AKU DAN CINTA SAUDARIKU

AKU DAN CINTA SAUDARIKU
BAB 25


__ADS_3

APARTEMEN RYUZAKI, pukul 20.00 WIB


" Rere.... aku kangen ! "


Peluk Sara begitu Aretha membuka pintu untuknya. Aretha membalasnya dengan pelukan hangat pula.


Nggak tau kenapa, saat jauh dari Sara, kadang suka cemas, ada apa-apa dengan dia.


Tapi saat dekat, aku ngerasa takut.


" Masuk sini.... "


Ajak Aretha sambil melepaskan pelukannya dan merangkul Sara, membawanya masuk.


Sara meletakkan satu set rantang yang dia bawa dari rumah, di atas meja dapur.


" Kamu kenapa lama nggak main kesini ? "


Tanya Aretha penasaran. Sara tersenyum. Merasa senang Aretha mencemaskannya.


" Banyak tugas kuliah. Liat deh ! Bunda masak makanan kesukaan mu, mie goreng kecap dan tararara.... fuyunghai ! Dengan saos asem manisnya yang pedas, your fave ! "


Sara membuka satu per satu rantang yang dibawanya. Dan memperlihatkan isi nya kepada Aretha. Air ludah Aretha hampir jatuh menatap makanan favoritnya.


" Waaahhhh.... Aroma fuyunghai Bunda itu bener-bener bikin ngiler.... "


" Nih, ayo dimakan ! "


Sara segera ke arah rak piring dan mengambil garpu untuk Aretha.


" Bilang Bunda, bikinin setiap hari ! "


Kata Aretha sambil bersemangat memotong fuyunghai nya dan menyantapnya dengan nikmat.


" Yummyy yummyy banget deh ! "


Puji Aretha tanpa berhenti menyuap. Sampai saos fuyunghainya belepotan di sekitar bibirnya. Sara mengambil tissue di dekatnya, dan membantu Aretha membersihkannya.


" Makan pelan-pelan.... Nggak ada yang ngajakin berebut ini kan. "


Kata Sara sambil tersenyum geli melihat Aretha yang seakan-akan sedang buka puasa, makan dengan begitu lahapnya. Saat makan seperti inilah yang disukai Sara. Meskipun Aretha lah sang pelindung untuknya, tapi Aretha terkadang masih harus diperhatikan pula. Dan Sara selalu melakukannya. Memberikan perhatian lebih agar Aretha semakin menyayangi nya.


" Kamu masih belum mau kuliah lagi ? "


Tanya Sara. Aretha yang sedari tadi sibuk mengunyah, melihat ke arahnya.


" Ryu udah nyuruh sih, tapi entahlah.... "


Sahut Aretha, kemudian melanjutkan acara makannya. Sara berjalan berkeliling ruangan. Di ruang tengah, tampak olehnya bantal dan guling yang tergeletak di karpet, dan selimut yang tak rapi.


" Kamu tidur di luar ? Ryu ? "


Sara merasa ada yang aneh. Pertanyaan singkat Sara membuat Aretha kembali menghentikan makannya.


Aduh.... dia curiga !


Aretha melihat ke arah Sara dan menggelengkan kepalanya dengan cepat.


" Ahh... itu ? Aku lagi nonton tivi tadi, tuh kan masih nyala. Ryu lembur, jadi aku nunggu dia sambil tiduran di luar.... "


Bohong, Aretha terpaksa. Sara duduk di sofa. Memperhatikan acara televisi yang memang sedang dalam keadaan menyala. Dengan terburu-buru, Aretha membersihkan tangan dan mulutnya di kran dapur.


" Kamu mau nginep ? "


Tanya Aretha seraya berjalan menghampiri Sara. Dan ikut duduk di sebelahnya.


" Bolehkah ? "


Sara balik bertanya.


" Kenapa nggak ? "

__ADS_1


Sahut Aretha sambil tersenyum senang.


Asyiiikkkk....


Malam ini aku tidur di kamar, di bed yang luas dan empuk.....


" Kapan Ryu pulang ? "


" Nggak tau, aku nggak tanya dan nggak pernah mau tanya juga. Not my business.... "


Sara melirik ke arah Aretha. Wajah Aretha terlihat datar saat menyebutkan nama sang suami.


Nggak ada kesan ya atas nama Ryu.


Jadi benar, sampai hari ini kamu masih nggak ada rasa ke suami mu itu.


Kamu masih sayang aku kan, Re ?...


Sara merebahkan kepalanya di pundak Aretha. Aretha sempat terkejut, namun hanya sesaat. Dan kemudian dia menyamankan dirinya untuk tempat bersandar Sara.


" Re.... kamu tau ? Aku takut kamu lupa sama aku. "


" Bodoh ! Kita itu sodara, mana ada sodara bisa lupa sama sodara yang lainnya. "


" Aku takut kamu jatuh cinta sama Ryu, dan kamu nggak akan lagi peduli sama aku. "


Jatuh cinta ?


Jujur.... sebenarnya aku emang mulai menyukai dia.


Tapi aku nggak yakin apa itu bisa disebut jatuh cinta ?


Batin Aretha dalam hati. Sara menggenggam tangannya. Mengaitkan satu sama lain jari jemarinya yang lentik. Aretha pun sama. Ada rasa hangat saat ke dua tangan mereka saling menggenggam.


Aku sangat menyayangimu, Sara.


Aku takut menyakitimu...


Aku juga takut membayangkan kamu hilang gitu aja dari hidupku.


Kamu punya arti buat ku, arti seorang adik.


Kalo aja waktu itu kamu nggak datang, aku pasti akan sendirian di dunia ini...


Orangtua yang punya kesibukan sendiri, nggak bisa aku harapkan saat aku butuh perhatian penuh.


Tapi kadang kamu membuat ku takut....


Posesif mu....


Itulah yang bikin aku memilih untuk pergi dari rumah 3 taun ini.


" Kalo nanti kamu jatuh cinta sama Ryu, kamu kasih tau aku duluan ya.... Paling nggak, aku akan bersiap diri belajar menerimanya, biarpun aku nggak rela.... "


" Kamu ngomong apaan sih ? Jangan ngomong yang aneh-aneh ah ! "


" Aku sayang kamu, Re.... "


" Aku tau, aku juga sayang kamu.... "


Sara menggenggam tangan Aretha semakin erat.


Aku nggak butuh siapa-siapa untuk hidup di dunia ini.


Aku cuma mau Rere selalu ada buat ku.


Aku nggak butuh cinta, nggak butuh segala hal...


Aku hanya butuh Rere.


" Kamu masih marah sama aku, Re ? "

__ADS_1


Aretha terdiam. Pertanyaan Sara membuatnya mengingat kembali semua yang menyakitkan. Yang membuatnya pergi dari rumah dan berhenti kuliah.


Boni dan Oren yang hilang gitu aja.


Sweetie yang tau-tau tergantung di dalam rumah kosong.


Dan.... Dito !!!


Sesaat Sara merasa genggaman Aretha menjadi semakin kencang. Dia meringis kesakitan.


" Sa-sakit.... "


Lirih Sara, sambil berusaha menarik tangannya.


" Sorry.... "


Seperti tersadar, Aretha melepaskan genggaman nya. Sara melihat raut wajah Aretha yang sempat berubah penuh amarah. Tapi sedetik kemudian, tampak bisa menguasai diri lebih tenang.


" Maafin aku, Re... A-aku... "


" Aku ambilin dulu bantal dan selimut bersih buatmu. Tunggu disini. "


Aretha segera bangkit dan berjalan menuju kamar. Sara merasa menyesal membahas hal yang terakhir tadi.


Rere masih marah....


Tak ingin penyesalan nya terlalu dalam, Sara mengalihkan perhatiannya ke arah acara televisi yang sedang tayang.


Di dalam kamar, Aretha mengambil bantal dan selimut bersih di dalam lemari. Setengah melamun, ia memilih sarung bantal.


Marah ?.... Ya, aku masih marah !!!


Kemarahan yang masih sama saat kamu mengakui semuanya 3 tahun lalu.


Kenapa kamu setega itu ?


Aku menyayangi mu lebih dari mereka.


Buatku, kamu nggak akan tergantikan oleh siapapun dan apapun....


Kenapa kamu begitu serakah ?


Apa aku nggak boleh sayang sama yang lain juga ?


Sayangku ke mereka bisa saja nggak sebesar sayangku padamu.


Tapi kamu, Sara.... kamu akan selamanya aku sayang.


Kenapa rasa sayangmu berbeda arti dengan rasa sayangku ?


Kenapa kamu nggak cukup sebagai adikku yang baik ?


Ya, aku salah... aku terlalu melindungi mu, terlalu sayang sama kamu, terlalu posesif sebelumnya.


Itu semua karena kamu sangat lemah !


Dan setelah kamu tau tentang orangtua kandungmu, kamu jadi begitu memprihatinkan.


Bikin aku makin nggak bisa liat kamu sesedih itu.


Tapi kenapa kamu mengartikan perhatianku ini lain dan berharap lebih ?


" Huuufffttthhhhh...... "


Aretha menghela nafas panjang. Berusaha mengendalikan amarahnya.


Okey...... rileks Re !


Jangan sampai Sara baper dan semuanya jadi kacau.


Kali ini dia udah nggak suka sama Ryu, jadi sebisa mungkin aku harus bisa jaga perasaanku jangan sampai beneran jatuh cinta sama Ryu.

__ADS_1


Jangan sampai apa yang dialami Dito, bakal dialami juga sama Ryu....


Bisa aja, Sara nekad !


__ADS_2