Aku Dan Bintang

Aku Dan Bintang
Bab 60 Bunga


__ADS_3

Lintang


Hari ini adalah hari kamis, bertepatan dengan hari ke-7 setelah kelahiran si kembar. Kami melaksanakan acara aqiqah dengan mengundang beberapa anggota keluarga dan teman serta beberapa orang anak yatim.


Satu persatu tamu sudah hadir, padahal acara dimulai satu jam lagi. Aku meletakkan baby Nair dan baby Nath di bouncer mereka masing-masing. Bouncer pemberian tante Hana.


"Mirip kamu semua, Tar." Kak Satya sedang duduk menghadap si kembar. Dia sengaja datang sekaligus untuk memenuhi janjinya pada Bintang dan Zoya sebab weekend kemarin ia tak bisa pulang karena pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan.


"Heem, semua juga pada bilang begitu, Sat. Entar kalau kamu punya anak juga mirip kamu semua."


"Aku mah adil, berbagi kemiripan sama istriku nanti. Gak maruk kayak kamu." Kak Satya mencibir suamiku.


"Diih... gak nervous tuh bibir mengucapkan kata istri yang wujudnya aja belum kelihatan?" Ledek Mas Akhtar.


Kak Satya belum menjawab, tapi suara nyaring yang terdengar. "Haaaai babynya tanteee...." Bunga berlari dari pintu depan.


"Maaf tantenya baru sempat datang sayang..." gadis itu terlihat cantik dengan balutan gamis putih motif bunga-bungs kecil berwarna pink dan hijab berwarna senada dengan motifnya. Bunga biasanya tidak berhijab. Mungkin karena hari ini adalah acara aqiqahan, gadis itu memilih memakai hijab.


Bunga duduk di depan bouncer si kembar. Namun saat ia melihat ke samping, ke arah kak Satya lebih tepatnya, wajahnya berubah dingin. Posisi duduk kak Satya memang membelakangi arah pintu depan, sehingga tadi Bunga tidak melihat wajah kak Satya.


Keduanya tersenyum canggung. Kak Satya bergeser sedikit agar Bunga leluasa melihat si kembar. "Hai baby Nair, hai baby Nath."


"Hahahah.." Aku tertawa menutup mulutku.


"Kenapa ketawa kak?" tanyanya dengan kening berkerut.


"Emangnya kamu tau yang mana Nair, yang mana Nath?" tanyaku.


Bunga menggaruk keningnya. Aku geli sendiri, aku tau dia sedang menutupi kegugupannya. Sehingga tak menanyakan terlebih dahulu mana Nair dan mana Nath.


"Yang ini Nath." Dia menunjuk bayi di bouncer berwarna hijau. "Dan yang ini Nair." Dia menunjuk bouncer berwarna biru.


Aku mengangguk, dan dia bertepuk tangan kegirangan. "Kak, aku gendong ya." Dia meminta persetujuan.


Aku mengangguk, dan ia dengan cekatan menggendong baby Nair.


"Awas kepengen Nga." Canda Mas Akhtar.


"Kepengen tinggal buat, Kak." sahutnya asal.


Aku dapat melihat dengan jelas, kak Satya tersenyum samar melihat gadis yang tengah menggendong baby Nair.


Aku memang mengetahui ada sesuatu di antara keduanya. Tapi bukan hakku untuk ikut campur dalam urusan mereka. Kisah cinta tak terlupa, namun takut untuk bersama.


"Berasa nostalgia gak sih kak?"


Aku mengerutkan kening. "Dulu mengurus Zoya sama Bi kayak kembar cewek. Sekarang kembar cowok. Kakak beruntung banget, kak."

__ADS_1


"Semoga kamu juga punya anak kembar suatu saat nanti." Doa tulusku untuknya.


"Amiiiiiiiiiin." Dia mengaminkan doaku.


"Tante Unaaa." Panggilan kesayangan khas milik Zoya dan Bintang.


"Hello kesayangan. Cantik banget sih pakai gamis putih gini." Bunga menyodorkan pipinya lalu keduanya mengecup pipi tirus itu.


"Tante juga cantik." Puji Zoya kepada Bunga. Dan berhasil membuat gadis itu bersemu.


"Terima kasih sayang." Bintang dan Zoya duduk di sebelah Bunga. Lebih tepatnya diantara Bunga dan Kak Satya.


"Ayo uncle, kita ke aquarium raksasa." Zoya menepuk lutut Kak Satya, karena pria itu tengah duduk bersila.


"Tunggu papa libur ya Zoy. Kasian uncle kalau sendirian jagain kalian berdua." Mas Akhtar mencoba membuat Zoya mengerti.


"Terus, berenang sama nemonya kapan uncle?" Bintang menagih janjinya.


"Ya tunggu papa libur juga, sayang." Ucapku pada Bintang.


"Papa sama mama dirumah aja. Kalau papa ikut, kasian dedek gak ada temannya." Ucap Zoya.


"Sama mbak Dini aja ya?" Satya memberi saran.


Keduanya kompak menggeleng. Huft, begini sulitnya menghadapi Bintang dan Zoya.


"Loh, kok tante Una sih? Tante diam aja loh dari tadi, gak ikutan ngomong." Bunga pura-pura merajuk.


"Yeee, tante Una mau ikuut." Keduanya memeluk Bunga. Padahal Bunga tak mengatakan iya dan menyetujui ide Bintang.


"Aduuh, tunggu dulu. Tante turunin baby Nair dulu sayang." Bunga meletakkan kembali baby Nair di bouncernya.


Keduanya memeluk Bunga. Zoya memeluk dari belakang dan mengalungkan tangannya di leher Bunga. Semetara Bintang sudah duduk di pangkuan Bunga dan menempelkan kepalanya di dada gadis itu.


Aku mengarahkan pandangan kearah dapur. Mama Citra, mama Riana, tante Hana, Sora serta Bunda sedang mempersiapkan makanan yang akan dibagikan kepada tamu yang hadir.


"Kakak ke dapur dulu. Titip anak-anak, ya Na." Aku berbicara pada Bunga. Dan gadis itu mengangguk. "Iya kak. Udah berpengalaman ini."


"Mas, sapa papa Darma dulu yuk. Mereka sepertinya masuk dari pintu samping." Aku mengajak Mas Akhtar.


Kami berjalan kearah dapur, "Ma, apa kabar?" Aku menyalami mama Citra.


"Alhamdulillah, sehat Lin."


"Selamat ya ma, Bunga akhirnya lulus. Mama pasti bangga sama dia." Aku memang mengetahui bahwa Bunga baru saja lulus S2. Dan mereka baru pulang kemarin siang.


"Terima kasih Lin. Mama bangga sekali. Tapi dia cuma sebentar di sini."

__ADS_1


"Loh, kenapa ma?"


"Iya, kenapa Cit?" Tante Hana ikut dalam pembicaraan kami.


"Dia ingin mengajar di salah satu universitas di luar pulau. Kalau gak di Kalimantan, ya kemungkinan di NTT." Mama Citra tampak sedih.


"Harus berjauhan dan melepasnya sendirian itu rasanya berat. Dia anakku satu-satunya sekarang, Han. Ditambah lagi dia itu perempuan."


"Pengennya dia mengajar SMA di Jakarta aja. Atau jadi guru SD pun tak masalah. Yang penting jangan jauh-jauh. Tapi dia masih tetap pada pendiriannya, Lin."


"Dia seperti berlari dan menghindar, tapi entah dari siapa dan apa?"


Dia menghindari cintanya, Ma. Batinku


Mama Citra menatapku. Matanya berkaca. "Kamu bantu bujuk, ya Lin." Aku mengangguk.


"Kalimantan tepatnya di daerah mana Cit? Satya di Kaltim. Kalau dia disana, bisa tinggal di rumah Satya. Disana banyak kamar dan ada beberapa asisten rumah tangga kok." Tante Hana membawa angin segar bagi mama Citra.


Memang tak ada yang mengetahui hubungan Bunga dan Kak Satya selain aku. Padahal hubungan keduanya bahkan dimulai sebelum keluarga mereka saling mengenal.


Keluarga mereka memiliki hubungan baik semenjak hadirnya Zoya. Mereka bergantian saat mengurus Zoya. Dan setelah dua tahun, barulah tante Hana mengajak Zoya tinggal di Surabaya. Tapi hubungan dan komunikasi mereka tak pernah putus.


Bunga dan kak Satya juga sering bersama saat menjaga Zoya dan Bintang. Mereka sering membawa anak-anak berlibur. Maka dari itu, Bintang mengusulkan mengajak Bunga saat jalan-jalan bersama Kak Satya.


"Wah, iya juga ya Han. Kenapa gak kepikiran. Satya juga sering pulang kan? Jadi Bunga juga bisa sering-sering pulang."


"Satya pulang seminggu sekali atau dua minggu sekali semenjak ayahnya gak ada. Kadang juga dia ke Surabaya, meninjau restoran disana." ucap tante Hana.


Semoga Bunga diterima mengajar di kampus yang dekat dengan tempat tinggal kak Satya. Ya Allah, semoga Engkau mendekatkan dan menjadikan mereka pasangan yang berjodoh. Amin. Doaku dalam hati.


***


Haii readers tersayang 😍😍😍


Gimana kabarnya? Sehat kan?


Semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberikan kita kesehatan. 😊 Amin.


Nah, disini Othor mau bahas tentang Visual. Novel tanpa Visual itu bikin halunya kurang mantep ya kan? πŸ˜‚πŸ˜‚


Dan alasan othor gak kasih Visual di novel ini karena dikhawatirkan Visual yang othor kasih gak sesuai sama ekspektasi kalian. Dan itu mempengaruhi kalian saat berhalu-halu ria πŸ˜†πŸ˜†


Dan alasan kedua adalah masalah Hak Cipta. Karena terkadang foto artis atau model dari dalam atau luar negeri itu ada hak ciptanya kak πŸ€” Gak bisa sembarangan comot dan pakai buat novel, terlebih kalau novel yang udah ada cuannya. Alias udah menghasilkan duit.


Untuk itu, demi kenyamanan bersama, othor tidak memberikan visual dulu yak. Tapi othor sedang browsing dan jalan-jalan ke aplikasi bebas Hak Cipta untuk cari Visual yang cocok buat Tokoh di novel ini kok 😁


Sekian curhatnya sayang πŸ˜‚πŸ˜‚ Salam halu dari othor yang gak femes πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Jejak jangan lupa di tinggal akak Cantik😚😚


__ADS_2