
"Sebagai seorang Kaisar, ayah bahkan harus mendapatkannya dengan susah payah saat berhasil bernegosiasi dengan Li Zhangyan, salah satu Tetua dari Sekte Yunshan."
"Jika tidak, sangat mustahil bisa mendapatkan Pil ini."
"Bahkan, Aula Pengobatan sendiri tidak pernah menyebarkan Pil ini keluar, dan hanya menggunakannya sendiri."
"Aku tidak tahu darimana Tian Lin ini mendapatkannya. Yang pasti, Pil Pei Yuan Dan ini dan Pei Yuan Dan yang di dapatkan oleh Kaisar berbeda sangat jauh. Bukan hanya tingkatannya, tapi juga kemurniannya."
"Bisa mendapatkan Pil seperti ini, dengan kualitas yang sangat baik, ini adalah keberuntungan yang datang sekali dalam seumur hidup."
Setelah Liu Changyan selesei menjelaskan, ada kejutan besar dan rasa penasaran yang sangat dalam akan Lin Tian di hati Jin Yang.
Pada awalnya, dia masih sempat curiga terhadap Lin Tian, tapi setelah kejadian demi kejadian, lambat laun kecurigaan itu menjadi ketakutan. Dan sekarang, ketakutan itu menjadi rasa penasaran, dan sedikit kagum padanya.
Karena setiap apa yang dilakukan Lin Tian ini, dia lebih baik dari Liu Changyan, seorang yang selama ini dia kagumi.
Di sisi lain, wanita muda yang mendengarkan dan melihat Liu Changyan sedang melihat Pil Pei Yuan Dan miliknya dengan mata cerah, dia mulai mengerutkan kening, dan bersiap-siap.
Mengetahui berharganya Pil ini, yang bahkan Kaisar sendiri harus bersusah payah untuk mendapatkannya, siapapun pasti akan merasa tertarik untuk memilikinya. Begitupula dengan Liu Changyan.
Tapi, ketika dia merasakan ancaman dari pemilik Pil ini, Liu Changyan sadar akan identitasnya, dan tersenyum kepadanya.
"Saudari, seperti yang aku bilang, aku hanya ingin memeriksanya. Pil ini masih menjadi milikmu, dan aku tidak akan merebutnya."
Saat Liu Changyan mengembalikan Pil Pei Yuan Dan yang sangat berharga itu kembali, Jin Yang sedikit mengerutkan kening, dan sangat di sayangkan.
Tampaknya gadis itu melihat maksud Jin Yang, dan segera mengeluarkan pedang dari pinggangnya, dan mengarahkannya ke arah Jin Yang dengan tatapan dingin.
"Saudari... tenang dulu..." Melihat keadaannya semakin buruk, Liu yang mengatakan sepatah kata untuk merendahkan situasinya.
Lalu melihat kearah Jin Yang dan berkata, "Aku tidak mengerti hatimu! Aku berkali-kali berkata, keserakahan hanya akan membuatmu sengsara. Bukankan Duan Ming adalah contoh nyata?"
Mendengar ini, Jin Yang mengerutkan keningnya dengan serius, dan tak lama kemudian menyadari kesalahannya.
"Maaf Pangeran, bawahan terlalu serakah."
__ADS_1
Lalu melihat ke arah wanita yang masih serius itu, dan tidak lupa juga untuk meminta maaf.
Setelah mendengar permintaan maaf Jin Yang, wanita itu mendengus, tapi masih mengembalikan pedangnya.
Dan sebelum dia pergi, Liu Changyan berkata lagi kepadanya, "Saudari, sebaiknya kamu segera meminum Pil itu segera. Jangan sampai orang lain mengetahuinya. Jika itu terjadi, kekuatan-kekuatan besar, atau bahkan Sekte tertentu akan mengejarmu sampai ke ujung dunia."
Peringatan Liu Changyan ini membuatnya wanita itu mempertimbangkannya dengan serius.
"Terimakasih atas sarannya Pangeran." Setelah mengucapkan terimakasih, dia mengangguk dan segera pergi.
Ketika wanita itu menghilang dengan dua pil berharga di tangannya, Jin Yang masih tidak bisa menahan perasaan di hatinya, dan ingin segera bertanya. Namun begitu, dia masih tidak bertanya, dan memendam perasaan itu dalam hatinya.
Liu Changyan menebak pikiran Liu Changyan, dan menggelengkan kepalanya.
"Jin Yang, jangan lupa! Pil itu di berikan oleh Tian Lin, yang pasti dia masih memiliki banyak lagi di tubuhnya."
Karena Liu Changyan mengatakan ini, Jin Yang akhirnya tidak bisa menahan lagi, dan bertanya, "Tapi Pangeran, karena Pil Pei Yuan Dan itu sangat berharga, kenapa kita tidak mencoba untuk membelinya?"
Liu Changyan menggelengkan kepalanya, dan dengan pelan menjawab, "Bukankah aku sudah bilang. Jika Pil Pei Yuan Dan ini tidak bisa di beli. Menurutmu, dengan khasiatnya, apakah wanita tadi akan membiarkan kita membelinya?"
"Bawahan tidak yakin. Tapi, setidaknya kita bisa mencobanya?"
"Tapi.."
"Jangan pedulikan hal itu lagi. Bagaimanapun kita mencoba untuk membujuknya, dia tidak akan memberikannya kepada kita. Orang yang bahkan rela mengorbankan nyawanya hanya untuk eliksir, apakah dia akan dengan mudah memberikan Pil yang lebih berharga dengan mudah?"
"Selain itu, ada maksud lain Tian Lin memberikan Pil Pei Yuan Dan yang berharga kepada wanita yang tidak dia kenal."
"Maksud Pangeran..?" Kata-kata Liu Changyan ini membangkitkan rasa penasaran Jin Yang, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
Liu Changyan tersenyum tenang, dan menjawab, "Menukar Pil Pei Yuan Dan yang begitu berharga dengan beberapa informasi. Dari sini kita bisa menebak, bahwa informasi yang diberikan oleh wanita itu bukanlah informasi yang tidak berguna."
"Menurutnya, informasi itu mungkin setimpal dengan dua Pil Pei Yuan Dan. Pikirkan, bukankah ini sebuah petunjuk untuk kita?"
Jin Yang mengerutkan keningnya, berpikir sejenak, dan bergumam, "Kamu berikan aku hal yang berharga buatku, aku akan memberikan hal yang berharga pula padamu."
__ADS_1
"Kamu benar," Liu Changyan mengangguk, dan melanjutkan, "Pemikiran Tian Lin sangat simpel. Jika kamu bisa membantunya, dia akan membantumu. Jadi, jika bisa memberikan apa yang dia inginkan, bukan tidak mungkin dia akan memberikan apa yang kita inginkan."
"Seperti itulah." Jin Yang mengangguk dan mengerti.
"Menurutku, Pil Pei Yuan Dan ini juga hanyalah secuil air di lautan yang di ambil dari apa yang dia miliki. Jika kita bisa memberikan hal-hal yang membuatnya senang, bukan tidak mungkin dia akan memberikan timbal balik yang bahkan tidak pernah kita pikirkan."
"Karena kita sudah menjalin hubungan dengannya, kesempatan itu akan selalu ada. Jadi, mulai sekarang jangan memikirkan apapun yang tidak perlu. Arus kita sekarang sedang ada di jalanya."
"Apapun yang terjadi padanya, kapanpun dan dimanapun, kita harus siap untuk membantunya."
Mendengar semua ini, dan memikirkannya beberapa waktu, akhirnya Jin Yang tersenyum, dan mengangguk.
"Seperti yang di harapkan dari Pangeran. Pikirannya sangat jauh, dan luas. Bawahan sangat malu, dan kagum."
"Bukan aku berpikir luas, tapi dia yang berpikir jauh di depan ku." Liu Changyan tidak menyutujui perkataannya, dan menggelengkan kepalanya tak berdaya.
"Sebelum kita menemukannya, aku sudah memiliki beberapa rencana di kepala, tapi ketika ada di depannya, semua rencana itu tiba-tiba hilang kedalam lautan."
"Menurutku, Tian Lin ini sudah menebak apa yang akan aku katakan, dan membuat pengaturan sejak awal."
"Pada akhirnya, aku harus mengikuti di belakangnya, dan tidak bisa berbalik."
"Orang seperti itu, aku benar-benar tidak tahu darimana dia belajar. Yang pasti, aku tidak bisa lagi bisa di bandingkan dengannya."
"Pangeran... berarti dia sangat berbahaya?"
"Bukan hanya berbahaya, tapi juga sangat sempurna. Entah dalam pemikiran, tindakan, atau kejeniusannya." Liu Changyan mengakuinya, dan tidak menyembunyikannya sama sekali.
Pengakuan ini, membuat Jin Yang syok dan tidak mempercayainya telinganya. Dalam hatinya, orang seperti Liu Changyan adalah orang yang selalu membuatnya kagum, dan rela mengikutinya tanpa banyak pikiran.
Namun, hari ini, orang yang selama ini dia kagumi mengagumi orang lain. Bagaimana mungkin Jin Yang tidak syok?
Liu Changyan tidak menjelaskan keterkejutan Jin Yang, dan hanya berkata, "Kita hanya mengikuti arus, semua pemikiran tidak berguna di depannya. Lebih baik kita juga segera pergi dari tempat ini."
Tidak menunggu Jin Yang merespon, Liu Changyan sudah pergi dan terbang kearah yang berbeda dengan Lin Tian.
__ADS_1
Jika sebelum ini, mungkin Jin Yang akan bertanya: Kenapa tidak pergi ke arah Tian Lin?
Namun, setelah berbicara sampai disini, Jin Yang tidak lagi mempertanyakan keputusan Liu Changyan, dan hanya mengikutinya dari belakang.