
Finish !!!
Aretha menatap ke sekeliling ruangan yang baru saja dirapihkannya. Sebuah ruangan berukuran 3x5 m. Boleh dia memohon pada Oom Ridwan. Bekas toko pertama beliau saat baru merintis dulu.
Sekarang menjadi gudang stok barang dagangan.
Jaraknya lumayan jauh dari toko Oom Ridwan yang sekarang, akan tetapi pas buat tempat bersembunyi nya beberapa hari ke depan.
Besok acara pernikahannya yang udah ditentuin, tempat ini bisa jadi penolong masalah satu ini.
Paling nggak, disini ada kasur dan kamar mandi.
Jadi lumayanlah....
Oh iya, ijin dulu ke manajer pub.
Dengan pinjaman handphone dari Zoya, Aretha menekan nomor telepon sang manajer.
" Ya, Alloooowww .... "
Ciri khas Mbak Shelly saat mengangkat panggilan telepon.
" Mbak, ini Rere ... "
" Oalaahhh .... kamu tho ! Nomermu ganti ? "
" Iya, sementara doang kok. Hape Rere rusak, lagi diservis. Kartu Rere juga eror .... "
" Waaahhh, kok bisa kompak gitu ya, nomer mu sama kamu, hehehe .... "
" Maksud nya ? "
" Iya, kompak ! Kompak erornya, hahaha !!! "
Sialan !!!
Saking aja situ manajer, kalo kagak, bisa aku tampol ....
Tapi, kayaknya emang aku ngerasa juga deh ....
Sering eror !
Tanpa sadar, Aretha ikut tertawa.
" Hahaha ! Bisa aja kamu, mbak ! "
" Emang aku tuh selalu bener, hehehe ! Lah tapi ngapain kamu telpon ? Mau kasbon ? "
Sialan 2 kali !!
Tapi lagi-lagi, dia bener juga sih ....
Aku kan biasanya kalo telpon dia cuma buat pingin kasbon doang, hehehe .....
" Nggak, lagi nggak butuh kasbonan. Mau ijin 3 hari libur dulu ya .... "
" Lhaaa tumben amat, ciinnnn ..... "
" Iya nih mbak, lagi pingin jalan-jalan keluar kota. Oke ya mbak ? Bolehkan ? "
" Ya ya ....Oke, 3 hari ya, deal !!! "
" Tararatengkyu ya mbaaaakkk ..... "
Dan telepon pun dimatikan oleh Aretha. Tapi Aretha kembali menelepon.
" Yo, who's these ? "
" Steve, it's me, Rere ! "
" Ya, what's up, girl's ? "
" Aku minta ijin libur 3 days, need vacation ! "
" 3 days ? a lot ! The weekend the restaurant is crowded, will be messy .... "
( 3 hari ? banyak amat ! Akhir minggu restoran rame banget, bakal kacau ... "
__ADS_1
" Come on ..... I've been working for a long time and have never taken a day off. "
(Ayolah .... aku udah lama kerja dan nggak pernah ambil libur. )
" Mmmmm ..... tapi kami butuh kamu, say . "
" I know, pleaseee ...... buat saat ini aja kok ! "
" Alright ! 3 days, not more !!! "
" Waahh, thanks a lot, Steve .... "
Dan kembali, Aretha menutup sambungan telepon selulernya.
Steve adalah pemilik restoran kecil ala eropa dengan gaya rumahan. Setiap hari jumat, sabtu, dan minggu, Aretha bekerja menjadi tukang cuci piring setiap pukul 18.00 sampai dengan pukul 20.00 di sana. Dan 3 hari itu hari-hari dimana restoran sangat ramai pengunjung.
Sip !
Ijin ke Oom Ridwan, Mbak Shelly, dan Steve udah beres.
Oom Ridwan emang baik banget !
Aku bilang, aku butuh tempat buat ngumpet karena mau dijodohin sama kakek2 buat bayar utang keluarga, dia langsung kasian dan kasih tempat ngumpet disini.
Kata dia, nggak usah ke toko dulu sampai keadaan keluargamu tenang.
Maaf ya Oom, aku boongin .....
Maaf juga deh ke Mbak Shelly dan Steve.
Aku nggak pernah jujur, siapa aku sebenarnya.
" Uuugghhhh .... "
Aretha merasa perutnya keroncongan. Lapar.
Cuzzz keluar dulu beli makan ....
Membuka rolling door nya, dan Aretha berjalan keluar. Berniat mencari sarapan.
Apartemen Ryuzaki Tora Wijaya.
Suara bel elektronik pintu masuk apartemen Ryuzaki berbunyi dengan berisiknya.
Siapa sih, pagi-pagi begini udah berisik banget ??!!!
Ryuzaki meletakkan cangkir kopinya. Kebiasaan pagi harinya setelah bangun tidur, menikmati kopi di bangku teras apartemennya. Kebetulan cuaca sangat cerah. Jadi waktu yang pas untuk bersantai.
Tiba di depan pintu, Ryuzaki menghentikan langkahnya.
Melihat ke layar di samping pintu masuk.
Dia ?
Ngapain kesini ?
Setelah menekan password untuk membuka pintu, dan pintu pun terbuka, tampak lah Sara dengan raut muka yang penuh amarah.
Tanpa permisi, mendorong tubuh Ryuzaki agar memberinya jalan untuk masuk.
" Dimana Rere ??? "
Serunya sambil terus berjalan melihat ke sekeliling ruangan.
" Apa maksudmu ???? "
Ryuzaki penuh penasaran, menarik tangan Sara. Sara segera menghempaskan tangan nya.
" Jadi, Rere nggak ada disini ??? Kamu nggak bo'ong kan ?? "
" Dia kabur ?? "
Ryuzaki balik bertanya. Raut wajah Sara yang sebelumnya penuh marah, berangsur-angsur berubah penuh sukacita.
" Bagus deh ! Kalo dia nggak bisa ditemukan dimana aja, berarti aku bisa tenang. Nggak ada yang bisa ambil dia dariku ! "
" Hei, apa maksud kamu ? Pernikahan besok dibatalkan apa gimana ? "
__ADS_1
" Mmm .... Nggak tau deh ! Yang pasti, Rere nggak ada dimana-mana dari semalem, bisa jadi emang batal. "
Sahut Sara dengan santai. Dan tanpa basa-basi lagi, Sara keluar dari apartemen Ryuzaki. Meninggalkan Ryuzaki yang masih penuh tanda tanya.
Kalo emang dibatalin, pasti mami kasih tau dong ...
Besok udah acaranya, tapi mami belum ada berita apa-apa.
Jangan-jangan .....
Tanpa pikir panjang lagi, Ryuzaki mengambil jaket dan kunci mobilnya. Bergegas ke rumah orangtuanya.
Kediaman Hari Wijaya.
Ryuzaki memperhatikan ke sekitar rumahnya. Tampak tenang. Sudah beberapa hari tidak pulang, tapi semua tampak sama dari terakhir pulang.
Apa emang jadinya batal ?
Tapi kenapa kemarin mami saat ditelepon, bilang sedang sibuk dengan wedding organizer ?
Rumah juga adem-adem aja ....
" Ryu, kapan kamu datang ? "
Sebuah sapaan dengan suara yang khas berwibawa dan berat terdengar dari belakangnya.
" Baru saja, Pi .... "
Jawab Ryuzaki setelah menoleh dan dengan sopan nya mencium punggung tangan sang Papi. Papi tersenyum. Ditepuknya pundak Ryuzaki dengan pelan.
" Gimana ? Siap untuk acara besok ? "
" Besok ? "
" Iya, pernikahan mu ! Jangan bilang kamu lupa ?? "
" Oh iya iya, nggak kok, Pi .... Nggak lupa. "
" Grogi ya ? Emang kayak gitu. Pasti grogi, takut salah takut ini itu. Tenang saja, Mami mu totalitas banget dalam persiapan semuanya. "
" Mami dimana ? "
" Ke salon .... "
" Sepagi ini ? "
" Mamimu bilang, jadwal dia hari ini bersantai, biar besok keliatan fresh di pernikahan mu .... Pasti akan banyak wartawan yang datang dan meliput berita. "
" Oh .... "
" Kamar pengantinmu juga sudah disiapkan ... Lihat aja di kamar mu ! "
Papi menunjuk ke arah kamar di samping Ryuzaki dan membawa Ryuzaki ke sana. Saat pintu terbuka, Ryuzaki terpesona. Benar-benar menakjubkan. Selera Mami tidak pernah mengecewakan.
Di dalam kamar yang sudah lama tidak ditempatinya, karena setelah lulus kuliah 2 tahun lalu, Ryuzaki langsung bekerja di perusahaan Papi dan memilih tinggal di apartemen.
Semuanya penuh dengan warna emas dan merah. Lambang keberuntungan dan kesuksesan, kata Mami.
Dari gordyn jendela, sprai bed, hingga hiasan-hiasan di sudut kamar.
Matanya tertuju di sebuah pigura besar di atas ranjang, tapi tidak ada lukisan ataupun foto di sana.
" Itu, kenapa kosong, Pi ? "
" Ah, itu nantinya diisi foto pengantin mu. Dari Oom Danu kan nggak setuju ada foto pre wedding, tau sendiri, undangan saja kita bikin tanpa ada foto pengantin kan .... Papi nggak tau juga kenapa, tapi sudahlah, yang penting acara besok lancar .... "
Bukan tanpa alasan, kenapa nggak setuju soal foto pre wedding nya .....
Tapi karena anak perempuannya nggak setuju sama pernikahan ini ....
Malah sekarang, nggak tau ada dimana ....
DEGG !!!
Iya, dia nggak ada dimana-mana, tapi nggak ada pemberitahuan pembatalan pernikahan .....
Padahal besok, akan banyak wartawan yang datang, apa ingin mempermalukan keluarga mereka sendiri ???
__ADS_1
Sepertinya, aku juga jadi nggak perlu pusing mikirin calon istri yang 'menyimpang' ....