AKU DAN CINTA SAUDARIKU

AKU DAN CINTA SAUDARIKU
BAB 37


__ADS_3

Aretha melihat ke sekeliling. Semua tampak masih sama, hanya suasana yang dirasakannya berubah.


Hampir 4 tahun berlalu sejak dia memutuskan tidak melanjutkan kuliahnya. Pergi dari rumah, tanpa berpikir panjang.


" Kangen sama kampus mu ? "


Sebuah teguran dengan suara lembut, mengusik telinganya dari arah belakang. Aretha menoleh. Sang suami tersenyum padanya.


" Ya... banyak teman, banyak kenangan... Huuffthh ! Mulai lagi adaptasi dari awal... "


" Beberapa teman mu masih ada kan disini ? "


" Masih, tapi sudah beda semester kali... Ada juga kali yang sudah selesai kuliah. "


" Makasih ya... "


Ryuzaki mengambil dan mencium punggung tangan istrinya.


" Makasih buat apa ? "


" Makasih udah mau dengerin kata-kataku buat kuliah lagi. "


" Ah... itu juga karena demi Bunda dan aku juga. Nggak perlu makasih lah... "


" Rere ??? "


Mendadak muncul seorang gadis dari arah samping dimana Aretha dan Ryuzaki berdiri.


" Siska ?? "


Aretha mengenali sang gadis tersebut.


" Aahhh.... Rere ! Ini beneran kamu ? Ya Allah, Re... "


Siska langsung melompat memeluk Aretha kegirangan. Aretha pun membalas pelukannya dengan girang pula.


" Masya Allah, Re... Liat ini... Kamu bener-bener cantik ! Nggak salah hah ? Pake dress gini ? Ckckck... "


Siska memandang Aretha dari ujung kaki sampai ujung kepalanya sambil berdecak kagum. Kedua bola mata Siska sampai membelalak saking tak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.


" Dari jauh aku perhatiin, apa bener ini kamu apa bukan... Aku pikir aku salah liat tadi. "


" Yaahh.... beginilah... Hehehe ! "


Aretha tertawa kecil menanggapi keterkejutan Siska.


" Denger-denger, kamu udah nikah... Bener ? "


" Eehheemm !! "


Ryuzaki sengaja berdehem. Membuat Aretha dan Siska tersadar bahwa dia masih berdiri di tempat. Siska menatapnya dengan seksama. Penuh tanda tanya.


" Ini suami ku, Ryu... "


Aretha memjawab rasa penasaran dari tatapan Siska ke arah Ryuzaki. Sontak, Siska kembali terkejut untuk kedua kalinya.


" Haa ??? Jadi beneran kamu udah laku hah ??? "


" Ngomong sembarangan ! Emang katamu aku ini dagangan ??? "


" Hehehe... Sumpah ! Hari ini aku bener-bener kayak dapet surprise banget ! Rere yang manly gitu jadi feminim dan suami mu ganteng bangeeetttt !!! "


" Iisshhh..... "


" Hallo, Ryu. "


Ryuzaki mengulurkan tangan sambil tersenyum. Siska membalas uluran tangannya sambil menyengir.


" Aku... Siska. Satu angkatan sama Rere, tapi beda jurusan. Eknom. "


" Oh... Tahun ini wisudakah ? "

__ADS_1


" Ya, aku udah lulus tahun ini, ada urusan sedikit kesini... Nggak nyangka, ketemu Rere. "


" Selamat ya... "


" Thanks... Oh iya, jadi inget... Sara mana ? Nggak bareng kalian ? "


" Sara ?... Hari ini dia ada kuliah ? "


" Nggak tau deh, ada kuliah apa nggak. Tapi tadi aku liat dia ke arah perpus kampus. "


" Aku nggak tinggal serumah sama dia, aku tinggal sama suami ku. Ini baru kelar ngurusin masuk kuliah lagi. Malah nggak tau dia ada di kampus. "


" Kamu mau lanjut kuliah lagi ? "


" Iya... "


" Baguslah, sayang juga kalo nggak dilanjut. Udah 2 tahun kuliah sebelumnya, tinggal 1 tahun lagi malah cabut gitu aja. "


" Sebenernya sih udah nggak minat. Enakan nyari duit, hehehe !!! "


" Hehehe... Bener juga sih ! "


" Ladies, gimana kalo kita ngopi di kantin kampus, kalian bisa ngobrol dengan puas dan nggak capek berdiri terus ? "


Usul Ryuzaki yang mulai kesemutan karena menjadi penonton dua gadis di hadapannya yang sedang asyik mengobrol.


" Maaf ya... Capek ya ? "


" Nggak sih... cuma... "


" Aku nggak lama kok, ini juga udah nunggu dijemput tunangan ku. Jadi nggak bisa ngopi juga... "


" Kamu udah tunangan ? "


Tanya Aretha yang kini berbalik penasaran.


" Iya, baru 2 bulan lalu... Inget Okta ? "


" Heeh... "


" Dia tunangan mu ? "


" Iya... "


" Wah, hebat ! Akhirnya bisa kamu dapetin juga ya ! "


" Bayangin, Re... Dua tahun aku ngejar dia ! Akhirnya kita pacaran juga. Dan dua bulan lalu kita tunangan. "


" Salut, cinta tanpa batas ! Jangan lupa undangan nya ya ! "


" Pasti ! Oke... Aku cabut dulu ya ! Bye, Ryu ! "


Siska kembali memeluk Aretha sesaat sebelum berpamitan. Kemudian tak lupa melambaikan tangan kepada Ryuzaki.


" Oh iya, Sara juga udah nikah ? "


Baru melangkah, Siska kembali menoleh.


" Belum....Kenapa ? "


Aretha merasa aneh dengan pertanyaan Siska.


" Oh, tadi kuliat dia jalan sama cowok, tapi aku nggak kenal sama itu cowok... Karena aku taunya kamu udah nikah, kupikir dia juga udah nikah .... "


Aretha mulai penasaran.


" Udah ya... See you, Re ! "


Tetapi Siska tidak bisa memberikan jawaban atas rasa penasaran Aretha. Segera berlari menjauh setelah melambaikan tangan nya kembali kepada Aretha dan tersenyum kepada Ryuzaki.


" Siapa yang dimaksud temen mu ? Di kampus Sara ada pacar nggak sih ? "

__ADS_1


" Nggak... "


Aretha menjawab sembari menggelengkan kepalanya. Hatinya masih penuh dengan tanda tanya.


" Okelah... Sekarang, kita pulang ? "


Kata Ryuzaki, kemudian menggandeng tangan istrinya. Aretha hanya diam dan menurut saja.


" Ryu.... "


" Ya ? "


Aretha merasa ingin mencari tahu. Ada yang mengganjal di hatinya tentang kata-kata Sara. Ryuzaki yang baru saja mau melangkah, menoleh.


" Ke atap kampus yuk ? "


Ajak Aretha sambil memutar tubuh, berbalik arah ke dalam kampus. Ryuzaki yang belum sempat memberi jawaban, mau tak mau mengikuti langkah Aretha.


" Apa yang kamu pikirin ? Apa yang... "


" Aku pikir, itu Ditto. Cowok yang jalan sama Sara pasti Ditto. "


" Kamu yakin ? Bukannya kamu bilang, Ditto pingin ketemu Sara aja kamu ga ijinin. Darimana bisa dia jalan sama Sara di sini ? "


" Aku nggak yakin sih... Cuma pingin mastiin aja, semoga apa yang aku kuatirin salah. "


" Sebenernya ada apa sih ini ? "


" Sara salah paham, aku juga... "


" Maksudnya ??? "


" Nanti aku jelasin, yang penting kita ke atap dulu. Sara suka sekali ke atap. Dari di SD, SMP, sampai dia SMU, dia sering ngabisin waktu nya di atap. "


" Emang iya sih kalo buat ngelamun, butuh waktu rileks, atap itu pilihan yang tepat. Paling atas, angin semilir, nggak ada orang... Pas buat bengong. "


" Sambil mikir jorok ya ??? "


Kata Aretha sambil memasang wajah penuh curiga.


" Enak aja ! "


" Cowok itu kalo di atap, pikirannya cuma satu, itu ! "


" Heiii ! Aku lain sama cowok-cowok yang kamu kenal ! "


" Sama aja ! Di rumah aja kamu selalu cari kesempatan ke aku ! "


" Itu lain... Kamu itu istriku ! Wajar ajalah aku mau gimana juga sama kamu ! Apalagi malam pertama kita kan... "


Ryuzaki menghentikan kalimatnya sebelum selesai. Mukanya bersemu kemerahan mengingat kejadian dimana dia diberi obat perangsang oleh Ayako. Aretha pun sama. Mau tak mau, ingatannya tentang malam itu kembali menari-nari dalam pikirannya.


" Kamu ngebayangin apa tuh ? Hehehe... "


" Berisik ! "


Menutupi rasa malunya, Aretha makin menyeret Ryuzaki lebih cepat lagi untuk naik tangga ke arah atap. Ryuzaki cengar-cengir.


Boleh sih manly gaya kamu, Re...


Tapi kamu tetep cewek.


Tetep ngerasa sentimentil buat urusan pribadi kan...


Aku janji, Re...


Aku akan bahagiain kamu, apapun awal pernikahan kita, aku ngerasa kamu lah yang berharga saat ini sampai selamanya.


Aku janji, akan aku tebus malam pertama mu yang nggak bagus buat dikenang kemarin...


Karena aku yakin, setiap cewek pasti ingin semua terjadi yang pertama itu dengan indah untuk kenangan di masa depan...

__ADS_1


__ADS_2