
Setelah berkata, Lin Nantian mengulurkan tangannya ke depan, dan kemudian, sebuah bayangan muncul.
Itu adalah sebuah pemandangan. Sebuah pegunungan hijau besar dengan aliran sungai kecil di seluruh tubuhnya, yang mengalir ke sungai besar di bawahnya, dan kemudian menuju ke sebuah danau. Dari danau, air itu terus mengalir, dan akhirnya berhenti di lautan yang berwarna biru dan sangat luas.
"Air muncul dari pegunungan, mengalir ke setiap sungai di bawahnya. Menuju ke arah danau, dan akhirnya ke lautan," Lin Nantian berkata sambil menunjukkan aliran air yang terus menerus mengalir.
"Benua Changlong sekarang adalah aliran sungai kecil di antara pegunungan, dan kamu sendiri adalah sebuah ikan kecil di sungai kecil. Jika kamu ingin pergi ke aliran sungai besar di bawah, kamu harus memiliki kekuatan untuk melepaskan belenggu, dan mencapai perairan yang lebih besar," kemudian Lin Nantian menunjukan sebuah ikan kecil di antara aliran sungai, dan berkata kepada Lin Tian.
Lin Tian di sana tidak menjawab, dan hanya mengangguk.
"Kamu pernah berada di Alam Abadi, atau aliran sungai besar, jadi aku tidak perlu menjelaskannya. Tapi aku akan memberitahumu, bahwa Alam Abadi yang pernah kamu lihat adalah salah satu aliran sungai besar dari ratusan dan ribuan aliran sungai yang sama," ketika Lin Nantian berbicara sampai di sini, dia berhenti, dan melihat ke arah Lin Tian.
Pada saat ini dia melihat, bahwa wajah Lin Tian yang sebelumnya selalu tenang, dan acuh tak acuh akhirnya sedikit bereaksi ketika mendengar apa yang dia katakan.
Lin Tian mengerutkan kening, dan ada kejutan yang terlihat di antara kedua matanya.
Pada waktu lalu, Zhi Wu juga berkata, bahwa Alam Abadi yang dia lihat sebelumnya adalah alam yang sedikit lebih luas, dan hanya Alam yang lebih tinggi lebih dari Alam Bawah.
Melihat lagi ribuan aliran sungai besar yang akhirnya berhenti di sebuah danau, Lin Tian merasakan bahwa dia sebenarnya adalah ikan koi di antara sungai-sungai kecil.
Tidak pernah tahu bahwa ada ribuan sungai besar yang sama, dan tidak pernah tahu jika ada sesuatu yang lebih besar sedang menunggu untuk di datangi.
"Jika ikan kecil itu berhasil melewati sungai besar, berikutnya adalah sebuah danau. Untuk danau itu, itu adalah Alam Dewa. Ketika kamu telah berada di Alam Dewa, mungkin kamu masih memiliki syarat untuk mengetahui semuanya."
Ketika Lin Nantian berbicara sampai ke sini, Lin Tian di sana sudah terkejut, dan berhenti untuk beberapa waktu.
Alam Dewa!
Memikirkan tentang ini, Lin Tian melihat bayangan Lin Nantian di sana, dan mulai menebak sesuatu.
__ADS_1
Melihat pandangan di antara wajah Lin Tian, yang sepertinya sedang bertanya, Lin Nantian di depannya tidak menjawab, dan hanya tersenyum.
"Dengan Seni Bintang Abadi, Pagoda Bintang, satu Roh Artefak, dan pengalamanmu di kehidupan sebelumnya, titik awal kamu sekarang bukanlah sebagai seekor ikan kecil. Itu adalah ikan besar, bagi seekor ikan besar, mudah melalui semua aliran sungai, dan Danau. Kemudian tiba di lautan dengan tenang. Lautan adalah Alam yang sesungguhnya, entah kamu hanya akan menjadi ikan besar, atau Kunpeng, seekor ikan yang tidak pernah tunduk dengan langit, dan akhirnya hanya bisa menantang langit. Terbang ke langit, dan menjadi pengusaha antara langit dan bumi." Lin Nantian tidak menjawab kebingungan Lin Tian, dan dia hanya berbicara tentang hal lain dengan nada serius.
Lin Tian di sana mendengarnya, dan melihat Lin Nantian dengan cara memiringkan kepalanya.
"Apakah kamu mengetahui semua tentang rahasiaku?"
Mendengar pertanyaan Lin Tian yang tiba-tiba, Lin Nantian hanya tersenyum lembut.
Tidak membenarkan atau menolaknya.
Melihat senyum Lin Nantian, Lin Tian tidak yakin, tapi dia setengah yakin jika dia mengetahuinya.
Menghela nafas, Lin Tian menggelengkan kepalanya, dan melupakan semuanya.
Pada awalnya, ketika bertemu dengan Lin Nantian, Lin Tian ingin menanyakan beberapa pertanyaan yang selalu membuatnya gatal. Sekarang, setelah melihat bahwa Lin Nantian tidak pernah ingin mengatakannya, dia hanya bisa membuang semua pertanyaannya untuk saat ini.
Untuk dirinya sekarang, dia memang dapat mengatasi semua masalah-masalah di sungai kecil dengan mudah, tapi dia masih belum dapat melakukannya di aliran sungai besar. Kematiannya di masa lalu adalah contoh terbaik.
Sedangkan untuk alam lain, dia hanya bisa melupakannya.
Bahkan untuk Alam Abadi dia masih belum memenuhi syarat, apalagi harus bertanya tentang sesuatu yang mungkin membuat dirinya lebih frustasi.
Setelah membuang semua pikiranya, Lin Tian tiba-tiba memikirkan sesuatu yang tidak ada hubungannya, dan segera melihat Lin Nantian lagi.
"Benar, darimana kamu berasal?" tanya Lin Tian kepada Lin Nantian.
Lin Nantian di sana tidak menjawab, dia hanya mengulurkan satu jarinya, kemudian jarinya bergerak menulis kata-kata di depannya, dan kemudian tulisan dengan sebuah nama "Jiang Wu" berwarna kuning terbentuk di udara kosong.
__ADS_1
"Jiang Wu!" melihat tulisan itu, Lin Tian bergumam secara alami.
"Benar, Jiang Wu, dia adalah seorang kenalan lama di kekaisaran Zhuo. Temukan orang ini, dan tanyakan padanya." Lin Nantian mengangguk dan berkata.
Kemudian jari Lin Nantian bergerak lagi, dan sebuah dengan nama "Ling Huiyin" terbentuk.
Ketika Lin Tian melihat kata "Ling" yang di tulis oleh Lin Nantian, dia sedikit lamban, dan samar-samar sebuah bayangan tidak jelas muncul di kepalanya.
"Ling Huiyin, itu adalah nama ibumu." Setelah kata itu selesai terbentuk, Lin Tian berkata kepada Lin Tian singkat.
Baru ketika Lin Nantian berkata, Lin Tian baru tersadar, dan mengalihkan perhatian ke arahnya.
"Apa aku masih memiliki seorang Ibu?" setelah reaksi awal, Lin Tian bertanya kepada Lin Nantian dengan santai.
Perasaan yang muncul barusan bukan karena dia merindukan seorang Ibu, itu lebih kepada sebuah ingatan samar-samar.
Bagi Lin Tian, yang telah hidup tanpa orang sejak awal, tidak tahu perasaan bagaimana memiliki orang tua, dan tidak pernah terlalu peduli.
Menurut Lin Tian, orang tua yang menyelamatkannya di masa lalu adalah orang tuanya. Sementara untuk Lin Nantian yang di katakan adalah ayahnya, dia tidak pernah merasakan hal-hal seperti ikatan keluarga padanya.
Oleh karena itu, dia bahkan tidak terlalu bereaksi ketika melihat Lin Nantian pertama kalinya.
Bagaimanapun dia adalah orang tua dari Lin Tian di awal, dan bukan Lin Tian dirinya saat ini.
Jadi, ketika Lin Nantian mengatakan Ling Huiyin adalah ibunya, dia tidak merasakan apapun, selain ingatan samar yang muncul di kepalanya, dia benar-benar tidak pernah merasakan apapun pada mereka berdua.
Ekspresi acuh tak acuh Lin Tian setelah mendengar kata-katanya tidak luput dari perhatian Lin Nantian. Dia melihatnya, dan mengetahui pikiranya, tapi dia tidak menunjukkan kemarahannya.
Menghadapi pertanyaan Lin Tian, Lin Nantian di sana hanya mengangguk dengan senyum lembut di wajahnya.
__ADS_1
"Di mana dia sekarang? Apakah dia juga ada di Kekaisaran Zhuo?" Lin Tian bertanya lagi.
Seperti sebelumnya, Lin Nantian di sana hanya diam dengan senyum yang selalu ada di wajahnya, dan tidak membuka mulutnya untuk mengatakan apapun.