Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Hal yang rumit


__ADS_3

Pada awalnya, Lian Xiuying hanya berencana untuk memperbaiki pertemuan yang telah di hancuran sebelumnya.


Selain berbicara untuk menembus kesalahannya, Lian Xiuying benar-benar tidak menginginkan apapun.


Akan tetapi, setelah mendengar Lin Tian berkata bahwa berkultivasi bersama dapat meningkatkan kecepatan kultivasinya, Lian Xiuying tidak akan menolaknya begitu saja, kan?


Apalagi yang perlu di khawatirkan? Mengingat bahwa cepat atau lambat hal-hal seperti ini akan terjadi juga, kenapa harus menolaknya?


Terlebih lagi, jika di suruh memilih antara Zhang Fang dan Lin Tian, Lian Xiuying akan langsung memilih Lin Tian untuk mengambil tubuh dan hidupnya.


Lalu, dengan bersamanya di tempat tidur bisa meningkatkan kultivasinya sendiri, untuk apa masih malu-malu dan ragu-ragu?


Jadi, jika bahkan Lin Tian tidak menginginkannya, Lian Xiuying adalah sebaliknya, dan bahkan sedikit menuntut.


Entah butuh beberapa waktu sebelum akhirnya kultivasinya bisa menerobos ke Jindan, Lian Xiuying pada akhirnya memutuskan untuk berhenti.


Sekarang, setelah semuanya berlalu, pria ini ternyata masih mengungkit hal-hal itu?


"Itu bukan karena kamu? Jika seandainya kamu tidak berkata bahwa kultivasi ganda bisa membuatku menerobos, siapa yang akan mau melakukannya denganmu!?" Wajah Lian Xiuying cemberut, dan berkata kepada Lin Tian dengan nada yang tampak sedang marah.


Tapi mereka berdua tahu, bahwa itu hanyalah kata-kata omong kosong belaka, dan Lin Tian sendiri juga tidak terlalu menganggapnya serius.


Lin Tian hanya tersenyum ringan tanpa mengatakan apa-apa, dan mulai memakai pakaiannya kembali.


Saat yang bersamaan, Lian Xiuying masih tampak marah dan dengan suara pelan berkata, "Terlebih lagi, kamu adalah orang yang paling menikmatinya."


Tepat ketika Lin Tian mendengar kata-kata Lian Xiuying itu, dia langsung tertawa, dan mau tak mau mengingat kejadian sebelumnya.


Harus di akui, meskipun dia tidak mengalami peningkatan apapun dalam kultivasinya sendiri, Lin Tian menikmatinya Karena apa dia tawarkan sedikit lebih baik daripada Ling Yanyue.


Melihat ke arah tubuh Lian Xiuying yang telah berpakaiannya di sana, Lin Tian benar-benar harus bersyukur dapat memiliki wanita dengan tubuh sepertinya.


Jika di bandingkan antara Lian Xiuying dan Ling Yanyue, maka itu ibarat minum anggur dan susu..


Jelas, Lian Xiuying lebih menggoda dan memuaskan daripada Ling Yanyue dari segi kepuasaan.


Menggelengkan kepalanya, Lin Tian mencoba untuk menghilangkan hal buruk yang terjadi dalam kehidupan keduanya ini, dan kembali menstabilkan emosinya.


Setelah berpakaian, dia berdiri, dan berkata kepada Lian Xiuying, "Karena kamu sudah berada di Jindan, sebaiknya kita keluar untuk melihat-lihat."


Lian Xiuying tidak berkomentar dan mengangguk, dan berkata dengan pemikiran tiba-tiba. "Ya, bagaimana dengan Lin Lin, dan--"

__ADS_1


Lian Xiuying berhenti saat akan menyebutkan nama Ling Yanyue.


Setelah semua yang terjadi, tampaknya dia tidak tahu harus memanggilnya apa.


Lin Tian tahu tentang kekhawatiran Lian Xiuying, dan melambaikan tangannya dengan sedikit tersenyum.


Tak lama setelah itu, sosok Lin Lin serta Ling Yanyue muncul di hadapan mereka berdua.


"Kalian bisa membicarakannya sendiri." Sebelum ada yang berkata, Lin Tian terlebih dahulu berkata, dan pergi sebelum mendapatkan jawaban apapun.


Dengan semua yang telah terjadi, Lin Tian pikir sebagai seorang wanita, mereka pasti bisa membicarakan hal-hal itu dengan sendirinya. Dan untuk dirinya sendiri, Lin Tian tidak perlu ikut, dan repot-repot bergabung dengan para wanita.


Sekarang, Lin Tian lebih memilih untuk pergi ke tempat Zhao Wuji berada dan melihat apakah dia sudah berhasil menerobos ke Jindan.


Zhao Wuji tidak mengecewakannya sama sekali, setelah Lin Tian tiba disana, dia sudah melihatnya berlatih teknik Tinju Batu yang dia ajarkan sebelumnya, dan tentu sudah menembus tingkat Jindan awal.


Di sisi lain, setelah Zhao Wuji melihat kedatangan Lin Tian, dia segera menghentikan latihannya, dan segera menyambutnya.


"Guru."


Lin Tian mengangguk ringan, melihatnya dari atas ke bawah, dan sedikit tersenyum.


"Tidak mengecewakan. Setelah semua yang telah aku berikan, kamu bisa menerobos Jindan awal tanpa masalah."


"Kamu benar. Tempat ini adalah tempat rahasia besar yang tidak boleh di ketahui oleh siapapun selain dirimu sendiri. Jika berita ini sampai bocor ke luar, mungkin seluruh Changlong akan mengalami kekacauan." Berkata seperti ini, nada Lin Tian terdengar sangat serius.


Zhao Wuji tahu keseriusan itu dan segera mengangguk sambil berkata, "Yakinlah Tuan. Bahkan jika nyawaku sebagainya taruhan, rahasia Guru akan tetap tinggal dalam kematian."


Lin Tian mengangguk puas dengan janji Zhao Wuji, dan melambaikan tangannya lagi.


Mengikuti lambaian tangannya, tiga wanita segera muncul di antara mereka semua.


"Apakah kalian sudah memutuskannya?" Tanya Lin Tian langsung pada ketiganya.


"Apa yang perlu di putuskan? Kami adalah kami, dan kamu tetaplah kamu." Kata Lian Xiuying, yang tampaknya sedikit tidak senang.


Lin Tian tidak tahu apa maksudnya, dan kembali bertanya, "Apa artinya ini?"


"Apalagi? Bukankah sudah jelas?" Ling Yanyue menjawab, masih dengan nada yang sama.


Perubahan emosi ini sedikit tidak terduga bagi Lin Tian, dan dia mengarahkan pandangannya ke arah Lin Lin, mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


Di tatap oleh Lin Tian seperti itu, Lin Lin tampak sedikit ragu-ragu, tapi setelah beberapa waktu dia berkata, "Sebenarnya, ini karena masih ada Saudari Li Yaoleng, jadi kami tidak bisa memutuskannya sama sekali."


"Li Yaoleng?" Lin Tian menaikkan alisnya sedikit bingung, "Ada apa dengannya?"


Melihat Lin Tian yang tampak kebingungan, Lian Xiuying tiba-tiba mendengus, dan dengan dingin berkata, "Apalagi? Bukankah dia juga salah satu dari kita? Jika tidak ada dia, bagaimana bisa kita memutuskan siapa yang akan menjadi pertama dan terakhir?"


"Eh...apa artinya ini semua?" Lin Tian semakin tidak mengerti dengan apa yang para wanita katakan.


Bukankah sebelumnya hanya tentang cara memanggil sesama wanitanya, kenapa sekarang sampai harus membawa-bawa Li Yaoleng segala?


"Jangan berpura-pura bodoh!" Ling Yanyue juga mendengus, dan melihat ke arah Lin Tian dengan jijik.


"Li Yaoleng juga adalah salah satu wanitamu, kan? Jika dia tidak ada disini, bagaimana kita bisa membuat panggilan antara sesama Saudari?"


"Apakah itu adalah hal yang penting?" Lin Tian benar-benar tidak mengerti akan hal itu.


"Itu benar-benar penting!" Lian Xiuying menjawab dengan marah atas kebodohan Lin Tian.


"Sebagai sebuah Keluarga, kita harus memutuskan siapa yang tertua dan yang termuda. Jika semua Saudari tidak ada disini, bagaimana kita bisa memutuskan siapa yang termuda dan yang tertua."


"Apakah memang seperti itu?" Lin Tian kembali bertanya dengan sedikit tidak yakin.


Memang, sebagai seorang raja Abadi, dia memiliki banyak bawahan dan pengagum di istananya, tapi Lin Tian hanya mengganggap Ling Yueying di masa lalu sebagai wanitanya, dan tidak pernah ada lagi.


Itupun hubungannya tidak sampai sejauh dengan Ling Yanyue atau Lian Xiuying sekarang.


Jadi Lin Tian tidak pernah berpikir bahwa panggilan antara para wanita di rumah itu harus penting.


"Terlebih lagi, masih ada Ling Yueying yang sedang menunggumu!" Kata Ling Yanyue tiba-tiba dengan sedikit mencibir.


"Ling Yueying?"


Ada kejutan saat Lin Tian mendengar nama itu dari Ling Yanyue dan tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Bagaimana kamu bisa tahu tentangnya?"


Ling Yanyue memberikan pandangan jijik sebelum menjawab, "Aku telah melihat kenangan masa lalumu. Tentu saja aku tahu tentangnya."


"Sebagai sesama wanita, dan masih dengan nama depan yang sama, aku bisa tahu bahwa dia sedang menunggumu di suatu tempat!"


"Oleh karena itu, jika kesemua wanitamu tidak ada disini, bagaimana mungkin kita bisa memutuskan siapa yang tertua!?"


"Ya, walaupun sebenarnya Ling Yueying adalah Saudari pertama, dan Lin Lin adalah yang kedua. Aku yang ketiga, Lian Xiuying yang keempat, dan Li Yaoleng adalah yang kelima."

__ADS_1


"Akan tetapi, siapa yang tahu jika tidak akan ada lagi wanita yang sedang menunggumu di suatu tempat. Oleh karena itu, kami tetaplah kami, dan kamu tetaplah kamu."


Lin Tian terdiam setelah mendengar apa yang para wanita katakan. Dia benar-benar tidak pernah berpikir bahwa hanya sebuah panggilan nama akan begitu rumit.


__ADS_2