AKU DAN CINTA SAUDARIKU

AKU DAN CINTA SAUDARIKU
BAB 7


__ADS_3

Ahhhh.... senangnya !


Balik ke kost san ....


Benar kata orang mah, home sweet home.


Aretha menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Menatap langit-langit kamarnya. Dan lamunan nya pun dimulai.


Married ?


Apa Sara bisa lepasin aku kalo aku married ?


Beberapa kali coba ngejebak aku, dan nggak pernah berhasil.


Inget banget, saat pertama kali Ayah bilang aku harus married, Sara marah banget.


Setiap ketemu, pasti deh nge bahas itu, nyuruh aku biar nggak married.


Sara nggak akan diam saja.


Padahal.... bisa jadi, ini jalan keluar nya....


Aretha melirik ke arah jam dinding.


Waktu sudah menunjukkan pukul 13.40 WIB.


Okey, masih ada beberapa jam buat kerja ntar malem.


Kongkow apa tidur ya ?


Tidur aja deh !


Setelah mantap dengan keputusannya untuk menghabiskan waktu dengan tidur, segera ia melepas jaket dari Ryuzaki.


Menyalakan music box dan kipas angin.


Dan dengan siapnya berpetualang di dunia mimpi.


PUB Z, tengah malam....


Aretha sedang sibuk-sibuknya menyiapkan pesanan minuman untuk para pelanggan. Dengan sigap dan beberapa atraktif saat menyiapkan minuman, membuat para pelanggan nya selalu kembali dan kembali lagi hanya untuknya.


Paras cantik Aretha, porsi tubuh yang ideal, dan keahilannya meracik minuman dan sangat atraktif dalam gayanya menyiapkan minuman, membuatnya menjadi bartender favorit di Pub Z tersebut.


Sudah hampir 2 tahun Aretha bekerja sebagai bartender di Pub Z. Tentu saja, tidak sedikit pula pelanggan yang menginginkan Aretha lebih dari sekedar bartender. Banyak yang ingin berniat macam-macam dengannya. Tapi ilmu beladirinya selalu mampu membantunya untuk lolos dari perangkap lelaki hidung belang.


" RERE !!! REREEEE !!! "


Muncul Sara di seberang meja, dengan berteriak memanggilnya.


Aretha mencari asal suara.


Ngapain dia kesini ????


" Guys... Please yaaa.... I'm off for a few second, Okey ? "


Bisik Aretha kepada rekan sekerjanya yang ada di sampingnya. Sang rekan mengacungkan jempol, tanda setuju.


Aretha segera bergegas, keluar dari tempatnya dan menarik Sara ke arah toilet.


" What's up ? "


Tanyanya singkat. Sara langsung memeluknya begitu saja.


" Seharian ini kemana kamu ??? Dari semalem nggak pulang ke rumah, nggak pulang ke kost san.... Kamu bikin aku kuatir, tau !! "


" Aku nginep di hotel .... Sengaja nggak pulang, karena aku kuatir Ayah bakal ceramah sampai pagi. "


" Terus kenapa nggak angkat telpon ku ? "


" Dari semalem juga belum pegang hape, abis kali batereinya. Sekarang aja nggak bawa nih ! "

__ADS_1


Sengaja emang .....


" Kemana kamu pergi sama cowok itu ? "


" Kita ngobrol di lobi hotel, terus aku cabut sendiri, nggak tau dia kemana, kita pisah di lobi kok ! "


" Kamu nggak bohong ? "


" Buat apa aku bohong ? Nggak guna ! "


Tapi kamu bohong, Re...


Aku tau itu, karena aku tanya ke satpam, kamu pergi naik motor kamu dengan dia.


" Syukur deh kalo nggak bohong. Malam ini aku nginep di kost mu ya... "


" Boleh, nih kuncinya ! "


Segera Aretha merogoh saku celananya dan mengambil sebuah kunci. Disodorkannya ke Sara. Sara menerimanya.


" Kamu emang nggak pulang ? "


" Nggak, aku back-up Sandy sampai pagi, mungkin jam 8 pagi lah aku pulang... "


" Ngapain aku nginep tapi kamu nggak ada ? Nih, nggak jadi ! "


Sara segera menyerahkan kembali kunci kost milik Aretha.


Bagus deh, kalo nggak jadi !


Aretha mengambilnya dan memasukkannya kembali ke saku celananya.


" Re .... Kamu setuju ya ? "


" Tentang apa, kuliah lagi ? "


Beberapa hari lalu, Ayah mengancamnya, akan mengeluarkannya dari Kartu Keluarga, kalau dia tidak mau melanjutkan kuliahnya kembali.


" Oohh .... Entahlah ! "


" Tolak, Re ! Bilang nggak mau !! "


Itu emang mau kamu, kan ?


" Nggak ada alasan buat bilang nggak mau. Aku bilang nggak mau sekarang, itu juga cuma tertunda aja kan .... Kayak nggak tau Ayah aja sih ! "


Dan aku berharap, kalo perlu besok juga udah nikah ....


" Iya sih .... Gimana dengan ku ? Aku butuh kamu ! "


"Aku cuma mau married aja kan, bukan mau ngilang seumur hidup. Kita masih bisa ketemu kapan aja kamu mau. "


Kapan aja suami ku kasih ijin buat ketemu kamu !


" Aku nggak mau berbagi kamu dengan yang lain !!! "


Dan Sara pergi begitu saja meninggalkan Aretha yang langsung tersentak kaget.


Kalimat yang sama yang akan bikin aku kehilangan lagi .... ???


Apa Sara bakal nekad lagi ?


Ini kan pilihan Ayah, apa Sara seberani itu ?


Kalo benar, Sara udah nggak waras !!!


Aretha teringat kejadian masa lampau, dimana dia masih berusia 10 tahun. Saat itu Sara berusia 8 tahun. Aretha memiliki seekor kelinci yang sudah dipeliharanya lebih dari 2 tahun. Setiap hari dihabiskannya waktu bermain dengan Boni, sang kelinci.


" Re, kamu sayang banget ya sama Boni ... "


" Iya, lihat deh, Ra ! Boni gendut banget ya sekarang, jadi gemes mes mes .... "

__ADS_1


" Iya, dia gendut banget ! Makannya banyak, makanan mu juga dimakan dia .... "


" Aku sayaaaannggg banget sama Boni ! "


" Aku juga sayang banget sama kamu, Re ! "


" Kalo gitu, kita bertiga saling sayang sampai gede nanti ya ! "


" Nggak !! Aku nggak mau berbagi kamu dengan yang lain !!!! "


Dan malamnya Boni hilang. Selang 2 hari kemudian, Boni ditemukan sudah tak bernyawa dalam keadaan tergantung di rumah kosong dekat SD tempat Aretha dan Sara sekolah.


Nggak cuma Boni .....


Aretha hampir terjatuh karena lemas. Dia menyandarkan tubuhnya ke dinding.


Merogoh saku celana belakang, dan mengambil sebungkus rokok. Diambilnya sebatang.


Yah.... korek apinya ketinggalan !


" Boleh pinjam korek api nya ? "


Tanya Aretha saat ada seseorang yang hendak masuk ke toilet laki-laki.


" Nih ! Lho, kamu kan ..... "


Ternyata Doni lah yang di cegat Aretha. Aretha tersenyum kecil.


" Haii ! Lagi kumpul apa jalan sendiri aja ? "


Sapa Aretha sembari menyalakan rokoknya. Dan segera mengembalikan korek api Doni.


" Kamu kerja disini ? "


Selidik Doni, melihat kaos seragam pub yang dikenakan Aretha.


" Iya ! Ntar mampir ke bar ya ! Sebagai ucapan thanks buat korek apimu, aku traktir minum. "


" Oohhh, bartender ! Kereenn !!! Okey ! "


Aretha mengacungkan jempolnya.


" Eh, dah kelebet nih, eh kebelet ! Aku cuss dulu deh ke dalem ya ! "


" Ya, go a head !! "


Dan Doni pun segera masuk ke toilet. Aretha tertawa kecil, kemudian mulai menikmati rokoknya. Berfikir.


Apa yang harus kulakukan sekarang ?


Sara kan emang nggak waras ....


Gimana kalo dia benaran nekad ?


Dulu setelah Boni, ada lagi Oren, kucing kesayangan ku dan Sweeti, hamster kado ulang tahunku yang ke 15 dari Bunda, belum juga lama kupelihara...


Sampai trauma punya hewan peliharaan.


Dan aku kehilangan mereka, sesaat setelah Sara mengatakan kalimat itu !


Tapi ini kan Ryuzaki, seorang manusia !


Masa iya, Sara mau gila kayak gitu ?


Tapi dia emang gila ....


Setiap aku punya sahabat dekat di sekolah, selalu ujung-ujungnya aku dijauhi sama mereka ....


Alasan mereka sama, SARA !!!


Nggak ! Nggak !

__ADS_1


Segila-gilanya dia, nggak mungkin kan dia...


__ADS_2