AKU DAN CINTA SAUDARIKU

AKU DAN CINTA SAUDARIKU
BAB 38


__ADS_3

Tiba tepat di depan pintu menuju keluar di atap kampus. Aretha merasa takut mendorong nya. Kejadian tentang Ditto terakhir kalinya seolah-olah terus menerus terbayang. Membayangkan membuka pintu dan mendapati Ditto berdarah, Aretha berharap bukan itu yang akan dilihatnya kali ini.


" Bismillah... "


Ucapnya setengah berbisik. Ryuzaki memperhatikan nya. Tangan nya yang digenggam Aretha terasa berkeringat dingin. Tanda Aretha merasa gugup.


Perlahan Aretha membuka pintu besi di hadapannya yang sudah sedikit terbuka. Pandangannya beredar ke sekeliling.


" Re... Sebelah kanan mu, di sudut. "


Kata Ryuzaki memberitahu ke arah mana Aretha harus menoleh. Aretha mengikuti apa yang dikatakan Ryuzaki.


Aretha melepas genggaman tangannya pada sang suami.


Benar !!!


Ditto dan Sara !!!


Aretha bergegas berlari ke sudut atap sebelah kanan. Di sudut, terlihat Sara dan Ditto yang sedang berbincang dengan serius dan tidak menyadari akan kedatangan Aretha dan Ryuzaki.


" Sara ! "


Teriak Aretha saat Sara mengeluarkan sebuah gunting dan mengarahkannya kepada Ditto. Sara terkejut setengah mati. Gunting terlepas dari tangannya. Melihat Aretha bak melihat hantu. Sara melangkah ke belakang dengan gemetar.


" Rere ?... "


" Kamu... Kamu, kita ! Kita salah paham waktu itu, Sara.... Ditto cerita semuanya kemarin ! Kalo... "


" Jangan percaya dia, Re... Dia boong ! Dia itu cuma mau cari kesempatan aja. Dia mau bikin aku lengah, jadi dia bisa ambil kamu dariku ! "


Langkah Sara terhenti saat tubuhnya menubruk pagar besi. Dia menoleh ke belakang. Melihat ke bawah. Aretha, Ryuzaki, dan Ditto tampak cemas.


" Aku udah jelasin barusan ke Sara, Re... Tapi dia nggak percaya. "


" Aku pernah celakain kamu sebelumnya, jadi kenapa aku harus takut sama kamu sekarang ??? "


" Tapi Sara... kamu salah paham. Ditto serius kok ! "


" Itu alasan dia aja, Re ! Jangan percaya ! "


" Sara... Please.... Aku nggak boong ! "


" DIAAMMM !!! Aku nggak percaya ! "


" Oke... Oke... Aku nggak akan percaya sama Ditto. Aku percaya sama kamu. Jadi sekarang kamu bisa kesini dulu kan ? "

__ADS_1


Tanya Aretha mendekat ke arah Sara.


" Sara, aku nggak boong... Apa yang aku bilang tadi, emang itu yang sebenarnya. Pertama kali nya aku ke rumah mu buat belajar kelompok bareng Rere dan teman yang lain, aku melihatmu dan suka sama kamu. Aku deket sama Rere, sengaja... karena aku pingin kenal kamu lebih dekat lagi. Kamu nggak pernah lepas dari bayang-bayang Rere. Kamu nggak pernah mau kenal yang lain kalo bukan Rere yang kenal duluan. Jadi aku coba manfaatin Rere buat deketin kamu... Maaf. "


" Kalo diinget-inget, setiap aku jalan sama Ditto, ngobrol sama dia, selalu yang ditanyain pasti tentang kamu, Sara... Aku sempat nggak percaya juga, karena Ditto bener-bener keliatan peduli banget sama aku, aku juga merasa nyaman, aku pikir, dia suka sama aku... "


" Iya, maaf juga buatmu, Re... "


" Aku tau... nggak papa kok... "


" Aku baru dapet nomer hape mu dari Rere hari itu. Sebelumnya aku nggak tau kasih alasan yang tepat saat mau minta nomer telponmu, takut Rere nggak suka, karena kuliat, kalian itu saling melindungi. Pasti Rere akan tanya ini itu, curiga, ngapain aku minta nomer telponmu. Makanya aku sengaja akrab dulu dengan Rere. Entah kebetulan atau emang keberuntungan ku, Rere sakit saat itu, saat aku telpon Rere nanyain buku paket sekolah milikku yang dia pinjem, ternyata kebawa sama kamu. Itulah akhirnya aku bisa minta nomer telponmu, dengan alasan, aku mau ketemu kamu langsung aja buat minta buku paket ku. "


" Iya, Sara... Coba kamu inget-inget. Setiap aku jalan sama Ditto, dia selalu beliin kamu sesuatu. Coklat, boneka, jepit rambut, tas lucu-lucu, iya kan ? Padahal aku malah nggak dibeliin lho... "


" Aku tau hubungan kalian seperti apa, jadi agar Sara nggak terlalu berpikir jauh tentang aku dan kamu, Re... aku sengaja kasih dia hadiah. "


" Sebelumnya aku pikir, hadiah itu agar Sara tidak cemburu padamu, Dit... "


" Maaf... Maafin aku kalo ternyata kalian jadi salah paham. "


Kejebak diantara 2 cewek dengan hubungan yang nggak kayak biasanya emang repot.


Rere yang manly tiba-tiba kayak menemukan sosok yang diidam-idamkan.


Sara merasa miliknya akan diambil sama Ditto.


Akhirnya yang ada hanya bisa saling memanipulasi.


Batin Ryuzaki yang hanya menjadi penonton sedari tadi. Dia juga tidak tahu harus bagaimana. Jadi hanya bisa menyimak saja apa yang sedang terjadi.


" Ditto sayang kamu, Sara... "


Ucap Aretha dengan lembut. Aretha meraih tangan Sara. Sara hanya terdiam. Menatap Ditto dan Aretha bergantian.


" Tapi Re... aku-aku cuma mau kamu ! "


Kata Sara lirih. Air mata nya mulai menetes. Dia menatap ke arah Ryuzaki. Ryuzaki menjadi bingung dengan tatapan mata Sara.


" Sara... kamu tau ? Aku punya janji sama kamu, aku nggak akan ninggalin kamu sampai kapan juga. Aku dan Ryu emang sudah menikah, tapi aku nggak akan ingkar janji sama kamu. "


Mendengar kata-kata Aretha, Ryuzaki menatapnya tajam dan terlihat tidak senang. Ditto seperti pasrah, merasa tidak punya kesempatan. Hanya Sara yang tampak berbinar-binar.


" Beneran, Re ? "


" Bener... "

__ADS_1


" Re ! Maksudmu apa ? Kamu nggak anggap aku ? "


" Bentar dulu... aku jelasin sekarang, aku pertegas nih sekarang. Biar ke depannya semua paham mau kita masing-masing ! "


" Aku cuma mau kamu, Re ! "


" Sara... dengerin aku dulu ! Aku udah nikah. Jadi aku ya akan jadi istri Ryu... Tapi, aku ada buat kamu sebagai sodaramu. Yang namanya suami istri bisa aja kapan pun pisah kan... Kalo sodara, sampai mati juga akan selalu sama-sama. "


" Itu artinya kamu pilih dia ! "


Kata Sara setengah berteriak dan menunjuk ke arah Ryuzaki.


" Aku nggak akan pilih yang mana-mana... Aku akan jalani hidupku dari sekarang sebagai istri Ryu, dan sodaramu. Kamu ngerti kan ? "


" Nggak ! Aku nggak mau ! Kamu pilih dia, kamu mau abisin waktumu seumur hidup mu sama dia, nggak sama aku ! Aku pasti sendirian ! Aku nggak punya siapa-siapa lagi ! Aku... "


" Kamu punya aku ! "


Potong Ditto cepat dan memeluk Sara. Sara mencoba berontak. Tapi Ditto menahannya.


" Lepasin !!! Lepasin !!! "


Jerit Sara sambil mencoba mendorong tubuh Ditto.


" Lepasin dia, Dit ! Jangan memaksa dulu... Tolong beri dia waktu. "


Kata Aretha. Terpaksa Ditto melepaskan pelukannya dengan perlahan.


" Aku sayang kamu, Sara ! "


" Aku nggak !!!! Aku cuma mau Rere, aku cuma mau Rere !!! "


Sahut Sara seraya memeluk Aretha sambil berteriak.


Semua terdiam. Aretha membiarkan Sara memeluknya dengan sangat erat. Ditto mencoba meraih Sara kembali, tapi Ryuzaki memberi tanda melarangnya melakukan itu.


" Re... kumohon, tinggalin suamimu ! Kamu sama aku aja, kayak sebelumnya... Kita selalu sama-sama. Dari aku datang ke rumahmu, kita selalu sama-sama. Kita nggak terpisahkan. Cuma aku, kamu, ayah dan bunda. Kita hepi kan... Nggak yang lain, kita hepi terus kan... "


Sara terus merajuk. Tanpa melepas pelukannya, seolah-olah Aretha akan menghilang darinya.


" Sara.... "


Aretha terdengar sedih.


Apa yang harus aku lakuin kalo kayak gini....

__ADS_1


Sara sangat terluka....


__ADS_2