Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Tempat lain


__ADS_3

Di kelilingi oleh danau lebar ratusan meter, ada sebuah pulau kecil di tengah-tengah. Pulau kecil yang sekitar sepuluh meter disana ada sebuah bangunan kecil berwarna kuning emas.


Bangunan itu adalah rumah yang tidak terlalu besar, hampir mirip dengan rumah biasa.


Di kelilingi oleh bambu di tiap sisinya, serta halaman kecil dengan tempat istirahat, yang biasanya di gunakan untuk meminum teh.


Dari danau di sekelilingnya, Lin Tian juga melihat banyak ikan berwarna-warni berenang mengelilingi tempat itu.


Dari kejauhan, tempat itu tampak tentram, dan damai.


Tapi Lin Tian tidak merasakan ada seseorang yang ada didalamnya.


"Tuan, apakah saya benar?" Xiao Hei berkata setelah melihat Lin Tian memeriksa tempat itu.


Lin Tian tidak menjawab, dia sedang berpikir.


Jika ada sebuah tempat tinggal disini, pasti ada seseorang yang hidup dan menggunakan rumah itu sebelumnya.


Akan tetapi, ini ada didalam ruang Gulungan Surga, apakah gulungan ini telah memiliki makhluk hidup di dalamnya?


Seharusnya ada, karena ikan warna-warni di kolam tidak pernah Lin Tian bawa dari luar.


Di tambah ruang yang terus berkembang, seharusnya dunia ini tidak hanya kosong tanpa hewan atau manusia lainya. Mungkin saja, ketika ruang terus berkembang, Lin Tian akan menemukan perkampungan, dan penduduk lokal disana.


Lin Tian penuh antisipasi dan berpikir, kemudian Lin Lin dan Ling Yanyue yang sedang bergosip di bawah Qian Shu tiba-tiba muncul di sebelahnya.


Mereka berdua masih mempertahankan posisi duduk santai di tanah.


Kemudian mereka terkejut dengan perpindahan yang cepat ini, dan setelah melihat bangunan di depannya, kedua wanita itu langsung berdiri, dan berseru.


"Danau yang indah!"


"Rumah yang damai!"


Untuk beberapa waktu, kedua wanita itu menganggumi keindahan danau yang jernih penuh dengan bunga teratai, dan ikan warna-warni yang berenang di sekitar bangunan.


Ketika melihat bangunan kecil di tengah pulau, Ling Yanyue tidak menahan diri untuk tersesat, dan bergumam, "Lin Tian, apakah kamu menyiapkan ini untukku?"


"Tidak. Itu Xiao Hei yang menemukan tempat ini."


"Oh.. aku pikir kamu menyiapkan tempat ini untukku. Ternyata, ini semua karena Xiao Hei."


Ling Yanyue sedikit kecewa, dan kemudian menoleh ke arah Xiao Hei, yang kini telah berada di tangan Lin Lin.

__ADS_1


Sama seperti Ling Yanyue, Lin Lin juga menyukai tempat ini, dan memuji Xiao Hei.


"Xiao Hei, apa kamu yang menemukan tempat ini."


Mendengar pertanyaan Ling Yanyue, Xiao Hei mengangkat kepalanya dengan sombong, dan menjawab, "Nona, meskipun saya adalah seekor ular, saya bisa mencium harta surga dan bumi lebih baik daripada seekor anjing."


Kali ini, meskipun Xiao Hei sedikit sombong dengan pencapaiannya, dia tidak berani bersikap terlalu berlebihan, dan memanggil Ling Yanyue dengan sebutan Nona.


Ling Yanyue juga suka dengan sebutan itu, dan tersenyum, "Kami sangat baik. Lebih baik daripada pria yang hanya tahu menggertak gadis kecil."


"Hehe.." Xiao Hei tersenyum, tapi dia tidak berani terlalu banyak mengeluarkan suara, karena takut Lin Tian akan marah.


Lin Lin, yang mendengar pembicaraan mereka berdua juga bergabung, "Xiao Hei, setelah ini, kamu ikut bersamaku untuk mencari harta karun, baik?"


"Tentu saja. Xiao Hei tidak akan menolak permintaan dua wanita cantik."


Lin Yanyue dan Lin Lin, yang mendengar Xiao Hei memuji dirinya merasa senang, dan tidak tahan untuk tidak mengelusnya.


"Sungguh ular yang pintar."


Xiao Hei tampak menikmati perasaan di belai oleh dua wanita itu, dan mulai menutup matanya dengan perasaan nyaman.


Lin Tian, yang selalu di abaikan oleh dua wanita itu, dan hanya memuji seekor ular merasa tidak nyaman, dan mendengus.


Ketika melihat Lin Tian telah melompat dengan perasaan tidak senang, Ling Yanyue buru-buru mengikutinya, dan berdiri di sebelah Lin Tian.


Kemudian menatap Lin Tian dengan senyum lebar dan tidak berbicara.


Lin Tian merasa geli, dan mengabaikannya.


"Hei, Lin Tian, apa kamu cemburu dengan Xiao Hei? Apakah kamu juga ingin di puji?"


Lin Tian mengabaikannya lagi, dan hanya masuk kedalam rumah.


Meski terlihat kecil dari luar, tapi ketika Lin Tian masuk kedalam, pemandangan rungan besar adalah apa yang lihat.


Tapi ruangan itu kosong, dan tidak memiliki apapun di dalamnya. Itu hanya ada satu tempat tidur besar di tengah ruangan.


Tempat tidur itu memiliki lebar empat meter, berbentuk bundar dan terbuat dari kristal bening.


Berjalan mendekatinya, Lin Tian merasakan aura yang berlimpah disana. Bukan hanya berlimpah, aura itu juga sangat murni.


"Inti spiritual Abadi." Lin Tian bergumam.

__ADS_1


Inti spiritual adalah batu kristal yang menarik aura langit di bumi di sekitarnya. Dengan konsentrasi aura yang terkumpul, batu spiritual lahir akan lahir seiring berjalannya waktu.


Ada banyak jenis Inti Spiritual, dan batu spiritual yang di hasilkan juga tergantung oleh kualitas Inti spiritual itu sendiri.


Dan Inti spiritual Abadi ini, tentu yang dihasilkan adalah batu spiritual tingkat abadi, yang biasanya digunakan untuk transaksi di alam abadi.


Namun, Inti spiritual hanya akan menghasilkan batu spiritual jika di pertahankan baik-baik dan memiliki tempat yang baik. Jika telah di ambil dari tempatnya, Inti spiritual hanya bisa di gunakan untuk menarik aura, dan tidak lagi bisa menghasilkan batu spiritual.


Batu spiritual tingkat abadi, itu adalah mata uang utama di alam abadi. Jika seseorang menemukan inti spiritual tingkat abadi, mereka tidak akan dengan bodoh menggalinya, dan menggunakannya sebagai tempat tidur.


Tapi disini, bukan hanya menggalinya, dan membuang semua kemungkinan untuk menambang batu spiritual, mereka juga menggunakannya sebagai tempat tidur.


Jika bukan orang bodoh, atau orang yang kaya akan sumberdaya, mereka pasti tidak akan menggunakannya secara sia-sia. Dan dari apa yang Lin Tian lihat hari ini, dipastikan orang yang membuatnya adalah orang kaya.


"Wow, sangat indah!"


Ling Yanyue, yang baru masuk dan melihat kristal di depan Lin Tian bersorak, dan buru-buru mendatanginya.


Tidak menunggu Lin Tian bereaksi, dia langsung naik ke atasnya, dan berbaring dengan nyaman.


"Tempat ini benar-benar nyaman! Lin Tian, bisakah aku memiliki tempat ini untuk tidur?" Sambil menutup matanya, Ling Yanyue berkata kepada Lin Tian.


Di sebelahnya, Lin Tian terdiam sejenak, dan menggelengkan.


"Aku tidak tahu, meskipun kamu sangat kuat, ternyata kamu adalah wanita kecil yang aktif."


Ling Yanyue tidak peduli dengan hinaan Lin Tian, dan melihat ke arahnya dengan wajah tidak bersalah.


"Meskipun aku sangat kuat, dan jauh lebih kuat daripada kamu, aku tetaplah wanita. Kamu tidak tahu, jika wanita selalu menyukai hal-hal indah?"


Kemudian Ling Yanyue menoleh kearah Lin Lin yang baru memasuki pintu dan melanjutkan, "Bukankah begitu, saudari Lin?"


Lin Lin yang baru masuk, dan melihat keindahan kristal itu juga mengangguk, dan menyutujuinya.


Melihat kesukaan kedua wanita ini, yang lebih menyukai keindahan daripada kegunaan, Lin Tian menggelengkan kepalanya.


Tidak lagi berbicara pada keduanya, dan dengan pikirannya, Lin Tian memindahkan danau, pulau beserta rumahnya ke depan Pagoda Bintang Abadi.


Setelah itu Lin Tian berkata kepada Ling Yanyue, "Ambil semua yang kamu inginkan, jika perlu, cari semua hal indah di dunia ini dengan Lin Lin, dan Xiao Hei sebagai pemandu."


"Baik, terimakasih. Aku menyukaimu!" Ling Yanyue mengangguk, tersenyum lembut pada Lin Tian dan berterimakasih.


Untuk pertama kalinya, mendapatkan rasa terimakasih dan kasih sayang dari wanita cantik, Lin Tian tidak merasa senang, dan hanya sedikit tidak nyaman.

__ADS_1


__ADS_2