
Kediaman Danu Sutedjo
" Aduuhhh, kemana ini anak ya ?? "
Bunda mondar-mandir di dalam kamarnya. Cemas. Sesekali melihat ke layar handphone dalam genggaman nya.
Berharap kabar baik dari para bodyguard yang di sewanya untuk mencari keberadaan Aretha.
Pernikahan ini kan demi kamu, Re .....
Buat nebus kesalahan Bunda yang lalu, tidak percaya apa yang kamu katakan sebelumnya.
Sampai kamu memilih pergi dari rumah dan mencari kebutuhan mu sendiri ...
Padahal kamu anak kandung Bunda satu-satunya .....
" Bun, makan dulu .... Sara udah siapin makan siang. Apa Bunda mau makannya di bawa kesini aja ? "
Sara muncul di pintu kamar yang memang tidak tertutup. Bunda langsung mengubah raut kecemasan di wajahnya menjadi senyum.
" Oh, iya, sayang .... trims ya, nanti dikit lagi Bunda ke ruang makan. Ini lagi nunggu telepon teman dulu. "
Jawab Bunda. Berbohong.
Sara tersenyum lebar.
" Okey .... Sara tunggu ya di meja makan. Bunda harus makan ya. Tadi pagi udah nggak sarapan. Besok akan butuh banyak tenaga lho .... "
Sara mengingatkan sebelum meninggalkan Bunda di kamar.
" Huufftthhhh .... !! "
Bunda merasa tertekan.
TUUTTT... TTUUUUTTT....
Tanda panggilan masuk. Bunda langsung mengangkat teleponnya. Dan juga menutup pintu kamarnya.
" Ya .... "
" Bu, ini saya, Andi. Sudah ketemu, bu, posisi mbak Rere nya. Sekarang kita sudah otw. "
" Bagus !! Bagus, cepat jemput dia, dan langsung kurung di kamar hotel yang aku pesan setelah ini. Nanti aku share ya alamat hotelnya. Ingat ! pastikan dia tidak bisa kabur lagi !!! "
" Ya, bu ! Siap kondisikan ! "
Dan sambungan telepon pun diputuskan oleh Bunda. Sedetik kemudian, Bunda bernafas dengan lega. Ekspresi wajahnya juga lebih sumringah. Dan dengan langkah tenang, keluar kamar menuju ruang makan. Dimana Sara sudah menunggunya.
Basecamp. Rumah Garasi Ella.
" Ceritanya, besok jadi apa nggak kita jadi pendamping pengantin wanita ? "
Tanya Zoya yang baru saja datang. Tanpa meminta ijin, langsung mengambil sepotong pizza yang ada di meja.
" Batal dong, kan Rere aja kabur ! "
Sahut Ella, dan ikut mengambil potongan pizza pula. Nasya yang sedari tadi sibuk dengan mengisi TTS nya, ikutan mengambil pizza pula.
" Paket !!! "
Tiba-tiba ada suara dari luar garasi.
" Kamu pesen apalagi ? Seharian ini, aku terima paket buat kamu ada kali 4 barang ..... "
Kata Ella kepada Nasya. Nasya mengerutkan dahi. Dan mengangkat bahunya.
" Paket ke 4 itu paket terakhir ku hari ini. Zoya kali .... "
" PAKET !!! "
Belum juga Ella bertanya ke pada Zoya. Yang di luar, berteriak makin kencang.
" Ambil dulu gih ! Dan kita liat aja, paket buat siapa. "
__ADS_1
Usul Nasya. Dan kembali mengisi TTS nya. Ella bangkit dari sofanya yang nyaman.
Pintupun dibuka, dan ....
" Lho kok, kalian ... siapa ?? "
Tanya Ella kebingungan saat melihat siapa yang datang.
" Beri jalan ! "
Ella terdorong ke samping. Masuklah Doni, Eza, Nano dan tentu saja Ryuzaki. Nasya dan Zoya terperangah melihat keempatnya.
" Mas Nano ??? "
Seru Nasya setengah shock.
" Pantesan kalo udah main betah bener, nggak tau nya disini bener-bener nyaman. "
" Iya ya, No.... Bisa jadi basecamp kita nih ! "
" Yeeeeiii, enak aja ! "
Kompak, Ella dan Zoya berkomentar atas ucapan Eza.
" Biasa aja kali komen nya !!! "
Kata Eza membalas komentar mereka. Doni mengambil sepotong pizza di atas meja.
" Gaesss... Kita disini mau cari pengantin wanita yang kabur, pada tau nggak ? "
" Pengantin wanita apaan ? Emangnya kita umpetin ?? "
Sahut Zoya sambil membuang muka.
" Serius ! Tuh pengantin prianya lagi kebingungan, ketakutan besok duduk di pelaminan sendirian, hehehe.... "
Sambung Nano, seraya mengarahkan dagunya ke arah Ryuzaki. Ella, Nasya, dan Zoya mengarahkan pandangan mereka ke Ryuzaki. Seketika ketiganya terkejut.
Tanya Ella mewakili teman-temannya.
" Oh, jadi Aretha Zivaa itu yang dipanggil Rere ? Tunggu dulu, bukannya Rere itu yang kamu cerita kalo dia pencinta sesama itu ? "
Kata Nano sembari menatap sang adik, Nasya. Nasya mengangguk.
" Tapi kalo dia yang jadi pengantin pria, kenapa Rere bilang, kalo dia dijodohin sama temen ayahnya, udah tua, duda nggak punya anak ..... "
" Ssssssttttttt !!! "
Ella dan Zoya menyuruh Nasya untuk menghentikan ceritanya. Nasya langsung membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
" Hah, liat dong baik-baik ! Apa yang kayak gini itu duda tua ?? "
Kata Doni membela Ryuzaki. Ella, Zoya dan Nasya masih belum mengalihkan pandangan dari Ryuzaki. Terpesona.
" Ya, bukan sih .... Kan Rere yang bilang begitu. Makanya kita bantu dia buat kabur dan ngum ..... Mmmmpppttthhh !!!! "
Sebelum Nasya selesai bercerita, Ella dan Zoya menutup mulutnya dengan bantal kecil tatakan sofa.
" Jangan, jangan dengerin ya.... Nasya suka agak-agak ngigau.... "
Kata Zoya sambil cengar-cengir. Ryuzaki menarik bangku plastik yang ada di dekat ketiga gadis tersebut duduk di sofa.
Ryuzaki duduk di bangku itu dan menatap tajam ketiganya.
" Jujur, aku nggak peduli sama pernikahan ini, tapi ini menyangkut nama baik keluarga dan perusahaan orangtua ku. Paling nggak, tolong, sampein ke temen kalian, besok tetaplah married sama aku, dan aku janji nggak akan gangguin privacy dan cerita cinta dia. "
Ryuzaki memberikan penjelasan panjang lebar kepada ketiga gadis tersebut. Ketiganya manggut-manggut.
" Aku nggak perlu tau dimana teman kalian, cukup sampaikan aja, aku mau dia harus ada besok di acara. Kalo dia sampai nggak datang, jangan salahin aku ya ! "
Ryuzaki terlihat bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Setelah memberikan tatapan tajam ke arah ketiganya, Ryuzaki bangkit.
" Nggak jadi kita nyari si Aretha ? "
__ADS_1
" Nggak usah. "
Dan ke empat nya berlalu, keluar dari basecamp tersebut.
" Cepet, cepet telpon Rere ! "
Kalang kabut ketiganya mengambil handphone Zoya. Karena memang, yang punya nomor telepon Aretha hanya Zoya.
TUUUTTT .... TUUUTTT ..... TUUUUTTT
" Ya assalamu'alaikum ..... Zoy ? "
" Kamu dimana ? "
" Lagi dimana lagi ? Ya di tempat Oom Ridwan lah ... "
" Rere, kamu pulang deh buruan ! Semua orang nyariin kamu. Sara, Bunda mu, sama calon suami mu ! "
" Justru karena lgi nyariin aku, aku nggak akan pulang ! "
" Calon suami mu ngancem kamu lho ! Kalo kamu ngga dateng di acara besok, dia akan bikin perhitungan lhooo .... "
" Biarin aja, bisa apa dia emang nya ?! "
" Girl's, ini bukan saatnya buat keras kepala ! "
Zoya kesal, diberikan handphone nya ke pada Ella.
" Re, ini aku, Ella. Pulang sekarang buat kebaikan mu ini kok .... '
" Udah deh, jangan pada bikin aku males gini ...... "
" Tapi, Re .... calon suami mu bener2 marah ! "
" Biarin deh ! Udah ah, aku mau tidur !! Capek badan ku seharian tadi beres-beres .... "
" Re, entar dulu ! "
" Apalagi ?? "
" Calon suami mu, dia bukan duda tua umur 52 tahun, dia masih muda, cakep lagi ! Tinggi lagi, kayak orang china-china gitu deh, kayak artis korea, keren abis ! "
" Ya udah, sana kamu aja yang nikah sama dia ! "
" Kalo emang bisa sih, mau-mau aja ! "
" Besok pake aja baju pengantin ku sono ! "
" Re, ini Nasya ! Coba deh kamu pikirin, kalo kamu nikah nih sama ini cowok, kamu akan bebas dari Sara. Kamu nggak pikirin soal ini ? "
Di seberang, tak ada tanggapan. Aretha sedang berfikir.
" Kamu nggak perlu ngumpet-ngumpet dari dia, kamu bisa manfaatin suami mu ntar buat ngadepin dia .... "
" Iya sih, tapi kalian nggak tau gimana Sara ... '
" Dari sikap mu ke dia, kita semua bisa liat, kamu tertekan .... "
" Entahlah .... tapi aku ... HEIII !!! SIAPA KALIAN ????? LEPASIN !!!! MMpphhhhttttt !! Mmpptt !!! "
" Re ! RERE !!! ADA APAA ???!!! "
Dan sambungan telepon pun terputus dari seberang. Nasya tampak kebingungan.
" Kenapa, Nas ? Ada apa sama Rere ? "
" Iya, ada apa ??? "
" Nggak tau, dia kayaknya ditangkap orang gitu deh.... dan kayak kedengeran ada barang-barang jatuh gitu.... "
" Serius ???? "
Nasya mengangguk lemah.
__ADS_1