AKU DAN CINTA SAUDARIKU

AKU DAN CINTA SAUDARIKU
BAB 26


__ADS_3

9 Tahun yang lalu.


" Hepi milad sayang..... "


Ayah mencium kening Aretha penuh kasih sayang. Aretha memeluk Ayah dengan haru.


" Trimakasih, Yah.... "


" Ayah berdoa, mulai hari ini, Rere Ayah menjadi lebih baik atas segala hal dari sebelumnya... "


" Amin amin amin.... Rere sayang Ayah.... "


Sekali lagi Aretha memeluk ayah dengan eratnya.


" Ini kadonya.... Kamu pasti suka ! "


Ayah memberikan sebuah bingkisan kado kecil kepada Aretha. Aretha menerimanya dengan senang.


" Boleh dibuka dulu nggak ? "


Tanya Aretha melihat ke arah Bunda dan Sara. Ke duanya mengangguk tanda setuju. Segera Aretha membuka kado dari Ayah.


" Ayaaahhhh....... "


Jerit Aretha sangat bahagia mendapati sebuah handphone baru, kado dari sang Ayah. Aretha langsung melompat kegirangan.


" Ingat, nggak boleh untuk hal yang nggak bermanfaat ya.... "


" Iya iya iya iya !!!! Terimakasih ya..... Ayah terbaik !!! "


Lagi, Aretha memeluk sang Ayah dengan penuh semangat.


" Oh iya, Sara nanti tunggu ulang tahun yang ke 15 ya, baru Ayah juga kasih handphone.... "


" Haaa.... Bener, Yah ?.... Iya, iya ! "


Sahut Sara ikut senang. Aretha menghampirinya dan memeluknya.


" Nanti kita pake punyaku dulu buat berdua, oke ? "


Kata Aretha. Sara mengangguk dengan cepat.


" Oh iya, ini kado dariku ! Semoga kamu suka .... "


Ucap Sara sembari menyerahkan sebuah kado berbentuk kotak kecil. Aretha mengambilnya dan langsung membukanya.


" Itu biar kamu nggak ngaret mulu dalam hal apapun.... "


Kata Sara menjelaskan arti kadonya, sebuah jam tangan merk G-Shock berwarna hitam merah. Aretha manyun.


" Kadomu taun ini, aku sebel !!! "


Sahut Aretha disambut gelak tawa Ayah dan Bunda.


" Sorry.... tapi emang bener kan, sampe di sekolah pun kamu dipanggil sang Ratu Karet ! "


Dan lagi, Ayah dab Bunda kembali tertawa terbahak-bahak mendengar Sara bicara.


" Au ah ! "


Aretha makin kesal ditertawakan.


" Oke, mulai sekarang nggak ngaret lagi deh ! Inshaallah.... Hehehe !!! "


Kata Aretha sambil cengar-cengir.


" Isshhh.... Dasar Ratu Karet ! "


Sara berkomentar dengan wajah yang pura-pura kesal. Namun sesaat kemudian, keduanya tertawa bersama.


" Makasih ya, Sara.... Tapi tetep, aku sebel ! "


" Nah, sekarang giliran Bunda kasih kado.... "


Kata Bunda kali ini. Aretha dan Sara mendekat.


" Kado yang ini sangat spesial.... "


" Apa, Bunda ? "


" Tutup mata dulu dong..... "


Pinta Bunda. Aretha memejamkan mata. Bunda memberi kode kepada Ayah dengan mengerlingkan mata. Ayah menutup telinga Aretha dengan rapat. Sara menjadi penasaran melihat Bunda yang terburu-buru masuk ke dalam kamar.


" Kok..... "


" Sstttt..... tunggu aba-aba ya dari Ayah, baru boleh buka mata dan telinganya. "

__ADS_1


Bisik Ayah. Aretha mengangguk. Bunda keluar dari kamar membawa sebuah kandang kecil berwarna hijau. Sara memperhatikan isi kandang tersebut. Bunda memberi isyarat kepada Sara, dengan menempelkan telunjuk ke bibir. Sara mengangguk pelan.


" Nah, ayo buka matanya.... "


Kata Ayah dan melepaskan telinga Aretha. Aretha membuka matanya. Melihat apa yang ada di hadapannya, bola mata Aretha membesar. Wajahnya tampak sumringah.


" Hamster !!!! Serius, Bunda ???? "


" Iya, hamster lucu yang imut.... Kamu suka ? "


" Suka banget !!! "


Aretha mendekatkan wajahnya ke arah kandang kecil tersebut. Seekor hamster kecil sedang mengunyah potongan wortel.


" Lucunyaaa !!! "


Gumam Aretha saat memperhatikan sang hamster. Sara mendekatkan wajahnya mengikuti Aretha.


" Ya, lucu..... "


Sambung Sara. Berbeda dengan Aretha. Wajahnya tampak murung.


Apa yang harus kulakukan kali ini ?....


Rere menyukainya !


Batin Sara tidak senang dengan tatapan bahagia Aretha kepada hamster kecil tersebut.


" Kasih nama dong.... "


Kata Bunda mengingatkan. Aretha mulai berfikir.


" Kasih nama apa ya ? Sara, kamu aja yang kasih nama dong ! "


Kata Aretha dab menoleh ke arah Sara. Sara yang tidak menyangka nya, terkejut.


" A-aku ?..... "


" Iya.... Cepet, ayo kasih nama ! "


Aretha memaksanya. Sara melihat ke arah hamster dan mencoba mencari nama yang pas.


" Mmm..... Cantik ? "


" Nggak ah ! Disini kan kamu yang paling cantik ! Jadi nggak boleh ada yang dipanggil cantik selain kamu. "


" Apa ya ?.... Imut ? Si Unyu ? Sweetie ? Inces ? Apa la.... "


" Aahhh..... iya itu ! Yang tadi ! Sweetie !!! "


Aretha langsung memotong ucapan Sara begitu mendapatkan satu nama yang menurutnya pas untuk sang hamster.


" Oh iya, bagus itu.... Sweetie ! "


" Iya, itu nama yang cantik buat keluarga baru kita... "


Timpal Ayah dan Bunda menyetujuinya.


" Oke, deal ya ! Makasih, Sara cantik ! "


Puji Aretha dan mencium pipi Sara dengan cepat. Sara makin bahagia mendapat kecupan kecil dari Aretha.


Dan hari ulangtahun ke 15 pun Aretha dilalui penuh dengan tawa canda mereka sekeluarga termasuk Mak Ida dan Mang Kasdi.


Hari demi hari, bulan berganti bulan. Sweetie dipelihara Aretha penuh kasih sayang dan kelembutan. Setiap apapun yang Aretha lakukan, Sweetie selalu diikutsertakan. Dan itu membuat Sara semakin tidak senang.


" Re, Mak Ida bikin nasi goreng ! Ayo kita makan bareng ya... "


" Ah, tadi aku udah makan duluan. Aku juga kasih buat Sweetie, eh dia nggak mau, hahaha ! "


Dan tidak hanya itu saja.


" Re, liat aku beli gelang lucu, aku beli 2, buat kamu 1, buatku 1... nih ! "


" Kok nggak beli juga buat Sweetie sih ? "


" Tapi ini kan gelang, nggak bisa lah buat Sweetie. "


" Ih, bisa. Ntar jadi kalung buat Sweetie. "


" Oh... iya ya.... "


" Ya udah, ntar aku beli aja sama Sweetie deh ! "


Sara tersenyum dengan pahit. 2 buah gelang yang di genggamannya, dilemparnya ke tempat sampah terdekat. Ditatapnya Aretha yang sedang berjalan menuju taman belakang, membawa Sweetie bersamanya. Tatapan penuh amarah dan kebencian.


AKU BENCI SWEETIE !!!!!

__ADS_1


2 hari kemudian.


" Maakk.... Maakkk !!! "


Jerit Aretha mendapati kandang Sweetie yang kosong, setelah ia pulang dari sekolah.


Mak Ida berlari tergesa-gesa menghampiri Aretha.


" Iya, Mbak... Ada apa ? "


" Sweetie mana, Mak ? Kandangnya kebuka, siapa yang buka kandangnya ??? "


" Lah, Mak nggak tau, Mbak. Kita cari ya.... "


Pencarian atas Sweetie memakan waktu 4 hari, hingga dipastikan Sweetie memang tidak ada di dalam rumah dan sekitarnya.


Kembali Aretha bersedih. Untuk ke 3 kalinya, hewan peliharaannya hilang begitu saja. Dan seisi rumah pun benar-benar kebingungan. Hilang tanpa jejak.


2 minggu kemudian.


" Akhir-akhir ini, kalo lewat sini kayak bau nggak enak ya, bau ****** ! "


Ujar Zoya saat pulang sekolah bersama Aretha. Aretha mengangguk tanda setuju.


" Mana Sara ? Tumben ga liat hari ini, nempel sama kamu. "


" Sakit.... "


" Kamu nggak dijemput ?


" Mang Kasdi ikut Ayah dan Bunda ke Bandung. "


" Kayaknya dari rumah kosong ini deh, baunya. Kita liat yuk ? "


Zoya menunjuk sebuah rumah kosong di sisi kanan jalan. Aretha memperhatikan rumah kosong tersebut. Dan setelah beberapa saat, memang tercium dengan sangat tajam bau bangkai.


Penasaran, keduanya mulai melangkahkan kaki ke dalam rumah kosong tersebut. Sangat berdebu dan bau bangkai semakin menusuk indra penciuman mereka. Bersamaan, keduanya menutup hidung.


" Bau banget !! "


Keluh Zoya tidak tahan. Perutnya sudah mulai bergejolak, ingin mengeluarkan isinya.


" Hoeks ! Hoeks ! "


Zoya muntah. Aretha terus menyusur ke dalam, mencari asal sumber bau yang semakin menyengat.


Tiba di sebelah ujung lorong rumah, matanya menemukan sesuatu yang terbungkus plastik hitam tergantung dari atas plafon.


" Zoy.... Zoy ! Sini deh !! "


Panggil Aretha, tetap memperhatikan apa yang ditemukannya tadi. Terdengar langkah kaki Zoya yang mendekat dari belakang.


" Hahh... hahhh... gila ! Baunya bikin bakso yang kumakan di kantin keluar semua ! Hadeeuuhhh.... "


" Liat itu ! "


" Apa itu ? Apa yang di dalam plastik itu ? Digantung begitu sih ? "


" Turunin gih ! "


" Haaa ??? Nggak ah !! Kamu aja ! "


" Bau bangkai itu dari sini... "


" Kayaknya sih gitu.... "


" Ayo, kita barengan turunin nya.... "


Perlahan keduanya mendekat. Antara bau yang sangat tajam tapi penasaran. Keduanya memaksakan diri untuk menurunkan bungkusan plastik kecil tersebut. Aretha mengambil sebuah pisau cutter dari dalam tas sekolahnya. Kemudian menggunakannya untuk memotong talinya.


BLUGG !!


Bungkusan tersebut jatuh ke lantai.


" Empuk-empuk gini.... apa ya ? "


Zoya menggunakan kakinya menyenggol bungkusan tersebut. Aretha kembali menggunakan pisau cutternya untuk membuka bungkusan plastik itu.


Dan begitu plastik terbuka, Aretha tersungkur kebelakang, tampak shock. Zoya menutup mulutnya, sangat terkejut.


" Re.... Re.... kamu nggak papa ? "


Kata Zoya mencemaskan Aretha. Wajah Aretha tampak pucat pasi.


" Swee..... tie..... "


Lirihnya dengan sangat sedih.

__ADS_1


__ADS_2