Aku Dan Bintang

Aku Dan Bintang
Ayam Bakar Nostalgia


__ADS_3

Safira melirik ke arah suara yang memanggilnya, suara yang masih sangat dia kenal.


"Oh, hai Wisnu,,, apa kabar ?" Safira basa basi dan bersikap sebiasa mungkin.


"Hmm, kabar buruk. Kamu sendirian? ayo pulang bareng, ini sudah malem banget." Ajak Wisnu.


"Aku naik taksi aja, kebetulan tadi pulang lembur laper, jadi mampir kesini dulu."


"Ayolah Fir, kita searah, bahkan kita tinggal di komplek yang sama," Wisnu sedikit memohon.


Setelah berpikir beberapa saat, Safira akhirnya mengangguk tanda setuju, lagi pula cuma pulang bareng gak ada salahnya, kan?


Wisnu tersenyum bahagia, setelah sekian lama semenjak perceraian mereka, ini untuk pertama kalinya mereka bisa berduaan lagi.


Suasana canggung sangat terasa di dalam mobil, belum ada yang mengeluarkan suara, sampai pada akhirnya,


"Fira, aku rindu ! Maaf untuk semuanya, aku salah, aku jahat, tapi,,, aku sungguh tersiksa, aku masih...." Ucapan Wisnu terhenti saat Safira membesarkan volume musik di mobilnya,


"Sstttt,, dengerin lagunya." Perintah Safira sambil meletakkan jari telunjuk di bibirnya sendiri.


Lagu Reckless milik Madison Beer mengalun indah menemani sepanjang perjalanan mereka malam itu.


Hei, this is a story I hate


(Hei, ini adalah cerita yang ku benci)


And I telling it might make me break


(Dan mengatakan itu mungkin membuatku hancur)


And I'll tell it anyway


(Tapi aku akan tetap menceritakannya)


This chapter's about


(Bab ini tentang)


How you said there was nobody else


(Bagaimana kau mengatakan bahwa tidak ada orang lain)


Then you got up and went to her house


(kemudian kau terbangun dan pergi ke rumahnya)


You guys always left me out


(Kalian berdua selalu meninggalkanku)


I still have the letter you wrote


(Aku masih memiliki surat yang kau tulis)


When you tell me that I was the only girl


(Ketika kau mengatakan pada ku bahwa aku satu satunya gadis)


You'd ever want in your life


(Yang kau inginkan dalam hidup mu)


I guess my friend were right

__ADS_1


(Ku rasa teman teman ku benar)


Each day goes by, and each night I cry


(Setip hari berlalu, dan setiap malam aku menangis)


Somebody show you with her last night


(Seseorang melihat kau bersamanya tadi malam)


You gave me your word "Don't worry 'bout her"


(Kau katakan padaku "jangan khawatir tentang dia")


You might love her now, but you loved me first


(Kau mungkin mencintainya sekarang, tapi kamu mencintaiku dulu)


Said you'd never hurt me, but here we are


(Katanya kau takkan pernah menyakitiku, tapi ini lah kita sekarang)


Oh, you swore on every star


(Oh, kau bersumpah pada setiap bintang)


How could you be so reckless with my heart?


(Bagaimana bisa kqau begitu sembrono pada hati ku ?)


You check in and out


(kau masuk dan keluar)


(Dari hati ku seperti hotel)


And she must be perfect, oh well


(Dan dia pasti sempurna )


I hope you both go to hell


(Ku harap kalian berdua pergi ke neraka)


"Lho,,, kok di matiin lagunya ?" Protes Safira, karena Wisnu mematikan musik yang mengalun indah di mobilnya.


"Maaf Fir,, !" Lagi lagi hanya kata maaf yang terucap dari bibir Wisnu.


"Sudah lah, aku sudah maafin kamu dari sejak lama, gak perlu kamu terus terusan merasa bersalah sama aku, meski emang kamu salah, sih !" cengir Safira.


"Tapi aku belum siap melepas kamu, aku masih sangat sayang sama kamu, aku bodoh udah ngehianatin dan mensia sia kan kamu." Mata Wisnu berkaca kaca.


"Wisnu,,, kita sudah berakhir lama, jangan ulangi kebodohan yang sama, kamu sudah punya istri, dan bahkan calon anak, jangan hianati mereka, coba terima kenyataan."


Safira segera turun dari mobil Wisnu saat mereka sudah sampai di area perumahan. Safira sengaja minta di turunkan agak jauh dari rumah, karena tak ingin memancing keributan kalau kalau Mia melihat suaminya mengantarkan sang mantan istri.


Sebenarnya Wisnu menolak menurunkan Safira di taman perumahan yang jaraknya masih agak lumayan jauh dari rumahnya, tapi Safira seperti tak ingin di bantah.


Wisnu pun hanya bisa mengalah, dia menatap Safira yang berjalan sendirian dari dalam mobil.


"Masuk !" Suara bentakan yang terdengar setengah marah mengagetkan Safira yang sedang berjalan sendirian.


Sang pemilik mobil sedan mewah itu hanya menghentikan mobilnya di samping Safira, dan hanya membuka jendela lebar, sedangkan dirinya masih duduk di balik kemudi dengan wajah yang sudah memerah menahan marah.

__ADS_1


"Bintang ?" Safira seperti terhipnotis, dia segera membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya.


Safira melirik wajah Bintang yang sangat tidak bersahabat.


"Gak jadi ketemu Pak Alan?" Safira mencoba peruntungan, bertanya pada Bintang yang sedang di penuhi amarah saat itu, entah mengapa.


Bintang hanya menggelegkan kepalanya, tak bersuara, sepertinya dia juga tak berminat melihat Safira, dari tadi pandangannya lurus ke depan, tanpa melirik sedikitpun ke arah Safira.


Beberapa jam yang lalu di kantor,


menjelang magrib Safira dan Bintang masih berkutat dengan tumpukan kertas, pekerjaan hari itu seakan tak ada habisnya, padahal Widodo sudah di panggil untuk membantu pekerjaan mereka dari tadi siang.


Melihat wajah Safira yang begitu lelah, Bintang tak tega, akhirnya dia menyuruh Safira pulang duluan, karena dia juga masih harus menunggu Alan yang akan datang ke kantor mengantar beberapa dokumen yang harus di tanda tanganinya.


"Safira, kamu pulang lah duluan, biar aku di temani Widodo. Aku juga masih harus nunggu Alan." Titah Bintang pada Safira yang masih bergelut dengan angka angka.


"Emh, emang boleh bos?" Tanya Safira yang memang sudah sangat lapar dan lelah saat itu.


"Hmm... Pulanglah, istirahat !" Angguk Bintang.


"Baiklah, terimakasih bos," Safira membereskan barang barangnya lalu bergegas pulang setelah berpamitan pada Bintang dan Widodo.


Ditengah perjalanan pulang, dia melewati kedai tenda ayam bakar kesukaannya, dia memutuskan untuk turun dari taksi dan mampir ke tempat yang dulu biasanya dia kunjungi dengan Wisnu mantan suaminya, Safira tak berniat makan disana, dia memesan beberapa potong ayam bakar ntuk di bungkus dan di bawa pulang, dia ingin makan bersama Dara di rumah.


Namun saat hendak pulang dan menunggu taksi, dia malah bertemu Wisnu dan mengajaknya untuk pulang bersama.


***


Sampai di rumah, wajah Bintang masih terlihat kecut.


" Kenapa dia ?" Tanya Dara yang melihat abang kesayangannya cemberut.


Safira hanya mengangkat kedua bahunya, karena dia sendiri pun tak tau apa yang menyebabkan bosnya semurka itu.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian santai rumahan, Safira menyiapkan makanan yang tadi di belinya.


" Panggil abang mu Ra, biar makan bareng, kayanya dia juga belum makan." Safira melihat ke arah kamar Bintang yang pintunya tertutup.


" Gak berani ah, bos mu kalo lagi murka serem !" Dara bergidik ngeri.


" Ishhh,, dia bosmu juga kali !" Cebik Safira.


" Calon suami mu !" Dara tergelak karena dia baru tau kalau di kantor pusat Safira di kenal sebagai calon istri Bintang, dan yang lebih bikin dia terbahak bahak karena cerita Safira yang terpaksa mengakui Bintang sebagai calon suaminya karena kebodohannya saat berantem sama Mira sekretaris Bintang.


"Dara,,, kamu nyebelin banget !" Safira yang tiba tiba inget kejadian itu ikut tertawa menertawakan kebodohannya.


Hingga tanpa di sadari sosok pria yang mereka gibahkan sedari tadi itu sudah berdiri di antara mereka,


"Bahagia sekali sepertinya," Sinis Bintang,


Tentu saja hal itu membuat Dara dan Safira terdiam seketika,


"Abang, makan sini, Safira beli ayam bakar, enak deh rasanya juga manis kesukaan abang." Ajak Dara.


"Ayam bakar nostalgia, jelas rasanya manis lah !" Bintang melengos dan kembali ke kamarnya dengan sebotol air mineral yang dia ambil dari kulkas.


"Apa maksudnya Fir,?" Dara terlihat bingung dengan ucapan Bintang.


"Kaya nya dia liat aku di anter pulang oleh Wisnu saat tadi aku abis beli ayam bakar ini." Safira coba menebak nebak, meski dia yakin sepertinya tadi dia tak melihat Bintang disana.


"Owalah,,, calon suami bohongan mu cemburu kayanya..! ledek Dara.


"Haishh... Dia terlalu mendalami peran." Ujar Safira sambil terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2