AKU DAN CINTA SAUDARIKU

AKU DAN CINTA SAUDARIKU
BAB 31


__ADS_3

Apartemen Ryuzaki, pukul 17.35 WIB.


" Hahaha... Akhirnya, kamu pun sama kayak kita-kita ! Penganut kesucian ini udah ngerasain nikmatnya cewek bukan ? "


" Kamu salah, Don ! Aku tetep beda lah sama kalian. Kalian masih usia belasan udah ngelakuin itu, dan sampe hari ini, aku yakin, kalian udah ngelakuin sama ratusan cewek yang nggak jelas ! "


" Woiy ! Cewek-cewek aku jelas semua ya... Nggak ada yang nggak jelas ! Dan kita ini ngelakuin itu atas dasar suka sama suka ! "


" Okey, kuakui, aku dan Rere ngelakuin itu karena terpaksa, tapiiiiii.... aku dan dia sama-sama jelas, berstatus suami istri ! Tetep kan beda ??? "


" Aahh, intinya... Kamu udah nggak perjaka lagi, hahaha !!! "


Ujar Eza disambut gelak tawa yang lain. Dan Ryuzakipun menekuk wajahnya, tanda kesal. Dari datang tadi dan cerita kejadian semalem, habislah dia dibully oleh teman-temannya sekarang.


" Udah ah... Males ngomongin beginian ! "


" Eeiittsss ! nggak bisa gitu dong... "


" Iya, kamu harus cerita. Kayak apa permainan ranjang Rere dan kamu.... Ehemm !! "


" Betuuulll... selama ini kita selalu cerita tentang segalanya sama kamu, dan diantara kita berempat, kamu yang paling pelit ceritanya. Sooo... let's talk, guys ! "


Ryuzaki menghabis kan sisa es kopinya dalam sekali teguk. Mengambil sebatang rokok dimeja dan menyalakannya. Menghirupnya dalam-dalam.


" Nikmat banget ya ngerokok begini... udaranya pas buat nikmatin suasana sore hari, apalagi ini ada sekotak donat yang... "


" Jangan ngalihin obrolan ! "


Tegur Eza dengan nada kesal. Ryuzaki membalasnya dengan senyum simpul.


" Pesen HokBen dong.... Aku laper ! "


Lagi, Ryuzaki mencari topik obrolan yang lain.


" Ga ada, HokBen tutup ! "


Doni menjawab sambil mendekat ke arah Ryuzaki duduk. Diikuti Eza dan Nano.


" Mau ngapain ? "


Tanya Ryuzaki kebingungan melihat tingkah temannya. Ketiganya mendekat dengan tatapan mata yang tajam, wajah mereka terlihat mencurigakan.


" Hei... hei... kalian mau ngapain ? "


" Mau liat, ada banyak tanda nggak di badanmu, Rere kan cewek liar, masa iya nggak bikin sesuatu yang hot... "


" Nggak, nggak ada ! Kita kan nggak punya waktu kayak gitu... Jantungku sakit banget waktu itu, makanya dia mau ngelakuin itu. "


" Boong ! "


" Nih kubuka sendiri nih bajuku, liat deh ! "


Dan Ryuzaki benar-benar melepas bajunya. Seperti yang dia bilang, tubuhnya memang bersih.


" Puas ngeliatnya ? Jangan sampai kalian napsu sama badanku hehehe... "

__ADS_1


" Lucu sekali kamu ya, ha... ha... ha... hah !!! "


Kata Doni dengan wajah sinis, dan tertawanya yang dibuat-buat. Ryuzaki tersenyum kecil. Kembali mengenakan kaosnya.


" Kalian nggak pake pemanasan sama sekali ? "


Doni masih penasaran rupanya. Ryuzaki Menggelengkan kepalanya.


" Kan aku bilang, aku kesakitan, nahan itu dari restoran sampai apartemen ku. Di taksi, Ayako coba-coba godain, sentuh sana-sini, dan Rere kan sempat berontak dulu... Jantungku makin lama makin kenceng detaknya, nggak beraturan gitu. "


" Kenapa nggak lakuin aja sama Ayako ? "


" Ngapain ? Aku bukan orang brengsek yang maen pake cewek sembarangan ! "


" Tapi bener pertanyaan Doni, harusnya lakuin aja sama Ayako, Ayako yang kasih kamu obat perangsang itu, dia pingin itu sama kamu... Lagian juga dia mau pulang ke Jepang, anggep aja bikin sebuah kenangan indah. "


" No, otakmu sama mesumnya sama Doni. Iya kalo itu cuma jadi sebuah kenangan indah, gimana kalo ternyata malah jadi satu masalah dimasa depan ? "


" Kok bisa, Za ? Masalah apa ? "


" Gimana kalo Ayako hamil ? Dan ternyata pada akhirnya, Ryu sama Rere saling jatuh cinta dalam pernikahan politik mereka ini. Apa nggak akhirnya nyakitin ke duanya ? "


" Wah, Za ! Aku malah nggak mikir sampai kesitu lho... Aku cuma nggak mau lakuin itu sama Ayako, karena buatku, dia itu dah kayak adikku. Dan aku sendiri punya istri, ya aku mending lakuin sama istriku sendiri bukan ? "


" Tapi emang kan bener, kalo Ayako hamil, itu malah jadi masalah ke depannya ntar. "


" Pola pikir mu terlalu jauh ke depan, Za... Kataku sih, nikmatin aja apa yang cewek mau kasih, selama tanpa ada paksaan. "


" Don, kamu satu pikiran sama aku. Tos !! "


Nano dan Doni pun melakukan tos sembari tertawa terbahak-bahak. Ryuzaki dan Eza geleng-geleng kepala melihatnya.


Komentar Ryuzaki malah membuat Nano dan Eza makin tertawa lebar.


" Eh, eh... Terus Ayako, gimana kelanjutannya ? "


Puas tertawa, Doni masih ingin tahu kisah selanjutnya antara Ryuzaki dan Ayako.


" Dia minta maaf lewat email, aku sendiri kan juga bangun siang, jadi nggak bisa nganter dia ke bandara. Aku ngerasa bersalah pada Ayako. "


" Emang kamu harus ngerasa bersalah pada Ayako, kamu menolak kenikmatan yang dia mau kasih... hehehe... "


" Serius dikit apa, Don... "


" Fakta, guys ! Ryuzaki itu menyia-nyiakan seorang gadis cantik ! Coba kalo aku ngerti bahasa dia, selama dia disini bisa kugebet terus-terusan. "


" Bagusnya, kamu itu bahasa inggris aja nggak ngerti jadi Ayako tertolong nggak jadi korban mu yang kesekian hahaha... "


Eza meledak dengan senangnya membuat Doni manyun jadinya.


" Tapi jujur aja, Ry... Kamu yakin kamu nggak ada perasaan sama Ayako seee-dikitpun ? Secara dia cantik lho, putih banget... "


" Kan dia orang Jepang, No... mana ada orang Jepang item kayak Doni ! Hehehe... "


" Sialan kamu, Za ! Biar item, aku ini item nya kereta api, banyak yang menanti ! "

__ADS_1


" Masalahnya, kereta api sekarang kan nggak ada yang item, jadi kamu itu termasuk manusia jaman baheula ya, satu jaman sama kereta api yang item itu, hahaha !!! "


" Ahh, berisik kalian ! Ngapa jadi ngebahas kulit ku sih ??? Udah itu, terusin obrolan si Ayako aja deh ! "


" Oh iya ya... Nggak penting juga ngebahas Doni. "


" Cih !! "


Doni tampak kesal mendengar komentar Nano. Nano tertawa kecil.


" Iya sih, kalo mau dibandingin, Ayako dan Rere, kebalikannya. Ayako lembut, Rere lumayan kasar. Ayako, dia mmm... aku tau dia luar dalam, kalo dia lagi sedih, marah, kesal, aku tau harus gimana. Rere ? apa yang aku lakuin, dia bahkan nggak ngerespon dengan apa yang aku lakuin. Aku nggak bisa baca apa yang dia mau lakuin. Dan itu yang bikin aku tertarik. Something new for me. So different's. Nggak ketebak ! "


" Ryu... Selamat, anda mengalami apa yang disebut ja-tuh cin-ta ! "


Ujar Eza sembari menjabat tangan Ryuzaki. Ryuzaki mengerutkan keningnya. Bingung.


" Jatuh cinta ?... Hah ! Ngaco kamu, Za... Mana bisa aku jatuh cinta sama Rere ? Dia itu cewek yang nggak cewek, tau nggak ? Apalagi kalo ada Sara di deket dia, aku langsung ngeliat Rere jadi cowok ! "


Kata Ryuzaki dengan nada sinis.


" Eh, btw... Sara, dia beneran lesbian ?... "


Nano menjadi penasaran saat Ryuzaki menyebut nama Sara. Rupanya, Doni dan Eza pun juga merasa penasaran. Mereka langsung pasang tampang serius menatap Ryuzaki.


" Entahlah... aku juga bingung mau jawab apa. Tapi jujur, aku nggak suka banget dia deket sama Rere. Aku eneg ngeliat mereka tidur pelukan, nggak nyaman kalo liat Sara nempel terus sama Rere... "


" Tidur pelukan ??? Maksud kamu gimana, Ry ? "


" Serius, Ry ??? "


Ceplos Doni dan Nano bersamaan.


Ingatan Ryuzaki kembali ke waktu semalam. Saat dia pulang mendapati Aretha dan Sara tidur di ruang tengah beralaskan karpet.


Sara memeluknya seakan-akan Rere adalah kekasihnya. Rere sendiri seperti tidak masalah dengan pelukan Sara yang intim seperti itu. Keduanya sangat nyaman.


Apa Rere nggak merasa risih ?


Apa Sara emang bener-bener cinta pada Rere kayak cinta pada sang kekasih, bukan pada sodaranya ?


Kedekatan mereka bikin aku nggak nyaman ngeliatnya.


Aku nggak suka...


Tapi aku masih bingung, apa yang harus aku lakukan ?


Bahkan Bundapun memohon padaku, biar secepatnya aku bisa pisahin mereka.


Yang bikin aku penasaran adalah...


" Tolong pisahkan Rere dari Sara, tapi jangan sampai Sara tersakiti dan membuat dia membencimu... "


Apa maksud ucapan Bunda waktu itu ???


Misahin Rere dari Sara tapi nggak boleh nyakitin Sara, dan jangan sampe aku dibenci Sara...

__ADS_1


Dan Bunda pun nggak mau kasih penjelasan lebih lanjut lagi.


Aneh... bener-bener bikin penasaran.


__ADS_2