
Keesokan paginya, pukul 05.00 WIB.
" A-apa yang terjadi ??? "
Bunda tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat membuka pintu kamar. Tampak sangat berantakan. Bak habis diterjang badai gelombang tsunami.
" Ada apa, Bun....da ? "
Sara yang baru saja datang, terkejut. Segera berlari masuk ke dalam kamar. Matanya makin membesar melihat ke arah ranjang.
Aretha masih tertidur pulas, dalam posisi dipeluk dari belakang oleh Ryuzaki yang juga masih tertidur pulas pula. Bagian atas tubuh mereka terlihat, Ryuzaki bertelanjang dada, Aretha hanya mengenakan bra. Setengah tubuh ke bawah, tertutup bedcover. Tapi bisa dibayangkan, dari tampilan bedcovernya, sepertinya kaki mereka saling tumpang tindih.
" Sepertinya malam pertama mereka benar-benar melelahkan ya .... "
Gumam Bunda, saat melihat ke ranjang. Senyumnya mengembang lebar, matanya berbinar-binar.
Kayaknya nggak salah pilih mantu...
Bisa ngatasin Rere.
Berantakan seperti ini pasti karena Rere berulah.
" Apa pengantinnya su .... Dō shita ??? "
( Apa yang terjadi ??? )
Mami yang baru saja tiba, terperanjat pula. Melihat sekeliling kamar dan menggelengkan kepalanya. Segera beliau mendekat ke ranjang, mendekati Bunda dan Sara.
" Ryū, ima okiro !!!! "
( Ryu, bangun sekarang !!! )
Mami menggoyang-goyang tubuh putranya. Ryuzaki dan Aretha menggeliat bersamaan. Dan beberapa kali mengedipkan mata, sampai akhirnya benar-benar terbuka.
" Kore o subete setsumei shite kudasai !!! "
( Jelaskan ini semua sekarang !!! )
Ryuzaki mengenali suara sang mami, dan segera terduduk di ranjang. Dan seketika terkejut melihat tatapan penuh tanda tanya ke arah nya.
" Ahh ... Pagi semua, maaf ... maaf ... "
Sapa nya sambil cengar-cengir.
Gimana ngejelasin semua ini ya ?
Ryuzaki menggaruk-garuk kepalanya. Menggoyang-goyang tubuh istrinya agar segera bangun juga. Aretha membuka matanya. Menguceknya pelan sambil duduk.
" Udah pagi ya ? ... Rapihin kamar du .... "
Kalimatnya belum selesai saat Aretha mendapati di depannya berdiri Bunda dan Sara terbengong melihatnya. Di samping ranjangnya, tampak Mami menatapnya dengan senyum kecil.
" Ryu yang bikin berantakan ! Bener ! Bukan aku, bukan Rere, serius kok, dia nih dia ! "
Aretha langsung mengkambinghitamkan suaminya.
" Benarkah ? Kenapa ? "
Tanya Bunda penuh selidik, tapi mata Bunda terlihat bisa membaca pikiran Aretha.
" Soalnya dia ... dia. Eh, bantu jelasin dong ! "
Kebingungan, Aretha menyikut pinggang suaminya.
" Bunda yang bantu jelasin ya... Pasti semalem kamu yang bikin ulah kan ? Bikin berantakan kayak gini, hah ? "
__ADS_1
Kata Bunda sembari memunguti barang-barang yang berserakan, dan mengembalikan beberapa barang yang masih bisa ditata kembali pada tempatnya.
" Nggak-nggak kok .... Nggak kayak gitu ! "
" Emang kayak gitu adanya ... "
Timpal Ryuzaki dengan santai. Lalu beranjak bangun. Kali terlihat dengan jelas saat Ryuzaki berdiri. Ada tanda bekas cakaran, gigitan dan pukulan di lengan, dada, punggung dan lehernya.
Setelah memperhatikan Ryuzaki yang dengan santai masuk ke toilet, gantian memperhatikan Aretha kali ini. Tidak ada luka apa-apa, hanya banyak tanda merah dan gigitan kecil memenuhi lehernya bagian depan.
Merasa sedang diperhatikan dengan penuh selidik, Aretha langsung menarik bedcover di pinggangnya naik ke lehernya. Sara tampak sedih, dan pergi berlalu keluar kamar. Mami menaiki ranjang dengan raut wajah yang bahagia.
" Sepertinya akan cepat menimang cucu .... "
Kata Mami diikuti anggukan Bunda yang masih mencoba membersihkan kamar. Mami melihat lebih dekat leher Aretha. Kembali senyumnya mengembang. Begitu juga Bunda.
" Sakuya, yasei no uma o seifuku shita, okusama ... "
( Semalem abis naklukin kuda liar, mi ... )
Iihhh .... Bicara apa itu dia ?
Pasti ngomongin aku !
Batin Aretha mendengar ucapan Ryuzaki yang baru saja keluar dari toilet dengan mengenakan baju mandinya dan rambut yang setengah basah.
" Naruhodo, nantoka seifuku shita yōdesu ne... ? "
( Dan mami liat, kayaknya kamu berhasil naklukin dia .... ? )
" Mada seikō ni wa hodotōi, okusama ... ! Kono yasei no uma wa hontōni yasei de kyōbōdesu. "
( Masih jauh dari kata berhasil, mi ... ! Kuda liar yang satu ini bener-bener liar dan ganas. )
Mami tertawa terkekeh mendengar jawaban Ryuzaki. Bunda yang memang bisa bahasa jepang, ikut tertawa juga. Hanya Aretha yang terbengong-bengong.
( Hanako, kayaknya emang pantas ya, anak gadisku ini disebut kuda liar yang ganas. )
Bunda ikut menimpali. Mami tertawa lebih lebar sekarang, tertawa geli. Kali ini, Aretha tidak hanya terbengong, tapi terpesona oleh sang Bunda.
Aahhh iya, Bunda kan dulu sempat ikut program pertukaran mahasiswa ke Jepang.
Tapi fasih juga Bunda ngomong Jepangnya...
Ryuzaki agak malu mendengar kata-kata Bunda.
" Maaf, benar-benar minta maaf .... "
Kata Ryuzaki menyatakan penyesalan nya.
Bunda menghampirinya dan menepuk pundaknya.
" Oshietekudasai, kanojo no sewa o shite kudasai, kako sū-nenkan, kanojo no jinsei wa hijō ni konton to shite imashita. Anata ga kanojo o yoi tsuma ni michibiki, kanojo o shiawaseni suru koto ga dekiru koto o negatte imasu. "
( Titip ya, tolong jaga dia, beberapa tahun ini, hidupnya sangat kacau. Tolong bimbing dia biar bisa jadi istri yang baik dan juga bahagiakan dia. )
" Watashi wa jibun no besutowotsukusu. Anata wa watashi o shinrai shimasu. "
( Saya akan usahain sebaik-baiknya. Bunda percaya saja sama saya. )
" Hai, watashi wa anata o shinjite imasu.... "
( Iya, Bunda percaya kok sama kamu ... )
" Bunda kereeenn..... "
__ADS_1
Puji Aretha dengan bangganya.
" Keren keren apa ??!! Lihat ini, bagus ini hotel kita sendiri ! Coba kalo nyewa, berapa banyak yang harus dibayar buat ganti rugi ? Gajimu di 3 tempat kerjamu nggak akan cukup ! "
" Maaf, Bun .... "
" Bisa nggak sih jangan bikin Bunda kuatir ? "
" Iya, maafin Rere ya ? "
" Mulai hari ini, kamu udah jadi tanggungjawab Ryu. Jadi Bunda minta sama kamu, jadi istri yang baik, layani suamimu ! "
" I-iya .... "
Ryuzaki tertawa geli melihat istrinya sedang diomelin sang Bunda.
" Ryu, tolong panggil penata rias dan cleaning service ya. Hari ini saatnya pengantin bertemu para kerabat jauh, teman dan tetangga. "
" Iya, Bunda .... "
Dan dengan patuhnya Ryuzaki keluar ruangan.
" Mandi gih sana ! "
" Iya .... "
Dengan raut wajah yang berlipat karena kesal, Aretha beranjak bangun dari ranjang, menuju toilet.
" Dewi, anata no musume wa jissai ni kono kekkon o kyohi shimashita ka ? "
( Dewi, apakah anakmu sebenarnya nggak setuju dengan pernikahan ini ? )
" Aahh, soreto wa kotonari, kanojo wa kono kekkon ni mondai wa arimasen ... "
( Aahh, nggak kayak gitu, dia nggak masalah kok dengan pernikahan ini ... )
" Sara wa dōdesu ka ? Kare wa hontōni imōto no kekkon ni hantai shita yōdesu, kare ga watashi no musuko o mita toki, kare wa sore o kiratte ita yōdeshita. "
( Gimana dengan Sara ? Kayaknya dia keberatan dengan pernikahan kakaknya, dari matanya terlihat benci dengan anak ku. )
" Rere to sara wa totemo shinmitsu de, kekkon-go isogashīnode atode imōto o ushinau node wanai ka to shinpai shite imasu. Wakatte kudasai ... "
( Rere dan Sara sangat dekat, dia takut kehilangan kakaknya yang akan sibuk setelah menikah. Tolong maklum ya ... )
" Hai, totemo chikai to omoimashita. Sara wa anata no yōshidesuga, anata wa hontōni karera o kyōdai no yō ni suru koto ga dekimasu. "
( Ya, kulihat emang mereka dekat sekali. Padahal Sara anak angkatmu, tapi kamu benar-benar bisa membuat mereka kayak sodara kandung. )
" Sara o sodateru koto wa Irma e no watashi no yakusokudesu, anata wa Irma o oboete imasu ka ? "
( Membesarkan Sara adalah janjiku pada Irma, kamu ingat Irma ? )
" Hai, Irma ... Igainimo kare no unmei wa hontōni warukattadesu ne. "
( Ya, Irma ... Nggak nyangka nasibnya sungguh buruk ya. )
" Sara wa mi no hahaoya no koto o shiranakattanode, himitsu ni shite oite kudasai. "
( Sara nggak pernah tau tentang ibu kandungnya, jadi tolong rahasiakan soal ini ya. )
" Mochiron, watashi mo shitte imasu, Sara ga mitsuketa baai, sore wa yoi kotode wa arimasen. "
( Tentu saja, aku juga tau, ini bukan hal yang baik kalo Sara sampai tau. )
Ya, maafin aku, Irma...
__ADS_1
Sampai hari ini aku nggak berani cerita hal yang sebenarnya tentang kamu kepada Sara.
Kayaknya lebih baik kalo Sara tidak tau apapun tentang kamu dan ayah kandungnya.