
Seminggu kemudian.
Aretha melihat sekeliling ruang apartemen Ryuzaki. Memperhatikan keseluruhan dengan seksama.
Ruangan yang tadiannya minimalis banget sekarang jadi bener-bener beda...
Begitu masuk langsung ngeliat foto pernikahanku yang ukurannya luar biasa besar memenuhi dinding.
Ruang tengah yang sebelumnya hanya ada satu sofa panjang berwarna hitam, meja kaca kecil, dan smart tv LED yang menempel di dinding, sekarang berganti dengan satu set sofa bermotif polkadot dgn warna coklat tua dan hijau muda... pilihan warna yang kontras tapi tampak lucu diliat, ini pasti pilihan Bunda.
Ada beberapa pernak-pernik lucu yang di pajang dengan lemari hias yang menempel di dinding, Bunda juga ini mah....
Kitchen set warna hitam putih nya masih ada, bedanya, isi nya lebih penuh dan komplit dengan perabotan makan dan stok bahan makanan kering.
Bumbu-bumbu pun lengkap tersedia.
Waaahhhh.... isi kulkas nya mantul puuulllll !!!!
Buah segala macem penuh di satu laci terbawah, kue-kue, coklat, puding.... mmmm, yummy banget !!!
Sayuran pun lumayan komplit.... bagus deh, hobi masak ku bisa dicoba disini.
Yang sebelah atas apa ya isinya ?....
Wooowww..... es krim !!!!
Iihhh, q jadi ngiler !
Cobain aahhhh....
Dan dengan sigap, Aretha mengambil mangkuk, sendok, dan pisau. Dari kulkas pintu bawahnya, dikeluarkannya, sebuah apel, setangkai anggur hijau, dan sepotong semangka. Tak lupa pula sekotak keju pun diambilnya.
Setelah selesai memotong-motong buah yang diambilnya menjadi kotak-kotak kecil, Aretha mengambil es krim dari pintu atas kulkas nya. Disendoknya beberapa kali untuk dimasukkan ke mangkuk yang telah berisi potongan buah. Merasa cukup, diparutlah keju diatas es krim di dalam mangkuk nya.
" Waahhh, kamu cantik sekali.... Jadi sayang untuk dimakan, tapi sangat menggoda ! "
Tanpa sabar, disendoknya es krim yang sudah disiapkan sedemikian rupa itu.
" Bener-bener enak ya..... "
Mendadak Ryuzaki mencegah tangannya untuk menyuap es krim nya. Aretha merasa kesal. Tapi Ryuzaki tak peduli. Dan dengan memaksa, membuat tangan Aretha menyuapinya.
" Heii !!! Apa-apaan sih ??!!! "
Aretha protes, saking kesalnya.
" Seger banget !! "
Seru Ryuzaki dengan senang. Aretha menarik tangannya dengan cepat.
" Aku yang bikin, situ main serobot aja ! "
Kata Aretha setengah berteriak. Ryuzakj tersenyum.
" Aku kan suami mu, wajarlah makan yang per-ta-ma dari milik istriku... Benar ? "
" Apa maksudmu ?? "
Ryuzaki mendekat, menghampiri Aretha yang tadi menjauh darinya.
" Yang pertama atas tubuh mu .... "
Bisiknya di telinga Aretha. Wajah Aretha memerah, terasa panas. Ryuzaki yang melihat perubahan raut wajah istrinya malah tertawa.
" Wah, ga sangka ya, cewek tomboi kayak kamu masih virgin, hehehe !! "
Kata Ryuzaki sambil terkekeh meninggalkan Aretha yang masih bersemu kemerahan.
__ADS_1
" Terus kenapa kalo aku masih virgin ??? "
Tanya Aretha dengan nada ketus sambil berkacak pinggang. Ryuzaki tidak menghentikan langkahnya, seolah-olah tidak mendengar apa yang diucapkan Aretha. Dia tetap berjalan ke ruang tengah.
Bagus sih kalo masih ...
Batin Ryuzaki sembari tersenyum simpul.
Aretha menarik bangku kayu dan mendudukinya. Melihat suaminya tak menanggapinya, dia jadi makin kesal. Dengan berisik dan kasar, dimakannya es krimnya.
Sok cool....
Iya sih situ cakep dah kayak artis-artis Asia, tapi aku ga naksir, aku juga nikah bukan karena cinta sama situ !!
" Iissshhhhh !!!! "
Aretha memperhatikan suaminya yang sudah duduk di sofa, dan mulai sibuk dengan laptopnya.
Ngurusin kerjaan ya ?
Kata Ayah, dia akan diangkat jadi GM di kantor Ayah mulai bulan depan.
Perusahaan keluarga ku kan perhotelan, perusahaan dia kn perusahaan elektronik.... Apa nyambung dia jadi GM di perusahaan Ayah ?
Kan dia udah jadi GM juga di perusahaan Papi nya....
Aretha membawa mangkuk es krim nya dan mengikuti suaminya duduk di sofa.
Dilihatnya ke laptop yang sedang digunakan Ryuzaki. Lalu melihat ke arah Ryuzaki yang ternyata sedang mengenakan kacamata radiasi komputer.
Dia ..... cakep banget !
Apa bener dia yang jadi suami ku ?
" Awas, air ludah mu netes .... "
" Ihh, pede banget ! "
Aretha memalingkan wajah nya. Kembali menyuap es krim nya.
Dan menyalakan televisi agar tidak bosan.
" Minta tolong dong, boleh bikinin aku eskrim kayak punya mu itu ? "
Tanya Ryuzaki yang kembali sibuk dengan laptopnya. Aretha menyuap es krim terakhirnya. Dan beranjak bangun, menuju dapur. Tanpa banyak bicara lagi, dia menyiapkan hidangan yg diinginkan suaminya, meski dengan terpaksa.
" Nih ! "
Aretha menyodorkan semangkuk es krim dengan potongan buah kepada Ryuzaki.
" Tolong suapin... Tangan ku sedang sibuk. "
" Ini hari pertama ku tinggal disini, kamu udah semau perut suruh-suruh aku. Nggak !!! "
Aretha meletakkan mangkuk nya ke meja di sebelah laptop.
" Kamu kan istriku, wajarlah aku minta kamu suapin aku. "
" Kamu kan bilang, kamu dan aku akan jalani kehidupan masing-masing biarpun sudah nikah, lupa ?? "
" Nggak, aku nggak lupa. Yang ku bilang, aku emang nggak akan ikut campur sama urusan pribadimu, tapi nggak ada aku bilang aku nggak suruh-suruh kamu. "
" Hah ??? "
" Nggak usah kaget gitu, buruan suapin ! "
" Kamu mau manfaatin aku ya ??? "
__ADS_1
Ryuzaki menoleh ke arah Aretha. Berhenti mengetik. Aretha merinding melihat tatapan Ryuzaki. Tatapannya tajam bak pisau.
Tiba-tiba Ryuzaki menarik tubuhnya. Membuatnya menempel pada tubuh Ryuzaki. Dengan cepat, Ryuzaki menciumnya. Aretha memberontak. Berusaha mendorong tubuh suaminya. Tapi Ryuzaki terus menciumnya dengan paksa. Setelah beberapa saat, barulah Ryuzaki melepaskan bibir istrinya.
" Ini rumahku, disini ada aturanku, aku nggak akan campuri urusan pribadimu, tapi kamu harus ikuti aturan ku, karena semua yang ada di dalam sini itu milik ku, termasuk kamu !! "
Tegas Ryuzaki yang masih memeluk Aretha. Aretha menarik diri agar terlepas dari pelukan suaminya. Tapi sayang, Ryuzaki masih bertahan memeluknya.
" Lepasin ! "
Aretha meronta.
" Ikuti aturan ku, atau aku bisa melakukan lebih dari tadi ! Ngerti nggak ??? "
Dalam pelukan Ryuzaki, Aretha merasa jengah.
Dengan cepat dia mengangguk. Melihat anggukan istrinya, barulah Ryuzaki melepaskan pelukannya.
" Tolong suapin .... "
Kata Ryuzaki dengan sopan. Berbanding terbalik dengan beberapa detik lalu.
" Iya iya .... aku suapin. "
Sahut Aretha dan dengan cepat mengambil mangkuk di meja, dan mulai menyuapi Ryuzaki. Dengan kasar menyuapinya.
" Hei, pelan-pelan ! "
Protes Ryuzaki. Dan kembali sibuk dengan laptop nya.
" Sorry sorry .... "
Aretha pun dengan perlahan menyuapinya suaminya.
Sialan !
Kenapa aku ngerasa deg-degan ya ....
Baru seumur-umur ngerasain kayak tadi.
Ada sesuatu di dia yang bikin aku merasa gimana gitu....
Kata Ella, aku harus mensyukuri suami yang kayak gini.... Isshhh !!!!
Ella nggak tau aja, ni orang kurasa punya kepribadian ganda.
Dia bisa sopan banget tapi bisa jadi langsung kasar kayak tadi.
" Terpesona ? "
Ucap Ryuzaki meliriknya sesaat. Aretha menjulurkan lidahnya. Meledek.
" Eneg !!! "
Sahutnya ketus. Ryuzaki tertawa kecil mendengar jawaban istrinya.
Sepertinya dia normal.
Tapi kenapa aku melihatnya bisa mesra banget dengan saudaranya itu ?
Saat kucium tadi, biar melawan, tapi di saat akhir, dia menerimanya.
Dan wajahnya juga langsung memerah.
Kalo dia emang seperti yang lain bilang, harusnya raut wajah dan reaksinya tidak seperti itu.
Apa masih ada kesempatan buat ngerubah dia ?
__ADS_1
Apalagi dia masih.... "gadis".