
" Eiitss.... Woles, broo ehh, salah, salah ! "
Eza berusaha menenangkan Aretha yang terlihat marah. Nano dan Doni manggut-manggut.
" Tenang, kita cuma mau main aja kok ! Baruuu aja kita sampai, kalian udah kayak begitu. Suerr deh.... "
Sambung Nano dengan hati-hati. Di belakang Aretha, Ryuzaki buru-buru mengenakan celana kolornya.
" Kalian pasti sekongkol ya ?! "
Tuduh Aretha dengan sinisnya.
" Nggaaaakkk !! "
" Nggaaaakkk !! "
" Nggaaaakkk !! "
Jawab ke 3 nya kompak sambil menggelengkan kepala dengan serentak.
" Bohong ! Kenapa bisa ka.... Aauuww !!! "
Belum selesai Aretha bicara, Ryuzaki sudah menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam kamar.
" Heeiii !!! "
" Jangan berisik ! Dah sana mandi, ambil baju yang mana saja di lemari ! "
Kata Ryuzaki setelah menurunkan Aretha tepat di dalam kamar mandi yang ada di kamarnya. Aretha berhenti berontak. Lalu memperhatikan sekitarnya.
" Jangan keluar kalo belum mandi dan pake baju ! "
Ryuzaki menambahkan dengan tegas.
Ya kali aku bodoh apa ya .....
Keluar nggak pake baju !
" Isshhh.... "
Aretha dengan gondok, dan dengan segera menutup pintu kamar mandi.
Sementara di ruang tengah, berempat sedang mengobrol seraya menonton televisi.
" Ryu, dia pacar mu ? "
" Bukan.... Calon istri ku. "
Mendengar jawaban Ryuzaki dengan tenang, ke 3 nya melotot tidak percaya.
" Serius ??? "
" Kayak cowok gitu ?? "
" Yang bener aja deh ! "
Seperti bukan Ryuzaki, bisa mengenal seorang gadis tomboy begitu. Pemikiran yang sama di dalam otak ke 3 temannya.
" Yah, pernikahan apa ya namanya.... Dijodohin biar makin mempererat kerjasama bisnis antara orangtua aku dan orangtua dia. "
" Tapi dia kayak cowok, brooo.... "
" Gayanya aja sih kayak cowok, tapi body nya lumayan oke kok, kata ku sih... Dadanya juga lumayan berisi kan ?.... "
Eza berkomentar dengan jujurnya.
"Iya iya iya.... Bener juga ! "
KLLEEPPAAKK !!!
__ADS_1
" ADDAAUUWWW !!! "
Seru Nano dan Eza kesakitan karena kepalanya di pukul Ryuzaki menggunakan gulungan koran.
" Apus itu yang kalian liat tadi dari otak kalian !!! Itu calon istriku, yang benar aja kalian !!! "
Kata Ryuzaki dengan nada mengancam.
" Iya....iya... "
" Kan bukan salah kita kalo tadi begitu beruntung ngeliat body dia... "
" Diem nggak ??? "
" Okey, bosss que ! Kita akan diem .... "
Sahut Eza sembari tersenyum kecil. Ryuzaki melempar gulungan koran kearahnya.
Dengan sigap, Eza menangkapnya sambil cengar-cengir.
" Eh, aku mau kepo dikit ! Semalem kamu beneran udah itu, tau kan maksud ku ? "
Tanya Nano dipenuhi rasa ingin tahu, diikuti dengan Eza dan Doni. Ke 3 nya menatap Ryuzaki dengan tatapan penuh selidik.
" Nggak .... "
" Bo'ong !!! "
Ke 3 nya segera memotong jawaban Ryuzaki dengan kecewa.
" Cih ! Kenapa kalian ngotot banget sih berharap aku ngelakuin kayak gitu ? "
Protes Ryuzaki kesal.
" Ryuzaki Tora Wijaya ! Kamu itu udah 25 tahun, dan nggak pernah pacaran seumur hidup mu sampai sekarang, daaaannnn tadi barusan, TA-DI !!! Kita belum buta yaaaa.... Kita liat kalian itu, cuma pake daleman doang dan tidur saling pelukan ! "
" Betulll.... Jelas kita nggak percaya kamu nggak ngelakuin itu ! BULLSHIT ! "
Kali ini, teman-temannya yang protes keras. Ryuzaki hanya mengangkat bahunya.
" Up to you, brooo ..... "
" Ada yang punya rokok ? "
Berempat dengan serempak menoleh ke belakang. Berdiri Aretha di belakang mereka tampak kelihatan segar. Mengenakan pakaian milik Ryuzaki.
Kaos oblong warna hijau muda tanpa lengan yang dibundel di pinggang, agar tak terlihat kebesaran, dipadu celana legging sport warna hitam dengan list merah di sisinya, yang sering dikenakan Ryuzaki saat bersepeda.
Rambutnya yang masih agak basah, jatuh menjuntai sampai ke pinggangnya. Kulitnya yang putih bersih, sangat cocok dengan pilihan warna pakaian yang dikenakannya.
Aretha terlihat segar dan seksi.
" Ada... ini ! "
Segera, Eza, Nano dan Doni mengeluarkan sebungkus rokok dari saku mereka masing-masing.
Aretha tersenyum manis.
" Apa-apaan sih ? Mau ku gaplok semua ? "
Ryuzaki mencegah Aretha mengambil rokok dari tangan Doni, yang memang kebetulan, paling dekat posisinya dari dia.
" Huh !!! "
Aretha melengos dengan kesal kepada Ryuzaki. Dan dengan langkah yang dipaksakan, berjalan menuju dapur.
" Mau ngapain ? "
Tanya Ryuzaki penasaran, melihat Aretha buka sana buka sini di kitchen setnya.
__ADS_1
" Kopi ! "
Jawab Aretha masih dengan nada kesal.
" Laci atas sebelah kanan, rak ke 2 dari atas. "
Sahut Ryuzaki memberikan petunjuk. Dan Arethapun menemukan apa yang dicarinya. Selesai menyeduh kopi nya, Aretha berjalan menuju balkon. Melewati empat pasang mata yang sedari tadi memperhatikannya.
Tapi Aretha tidak memperdulikan tatapan terpesona para laki-laki muda tersebut.
Tiba di balkon, Aretha bersandar ke depan, di pagar. Sambil menikmati kopinya, memandang ke bawah. Ke 4 pasang mata yang sangat terpesona akan sosok Aretha, menelan ludah.
" Sumpah... Aku berasa liat bidadari jaman now ! "
" Don, bidadari yang kamu maksud itu adalah orang yang berdandan ala cowok saat ulangtahun adeknya Nano. "
Kata Ryuzaki, membuat ke 3 temannya langsung menoleh ke arahnya.
" Serius ? Yang ciuman sama kamu dong, pas acara lampu dimatiin ? "
" Yap ! Dia juga yang punya moge, item merah pas kita macet mau ke arah puncak. Daann, dia itu cewek yang aku cerita, saat kita mau nonton balap liar, dia yang bawa aku kabur karena patroli polisi. "
" Entar dulu deh ! Yang kamu maksud, dia yang punya moge, yang kita liatin itu ? "
" Iya, dia itu ! "
" But, guys, it's impossible... Yang naik moge itu kan lagi itu boncengan sama cewek cantik lho, dan bro, dia dipeluk lho sama itu cewek ! "
" Emang itu dia ! "
" Ry, kamu becanda kan ? "
" Nggak ! "
" Kan lagi di pesta, yang cium kamu itu pake topeng, rambutnya juga pendek kok, dia kan rambutnya panjang... "
" Kamu yakin dia rambut nya pendek ? Bisa jadi kan dia pake wig ? Apalagi waktu itu, dia pake topi lhoo... "
" Eh, aku inget ! Nasya pernah cerita, dia punya temen geng gitu, tomboy, apa jangan-jangan .... "
Dan tanpa disadari, berempat kembali menoleh ke arah Aretha dengan tatapan penasaran.
" Kalo dibilang tomboy sih, ada benarnya juga. Tau sendiri, Ryu aja kerepotan nangkis tinjunya tadi. Cara dia mau ngadepin kita aja tadi keliatan banget kalo dia jago beladiri. "
" Buat ukuran cewek, dia terbilang tinggi ya .... Makanya kita jadi salah persepsi, mikir kalo dia cowok. Tapi dadanya... "
" Apaan ? Mau bilang apa ? "
Ryuzaki membuat Eza menghentikan kalimatnya. Eza cengar cengir.
" Nggaaakkk.... Hehehe ! Sorry... "
Yang lain ikut tertawa.
" Kalo emang dia yang dimaksud Nasya, dan dia juga ternyata yang punya moge, dan dia juga yang akan married sama kamu, itu aneh banget lho, bro .... "
" Kenapa aneh, No ? "
" Kata Nasya, dia itu nggak lanjut kuliah, dan nge kost aja, di kost pinggir kota gitu, cuma sepetak doang kamarnya.
Dia kerja serabutan, pagi sampai sore jaga toko kelontong, sore kadang back-up jadi tukang cuci piring di restoran, terus malamnya dia jadi bartender.
Aneh nya, kalo dia orang yang sama sebagai calon istrimu dan pemilik moge ..... Dia orang kaya kan ? Kenapa dia kerja serabutan begitu ? "
" Iya ya, moge nya mahal lho, seratus juta ke atas ..... "
Ryuzaki mengernyitkan dahi mendengar cerita Nano.
" Dan lagi .... Sorry ya, bro ! Kata Nasya, dia kayaknya lesbian ..... "
__ADS_1
Sontak, Eza dan Doni terkejut mendengar ucapan Nano. Tapi tidak dengan Ryuzaki.
Sudah kuduga....