
Ayako ?
Kenapa lagi ?
Bukannya saat makan malam terakhir aku udah tegasin, aku udah putusin untuk jalani pernikahan ku dengan serius.
Dan dia bilang, dia bisa ngerti.
" Ā, anata wa... Nani ga mondaina nodesu ka ? "
( Oh, kamu.... Ada perlu apa ? )
" Anata wa koko de watashi ga sukide wa arimasen ka ? "
( Kamu nggak suka ya aku main kesini ? )
" Dare ga itta no ? ... Tada asonde, watashitachiha kodomo no koro kara tomodachidatta, anata ga watashi no basho de asonde mo fushigide wanai. "
( Siapa bilang ? ... Main saja. Kita berteman dari kecil, udah biasa kan kalo kamu main ke tempat ku. )
" Sono yūshoku no ato, anata wa mō watashi ni aitakunaidarou to watashi wa omotta. "
( Aku pikir, setelah makan malam kemarin itu, kamu nggak akan mau ketemu aku lagi. )
" Bēshikku ! Watashi wa ryōshin no sentaku to kekkon shi, ai no kiban ga nakute mo, anata ni shitte moraitai nodesuga, watashi wa jinsei de ichidodake kekkonshitai to omotte imasu. Soshite, soreha watashitachi no yūjō o kaeru koto wa arimasen. "
( Dasar ! Aku cuma mau kasih tau kamu, biarpun aku menikah dengan pilihan orangtuaku, dan nggak ada cinta, tapi aku cuma mau menikah hanya untuk sekali dalam hidupku. Dan itu nggak bakal ngerubah persahabatan kita. )
Ayako mendekati Ryuzaki. Menatapnya penuh kelembutan. Senyumnya terukir di sudut bibir kecilnya. Senyum yang pahit.
" Anata wa watashi no kimochi o kinishinai to iu no wa hontōdesuka ? Watashi wa shitte imasu, anata wa watashi ga anata ni tsuite dō kanjite iru ka shitte imasu. Watashiniha hontōni chansu ga mattakunai nodesu ka ? "
( Benarkah kamu nggak peduli padaku ? Aku tau, kamu tau gimana perasaanku yang sebenarnya padamu. Apa bener-bener udah nggak ada kesempatan sama sekali buatku ? )
Ryuzaki menoleh ke arah Ayako. Terlihat jelas di mata Ayako, kesedihan yang mendalam. Ada rasa bersalah terselip di dalam hati Ryuzaki.
" Ayako.... Gozonji no yō ni, watashi wa itsumo anata o tada no tomodachida to omotte imashita. Watashi ga kekkon shite iru toki ni dōsureba anata ni chansu o ataeru koto ga dekimasu ka ? "
( Ayako.... Kamu tau kan, aku selalu anggep kamu cuma sebagai temen aja. Jadi mana mungkin aku bisa kasih kesempatan pada kamu saat aku udah nikah sekarang ? )
" Shitte iru. Sumimasen, wagamamadesu. "
( Aku tau. Maaf ya, aku egois. )
Ryuzaki tersenyum lega saat mendengar kata-kata Ayako. Menatap Ayako sesaat, kemudian beralih ke arah Aretha yang masih tertidur pulas.
Jujur, kalo mau dibandingkan...
Ayako lebih dari Aretha.
Dari cara bicara, tingkah laku, dan kebiasaan sehari-hari, Ayako pilihan terbaik buat jadi seorang istri idaman.
Tapi aku merasa Aretha semakin menarik.
Ada sesuatu yang bikin aku penasaran.
Selalu berantem tapi bikin kangen.
Makanya aku ajak dia ke kantor...
Ayako memperhatikan Ryuzaki yang tersenyum kecil saat menatap sosok Aretha. Ada sakit di dalam hatinya melihat itu. Namun, cinta tak bisa dipaksakan. Hubungan yang terbangun begitu lama, tidak bisa membuat cintanya terbalas.
Ayako menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, seolah ingin mengeluarkan seluruh isi hatinya agar ikut terbawa angin yang berhembus masuk dari jendela kantor dan pergi menjauh.
" Ryū… ashita Nihon ni kaerimasu ga. Ashita Indoneshia de saigo no yūshoku wa toremasu ka ? "
__ADS_1
( Ryu... besok aku mau balik ke Jepang. Mau nggak kamu temani aku makan malam buat terakhir kalinya saat aku di Indonesia ? )
Pinta Ayako penuh harap.
" Sate, anata no hoteru de anata o mukae ni ikimashou. "
( Baiklah, biar aku yang ntar jemput kamu di hotelmu. )
Ayako sangat girang mendengar jawaban Ryuzaki.
" Arigatō, Ryū…. "
( Trims, Ryu.... )
" Moshi sōnara, watashi wa saisho ni ie ni kaerimasu. Anata no tsuma e no aisatsu. "
( Kalo begitu, aku pulang dulu ya. Salam buat istrimu. )
" Baiklah, sampai ketemu besok malem. "
( Hai, ashita no yoru ni aimashō. )
Dan Ayako pun, melangkah keluar ruangan.
Aretha menggerakkan matanya, tapi tidak membukanya, sesaat setelah mendengar suara pintu ditutup.
Mereka ngomong apaan sih ?
Sia-sia juga akhirnya, pura-pura masih tidur karena pingin denger obrolan mereka, tapi aku lupa, aku nggak ngerti bahasa mereka...
Ternyata Aretha sudah bangun dari tidurnya, dan dia merasa kecewa.
Kayaknya aku harus les bahasa jepang nih, biar ngerti bahasa suami ku ini.
Aku bilang apa tadi ?
Suamiku ?
Hahaha !!!
Yang bener aja !
Mmmm....
Apa aku mulai berpikir ..... dia suamiku ???
Okey, status emang dia suamiku.
Tapi, bukannya aku nggak pernah merasa dia itu suamiku ?
Apaan sih ? ....
Kenapa muter-muter disitu aja ?
Issshhhh !!!!
" Aku mau pulang ! "
Mendadak Aretha membuka mata dan bangun dari sofa. Mencari sepatunya, dan mengenakannya. Ryuzaki terkejut.
" Kamu sudah bangun ? "
Tanyanya dan memperhatikan sang istri yang sudah beranjak berdiri dari sofa.
" Aku pulang duluan. "
__ADS_1
" Nggak, tunggu aku ! "
" Kenapa aku harus tunggu kamu ? Aku bete ! Aku mau main dulu ke rumah Bunda. Aku... "
" Ke rumah Bunda ??? Ketemu Sara ? Aku nggak mau kamu ke rumah Bunda sendirian. "
" Kenapa dengan Sara ? Kenapa kalo aku pulang sendirian ? Apa kamu lupa ? Itu rumahku !! "
" Tapi aku nggak mau kamu ketemu Sara !!! "
" Apa maksudmu ???? "
Ryuzaki menghampiri Aretha. Wajahnya tampak sangat kesal. Aretha pun sama. Menatap suaminya dengan pandangan menantang.
" Aku tau siapa Sara, dan aku tau seperti apa dia ! "
" HEII !!! "
Aretha mendorong tubuh suaminya yang begitu dekat dengannya agar menjauh. Ia tidak senang dengan kalimat Ryuzaki. Ryuzaki yang tidak menyangka apa yang akan dilakukan istrinya, dengan cekatan berhasil menjaga keseimbangan tubuhnya agar tak terjatuh.
" Kenapa sih semua selalu kayak gitu ??? Kalian itu nggak tau apa-apa !!!! "
Kata Aretha dengan nada tinggi dan kali ini, penuh amarah. Ryuzaki kembali mendekat. Memegang pergelangan tangan istrinya, dan melepas paksa gelang tali yang berukiran nama Aretha.
" HEIII !!!! "
Aretha kembali menjerit, saat gelangnya putus dan dilempar Ryuzaki ke lantai.
" Aku tau gelang itu dari Sara, dan aku nggak mau kamu pake gelang itu lagi ! "
" Lepaskan tanganku, brengseekkk !!!!! "
Aretha berusaha mengibaskan tangan suaminya. Tapi pegangan tangan Ryuzaki lebih kuat. Bahkan mencengkeram lebih kencang lagi.
" Sara itu pengaruh buruk buatmu ! Aku tau kamu sayang sama dia, tapi sayangnya dia ke kamu itu nggak normal !! "
" Kamu..... Sok tau !!!! "
" Dia ga cuma sayang sama kamu, tapi dia cinta kamu, Re ! Dia cinta kamu, dan pingin miliki kamu. Apa itu normal, hah ? "
" Lepasin !!! "
" Aku nggak akan lepasin kamu ! Apalagi cuma buat kamu ke Sara, nggak akan pernah !!!
" Kamu itu nggak tau apa-apa tapi banyak omong ! "
" Apa yang aku nggak tau ??? Aku tau, Sara LESBIAN !!! "
PLAAKKKK !!!!
Begitu Ryuzaki berhenti bicara, sebuah tamparan keras melayang ke arah wajahnya. Aretha menamparnya dan tatapan penuh amarah terlihat jelas terpancar dari mata nya. Ryuzaki bengong.
" Lalu kenapa kalo Sara lesbian, hah ? Kamu tau, AKULAH YANG MEMBUATNYA JADI LESBIAN !!!!! "
Jerit Aretha dan dengan cepat menarik tangannya dari cengkeraman tangan suaminya. Ryuzaki yang sangat shock mendengar apa yang diucapkan sang istri, lengah. Sehingga membuat Aretha dengan mudah melepaskan diri dan segera angkat kaki.
Aaappaa ???
Apa maksudnya ?
Di-dia.... tadi dia bilang apa ?
Aku nggak salah dengar kan ?
Dia yang....
__ADS_1