
Basecamp, pukul 17.35 WIB.
" Jadi malam pertamamu... ? "
" Iya.... Ffiiuuhhh.... Mengenaskan ya ? Parah... "
Aretha menghela nafasnya sekali lagi dan menghembuskannya perlahan. Zoya menggelengkan kepalanya, merasa kasihan.
" Ck ck ck ! Itu mah parah banget ! "
Kata Zoya berkomentar. Aretha meliriknya sekilas dengan lesu. Kemudian memilih merebahkan tubuhnya di sofa.
" Rasanya gimana ? Seru ? Indah ? Penuh cinta ? "
Tanya Ella penasaran. Zoya menjitak kepala Ella.
" Auww !! Sakit tau ! "
" Lagian... ada-ada aja bisa nanya kayak gitu. Kan Rere cerita, dia ngelakuin itu karena Ryu dikasih obat perangsang sama Ayako ! "
" Aku juga tau itu, tapi kan next Rere nyerahin dirinya juga... Yang mau kutanyain itu, yang bagian akhirnya itu, ngerti nggak sih ? "
" Ooh gitu maksud kamu ? Mmm... "
Kemudian keduanya menatap Aretha bersamaan. Aretha membalas tatapan mereka dengan bingung.
" Apa ? "
Tanyanya dengan nada menantang.
" Cih ! Udah nggak virgin sih masih aja galak... "
Ujar Ella dengan senyum sinisnya.
" Au ah ! "
" Next, what are you doing now ? "
" Aku mikirin Sara. Dia udah nggak ada di luar pas aku keluar kamar. Dia pasti terluka... "
" Ayolah, Re... Kenapa kamu selalu memikirkan perasaan Sara ? Dia kan sodara mu, bukan pacarmu. Omonganmu itu seolah-olah, kamu sedang ketangkep basah pacarmu karena selingkuh ! "
" Zoy, kamu kenal Sara sudah lama... Inget Sweetie ku kan ? "
" Mmm... iya sih, tapi itu kan Sweetie si hamster, Ryu manusia, apa iya Sara mau nekad ? "
" Ya mungkin aja dia nggak senekad itu, tapi dia pasti punya cara lain... "
Aretha menggantung kalimatnya.
__ADS_1
Ya seperti pada Ditto, 3 tahun lalu...
" Re... jujur sih, tapi aku ngerasa Sara emang bisa nekad juga. Selama ini aku perhatiin, dia itu kalo ngeliat kamu kayak ngeliat pangeran berkuda putih yang sedang menjemput sang putri. Trus aku liat, kalo ada yang lagi ngobrol akrab sama kamu, mau cewek mau cowok, dia langsung kayak pingin makan itu orang... "
" Tuh Ella aja bisa ngomong kayak gitu... Jadi pada tau kan, alasanku kalo aku pingin ngobrol sama kalian kalo lagi dia nggak ada didekat ku... "
" Hmm.... iya ya, bener juga sih ! Sara bikin merinding aja ! "
" Apa nggak ada cara lain buat bikin sodaramu itu lepas dari mu dan menikmati hidupnya sendiri ? Apa dia nggak capek, setiap saat nempelin kamu... "
Aretha terdiam mendengar kata-kata Zoya.
" Kalian tau nggak ?... Akulah yang membuatnya seperti sekarang ini. "
" Kita tau itu, Re... Kamu selalu bilang kayak gitu setiap kita ngomongin about Sara. But, apa yang bikin kamu jadiin Sara kayak sekarang ini, kamu nggak pernah cerita. Kamu cuma muter-muter aja di omongan itu, nggak pernah kamu jelasin apa sih yang terjadi... "
" Aku belum pingin crita banyak, tapi plisss... jangan benci Sara dan menghakimi dia seolah-olah dia itu aneh. "
" Kita ngeliat dia emang kayak gitu, Re... Dia sodara angkatmu, tapi dia pingin nguasai semuanya tentang kamu. Pernah nggak berpikir, dia pingin nguasain hartamu, ayah bundamu, trus... "
" Stop, Zoy ! Sara nggak kayak gitu !!! "
" Who's knows ? Di balik keanggunannya yang elegan, di balik wajah cantiknya, bisa jadi dia ular berkepala dua kan... "
" Zoya ! "
" Zoy, plisss !!! Aku tau banget siapa Sara !!! Ya, aku akui, dia cinta sama aku, berkali-kali dia bilang dia cinta sama aku, pingin miliki aku, nggak rela aku dekat dengan yang lain, biarpun itu sebagai teman...Bukan harta atau apapun juga, tapi aku ! AKU !!! Aku yang dia mau !!! Dan dia nggak serakah soal harta orangtuaku !! "
Kalo saja kalian tau, dia lebih memilih menjual rumahnya akhirnya cuma buat biar tetep bisa tinggal bersamaku.
Uang penjualan rumahnya pun, nggak dia ambil dari Ayah...
Malah berkali-kali dia nawarin aku buat buka bengkel otomotif dari uang itu.
" Wooiiiyyy..... Sabar, sista... Sabar... Oke, oke ! Nggak perlu emosi, nggak usah marah ya... "
Ella langsung menjadi penengah, menenangkan Aretha yang langsung meluap-luap karena emosi.
" Zoy, stop... Nggak perlu dibahas lagi ! "
Kata Ella kepada Zoya yang membuang muka saat Aretha melotot kepadanya.
" Re, Zoya cuma pingin kamu hidup lebih baik lagi dari sebelumnya... Ngeliat Sara kayak gitu, yah oke kita emang nggak tau sebabnya apa lah ya, cuma kita nggak rela kalo Sara terus-terusan kayak gitu, nyusahin kamu... "
Ella mencoba menjelaskan sebijaksana mungkin dengan nada suara yang lebih lembut. Melirik ke arah Zoya sesaat, memberi kode.
" Sorry, Re... Sorry... "
Ujar Zoya memahami kode Ella. Aretha yang tadi langsung berdiri seakan-akan menantang Zoya, berangsur-angsur tenang. Kembali duduk di sofa.
__ADS_1
" Aku juga, sorry.... "
Ucap Aretha akhirnya, setelah beberapa saat merenung.
" Sara... dia anak yang baik, cuma salah tempat dimana dia dilahirkan. Dia cuma pingin semuanya baik-baik aja buat dia, karena sebelumnya dia nggak pernah ngerasa baik-baik aja. Apa yang dia lakuin sekarang ke aku, itu adalah salahku sendiri, bukan salah dia. "
" Hah, wajah cantik ? Ya, dia emang cantik, tapi nasibnya nggak secantik wajahnya... Malah menyedihkan, lebih menyedihkan dari hidup ku di luar beberapa tahun ini... "
Aretha menghentikan sejenak kisahnya, menghirup nafas panjang dan melepaskannya perlahan.
" Dia sangat kecil waktu pertama kalinya dia baru datang ke rumah ku, sakit-sakitan, lemah. Aku yang kesepian, langsung hepi banget dia datang waktu itu. Nggak pernah sendiri lagi kalo ayah bundaku pergi buat urusan kerja keluar kota... "
" Karena badannya yang lemah itulah, dia jadi korban bullying teman-teman di sekolah dan lingkungan rumahku. Aku benci ngeliat airmata dia setiap dia diganggu, aku benci ngeliat dia ngerasa minder karena status anak angkat. "
" Re, sorry... aku tadi... "
" Nggak, Zoya... aku mau kamu dengerin aku. Sara nggak pernah mau main keluar, nggak mau sekolah, jadi aku minta ke Bunda, aku mau belajar beladiri, biar aku bisa lindungi dia. Setiap ada yang berani ngehina dia lagi, nge bully dia lagi, aku akan hajar mereka. Dan aku selalu bilang ke Sara, nggak boleh kemana-mana kalo nggak sama aku. "
" Jujur, alasan terbesar ku adalah, justru aku nggak mau Sara kenal sama yang lain. Biar dia bergantung sama aku dan aku nggak akan sendirian lagi. Kayak simbiosis mutualisme kan ? Sara butuh seorang pelindung, dan aku butuh seorang pendamping. "
" Jadi sebenernya kamu itu emang punya maksud tertentu ya dengan bikin Sara bergantung padamu ? "
" That's right ! That's i mean... "
" Akulah yang manfaatin dia, aku manfaatin keadaan, kondisi tubuh dia, ketakutan dia, kelemahan dia, akulah yang jahat... Bukan dia yang pingin nguasain aku, tapi akulah yang sebelum nya mencari cara buat nguasain dia... "
" Aku nggak bisa lepas dari dia karena akulah yang salah... "
" Rere... "
" Tadiannya sih aku menikmati ketergantungan Sara padaku, bikin aku ngerasa jadi orang penting dalam hidupnya. Tapi makin kesini, aku semakin nggak bisa nafas, pingin lepas, pingin jauh dari dia... Tapi Sara udah dalam level, nggak bisa tanpa aku... "
Zoya memeluk Aretha yang mulai tampak sedih. Ia mengusap punggung sahabatnya dengan lembut.
" Sorry, Re... Sorry... "
Aretha membenamkan wajahnya kebahu Zoya. Sesaat kemudian, terdengar isak tangisnya. Ella hampir-hampir shock melihatnya. Ini pertama kalinya ia melihat airmata Aretha. Sejak berteman saat sama-sama kuliah, Aretha itu tidak pernah terlihat lemah seperti saat ini.
" Salahku bukan ? .... Hiks... hiks ! "
" Nggak... Nggak ada yang salah kok ! Kamu, Sara nggak ada yang salah... Kalian kan saling membutuhkan. "
Hibur Zoya dengan bijaksana.
" Kita yang salah, kayak yang kamu bilang... Kita nggak tau apa-apa, tapi malah nge judge Sara sejahat itu. Apapun alasannya, harusnya kita nggak boleh secara sepihak menilai Sara kayak gitu. "
" Iya... Maafin kita ya, Re ! "
Ella pun ikut memeluk Aretha. Ketiganya saling berpelukan, saling menguatkan, dan saling mendukung satu sama lain.
__ADS_1