
Sudah seminggu disini, tapi ingatan ku masih belum sepenuhnya pulih....
Malah nggak ada kemajuan apa-apa rasanya.
Banyak hal yang semakin penuh di otakku, pertanyaan-pertanyaan yang nggak tau harus ditanyakan ke siapa.
Aku takut salah bertanya pada orang yang salah, yang akhirnya bukan jawaban yang kudapat malah jadi bumerang buat ku sendiri....
" Hufftthhh.... "
Ryuzaki menghela napas panjang, serasa mencoba melepas beban dari dalam hatinya.
" Kopi mu.... "
Suara lembut dari sisi kirinya, membuyarkan lamunan dan membuatnya menoleh. Sara tersenyum dengan manis nya, menyodorkan nampan dengan secangkir kopi di atasnya.
" Ah, makasih ya... Aretha ? "
Kata Ryuzaki sembari mengambil minumannya. Sara mengernyitkan kening, merasa heran dengan pertanyaan Ryuzaki.
Aretha ?
Beberapa kali dia menyebut Rere dengan nama asli, apa mereka berantem ?
Apa yang terjadi ? ....
Dan tingkahnya juga aneh sekarang ini.
Batin Sara dengan janggal.
Menyadari tatapan curiga dari Sara, Ryuzaki berpikir keras.
Apa pertanyaan ku aneh ya ?
Aku kan cuma nanyain soal istriku sendiri...
Aahhh, salah !
Bukan Aretha, tapi harusnya Rere !!
" Kalian berantem ? Baru juga kumpul lagi.... "
Baru saja Ryuzaki membuka mulut untuk mengalihkan perhatian, Sara sudah memberinya pertanyaan.
" Ah, itu... "
Ryuzaki mencoba memancing untuk mencari tahu letak kecurigaan dari Sara. Dilihatnya Sara mengambil tempat duduk di salah satu bangku taman di sisi kirinya. Nampan yang sedari tadi dipegangnya kini dipeluknya di depan dadanya.
" Kalian kalo berantem, selalu menyebut nama asli masing-masing, itulah yang bikin kalian pasti ketauan kalo lagi saling ngambek.... Ada apa emangnya ? "
Kata Sara dengan peduli.
Ooohhh.... I see !
Dan Ryuzaki sontak merasa lega dan tentunya, aman.
" Hehehe .... Emang nggak bisa ya bohong sama sodara sendiri. Tapi emang nggak perlu dipikirin kok, biasalah... Selisih pendapat soal kecil, jadi tenang aja, bukan sesuatu yang buruk... "
Dengan cepat, Ryuzaki mendapatkan jawaban untuk Sara sambil tersenyum.
Sara menatapnya dengan tajam kali ini. Membuatnya sedikit cemas. Tapi, Ryuzaki tetap mempertahankan senyum simpulnya.
" Apapun dan gimanapun hubungan kita sebelumnya, aku minta sama kamu, jangan pernah bikin Rere nangis, jangan sakiti dia... Aku tau, aku juga sadar, hubungan kita bertiga sebelumnya emang nggak baik, tapi aku sayang sama Rere, aku nggak mau ada yang sakiti dia. Kamu ngerti kan maksud ku ? "
Ryuzaki tercengang mendengar perkataan Sara.
Hubungan kita bertiga sebelumnya ?
Sara bangkit dari duduknya.
__ADS_1
" Diammu aku anggap kamu ngerti apa yang aku mau. "
Ucap Sara dan segera berlalu meninggalkan Ryuzaki yang masih kebingungan.
Hubungan apa yang terjadi ?
Ada apa antara aku, Sara dan Aretha ?
Apa maksud ucapan dia itu ?
Hubungan sebelumnya emang nggak baik ....
Hubungan yang nggak baik di antara kita bertiga ....
Hubungan apa yang .....
Tunggu dulu !!!
Jangan-jangan ....
Apa pernah terjadi sesuatu antara aku dan Sara ?
Apa sebelumnya aku dan Sara pernah ....
Nggak nggak ....
Apa mungkin ?
Tapi bisa jadi bukan ?
Kalimatnya aja kayak gitu.
Bisa jadi, sebelumnya aku dan Sara emang pacaran tapi aku malah nikah sama Aretha...
Tapi kenapa bisa aku nikah sama Aretha ?
Tapi nggak mungkin kan kalo nggak cinta, bisa ngelakuin itu...
Lalu kenapa aku bisa nikah sama Aretha ?
Ryuzaki menyeruput kopi nya. Mencium aroma kopi hangatnya, membuatnya mulai rileks kembali.
" Pagi sayang .... Mmuuahh ! "
Sebuah kecupan kecil tiba-tiba hinggap di bibirnya. Aretha yang datang mendadak dan langsung mengecupnya membuatnya terkejut.
" Ih, kaget ya.... Pasti lagi ngelamun ! "
Ucap Aretha menebaknya.
" Ah, siapa bilang ngelamun ?... Aku baru juga menikmati secangkir kopi tau2 ada yang nyosor gitu.... "
Jawab Ryuzaki mengelak tebakan istrinya.
" Kopi bikinan istrimu ini mantul kan ? "
Tanya Aretha sembari menggelayut manja di sisi kanan suaminya. Ryuzaki meletakkan cangkir kopinya di meja kecil di hadapannya.
" Bikinan mu ? "
" Iya, itu bikinan aku. Tadi pas mau anterin ke sini, aku kebelet pup, jadi aku minta tolong Sara buat anterin kesini. "
" Oh, kayak gitu... Pantes, tumben Sara yang kasih kopi ini pada ku, aku pikir dia yang bikinin... "
" Dia mana bisa bikin kopi, dia aja nggak suka kopi, apalagi kopi hitam kayak gini... Dia itu sukanya minum susu UHT, lebih bikin dia tenang dan sehat, kata dia... "
" Hmm.... kayak anak kecil ya... "
" Itu juga sejak dia ikut terapi, sebelum ikut terapi, dia nggak suka minuman berwarna, cuma air putih aja setiap harinya.... "
__ADS_1
Ryuzaki semakin penasaran dengan perkataan Aretha.
" Terapi ? "
" Ya, akhirnya dia mau ikut terapi kejiwaan .... Agar dia bisa melupakan semua rasa sakitnya di masa lalu. "
" Dia sakit... jiwa ? "
Kali ini Aretha yang merasa penasaran dengan kalimat Ryuzaki. Aretha mengangkat wajahnya dan menatap suaminya dengan tajam.
" Jangan bilang, kamu lupa seberapa parahnya Sara... "
Mendapat tatapan tajam dan kalimat yang benar-benar membingungkan pikirannya, Ryuzaki mencoba berusaha tenang.
" Parah ?.... Iya, dia parah ya... "
Dan hanya itulah kalimat yang meluncur dari mulutnya.
Aretha menatapnya masih dengan tajam, dan penuh selidik. Ryuzaki tersenyum kecil dan mendaratkan sebuah kecupan di bibir istrinya. Apa yang dilakukan Ryuzaki membuat Aretha tersentak untuk sesaat.
" Heiii.... ! "
Desis Aretha agak kesal sembari mendorong tubuh sang suami ke belakang.
" Aku kan cium istri sendiri, kenapa kesal gitu sih ? Nggak boleh ? .... Tadi kan kamu juga main cium aku tiba-tiba. Impas kan ? Hehehe.... "
Kata Ryuzaki sembari terkekeh.
" Isshhh .... Aku jadi lupa mau ngomong apa ih ! "
Sahut Aretha sambil menepuk jidatnya.
" Aku tau kamu mau ngomong apa... "
Kata Ryuzaki kembali masih dengan tawa kecilnya.
" Sok tau ! "
" Kamu ma bilang... I love you, my husband. Betul kan ? .... "
Sambung Ryuzaki dengan penuh percaya diri.
" Haaa ??!!! Pede amat kamu, isshhh !! "
Aretha melotot mendengar ucapan Ryuzaki yang narsis.
" Lah, kan setiap bangun pagi kamu selalu bilang kayak gitu ke aku, dan pagi ini kamu belum ngucapin itu... "
" Ah, emang pagi ini aku belum bilang itu ya ? "
Aretha mencoba mereview ingatan nya tentang pagi tadi saat ia bangun tidur.
" Ah iya ya .... Aku bangun, kami udah nggak ada ! Kata bunda, kamu jogging. "
" Nah... jadi aku nggak salah kan ? "
" Okey, kamu emang nggak salah, pagi ini aku lupa. Tapi bukan itu yang mau aku omongin tadi... "
" Ya udah lah... Ngapain juga pusing-pusing bingung mau ngomong apa. Sini aku mau say hello sama baby ku. "
Dan tanpa menunggu jawaban Aretha yang masih memasang tampang kesal, Ryuzaki menundukkan kepalanya dan mendekatkan telinganya ke arah perut Aretha yang tampak bulat tersebut.
Mengalihkan perhatian dari kecurigaan Aretha, bikin aku harus mikir cepat cari cara.
Secepatnya harus ngobrol sama mami dan papi.
Kayaknya nanya-nanya ke Bunda juga bisa jadi solusi.
Apa yang terjadi antara aku, Aretha dan Sara...
__ADS_1