Aku Dan Bintang

Aku Dan Bintang
Jodoh Untuknya


__ADS_3

Tak terasa sebulan sudah Bintang dan Safira menjalani biduk rumah tangga, saat ini mereka sedang bersiap siap akan pergi ke Batam untuk menghadiri pesta pertunangan Dara dan Beni.


Sesampainya di tempat acara, Safira labgsung menghampiri pasangan yang paling berbahagia di tempat itu.


" Akhirnya kalian tunangan juga, ayo ngebut cepetan nikah lah !" Safira memeluk sahabatnya yang Terus menebar senyum sepanjang acara, kebahagiaan terpancar dari wajah Dara dan Beni.


" Wah, kalau kita nikahannya masih lama, rencana enam bulan lagi, nunggu proyek selese lah, tapi ada yang mau nikahan bulan depan, kamu tau gak?" Tanya Beni tersenyum penuh misteri.


" Siapa kak? aku gak tau !" polos Safira yang memang tidak tau sama sekali siapa yang di maksud Beni.


" Bentar lagi mereka juga bakal hadir, katanya udah mau nyampe, pokoknya kejutan banget."


Beni semakin sok misterius.


" Nah....! itu dia mereka yang di tunggu tunggu, calon pengantin kita !" Seru Beni menunjuk ke arah laki laki tampan dan perempuan cantik yang kini sudah berada di antara mereka.


Sontak saja Safira dan Bintang saling memandang tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


" Jangan bilang,,, calon pengantin yang di maksud itu,,,," Bintang ragu dengan tebakannya sendiri.


" Ada apa nih, pada ngomongin aku ya !" Seloroh Wisnu yang wajahnya tak kalah bersinar dan di penuhi raut bahagia dari pasangan yang sedang bertunangan itu.

__ADS_1


" Iya, katanya Kak Beni, kamu mau nikah bulan depan, kenalin kali,, calonnya," Ledek Safira melirik perempuan cantik yang di gandeng mesra Wisnu.


" Oh,,, kenalin ini Bella, mohon do'anya semoga semuanya lancar, bulan depan kita nikah." Perempuan yang di sebut Wisnu bernama Bella pun tersenyum ramah seraya melipat tangan di dada.


" Cepet juga move on nya bro, ngebut langsung nikah, tenang saja, kita pasti do'akan yang terbaik buat kalian !" Bintang menepuk bahu Wisnu.



" Kalian serasi, calon istri mu cantik sekali, semoga jodoh dunia akhirat ya ." Sambung Safira yang melihat Bella sepertinya wanita baik baik dan tulus menyayangi Wisnu.


Bintang sedang bertemu dengan keluarga besarnya dan beberapa kolega bisnis yang kebetulan datang saat itu, Safira duduk sambil menikmati hidangan.


" Aku belum secara resmi memperkenalkan kalian, Bella, ini Safira mantan istriku, sekarang sudah menikah dengan Bintang." Wisnu menunjuk ke arah Bintang yang sedang berdiri tak jauh dari tempat mereka duduk.


" Hai, senang berkenalan dengan kamu Bella, semoga kamu bisa mendampingi Wisnu sampai maut memisahkan ya." Safira mengulurkan tangan ke arah Bella dan di sambut hangat oleh Bella.


" Kalian kenal dimana? ko bisa ko bisa ngebut banget mau langsung nikah bulan depan?" Safira melirik ke arah Wisnu.


" Jadi, Bella ini cinta monyet ku jaman SMP dulu, waktu aku ke sini sama Beni sebulan yang lalu, kita ketemu tak sengaja, ternyata dia kerja di sini, ngobrol ngobrol akhirnya lupa tujuan awal mau ngebahas masalah Mia sama om Heru, malah cinta bersemi kembali sama dia, hahahaha..." jelas Wisnu panjang lebar,


" Waktu aku ajakin pacaran, dia malah nolak dan nantangin nikah aja, kalau memang serius.ya aku mau lah, buat apa niat baik di tunda tunda,!" Wisnu terbahak di ikuti gelak tawa Safira dan Bella.

__ADS_1


" Lalu, masalah Mia ?" Safira penasaran


" Aku sudah tak peduli lagi, aku mengubur semua hal yang tak baik yang aku alami, khususnya tentang Mia, aku tak ingin mengingatnya, aku ingin membuka lembaran baru dengan dia," Wisnu membelai pipi Bella lembut.


" Sukurlah, sebenarnya aku pun saat itu tak setuju kalau kamu ingin memperpanjang masalah dengan wanita itu, tapi aku tak ingin di sebut ikut campur terlalu jauh kalau aku menyampaikannya sama kamu. Aku dukung kamu untuk menjalani hidup yang baru,,," Safira tersenyum tulus.


" Aku juga mendukung sepenuhnya, bro !" Ucap Bintang yang tiba tiba ada di sana lalu memeluk dan mengecup pipi Safira.


" Iya deh, biar kamu seneng dan tenang karena tak ada yang di khawatirkan lagi dengan istrimu dan aku" Cibir Wisnu


" Woohooo,,, kalau itu aku selalu tenang dan selalu yakin istriku ini tak akan pernah bisa berpaling pada siapapun, dia cinta mati sama suaminya ini, iya kan, sayang?" Bintang mencubit hidung Safira.


" Iya aja deh, dosa menentang suami,!" cengir Safira sambil balik memeluk erat pinggang sang suami yang terlihat sangat tampan sore itu.


Suasana kian mencair, mereka terlihat akrab dan melupakan kalau sebelumnya mereka sempat mempunyai hubungan yang kurang baik.


semua mendapatkan kebahagiaannya masing masing, tentu saja dengan cara dan jalan ceritanya mereka sendiri sendiri. ada yang mendapatkan kebahagiaan setelah di hianati, di sakiti, ada juga yang mendapatkannya setelah menyakiti dan di sakiti, yang pasti Tuhan selalu punya cara sendiri untuk memberikan kebahagiaan untuk umatnya. Tak jarang, kebahagian Tuhan bungkus dengan kesakitan.


Ya,, begitulah lika liku hidup,terkadang takdir Tuhan seperti sebuah permainan, semua hanya perlu di jalani dan di hadapi, se sulit apapun itu yakinlah pasti ada kebahagiaan yang Tuhan rencanakan dan persiapkan untuk kita.


Kita hanya perlu bersabar dan ikhlas menjalani semua masalah yang ada, dan tentang orang orang yang telah menghianati dan menyakiti kita, terkadang kita hanya perlu memasrahkan semuanya pada pengadilan Tuhan, karena se adil adilnya hukuman adalah hukuman dari Tuhan, meski tak munafik, besar keinginan kita untuk membalas kejahatan dan kesakitan yang kita terima, kembali lagi kita harus belajar iklhas, maka buahnya akan manis.

__ADS_1


__ADS_2