
Dalam pandangan semua orang, Lin Tian disana sudah melangkahkan kakinya di tangga keempat.
Sama seperti sebelumnya, suara retakan terjadi lagi, dan retakan terlihat di kaki Lin Tian.
Tapi itu sedikit berbeda, bukan hanya retak, tapi kaki Lin Tian tampak seperti masuk ke batu berwarna hitam di tanah.
Dari sini, tanpa menebaknya semua orang tahu bahwa tekanan yang di tanggung Lin Tian sekarang sudah meningkat beberapa kali lipat daripada di langkah pertama.
Tapi begitu, tubuh Lin Tian disana tetap tegak, dan kepalanya tidak pernah menunduk sedikitpun. Tatapan tegas dan tanpa beban selalu menatap pria di depannya tanpa ekspresi, dan provokasi langsung.
Dari sini, Lin Tian seperti secara tak langsung berkata kepada pria tua itu, "Apa hanya begitu?"
Provokasi Lin Tian berhasil membuat orang tua itu marah, dan wajah keriputnya tampak berkerut.
Lalu, dengan suara sedikit mendengus, ledakan lain terjadi dan tekanan seperti gunung segera jatuh ke tubuh Lin Tian di bawahnya.
Mengikuti tekanan itu, seluruh tangga tampak bergetar dan suara "retakan" renyah terdengar bersamaan dengan kaki Lin Tian yang semakin masuk ke batu di bawahnya lebih dalam.
"Para Dewa? Sialan, pria tua itu benar-benar tak tahu malu!" Lin Lin yang melihat dari kejauhan tidak bisa untuk tidak mengutuk dengan marah.
Bukan hanya Lin Lin, tapi Lian Xiuying yang berada sampingnya juga tidak bisa untuk tidak mengepalkan kedua tangannya, dan menatap marah ke orang tua itu.
Bahkan, Yin Yunzhi yang sedang duduk di bangku utama juga secara tak sadar menaikkan kedua alisnya.
Ming He di sampingnya juga sama, dan tidak bisa untuk tidak bergumam, "Apakah ini tidak terlalu berlebihan? Memberikan tekanan Para Dewa pada seorang pemuda Yuan Qi belaka?"
"Jika itu adalah orang lain, itu memang akan berlebihan, tapi dia adalah Tian Lin yang telah melakukan semua kekacauan." Mo Xin menjawab dengan suara berat di sampingnya.
Tatapan matanya sedikit menyipit ke arah Lin Tian, dan melanjutkan, "Selain itu, meskipun pemuda itu mendapatkan tekanan dari praktisi Para Dewa, dia tampaknya baik-baik saja."
Yin Yunzhi dan Ming He secara tak sadar menganggukkan kepalanya setuju dengan kata-kata Mo Xin.
Karena meskipun tekanan Para Dewa di berikan kepada Lin Tian, pada saat ini dia masih berdiri dengan tegak, dan tampak tidak terpengaruh sama sekali.
Bukan hanya tampak tidak terpengaruh, wajahnya yang tenang dan postur tubuhnya yang berdiri layaknya tower baja kokoh menunjukkan bahwa semua tekanan Para Dewa yang di berikan kepadanya tidak memberikan dampak sedikitpun kepadanya.
__ADS_1
Tekad dan semangat ini secara tak sadar membuat para jenius di bawahnya merasa kagum pada Lin Tian.
Tapi untuk pria tua itu, ini adalah provokasi dan membuatnya sangat malu saat tidak bisa membuat Yuan Qi kecil belaka tunduk kepadanya.
Sekali lagi dia mendengus, dan dengan suara "boom", seluruh tangga dan halaman luas di bawahnya bergetar. Itu seperti sebuah Gunung besar yang tiba-tiba jatuh ke bumi.
Tekanan yang pria tua itu kali ini keluarkan adalah seluruh kekuatannya, dan tak ada seorangpun yang bisa mengabaikannya.
Semua tokoh-tokoh penting di belakangnya tidak bisa menahan diri untuk mengerutkan keningnya, dan menatap ke arahnya dengan beberapa perubahan emosi dan pertanyaan.
Bahkan, seluruh peserta di bawahnya secara tak sadar mulai menegang, dan terengah-engah dengan beban di seluruh tubuhnya. Sedangkan untuk yang memiliki tekad lemah, ada beberapa yang langsung jatuh berlutut dengan tubuh bergetar, dan keringat dingin yang mengalir turun dari keningnya.
Lin Tian sendiri, dengan semua tekanan Para Dewa di limpahkan ke arahnya, dia benar-benar tetap berdiri di sana tanpa emosi apapun, dan hanya sedikit menarik sudut mulutnya.
Masih dengan tatapan mata tanpa nodanya menatap ke arah pria tua itu, Lin Tian dengan ringan mengangkat kakinya lagi.
"Ledakan!"
Suara ledakan diiringi dengan beberapa suara tubuh yang jatuh berlutut segera terdengar saat kaki Lin Tian sudah berada di tangga kelima.
Dengan amarah dan rasa malu yang ada di hatinya, pria tua itu tidak lagi memperdulikan reputasinya, dan dengan menatap ke arah Lin Tian di depannya.
Sekarang, Lin Tian hanya perlu dua langkah untuk sampai ke tingkat ketujuh, dan lolos ujian awalnya. Tapi pria tua itu tidak menginginkannya, dia tidak ingin Lin Tian lolos dalam ujian ini..
Sejak awal, tujuannya memilih Lin Tian menjadi yang pertama mencoba adalah untuk mempermalukannya di hadapan semua orang, dan membuatnya sadar, bahwa jangan sombong di depan kekuatan absolut.
Tapi sekarang, bukan hanya dia tidak jatuh, tapi pemuda ini masih berdiri dengan kokoh dan ekspresi provokatif di wajahnya.
Sebagai seorang senior, dan kultivasi Para Dewa di tubuhnya, ini adalah penghinaan mutlak.
Apapun yang terjadi, dan bahkan jika para peserta di bahwa mati sebelum memulai, dia tidak peduli. Asalkan Lin Tian berlutut dan menyerah, dia akan melakukan apapun dan tidak memperdulikan apapun.
Tapi pria itu tidak tahu siapa Lin Tian yang sekarang tampak seperti babi di depannya ini.
Dalam jarak dua langkah darinya, Lin Tian adalah orang yang telah berdiri di puncak dunia, tekad, pengalaman, jiwa, umur, dan semuanya tidak bisa dibandingkan dengan siapapun di sini.
__ADS_1
Pria tua yang memiliki kultivasi Para Dewa, dan tampak berumur seratus tahun lebih itu, di depan Lin Tian benar-benar tidak layak di sebutkan.
Meskipun Lin Tian sekarang hanyalah Yuan Qi akhir tahap akhir, benar-benar tak ada seorangpun yang bisa membuatnya tunduk, apalagi hanya Para Dewa belaka.
Wajah Lin Tian menyeringai, dan dengan ringan dan tanpa kata, satu langkahnya bergerak lagi ke depan, dan sudah berada di tangga keenam.
Tepat ketika kedua kaki Lin Tian berada di tangga keenam, wajah orang tua itu mulai berubah merah karena malu, dan mendengus.
"Puft.."
"Puft.."
....
Dengan dengusan itu, energi yang sangat kuat meledak dari tubuhnya, dan suara muntah darah terdengar dari peserta di bawahnya.
Setengah dari peserta yang berlutut di bawah muntah darah, dan jika ada yang lebih kuat, wajah mereka telah berubah menjadi merah dengan urat-urat biru yang menonjol di kepalanya.
Kekuatan dari Para Dewa bukanlah sesuatu yang bisa lawan oleh pemuda biasa, apalagi kebanyakan dari mereka semua adalah Jindan.
Jika ada yang bisa bertahan dan tetap tenang, itu adalah kelompok di mana para wanita berada. Dengan adanya Ling Yanyue di antara mereka, tak ada seorangpun yang bisa membuat mereka kewalahan.
Tentu Lin Tian sendiri juga tidak.
Sekarang, dia benar-benar tetap berdiri kokoh, dan dengan ekpresi yang tak pernah berubah, bergerak ke tangga terakhir.
Tepat ketika Lin Tian sampai ke tangga terakhir dan berdiri dalam jarak satu langkah dari pria tua itu, dunia tampak terdiam, dan tak ada seorangpun yang berani bersuara.
Lalu dengan suara "ledakan" di udara, pria tua yang masih menatap Lin Tian dengan kesombongannya tiba-tiba terkejut seperti melihat hantu, dan segera mundur ke belakang dengan wajah yang ketakutan.
"Ka-kamu..." Seluruh tubuh dan wajahnya gemetar saat melihat pemuda di depannya..
Lin Tian tetap tenang, dan dengan suasana yang tegang, dia menggerakkan kakinya dan berhenti di depannya.
Lalu dengan wajah menghina, Lin Tian perlahan-lahan berkata, "Apa hanya begitu?"
__ADS_1