AKU DAN CINTA SAUDARIKU

AKU DAN CINTA SAUDARIKU
BAB 61


__ADS_3

" Uugghhh... "


Badanku... kenapa ini ?


Rasanya nggak nyaman begini...


Sara mengedipkan sepasang mata indahnya beberapa kali sembari mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa lemah tak bertenaga.


" Kamu sudah bangun ? "


Suara yang berat membuat Sara memalingkan wajahnya ke arah samping.


" Ka... "


Sara tak melanjutkan apa yang ingin diucapkan saat matanya membulat menatap sosok Ditto yang berada di sisi kanannya.


Tampak olehnya, Ditto yang berbaring miring menghadapnya dan sedang tersenyum. Mata Sara makin membulat seakan-akan hampir meloncat keluar saat menyadari dirinya dan Ditto berada pada ranjang yang sama.


Dengan suara yang terdengar tercekik dan tatapan tajam, Sara menarik tubuhnya ke belakang, berniat menjauh.


" Awasss !! "


Jerit Ditto dengan raut wajah sangat terkejut. Tak menyangka akan reaksi Sara tersebut.


BUUGGGG !!!


Namun sayang, tubuh Sara terlanjur terguling jatuh dari ranjang. Dan untuk yang kedua kalinya, kedua mata Sara kembali membulat.


" Sara, aku... "


Ditto yang segera beranjak bangun karena jatuhnya Sara, tampak merasa bersalah. Ia buru-buru menutupi tubuh Sara yang telanjang bulat, tanpa sehelai benangpun, dengan menarik selimut dari atas ranjang.


" Ka-kamu... A-a... "


Sara begitu shock. Dan tampak sangat sulit untuk dirinya berkata-kata. Menatap Ditto yang hanya mengenakan ****** *****, menatap dirinya, dan menatap ke sekeliling ruangan.


Apa iniii ??!!


Kamar siapa ?!!


Apa yang terjadi ??


Sama-sama telanjang begini...


Apakah Ditto sudah...


Pertanyaan dalam hatinya tak terselesaikan. Kembali mata bulatnya melotot ke arah Ditto. Tanpa menunggu lama, Sara merapatkan selimut tersebut ke tubuhnya.


" Sara, aku... maksudku, kita... yah, kita, kita... "


" Kamu perkosa aku ??!!! "


Jerit Sara memotong ucapan Ditto yang masih bingung untuk menjelaskan situasi di antara mereka berdua saat ini.


" Sara, bukan begitu ! Aku... "


" Lalu apa ??? Ini apa ??? "


Sara penuh dengan amarah, dan dengan cepat berusaha untuk berdiri.


" Aduh, kepalaku... "

__ADS_1


Tiba-tiba tubuhnya oleng, karena kepalanya yang terasa bak dihantam sebuah palu besar. Dengan sigap, Ditto yang ikut berdiri, menangkap tubuh Sara.


" Lepasin !!! "


Teriak Sara sembari mendorong tubuh Ditto.


Tapi Ditto malah menariknya dan memeluknya dengan erat. Tentu saja, Sara memberontak sekuat tenaga. Hanya saja, kekuatannya tak sebanding dengan Ditto.


" Lepasin !!! Lepas !!! LEPAASSS !!! "


" Tenanglah... Tenang sebentar saja. "


Kata Ditto penuh kelembutan, terus memeluk tubuh mungil Sara dengan erat.


Sara masih mencoba melepaskan dirinya dari pelukan erat Ditto. Dan tanpa ia sadari, airmatanya mengalir secara perlahan. Lambat laun, Sara terisak sedih.


" Maaf. Aku tau, ini salah. Sekali lagi, maafin aku. "


Ucap Ditto sesaat setelah Sara mulai tenang di pelukannya.


Sara mencoba menahan tangisnya yang hampir tumpah.


" Aku benci kamu... Kamu jahat ! "


Kata Sara dengan penuh amarah.


" Benci aku sepuasmu, marahlah, kali aja, dengan bencimu padaku, itu akan bikin kamu membuka hatimu buatku. Daripada kayak sebelumnya, kamu nggak pernah menganggapku, nggak pernah peduli padaku, nggak pernah kasih kesempatan buatku mengisi hatimu. "


Sahut Ditto sembari mengecup pelan rambut Sara.


Dengan lembut, Ditto membelai rambut panjang Sara.


" Aku cinta kamu, Sara, dari dulu sampai sekarang. Apapun yang terjadi sebelumnya, aku nggak pernah anggap itu adalah kesalahanmu. Aku anggap itu pengorbananku buatmu, biar kamu sadar, ada aku yang terus mencintaimu. "


" Lalu kamu sendiri ? Apa kamu juga gila ? Apa kamu juga sakit ? Terus saja mengikat Rere disampingmu, mengejarnya tanpa mikir itu salah atau benar. Kamu itu saudaranya ! "


" Aku cuma saudara angkat ! "


" Tapi kamu dan dia sama-sama cewek ! "


Kata Ditto dengan suaranya yang mulai meninggi sambil melepaskan pelukannya dan dengan memegang kedua pundak Sara, ia menurunkan tatapannya, memandang wajah Sara.


" Lalu kenapa ? Lalu kenapa ??? "


Sahut Sara dengan tatapan menantang.


" Sara, sadarlah. Jangan kayak gini. Inget, ada Ayah dan Bunda kalian. Kamu nggak boleh nyakitin perasaan mereka. Apa kamu mau ngebales kebaikan, kasih sayang mereka dengan cara mu yang salah ini ? Rere berhak bahagia, Sara. "


" Sebelum kalian semua ada, Rere dan aku saling menyayangi, selalu bersama. Aku bahagia, dia bahagia. Ayah dan Bunda juga bahagia. Kalian lah yang merusak kebahagiaan kami ! "


" Kalian bahagia itu karena kalian sebuah keluarga. Tapi perasaan mu pada Rere, itu salah besar ! Itu nggak seharusnya ada ! "


" Kenapa nggak seharusnya ada ?! Kenapa nggak boleh ada ??!! "


" Sara ! "


" Ah, aku tau. Karena Ryu kah ?... Tapi sekarang, mereka udah pisah. Seharusnya bukan masalah juga. "


Sara berbicara menatap tajam ke arah Ditto, tapi tampak seolah-olah bicara pada dirinya sendiri.


" Sara, Rere, dia cinta Ryu, itu wajar. Mereka sudah menikah. Biarpun sekarang mereka berpisah, tapi Ryu nggak pernah ceraiin Rere. Dan kamu sendiri tau, sampai sekarang, Rere nggak pernah punya pacar lagi. Itu artinya, Rere masih cinta sama Ryu. "

__ADS_1


" Aku nggak peduli ! Aku bakal bikin Rere jadi milikku lagi kayak dulu. Aku... "


" Rere nggak lesbian. Rere nggak cinta sesama jenis. Dia nggak perasaan yang sama kayak kamu. Kapan kamu mau berhenti dan sadar ? "


Ditto memotong ucapan Sara.


Sara tak bisa bicara lagi saat mendengar kata-kata Ditto.


Lesbian...


Aku sering denger temen-temen di sekolah, di kampus, mengucapkan satu kata itu saat melihatku, aku tak peduli...


Tapi kenapa aku merasa berbeda saat Ditto menyebutnya tadi ?


Kenapa aku merasa bersalah ?


Kenapa aku merasa takut ?


" Banyak pasangan sesama jenis, aku tau. Dan mereka mungkin juga bahagia. Tapi, itu juga karena mereka punya perasaan yang sama. Sementara kamu dan Rere, perasaan itu cuma kamu yang punya. Rere tulus menyayangimu sebagai saudara, sebagai adiknya. "


Melihat Sara yang tampak bingung, Ditto kembali mencoba bicara lagi.


" Tapi Rere selalu melindungiku... Terus di sampingku. Melakukan apapun buatku. "


Sahut Sara lirih.


" Rere pernah cerita padaku, tubuhmu lemah, gampang sakit. Ditambah, kamu yang pendiam, nggak mau bicara dengan siapapun, bikin kamu gampang di bully. Rere merasa, kamu harus dilindungi olehnya. Dia juga merasa bersalah padamu. Karena dia membuatmu bergantung terus padanya, dan akhirnya malah bikin kamu punya perasaan yang lain ini. "


" Nggak... Aku nggak percaya ! "


" Sara... "


" Rere sayang padaku karena itu dia terus melindungi ku, memberi rasa nyaman padaku. Dia cuma belum menyadarinya kalo perasaan dia itu sama dengan ku. '


" Sara... Ayolah, sadarlah... "


" Mereka lah yang membuatnya berpaling dariku ! Binatang piaran itu, teman-temannya itu, lalu Ryu, mereka yang bikin Rere berubah ! Makanya, mereka itu lah yang harus sadar, Rere itu milik ku ! Milik ku !!! "


PPLLAAKK !!!


Spontan, Ditto menampar pipi Sara. Meninggalkan bekas merah di wajah putih gadis yang terus menatapnya dengan tatapan marahnya itu.


" Kamu berani menamparku ? "


Pertanyaan Sara membuat Ditto seketika merasa menyesal dengan apa yang baru saja dilakukannya.


" Sara, aku... "


" Aku mau pulang sekarang ! "


Kata Sara yang segera memutar tubuhnya, berlalu dari hadapan Ditto menuju kamar mandi.


BBRRAAAKKK !!!


Pintu kamar menutup dengan keras karena Sara. Ditto menghela nafas panjang melihat hal itu.


Benar-benar batu atau emang hatinya udah beku ?


Sudah kayak gini aja, masih nggak bisa menerimaku...


Satu kataku pun nggak didengar sama sekali.

__ADS_1


Apalagi yang harus aku lakuin biar kamu berubah, Sara ?


__ADS_2