AKU DAN CINTA SAUDARIKU

AKU DAN CINTA SAUDARIKU
BAB 71


__ADS_3

" Re... "


Panggil Ryuzaki begitu pintu apartemen Aretha bisa dibukanya.


Lengang. Ryuzaki melangkah masuk ke dalam dengan wajah mulai panik.


" Tadi bukannya mereka bilang ada Sa... "


Kalimat yang keluar dari mulutnya terhenti seketika saat Ryuzaki mulai mendekati pintu kamar. Suara ******* dan beberapa gumaman begitu mengusik telinganya.


Wajahnya tak hanya mulai panik, kini benar-benar sangat panik. Hatinya mulai merasa sesuatu yang tidak seharusnya sedang terjadi sekarang.


BBRRAAKKK !!!


Ryuzaki menghantam pintu yang setengah terbuka dengan telapak tangannya. Dan matanya membelalak menatap apa yang di hadapannya.


Sara yang hanya mengenakan pakaian dalam sedang mencumbu Aretha yang tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.


Sara sangat terkejut melihat kedatangan Ryuzaki. Namun bukan tampak malu, Sara lebih terlihat sangat marah.


" Ka... "


" BRENGSEK !!! "


Belum selesai Sara mengeluarkan amarahnya, Ryuzaki mendahuluinya, menarik tangan Sara yang sebelumnya meraba tubuh bagian atas Aretha.


" Hhh.... mmmhhhh.... "


Aretha masih mendesah, wajahnya tampak memerah. Tak menyadari apa yang sedang terjadi di sekitarnya.


" Cewek gila !!! KELUAR !!!! "


Dengan kasar, Ryuzaki menyeret Sara keluar kamar.


" LEPASIIINNN !!! "


Jerit Sara menolak dan memberontak, berusaha memukul lengan Ryuzaki.


Sayangnya, Ryuzaki lebih kuat darinya. Tanpa peduli sekeras apa Sara berusaha melepaskan cengkeraman tangannya, Ryuzaki terus menyeret Sara ke arah pintu keluar apartemen.


" Pergi sekarang atau aku bakal cerita soal ini ke ayah dan bunda !!! "


Teriak Ryuzaki seraya mendorong Sara keluar.


" Terserah !!! Aku nggak peduli lagi !!! Aku cuma mau Rere !!! "


Sahut Sara menjerit.


" Kamu boleh mau jadi apapun yang kamu mau, tapi jangan bawa-bawa Rere ! Dia masih istriku, ingat itu !!! "


" Lalu kenapa kalo dia masih istrimu ??? Dia udah nggak mau lagi sama kamu ! Apa kamu lupa ? Dia ngajuin cerai ! "


" Tapi aku nggak pernah tandatangan surat cerainya, aku nggak akan pernah bercerai darinya ! Apalagi kalo cuma nyerahin dia ke cewek gila kayak kamu !!! Nggak akan pernah !!! "


" Cih !!! Dia sama kayak aku ! Dia menikmatinya sampai kamu tau-tau dateng tadi ! Emang kamu tau apa soal Rere, hah ?! "


" Nggak bakalan aku serahin Rere ke kamu, Sara ! "


BRAAKKK !!!


Dan Ryuzakipun membanting pintu tanpa menunggu Sara membuka mulutnya.


Ah iya !!!


Bajunya !


Kata Ryuzaki dalam hati yang mendadak baru menyadari Sara tak mengenakan pakaian luarnya.

__ADS_1


Bergegas Ryuzaki kembali ke kamar berniat mengambil pakaian milik Sara.


" Mmmhhh... Hhh... "


Aretha yang masih menggeliat bak cacing kepanasan di atas ranjang, berusaha menahan nafsu yang seolah-olah ingin meledak.


" Apa yang terjadi... ? "


Gumam Ryuzaki yang sempat menelan ludah melihat Aretha tanpa busana tersebut.


Namun Ryuzaki segera menyambar beberapa helai baju yang berserakan di lantai dan kembali ke arah pintu keluar.


" Nih !! "


Kata Ryuzaki.


Begitu pintu terbuka, dengan cepat ia melempar semua pakaian yang ada di genggamannya ke arah Sara yang masih berdiri di depan pintu.


" Hei ! A... "


Belum selesai Sara bicara, pintu kembali ditutup oleh Ryuzaki.


Cewek itu benar-benar gila !!!


Bercinta di pagi hari begini dan itu juga, sama saudaranya sendiri ?!


Dimana sih otaknya ?!!


Kesal Ryuzaki dalam hati.


Tapi...


Rere, dia keliatan menikmatinya tadi.


Apa Rere sebenarnya emang pernah ngelakuin hal itu sebelumnya dengan Sara ?


Jangan-jangan dia juga sempat sama dengan Sara ?


Kemudian perlahan ia kembali ke kamar dan menemukan Aretha yang masih terus memeluk dan meraba dirinya sendiri. Mencoba memuaskan gairahnya dengan tubuhnya sendiri.


Ryuzaki mendekat. Memilih duduk di sisi tempat tidur. Dilihatnya sosok Aretha yang terus bergerak tanpa arah.


" Re... "


Panggil Ryuzaki sembari mencegah tangan Aretha semakin jauh lagi.


" Hhh... Ku... mohon... Hhh... "


Kata Aretha yang mulai liar.


Aretha beringsut duduk, ia menarik tangannya dan mulai meraba tubuh Ryuzaki.


" Re, berhenti... Apa yang kamu lakuin ? "


Ryuzaki mencoba mencegah setiap tangab Aretha menyentuhnya, bahkan Aretha berusaha membuka ikat pinggangnya.


" Re ! "


Sentak Ryuzaki saat Aretha tiba-tiba duduk di pangkuannya dan mencoba menciumi wajahnya.


" Kumohon... "


Desis Aretha yang terus menghujani wajah dan leher Ryuzaki dengan ciuman panasnya.


" Kamu pasti kena obat perangsang, Re... Mmppphhhht.... "


Baru selesai bicara, Aretha menutup mulut Ryuzaki dengan ciuman yang bertubi-tubi.

__ADS_1


Ryuzaki mendorong tubuh Aretha agar menjauh, tapi Aretha malah semakin panas mencumbunya.


Bahkan tanpa disadarinya, ikat pinggangnya telah terbuka. Jari jemari Aretha mulai mencoba membuka ritsleting celana jeans milik Ryuzaki.


Ryuzaki kewalahan. Bibir Aretha terus melekat di bibirnya dan menciuminya tanpa jeda. Tangan Aretha mencoba melucuti celananya, bahkan jari-jari Aretha mulai masuk ke daerah vitalnya.


" Re, kamu yakin ? "


Kata Ryuzaki begitu Aretha sempat menarik wajahnya dan memindahkan ciumannya ke arah leher.


" Heemm... "


Desis Aretha sembari mencoba membuka kancing kemeja flanel yang dikenakan Ryuzaki.


Satu persatu kancing terbuka dengan cepat, dan tampaklah dada bidang yang lebar dan bersih milik Ryuzaki. Aretha menciuminya dengan penuh gairah.


Perlahan namun pasti, setiap sentuhan dan ciuman yang dilakukan Aretha membuat Ryuzaki tak bisa lagi mengendalikan dirinya.


" Entah ini salah atau benar nantinya, kamu yang menginginkannya... Jangan salahin aku... "


Bisik Ryuzaki di telinga Aretha dengan lembut.


Dan tak lagi merasa harus menahan diri, Ryuzaki merebahkan Aretha kembali di atas tempat tidur. Tanpa disadarinya pula, dia sama dengan Aretha, tak lagi mengenakan apapun.


Ryuzaki mengikuti apa yang diinginkan Aretha saat ini. Saling mencumbu, mencium dan meraba. Keduanya hilang kendali, melampiaskan gairah yang terpendam dalam waktu yang lama.


Bagi Ryuzaki, hal ini menjadi kesempatannya melepas rindu yang ditahannya selama ini. Ia berusaha memuaskan gairah Aretha yang entah karena apa, begitu tinggi dan panas.


Ya, aku kangen, Re...


Kangen setiap saat kita melakukan ini...


Bermesraan denganmu, aku harap, ini akan berlanjut setelah ini...


Sebelumnya, aku nggak yakin kita bisa secepatnya kembali lagi...


Melihatmu membuang muka saat kita bertemu, itu menyakitkan, Re...


Melihatmu terus menghindari ku.


Kamu yang selalu keliatan nggak peduli, selalu menolak apapun dariku.


Bicara padaku aja, kamu kayaknya berat banget, Re.


Sampai habis akalku buat ngedeketin kamu, bingung harus gimana lagi biar kamu mau balik lagi padaku.


Udah nggak tau lagi cara apa yang bisa aku lakuin buat dapetin kamu lagi.


Tapi, sekarang aku berterimakasih pada Sara.


Berkat kelakuan gilanya, akhirnya, aku bisa dapet kesempatan ini...


Dimana aku bisa memelukmu lagi, Re...


Menciummu sebanyak yang aku mau, kayak sekarang ini.


Menyentuh setiap lekuk tubuhmu...


Menikmati kebersamaan dengan mu sedekat ini...


Kumohon, setelah ini... jangan menjauh lagi, Re...


Jangan menolak ku lagi.


Kumohon....


Jangan lagi pergi dariku dengan berbagai macam alasanmu...

__ADS_1


Aku bener-bener cinta kamu, Re...


Dan kini hanya terdengar ******* yang saling berbalas antara Aretha dan Ryuzaki di kamar tersebut.


__ADS_2