Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Pedang pembunuh Dewa dan Iblis


__ADS_3

Keserakahan di mata Zhang Fei tidak luput dari pengamatan Lin Tian, tapi dia juga tidak terlalu memikirkannya.


Lin Tian hanya melihat keduanya dengan dingin, kemudian kembali melihat ke arah Shi Jian dan bertanya: "Katakan, darimana kamu mendapatkan pedang itu!"


Shi Jian menarik sudut mulutnya, mengarahkan pedangnya ke arah Lin Tian, dan berkata: "Aku bertanya sekali lagi, apakah kamu akan menjadi bagian dari keluarga kami atau tidak?"


"Pertanyaan bodoh!"


"Haha.. kalau begitu, aku tidak akan ragu lagi untuk membunuh seorang jenius langka."


"Paman Shi Jian, jangan bunuh dia, aku ingin menjadikannya sebagai pelayan Keluarga Zhang. Patahkan saja kaki dan lengannya." Zhang Fei segera berkata ketika mendengar Shi Jian akan membunuh Lin Tian.


Shi Jian, yang telah marah dan merasa malu karena telah mengeluarkan seteguk darah mau tak mau harus mengangguk ketika mendengar perintah Nona Mudanya.


Shi Jian terlihat mengangguk setuju, tapi di dalam hati dia berkata lain.


Pedang yang sedang terarah ke Lin Tian tiba-tiba bergetar, lalu tangan kirinya mengambil darah dari mulutnya dan mengoleskan ke gambar tengkorak di gagang Pedang.


"Tangisan.." tidak ada angin, tiba-tiba suara ratapan dan tangisan terdengar.


Bersamaan dengan suara tangisan, bayangan hitam muncul di atas Shi Jian, di antara kegelapan bayangan, terlihat banyak jiwa-jiwa manusia yang mengerang kesakitan dan meratap dengan kesedihan, serta wajah tidak rela.


"Hantu!" Zhang Fei berteriak ketika melihat bayangan di atas kepala Shi Jian.


Dia juga merasakan, suhu di siang hari yang panas, dan panasnya dari sisa-sisa kebakaran sebelumnya tiba-tiba turun. Turun ke titik di mana Zhang Fei merasa kedinginan, dan suara-suara dari jiwa yang terdengar di telinga, secara tak sadar membuat seluruh tubuhnya gemetar.


Lin Tian juga merasakan hal yang serupa. Apalagi karena pedang Shi Jian sedang diarahkan padanya, dia merasakan hatinya berdenyut, dan kepala yang berdengung.


Untuk pertama kalinya, ketika melihat Pedang di tangan Shi Jian lagi, wajah Lin Tian menunjukkan keseriusan yang jarang ditampilkan selama bertahun-tahun. Bahkan, ada sedikit keringat yang keluar dari keningnya.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak menyangka, setelah kejutan-kejutan yang aku temukan di alam bawah, aku masih bisa melihat suatu hal lagi yang luar biasa."


"Lin Tian hati-hati, itu adalah Pedang Pembunuh Dewa dan Iblis! Itu bukan pedang biasa, jika kamu lengah, jiwa Abadimu tidak akan bertahan lama di depannya." Suara Zhi Wu terdengar di kepala Lin Tian.


Lin Tian sendiri mengetahui pedang ini sejak awal. Kali ini, tanpa diingatkan oleh Zhi Wu, Lin Tian telah menyadari keseriusannya.


Lin Tian tidak lagi bersuara, dia dengan serius mengangkat Gigi Naga ke atas, dan bergumam.


"Amarah Surga"


"Berdengung" bersamaan dengan Lin Tian yang bergumam, bayangan pedang sepanjang ratusan meter juga muncul di atas kepalanya.


Shi Jian melihat apa yang dilakukan Lin Tian, dan dia tersenyum aneh.


"Potong iblis!"


Bayangan hitam yang seperti iblis itu mengeluarkan suara aneh, dan terbang ke arah Lin Tian.


Lin Tian juga tidak tinggal diam, setelah bayangan pedang berwarna biru di atas kepalanya menjadi bentuk yang sempurna, dia bergumam lagi.


"Gaya pertama. Potong Gunung dan Lautan!"


Dengan begitu, dua bayangan di udara saling bergerak maju, dan ketika keduanya bersentuhan, suara "ledakan" keras terdengar di penjuru Hutan Harimau Naga.


"Ahh.." gelombang kejut dari dua teknik keduanya membuat Zhang Fei, yang berada tak jauh, terdorong dan terbang jauh ke belakang.


"Boomm"


Dunia seakan mengalami kehancuran, bumi bergetar hebat, dan batu berterbangan. Awan hitam naik setinggi ratusan meter, dan suasana yang sebelumnya masih cerah menjadi gelap.

__ADS_1


Shi Jian dan Lin Tian ditutupi oleh debu yang berterbangan selama beberapa waktu, tidak tahu bagaimana keadaan mereka.


Kekacauan terjadi di area mereka, dan ketika semuanya telah menghilang, lubang sebesar seratus meter dan kedalaman tiga meter tertinggal.


Di dalam lubang, terlihat dua orang masih berdiri dengan masing-masing memegang pedang di tangan, dan masih saling berhadapan. Dari pakaian mereka yang tidak lagi utuh, tampaknya mereka mengalami luka yang sangat serius.


"Batuk"


Saat Zhang Fei tersadar dan melihat kembali, dia melihat Lin Tian di dalam lubang terbatuk, dan sesuap darah terlihat menyembur keluar dari mulutnya.


Kemudian saat melihat Shi Jian di sebelahnya, dia tersenyum penuh kemenangan. Karena disana, Shi Jian terlihat masih berdiri dengan tegak dan hanya beberapa bagian pakaiannya yang rusak.


"Hehe.. akhirnya Paman Shi menang!" Zhang Fei tersenyum, dan melangkahkan kakinya ke arah Shi Jian.


Langkah kaki Zhang Fei terdengar oleh Lin Tian, dia melirik ke arahnya sejenak, dan kemudian mengambil Pil Pei Yuan Dan dari ruang penyimpanan, dan mulai menyempurnakan.


Lin Tian yang duduk bersila dan menutup matanya untuk mengisi auranya yang telah hilang di lihat oleh Zhang Fei, dan membuatnya mengerutkan kening. Apalagi ketika dia melihat bahwa Shi Jian di sana tidak bergerak untuk menghentikannya.


"Paman Shi Jian, cepat hentikan dia!" Zhang Fei berteriak dan memanggil Shi Jian.


Tapi disana Shi Jian masih tidak bergerak dan tidak merespon.


Zhang Fei mulai curiga, dia mengeluarkan sebuah cambuk biru dari ruang penyimpanan, dan berlari ke arah Lin Tian untuk menghentikannya.


Ketika jarak antara dirinya cukup dekat, cambuk di tangan Zhang Fei terbang dan mengarah tepat ke arah Lin Tian yang masih menstabilkan auranya.


Lin Tian tampaknya tidak menyadari datangnya cambuk yang sedang datang, dia masih duduk bersila di tanah, menutup matanya dengan tenang dan tidak memperdulikan serangan Zhang Fei.


"Mati!"

__ADS_1


__ADS_2