
Nano berdiri di sebelah Aretha dengan tegap. Melihat ke arah Aretha dan pak satpam bergantian. Lalu mengangkat alisnya, seakan sebuah tanda, agar pak satpam menjelaskan.
" Ini pak, mbak ini bilang mau ketemu Pak Ryuzaki. Saya mencegahnya, karena mbak ini tidak bisa memberikan tanda pengenalnya dan mengaku istri Pak Ryuzaki. "
" Oh gitu... "
Nano melihat ke arah Aretha kembali, kali ini dengan detil. Menatap dari atas sampai bawah. Aretha merasa risih.
" Dia temen saya pak, biar dia masuk bersama saya ya. Saya yang bertanggungjawab. "
Kata Nano akhirnya. Aretha tersenyum sinis.
" Baik pak, silahkan. Kalo ada apa-apa, segera hubungin extention kami pak. "
" Tenang aja pak, teman saya ini udah jinak kok ! "
Sahut Nano sambil tersenyum simpul. Aretha melotot ke arahnya.
" Apa kamu bilang ??? "
" Ssshhh.... udah, ayo kita masuk ! "
Nano tidak meladeni rasa kesal Aretha. Dan segera memegang pundak Aretha dan mendorongnya untuk masuk ke dalam perkantoran. Aretha melempar pandangan melototnya ke pak satpam, sambil berjalan masuk.
Hiiyyy.... cantik-cantik halu tingkat dewa !
Tapi apa hubungannya dengan Pak Nano ?
Sayang banget kalo laki-laki muda seganteng Pak Nano temenen kayak cewek model begitu...
Nggak jelas !!!
Di dalam lift menuju kantor Ryuzaki, lantai 20.
" Lain kali, pakai baju lebih baik lagi... Jangan bikin malu keluargamu, apalagi Ryu. "
Nasihat Nano kepada Aretha yang sedang bersandar di dinding lift sambil memainkan jari-jarinya, mengetuk dinding lift.
" Nggak usah berisik ! Apa yang mau aku pake, itu suka-suka aku ! "
" Iya sih... cuma, apa nggak malu berdebat sama satpam karena nggak percaya kamu itu siapa... "
Aretha terdiam. Mulai merenungkan apa yang dikatakan Nano.
Iya sih....
Bukan cuma malu, tapi kesel juga.
" Ini jam istirahat, aku nggak tau apa Ryu ada di ruangan nya apa nggak... "
" Kalian nggak istirahat bareng ? "
" Ryu itu hardworker. Dia jarang istirahat keluar kecuali kalo dia lagi pingin banget makan di suatu tempat. Seringnya sih, dia pesan antar gitu. "
" Oohh.... "
" Pantes nya kamu tadi bawa makan siang buat dia. Kamu kan istrinya.... "
" Nah, udah sampai... Ayo ! "
Pintu lift terbuka. Nano keluar duluan dan kemudian diikuti Aretha.
" Kamu lihat satu-satunya pintu yang menghadap kesini, itu ruangan dia. Aku nggak antar ya, kamu kesana aja langsung. "
Kata Nano sambil menunjuk ke arah yang dia maksud. Memang benar, ada pintu yang menghadap ke arah mereka dan itu hanya satu-satunya.
" Kalo dia nggak ada ? "
" Nah, kamu tinggal ke arah tikungan ini, ruangan ku ada di paling ujung. Kamu bisa menunggunya di ruangan ku. "
" Mmm.... okey, makasih ya. Maaf, udah ngerepotin ! "
" Baguslah, masih tau minta maaf, berarti masih punya etika dan sopan santun. Inget, lain kali, pake baju yang lebih pantas kalo kesini lagi. "
" Iya, aku akan ingat. Sekali lagi, makasih ya. "
" Sama-sama. Dah sana ! "
Dan mereka pun berpisah di tikungan pertama setelah berjalan keluar dari lift. Aretha terus melangkah ke depan. Ke arah yang diberitahukan Nano tadi.
Tiba di depan pintu, Aretha mulai ragu.
Langsung masuk apa ketuk pintu dulu ya ?
Tapi pintunya nggak ketutup rapat kok...
__ADS_1
Dan kayaknya ada yang lagi ngobrol di dalam. Mmmm....
Masuk aja lah !
" Ryu, ka.... "
Aretha menghentikan kalimatnya. Saat membuka pintu mendapati Ryuzaki yang sedang di duduk di bangkunya, dan seorang gadis berada di pangkuannya.
" Anatahadare ??? "
( Siapa kamu ??? )
Seru sang gadis yang langsung bangun dari pangkuan Ryuzaki. Sementara itu, Ryuzaki tidak terkejut sama sekali. Dia hanya menopangkan dagunya ke telapak tangan nya yang berpangku di atas meja.
" A-aku, mmm.... lain kali aja ! Maaf udah ganggu !!! "
Aretha berniat memutar tubuh.
" Diem disitu, masuk ! "
Ryuzaki menghentikannya. Dan ia beranjak dari bangku nya, berjalan ke arah Aretha.
" Ryū, kare wa daredesu ka ? "
( Ryu, siapa dia ? )
" Duduk ! "
Ryuzaki menggandeng tangan Aretha yang masih berdiri di pintu masuk. Membawanya ke sofa di tengah ruang.
" Kanojo wa anata no tsumadesu ka ? "
( Dia istrimu ? )
Sekali lagi gadis itu bicara. Aretha melihat ke arahnya.
Mukanya Jepang banget....
Apa pacarnya dari Jepang ?
Kliatan anggun banget.
" Mau minum apa ? "
Tanya Ryuzaki setelah melihat Aretha menurutinya dan duduk di sofa.
Aretha menggelengkan kepalanya dengan cepat dan berkali-kali.
" Ntar pulang bareng aku ! "
Eehhh .....
Aretha merasa berada di situasi yang canggung. Diantara Ryuzaki dan gadis jepang itu.
" Kenalin, teman ku dari Jepang. Dia baru saja sampai disini. Ayako Kazumi. "
" Mm.... ha-hallo... "
Aretha merasa gugup. Dengan berusaha ramah mengulurkan tangan, ia menyapa sang gadis jepang tersebut.
" Ayako, kanojo o shōkai suru kore wa watashi no tsumadesu, Aretha Zivaa. "
( Ayako, kenalin dia ini adalah istriku, Aretha Zivaa. )
Ayako tersenyum simpul dan menyambut uluran tangan Aretha. Sesaat bersalaman, ketiga nya duduk bersama di sofa.
Hanya saja, Ayako terlihat agresif dengan cepat mengambil tempat persis di sebelah Ryuzaki. Alhasil, Aretha mendapat tempat duduk di sofa tunggal, berhadapan dengan mereka.
Melihat Ryuzaki yang tampak biasa saja dengan Ayako yang terus menempel seperti itu, Aretha merasa geram.
Siapa disini yang jadi istrinya ?
Gimana kalo ada karyawan yang melihat ???
Pasti mereka bakal salah sangka.
Tapi.... mereka tampak serasi.
Sama-sama terlihat menawan.
Aretha merasa tak percaya diri. Mengingat apa yang saat ini dikenakannya.
Benar kata Nano.
Harusnya aku jangan pake baju asal begini ya....
__ADS_1
Bikin malu aja !
" Kamu datang kesini cuma mau buat numpang ngelamun ? "
Teguran halus nan sopan tapi bernada ketus membuat lamunan Aretha buyar.
" Ah, iya aku-aku ... "
Aretha melirik ke arah Ayako. Ayako sedang menatapnya dengan tanda tanya.
Enak nggak ya ngomongin soal tempat kerjaan ku di sini sekarang ?
Dia ngerti nggak ya bahasa indonesia ?
Apa ntar aja ya, tunggu di apartemen ?
" Dia nggak ngerti kok bahasa indonesia. Bilang aja yang kamu mau omongin. Ada apa ? "
Aaiihhh.... ini orang punya ilmu telepati kali ya.
Tau aja apa yang ku pikirin barusan.
" Soal kerjaan ku. Kenapa kamu bilang aku lagi ikut program kehamilan ke mereka ? Harusnya kan kamu nggak ikut campur urusan pribadiku.
Kamu yang bilang sendiri, kita menikah, tapi nggak akan saling ikut campur urusan masing-masing.
Dan kenapa kamu bisa sesuka hati kamu, ngatur aku boleh kerja apa nggak ? "
"Ryū, anata no tsuma wa totemo urusaidesu. Ko no yōna on'nanoko to issho ni ikinokoru koto ga dekimasu ka ? "
( Ryu, istrimu ini bawel banget ya. Kamu yakin mau bertahan sama cewek kayak gitu ? )
Iihhh, nggak sopan !
Aku ngomong sama siapa, kenapa malah dia yang sibuk nyambung nyambung obrolan ku.
Mana pake bahasa yang aku nggak ngerti lagi.
" Watashi no tsuma wa chūshoku ga shinpaidesu watashi wa chūshoku no tame ni ie ni kaeru koto o yakusoku shimashita, shikashi anata wa saisho ni koko ni kimashita. "
( Istriku kuatir soal makan siang ku. Aku udah janji mau pulang makan siang, tapi kamu udah dateng duluan kesini. )
" Sumimasen, hikōki o orite kara o ai dekiru no ga machi kiremasen. "
( Maaf, aku udah nggak sabar pingin ketemu kamu begitu turun dari pesawat. )
" Kalian ngomongin aku ya ? Kamu jelek-jelekin aku ya ? "
Aretha makin merasa kesal, seperti tak dianggap ada. Ryuzaki tersenyum. Ia bangun dari duduknya. Ayako seperti tak rela melihat Ryuzaki berjalan ke arah Aretha.
" Makan siang dengan ku ya ? "
Tanya Ryuzaki sembari duduk di tangan sofa. Wajah Ayako tampak kesal. Meski tidak mengerti apa yang dikatakan Ryuzaki kepada Aretha, tapi gerak-gerik Ryuzaki, Ayako mulai merasa Aretha adalah saingan nya.
Aretha menatap ke arah Ryuzaki. Lalu berpaling dan menatap Ayako.
" Nggak ah, makasih ! Aku nggak berminat dimusuhi teman mu. Entar aja aku ngomong lagi. Aku udah janji makan siang sama Sara. "
Kata Aretha menolak ajakan makan siang suaminya. Ryuzaki memegang tangannya, saat Aretha bangun dari duduknya.
" Sara ?? Baru semalem kamu pergi sama dia pulang tengah malem, sekarang mau makan siang sama dia ? "
Ryuzaki terlihat marah. Aretha menarik tangannya.
" Suka-suka aku lah... !!! Bye bye .... "
Sahut Aretha. Dan sambil berjalan keluar, melambaikan tangan ke arah Ayako sambil tersenyum. Ayako tampak bingung.
" Naze anata no tsuma wa egao o nokoshita nodesu ka? Anata wa ima nani ni tsuite hanashite imashita ka ? "
( Kenapa istrimu pergi sambil tersenyum ? Apa yang kalian omongin barusan ? )
" Kare wa hokanohito ni wa hohoemimasuga, watashiniha hohoemimasen. "
( Dia bisa senyum buat siapa saja, tapi nggak buat aku. )
" Izen no kare no mikata kara suru to, kare ga sukina yōdesu ne ? "
( Dari caramu menatapnya, kamu suka sama dia ya ? )
Nada suara Ayako terdengar kecewa. Ryuzaki terdiam.
Suka ?
Entahlah.
__ADS_1
Tapi aku emang mulai penasaran....