguhnya!"
Tapi Yu Long tidak ingin terlalu banyak berpikir, dan sambil berbicara, sebuah tulang manusia berwarna merah telah muncul di kepalanya.
"Hehehe...menarik! Sepertinya aku memang harus menghancurkan Sekte Longhunzong." Melihat tulang berwarna merah di tangan Yu Long, Lin Tian terkejut sejenak, dan kemudian tersenyum sebelum berkata.
Ledakan...
Di ikuti oleh suara Guntur di langit, Lin Tian bergerak dari tempatnya.
Kali ini Lin Tian lebih serius ketika menghadapi Yu Long, karena untuk pertama kalinya, dia adalah orang dengan kekuatan Yuan Qi tengah yang sedang dia hadapi.
Gerakan Lin Tian cepat, dan dalam sekejap, gigi naga di tangan telah berada di depan Yu Long. Reaksi Yu Long sendiri juga tidak kalah cepat dengan Lin Tian, dan dengan cepat, dia mengangkat tulang merah di tangan, dan menghadang serangan Lin Tian.
"Bang.."
__ADS_1
Tidak ada suara benda tajam yang terdengar ketika kedua tulang mereka saling bertemu. Yang terjadi adalah suara keras seperti sebuah batu berat saling bertabrakan.
"Kamu.. bagaimana kekuatanmu bisa sebesar ini?" Masih dengan menahan serangan Lin Tian, Yu Long merasakan tangannya sedikit gemetar, dan mau tak mau harus berhenti untuk bertanya.