
" Soo.... Bolehkah aku istirahat dulu ?"
" Kata Mami, boleh istirahat. Karena besok, masih lanjut. Hari ini tamu undangan dari keluarga dan pemegang saham, besok tamu undangan dari teman dan tetangga. "
" Okey, thanks .... "
Dan Aretha pun bangkit. Ryuzaki membantunya mengangkat ujung belakang gaun pengantin. Turun dari pelaminan, tersenyum sana sini, sambil berjalan menuju pintu yang sudah ditunjuk untuk mereka ke arah kamar hotel yang dipilih sebagai kamar pengantin selama acara berlangsung.
" Ryu, bisa nggak cariin aku bir ? Itu membantuku tidur lebih cepat. "
Pinta Aretha saat mereka hampir sampai di depan kamar.
" Nggak boleh ! Tidur tidur aja, nggak perlu minum bir ..... Ubah pola hidupmu itu ! "
" Ayolah ... terakhir deh ! "
" Apaan sih .... "
" Ya ya ya ? "
Aretha terus merayunya. Lebih tepatnya merengek.
Kan males liat dia tau-tau buka pakaian kayak waktu di apartemen.
Apalagi ini malam pertama .....
Masa dia harus minum sih ?
" Okey, ini terakhir ! "
Aretha mengacungkan jempolnya sambil tersenyum semanis mungkin. Ryuzaki melepas jas pengantin dan dasi kupu-kupunya.
" Nih, bawa masuk ! Tunggu di dalam ! "
Katanya seraya menyerahkan jas dan dasi nya. Merogoh kantong celana nya, dan menyodorkan sebuah kartu kunci masuk kamar hotel kepada Aretha. Aretha mengambilnya.
Ryuzaki pun melangkah pergi, meninggalkan Aretha di depan kamar. Tepat Ryuzaki masuk ke dalam lift. Sara muncul.
" Aku nungguin di pojokan situ ..... Ayo, ini aku bawain baju ganti. "
Kata Sara.
" Ayo masuk dulu .... Aku ganti baju dulu ! "
Dan keduanya masuk ke kamar hotel. Aretha melepas baju pengantin nya dibantu dengan Sara. Kemudian mengenakan baju yang dibawakan Sara.
" Sip ! Cuzz ... "
Siap dengan rencana kabur nya, Aretha dan Sara pun keluar kamar.
" Mau kemana kalian ??? "
Ryuzaki sudah berdiri tepat di depan mereka begitu pintu kamar terbuka. Aretha dan Sara melongo tidak percaya.
" Ka-kamu cepet a-amat ?? "
Aretha tergagap, masih shock. Tanpa menjawab, Ryuzaki langsung mendorong keluar Sara dari kamar, dan menutup pintu kamar.
" Heiii !!!! Lepasin Aretha !!! "
Teriak Sara sambil menggedor pintu. Tapi sayang, tidak ada sahutan dari dalam.
" Mau ngapain kamu ? "
Tanya Aretha dengan waspada melihat Ryuzaki membuka kancing kemeja nya. Setiap Ryuzaki melangkah maju, Aretha melangkah mundur.
" Mau ngapain ? Ya mau malam pertama lah .... "
" A-apa ?? Eehhh .... ntar dulu deh ! "
__ADS_1
Ryuzaki tersenyum sinis. Melihat wajah Aretha yang memerah. Dia membuka bajunya. Aretha makin memerah, bahkan menelan ludah.
" Ini kan malam pertama kita .... "
Bisik Ryuzaki begitu menarik Aretha dalam pelukannya. Wajah Aretha memanas saat menempel di dada Ryuzaki. Segera Aretha mendorong tubuh sang suami menjauh. Tapi tenaganya kalah jauh. Yang ada, Ryuzaki berhasil menarik lepas kaosnya.
" Dasar Mesum !!!! "
Jerit Aretha kesal dan malu. Kini tubuh bagian atasnya hanya tertutup sepotong bra saja. Ryuzaki tertawa kecil.
" Ini kan bukan yang pertama aku liat badanmu.... Kenapa harus malu ? "
Ryuzaki semakin bersemangat menggoda istrinya. Didorong Aretha ke ranjang.
" Hei ! Kamu mau ngapain ??!! Lepas !! Lepas !! "
Ryuzaki memaksa melepas celana jeans Aretha. Aretha berusaha bertahan. memegangi celananya. Tapi Ryuzaki lebih sigap. Tidak memakan waktu lama, celana Aretha terlepas.
" Are you nuts ???!!!! "
Teriak Aretha marah, mendapati dirinya hanya mengenakan pakaian dalam saja. Segera dia bangun dari ranjang, berniat memukul suaminya.
" Harusnya mencium, bukan memukul ..... "
Kata Ryuzaki sambil menghindar dari bogem mentah sang istri. Dan menangkap kepalan tangan Aretha, memutarnya ke belakang tubuh Aretha.
CUUPPP !!!
Sebuah ciuman mendarat tepat di leher Aretha. Dan gigitan kecil.
" Aduw !! "
Rintih Aretha. Ryuzaki mendorongnya ke ranjang kembali. Aretha pantang menyerah. Kembali menyerang Ryuzaki. Tapi lagi-lagi Aretha lah yang kena dikerjai. Ryuzaki menangkap tubuhnya, dan langsung melemparnya kembali ke ranjang. Dan itu terus berulang.
Benar-benar pantang menyerah ni cewek ya !
Batin Ryuzaki melihat kegigihan Aretha menyerangnya bertubi-tubi.
Aku nggak akan menyerah !
Nggak segampang itu !!!
Batin Aretha bersikukuh. Tekadnya sudah bulat. Dia harus bisa keluar kamar.
" Mau nyerah nggak ? Udah sejam lebih begini. Kamu nggak capek ? "
Tanya Ryuzaki yang masih terus membuat Aretha kewalahan.
" NGGAAKKK !!! "
Jawab Aretha penuh semangat tapi sudah ngos-ngosan.
" Tapi di lehermu udah penuh tuh .... Dimana lagi aku bikin tanda ? Boleh di mmm .... dadamu ? "
Sahut Ryuzaki mengingatkan sembari melempar senyum nakal. Setiap 1 serangan yang di lakukan Aretha, Ryuzaki menghindarinya dan membalasnya dengan gigitan kecil di lehernya. Wajah Aretha memerah dan terasa panas.
Tapi bukan Aretha kalau mudah menyerah.
" Besok gaun pengantinnya tertutup nggak lehernya ? Dikata apa ya kalo tamu-tamu melihat merah-merah kecil begitu, penuh lagi dileher mu ..... "
" Berisik !!! "
Aretha kembali melakukan serangan. Menendang, memukul, mencakar, apapun yang dia bisa, dia lakukan terus menerus. Ada sesekali, tendangan nya mengenai perut Ryuzaki. Pukulannya, sempat membuat sudut bibir suaminya berdarah.
Keadaan kamar sudah sangat berantakan. Bantal guling pun pada sobek. Bedcover terlempar ke depan pintu toilet. Seprai menyangkut di atas meja rias. Bangku rias miring, karena kaki bangku yang patah sebelah tertimpa tubuh Ryuzaki yang terjatuh. Kaca rias retak, saat tubuh Aretha jatuh diatas meja rias.
Kamar pengantin yang tadiannya ditata sedemikian rupa indahnya, benar-benar persis kapal pecah.
Udah waktunya di kelarin ini.
__ADS_1
Biar cewek, tenaganya luar biasa juga.
Udah berapa jam ini, dia udah ngos-ngosan tapi terus aja nyerang....
Bunda nya sama Mami bakal nangis liat keadaan kamar yang begini ....
Dan akhirnya, setelah melayani jurus-jurus Aretha dengan main-main. Ryuzaki kini berniat menyudahinya.
Tidak memakan waktu lama, Ryuzaki menangkap tubuh Aretha dan memeluknya. Dengan tangan satu, memeluk Aretha, tangan satu lagi, mengambil seprai, dan mengibaskannya ke atas ranjang. Lanjut mengambil bedcover. Menjatuhkan diri di ranjang bersama Aretha. Aretha meronta.
" Lepasin !!!! "
" Berisik ! Aku ngantuk ! Udah, diem, kalo nggak mau aku lakuin itu !!! "
Ancam Ryuzaki, masih dengan satu tangan memeluk Aretha, dan tangan satu lagi melebarkan bedcover, untuk menyelimuti tubuhnya dan Aretha.
Aretha terdiam mendengarnya. Nafasnya tersengal-sengal kecapekan.
Iya, aku juga capek.
Dia pasti gampang banget bisa lakuin hal itu kalo niat.
Kayaknya kalem, tapi dia ahli juga bela diri nya.
Batin Aretha.
" Apa harus begini posisi tidur ku ? "
Tanya Aretha setelah tenang beberapa saat. Kedua kakinya diapit oleh kedua kaki Ryuzaki. Tangan dan tubuh atasnya, terkunci dengan kedua tangan Ryuzaki.
" Janji buat tenang, dan nggak ngamuk lagi, baru aku lepaskan .... "
" Iya, aku janji ! Cepat, aku udah ngap ! "
Kata Aretha setengah kesal.
Perlahan Ryuzaki mengendorkan kuncian nya. Begitu ada sedikit ruang, segera Aretha berguling ke samping. Membelakangi Ryuzaki.
" Aku masih nggak percaya kamu nggak akan kabur, sini ! "
Ryuzaki menarik pinggangnya. Membuat Aretha menempel kembali ke tubuhnya.
" Udah, tidur ! "
Perintah sang suami saat Aretha ingin melepaskan pelukan suaminya. Aretha terdiam, mau tak mau. Merasa jengah saat merasa kulitnya yang bersentuhan dengan kulit suaminya.
" Besok, berpura-puralah semuanya baik-baik aja ya, aku nggak mau kecewain Mami ku. Buatku, Mami segalanya .... Aku nggak bisa ngeliat dia sedih. "
" Aku nggak akan mencampuri apapun urusan pribadimu, tapi aku minta, bantu aku untuk menjadi menantu yang baik buat mami ku, paham ? "
Aretha menganggukkan kepala.
Benar-benar sayang orangtua ....
Kata Ella, kalo cowok sayang pada orangtuanya, dia akan sayang juga pada pasangannya selama pasangannya bisa menjadi kebanggaan orangtuanya.
Cowok yang sayang orangtuanya, akan lebih memahami perasaan pasangannya.
Benarkah ?....
Ryuzaki sama kah seperti itu, atau dia hanya akan mikirin orangtuanya tanpa peduli pada ku ?
Kan menikah juga bukan karena keinginan sendiri.
Entahlah ....
Aku capek banget.
Pingin tidur .....
__ADS_1