AKU DAN CINTA SAUDARIKU

AKU DAN CINTA SAUDARIKU
BAB 32


__ADS_3

Apartemen Ryuzaki.


Aretha duduk di meja dapur, menikmati sepiring nasi goreng buatannya sendiri. Terbiasa hidup di kontrakan sebelumnya tanpa pernah meminta uang sepeserpun kepada orangtua, membuatnya belajar berhemat dengan uang hasil keringatnya. Nasi goreng adalah menu andalannya. Dan di pagi hari ini, entah kenapa ia ingin membuat sarapannya sendiri.


Secangkir kopi hitam manis, terletak di sebelah nasi goreng nya masih tampak panas. Harum nya aroma kopi memenuhi ruangan.


Sara sakit...


Subuh ini Bunda kirim sms ngasih tau, Sara sakit udah 4 hari.


Itu berarti tepat sehari setelah kejadian malam itu.


Pasti dia terlalu banyak mikirin yang nggak-nggak soal malam itu.


Fisiknya kan lemah, gampang sakit, kenapa juga terlalu banyak mikir...


Dasar itu anak !


Nggak inget sama kondisi badan sendiri.


" Pagi-pagi ngelamun... Nggak baik ! "


Mendadak Ryuzaki sudah duduk tepat di depannya dan sedang ikut menyuap nasi goreng nya.


" Itu sendokku ! Ambil sendok sendiri dong ! "


Aretha berusaha merebut sendok dari tangan suaminya. Tapi Ryuzaki bisa menghindarinya.


" Emang kenapa kalo aku pake sendok bekas kamu pake ? Kamu aja udah aku pake ! "


" Aaauuwww !!! Sakit ! "


Tepat Ryuzaki berhenti bicara, Aretha langsung melayangkan bogem mentahnya ke lengan Ryuzaki.


" Ngomong sembarangan !!! Emang katamu aku ini baju hah ??? Pake pake ! "


Aretha sewot. Ryuzaki meringis kesakitan. Mengusap lengannya beberapa kali.


" Kamu itu kasar banget jadi cewek ! Belajar lebih lembut, anggun, dan beretika... "


" Kayak Ayako ? Sayangku, kamu salah pilih jodoh rupanya ya, heemmm.... "


Aretha memotong kalimat suaminya dengan cepat. Ryuzaki merasa tidak enak hati.


" Aku kan cuma kasih saran... "


" Dan aku nggak butuh saran ! "


" Sekali-kali dengerin apa kata orang ! "


" Sekali-kali jangan sok ngatur aku harus gimana ! "


" Kamu ya... Dibilangin kok kayak gitu ! "


" Suka-suka aku ! Nggak suka ? "


" Re ! "


Ryuzaki mulai kesal. Aretha hanya mencibir ke arahnya, dan memilih menghabiskan sarapan paginya.


" Bisa nggak sih jangan kekanakkan ? "


" Nggak bisa !!! "


Ryuzaki mencengkeram pergelangan tangan kanan istrinya. Membuat Aretha tidak dapat melanjutkan acara sarapannya.


" Hormati aku sebagai suami mu ! "

__ADS_1


" Oh, okey ! Gampang ! "


Dan tiba-tiba Aretha bangkit dari kursi dan menarik paksa tangan kanannya. Berdiri dengan posisi tegak, seakan-akan sedang upacara bendera.


" Hormat, grak !!! "


Seru Aretha dan meletakkan tangan kanan nya di ujung kening dengan posisi hormat. Melihat tingkah konyol Aretha, Ryuzaki semakin kesal.


" Nggak lucu ! "


Kata Ryuzaki kemudian berlalu dari hadapan istrinya. Aretha yang memang suka jahil, tidak tinggal diam. Segera mengekor di belakang suaminya dengan gaya hormatnya.


Ryuzaki berpura-pura tidak peduli dan tak menghiraukan tingkah konyol Aretha. Dengan santai dia menuju balkon. Menghirup udara pagi dalam-dalam. Angin sepoi-sepoi berhembus. Meniup beberapa helai rambut sampingnya.


Aretha masih terus mengikutinya, kali ini berjalan menjajari langkah suaminya dari arah samping. Ia yang sengaja bertingkah konyol terpesona untuk beberapa saat.


Gila, dia cakep banget...


Apa emang dia setiap hari secakep ini ?


Dia ini suami ku kan...


Sebenernya aku ini beruntung kah ?


" Jangan sampe nge ces... Liat itu ! Melongo dah kayak kebo. "


Ujar Ryuzaki saat menoleh ke samping, mendapati Aretha yang memang sedang bengong menatapnya.


" Pede !!! "


Sahut Aretha tersadar. Ryuzaki memegang pundaknya, membawanya tepat di depan balkon. Kemudian dengan santai, ia memeluk Aretha dari belakang. Aretha terkejut.


" Wooii... "


Ia memprotes. Ryuzaki tidak mengacuhkannya. Ia malah mempererat pelukan tangan nya di bahu Aretha dan menguncinya.


Kata Ryuzaki setengah berbisik. Aretha menurut.


" Aku mau minta maaf. Maaf karena memaksamu menerima pernikahan ini. Maaf karena udah jadi beban antara kamu dan Sara. Maaf membuatmu nggak bisa melakukan apa yang biasa kamu lakukan sebelumnya. Maaf atas egoisnya aku yang ingin jadi menantu terbaik orangtua mu tanpa mikirin apa maumu. Banyak maaf buat semua hal yang membuatmu nggak nyaman selama menikah denganku. "


Berhenti sesaat, Ryuzaki menghela napas. Aretha seperti sedang dalam halusinasi. Tidak percaya dan tidak menyangka atas apa yang diucapkan suaminya baru saja.


" Aku tau, kamu nggak punya rasa cinta sama aku. Aku akui aku juga nggak yakin sama perasaan ku sama kamu, tapi aku pingin, bisa nggak kita mulai sama-sama belajar terima semua yang udh kita jalani ini, belajar buat terima satu sama lain ? "


Aretha masih terdiam. Bingung mau berkata apa. Ryuzaki mengambil telapak tangan kanannya. Menggenggamnya.


" Pernikahan ini... Entahlah, aku kayaknya nggak terlalu peduli sih, tapi karena udah ku jalani sampe sekarang, aku akan terus jalani sampe kamu bilang kamu nggak bisa lagi bertahan bersamaku. "


Ada ya orang begitu..


Ngejalanin hidup yang bukan pilihan sendiri tapi mau...


" Aku akan belajar mengenal sifat kamu, ngertiin kamu, kayak apa seorang Rere itu sebenernya, kekurangan kamu tentunya. "


" Yakin ?... "


" Yakin nggak yakin itu bisa berubah kok seiring berjalannya waktu. "


" Kayak yang kamu suka bilang sebelumnya, aku kasar, aku nggak kayak Ayako, aku... "


" Aku akuin, aku kadang bandingin kamu sama dia. Iya bener, kamu dan dia udah kayak kebalikannya. "


Nggak perlu disebut juga aku sadar diri kok.


" Ayako... dia, ah kalo harus nyebutin apa kekurangannya, nggak akan gampang. Malah terlalu banyak kelebihannya deh. Cewek idaman banget lah. Tapi kamu... Mmm, aku nggak tau kelebihan kamu, yang aku tau kekurangan kamu lah yang selalu terlihat. "


Sialan !!

__ADS_1


Nggak perlu juga kali sejelas itu ngomongnya.


Bikin aku nge drop aja.


Kesannya kok aku kayak ada di level terbawah dalam kriteria cewek idaman.


Tapi rasanya... dia bener juga sih.


" Tau aku banyak kurangnya... Kenapa masih bertahan ? "


" Itulah yang bikin aku bingung. Aku nggak tau kenapa, tapi aku penasaran sama kamu. Ada sesuatu yang aku ingin tau setiap hal kecil dari kamu... "


" Itulah cowok, nggak puas dengan apa yang ada. Ada sesuatu yang baru, ayo aja langsung penasaran, langsung pingin naklukin, egoisnya jiwa kelelakian kalian itu bener-bener bikin aku eneg ! "


Kata Aretha dan langsung menyikut ke belakang mengenai dada Ryuzaki.


" Uugghh !! "


Seru Ryuzaki yang akhirnya mau tidak mau melepaskan pelukannya terhadap Aretha.


" Nggak kayak gitu ! Kamu salah paham ! "


Kata Ryuzaki yang dengan cepat mencegah Aretha yang hendak pergi dari hadapannya. Dicekalnya lengan istrinya agar berhenti melangkah.


" Dengerin aku dulu sampe kelar ngomong ! "


" Ocehan mu itu bikin aku ngantuk ! "


" Re, plissss... "


" Apaan sih ? Kamu itu egois tau ! "


" Terserah deh mau bilang apa, tapi aku belum kelar ngomong ! "


Aretha menoleh ke arah suaminya.


" Trus... apa yang mau kamu omongin sebenernya dengan penjelasan panjang lebar mu itu ? "


" Mmm... sorry ya kalo egois, cuma aku pingin... kamu mau jadi pacar ku ? "


" Ceritanya kamu nembak aku ? "


" Anggep aja begitu. "


" Kita udah nikah kan ? "


" Tapi kita belum pernah pacaran... Jujur, aku belum pernah pacaran. "


Sama...


" So... ? "


Ryuzaki menunggu jawaban. Tatapannya penuh harap. Ada kelembutan yang terpancar.


" Nggak ! "


Jawab Aretha dengan sengit. Kemudian memilih meninggalkan sang suami yang seketika shock mendengar jawabannya.


" Heiii !!! Aku serius ! "


" Aku, 1000 kali se-ri-us !!! "


" Re, come on... "


Bukan nggak mau coba pacaran dengan mu...


Apa kamu lupa, Ryu ?...

__ADS_1


Gimana dengan... Sara ???


__ADS_2