
Aretha menatap Ella, Zoya, dan Nasya dengan tajam menusuk. Ketiganya membalas tatapan Aretha dengan cengar-cengir.
" Dari aku nikah, sampai hari ini, kalian kemana ? "
" A-aku .... ke rumah nenek ku ! Iya bener, tanya Mas Nano, aku ke rumah nenek, nenek ku sakit ! "
" Aku ke... mmm, ke rumah tante ! "
" La, mana ada kamu punya tante ? Mama mu kan anak tunggal, papa mu tiga bersaudara, cowok semua, dan Oom mu belum ada yang nikah, padahal udah berumur ..... "
" Iihhh, ada ya ! calon tante, calon istri Oom Yoga ! "
" Udah udah !!! Kalian ini temen ku bukan sih ??? "
Seru Aretha kesal.
Ketiga nya langsung diam membisu. Aretha kembali menatap mereka. Kali ini tatapannya lebih tajam dari yang sebelumnya.
" Siapa yang kasih tau Bunda ku dimana aku ngumpet ??? "
" Dia !!! "
" Dia !!! "
" Dia !!! "
Ketiganya menjawab secara bersamaan dan saling menunjuk satu sama lain. Aretha melipat ke dua tangannya di dada. Tersungging senyum sinisnya di ujung bibir.
" Okey, kalian saling tunjuk, aku anggap kalian bertiga berkhianat pada ku !!! "
" Re .... sorry ..... "
" Iya, kita nggak berniat khianati kamu kok ! "
" Kata Bunda mu, pernikahan ini, demi kebaikan kamu. "
Jawaban Zoya membuatnya teringat percakapannya dengan Bunda saat dia sedang dirias menjadi pengantin. Aretha manggut-manggut.
Iya ya, Bunda kan pernah bilang hal yang sama kayak gitu ke aku.
Tapi mereka tetep harus aku kerjain dulu....
" Tapi kan harusnya kalian nggak setega itulah sama aku.... Liat sekarang, aku udah nggak bisa balapan lagi, nggak bisa nongki, ngerokok disuruh berhenti, apa pun yang biasa kulakuin, udah nggak bisa lagi kulakuin, gara-gara status ISTRI !!! "
Ketiga sahabatnya makin merasa bersalah kepadanya. Terlihat jelas di wajah mereka. Aretha menikmati rasa bersalah para sahabatnya tersebut.
" Re, itu kan .... "
Ella menghentikan ucapannya, saat melihat Aretha melotot padanya.
" Nggak usah banyak alasan, kalian nggak ngerasa bersalah apa ? "
" Ya iya, aku salah...
" Maaf, maaf ya ! "
" Benar, ngaku salah, iya.... "
Aretha tersenyum kecil.
Hahaha !!!
Makan tuh rasa bersalah ....
" Tapi, Re ! Bukannya bagus ya, kalo kamu udah nggak ngelakuin hal-hal yang dulu lagi, kamu jadi sehat, nggak pusing kalah taruhan kalo balapan.... "
" Mmmm ..... "
Aretha bergumam sambil memicingkan ke dua matanya, keningnya berkerut,
berpura-pura memikirkan dan mempertimbangkan ucapan Ella.
" Iya, iya bener ..... "
Zoya menimpalinya.
Nasya menganggukkan kepala, tanda setuju dengan Ella dan Zoya.
" Nggak ngaruh ! Aku tetep anggap kalian pengkhianat teman !! "
" Ree.... ! Ayolah ! "
Ella merengek. Memegang tangan Aretha.
__ADS_1
" Maaf .... Bunda mu memohon pada kita, Re. Lewat telpon bahkan sampai menangis. Aku nggak enak, tau sendiri, aku kan sering dibantu sama Bunda mu. "
" Iya, bodyguard Bunda mu juga tanya baik-baik ke kita, malah bilang juga minta tolong gitu .... Apalagi kita tau, Ryuzaki baik kok, dia malah kasih penawaran bagus buat kita ..... "
" Nasya !! Kamu ihh .... "
Aretha menatap Nasya dengan tatapan tanda tanya.
Ella dan Zoya, melotot kepada Nasya. Seperti tersadar, Nasya membekap mulutnya sendiri. Dan menggelengkan kepala berkali-kali dengan cepat.
" Ryu nyariin aku juga ? "
Tanya Aretha penuh selidik.
Ketiganya saling berpandangan dan perlahan mengangguk dengan ragu-ragu.
" Ryu nyariin aku juga ??? "
Aretha mengulang pertanyaannya seakan tidak percaya apa yang sudah didengarnya.
" I-iya .... "
Zoya menjawab dengan gugup.
" Abis lah kita ! "
Kata Ella pasrah, setengah bergumam.
Diikuti Zoya dan Nasya, yang menepuk jidat, tanda pasrah juga.
" Aneh, kalo dia nyariin aku juga. Kenapa ? Bukankah menikah tanpa cinta itu lebih bagus batal ya, lalu kenapa dia malah nyariin aku segala. Apa dia suka sama aku ? "
Kata Aretha penasaran.
Mendengar Aretha bicara, ketiga temannya melongo heran. Takjub akan kenarsisan sang sahabat.
" Pede amat sih, Re .... "
" Iya, pede banget ! "
Bersamaan Ella dan Zoya berkomentar.
Nasya terkekeh. Aretha kembali menatap sahabatnya dengan tatapan tak setajam sebelumnya. Wajahnya terlihat penasaran dengan tawa kecil Nasya.
" Ooo..... "
Ella menjelaskannya dengan cepat.
Aretha manggut-manggut mendengar jawaban dari Ella. Kali ini wajahnya tampak sedikit lesu.
Tiba-tiba Nasya mendekat ke Aretha, cengar-cengir.
" Oooo-mu itu kok kedengeran kayak kecewa ya.... Jujur, kamu mmm... Ehem ! suka Ryu yaaa ? "
Aretha langsung pindah tempat duduk dengan tampang yang kesal karena diledek. Nasya terus mendekatinya. Kali ini, Zoya dan Ella ikut-ikutan.
" Ngaku aja, Re ... kamu mulai suka ya sama Ryu ? "
Zoya ikutan meledek.
" Ngaco !!! Dia udah punya cewek ! "
Sahut Aretha kesal.
Mengambil majalah di rak meja dan pura-pura membacanya.
" Liat itu, muka mu merah, dan kenapa ada rasa kesel gitu bilang dia punya cewek ya .... "
Ella tak mau ketinggalan, ikut meledek Aretha.
Aretha pura-pura tak mendengar. Acuh tak acuh pada tiga temannya yang menggodanya.
" Jangan berpikir, bisa kabur ya dari kita. Sini, tatap mata aku dan bilang, kamu nggak suka Ryu. "
Ella mengambil majalah di tangan Aretha. Memegang ke dua pipi dan mengarahkan wajah Aretha lurus menghadap wajahnya. Senyum sinis Aretha tersungging.
" Aku nggak suka Ryu !! "
Kata Aretha tegas.
Kemudian menarik wajahnya dari tangan Ella. Ella tersenyum kecut.
" Boong ! "
__ADS_1
Zoya dan Nasya kompak berseru.
" Lalu kenapa bisa tau dia udah punya cewek ? "
Tanya Ella penasaran.
" Tadi aku ke kantornya, dia lagi pangku-pangkuan sama cewek Jepang gitu. "
" Haaa ??? Pangku-pangkuan ? Serius ? "
Zoya melotot tak percaya.
" Terserah percaya atau tidak. Emang iya kok .... "
" Ryu nggak jelasin apa-apa ? "
" Nggak perlu penjelasan, itu urusan dia ! "
Aretha kembali mengambil majalah yang tadi disita Ella, dan diletakkan di atas meja.
" Re, kamu ke kantor Ryu, pake baju begini ? "
Nasya memperhatikan penampilan Aretha.
" Iya, kenapa emangnya ? "
Sahut Aretha cuek.
Dan mulai asyik dengan majalah di tangannya kembali.
" Celanamu sobek-sobek, Re ! "
" Dan kamu pake sandal jepit ??? "
Aretha seperti diingatkan saat Zoya bicara. Dan dia melihat ke depan pintu, dimana dia melepas alas kakinya.
" Wah, iya ya, aku pake sandal jepit ternyata ! "
" Hah, yang bener aja !! Kamu nggak sadar pake sandal jepit ? "
" Nggak ! "
" Parah kamu, Re ! "
" Aku juga tadi sempet ribut sama satpam di kantor Ryu, gara-gara aku nggak bawa KTP, aturan aku bawa buku nikah ya, buat kasih unjuk aku adalah istri Ryu. "
" Trus, gimana cara kamu bisa masuk kantor Ryu ? "
" Jangan bilang, kamu main serobot masuk ! "
" Kan ku bilang, ada satpam, gimana mau nyerobot ! "
" Trus ? "
" Tuh, kakaknya si Nasya yang bantu aku masuk. "
" Kakakku ? Mas Nano ? "
" Hooh ... "
" Cewek Jepangnya ? "
" Kenapa emangnya ? "
" Gimana sama kamu ? "
" Apanya ? "
" Ituuuu cewek Jepangnya ? "
" Ngapain ? "
" Rereeee....... !!!!! "
Dengan suksesnya Aretha membuat temannya penasaran dan kesal setengah mati. Beramai-ramai mengejar Aretha yang langsung inisiatif untuk berlari keluar basecamp, diiringi gelak tawanya.
Entahlah....
Ngomongin Ryu dan si cewek Jepang itu bikin aku males.
Ngapain juga nanya-nanya soal itu cewek....
Nggak peduli, bomat lah !
__ADS_1