
" Rere.... ah, sayang bunda ! "
Ucap Bunda begitu membuka pintu rumah, mendapati Aretha dan Ryuzaki yang datang. Spontan Bunda memeluk dan mencium ke dua pipi Aretha.
" Sini, Ryu... masuk ! "
Ajak Bunda mempersilahkan menantu nya.
" Bun, ini ada puding coklat... "
Ryuzaki menyodorkan sebuah bingkisan kepada Bunda. Bunda menerimanya sambil tersenyum.
" Repot nya kamu ini.... Makasih ya nak ! "
Kata Bunda seraya menepuk dengan lembut pundak sang menantu.
" Sara masih sakit, Bun ? "
Aretha bertanya sambil melangkah masuk ke dalam rumah lebih dahulu.
" Sudah mendingan, tapi dia masih lemah. Susah disuruh makan... "
Sahut Bunda sambil berjalan mengikuti Aretha dan beriringan dengan Ryuzaki.
" Bunda ke dapur dulu ya, mau lanjut masak... Lagi bikin bubur kacang ijo buat Sara. Ntar kalian makan siang disini ya. "
Pamit Bunda berbelok ke arah dapur. Ryuzaki membalas tawaran mertuanya dengan senyum dan anggukan.
" Bunda mu cantik, ramah, baik dan hangat... Kenapa anaknya nggak bisa sama kayak gitu ya ? "
Kata Ryuzaki setelah berjalan tepat di sisi Aretha.
" Itulah bedanya bunda dan aku... Jadi silahkan pikir ulang buat tetep bertahan jadi suami ku. "
Sahut Aretha dengan santai.
" Aku udah cukup puas kok dengan istriku yang nggak sempurna, karena aku kan udah sempurna jadi aku bisa menutupi ketidaksempurnaan istriku... "
Jawaban Ryuzaki membuat Aretha langsung menoleh dan melotot ke arahnya. Ryuzaki hanya mengacungkan 2 jarinya membentuk huruf V sambil tersenyum, tanda damai.
" Sara... "
Panggil Aretha begitu masuk ke kamar Sara yang kebetulan tidak tertutup pintunya. Di ranjang, Sara sedang duduk bersandar. Membaca sebuah buku. Mendengar namanya dipanggil, Sara menoleh ke arah pintu dan tersenyum lebar.
" Oh... Hai, Re ! Ka... "
Kata-katanya menggantung. Senyum lebarnya seketika lenyap. Saat pandangan Sara menemukan sosok Ryuzaki yang masuk ke kamarnya belakangan.
" Hai, Sara ! "
Sapa Ryuzaki dengan ramah. Pura-pura ramah.
" Mm... Ya, hai... "
Tapi tidak dengan Sara. Ia tidak bisa berpura-pura. Dari wajah cantiknya yang sedang pucat karena sakit, ia terlihat tidak senang dengan kehadiran Ryuzaki.
" Kenapa kamu nggak jaga kondisi badan mu ? "
" Re, kamu tau aku sakit karena apa... "
Jawaban Sara membuat Aretha menelan ludah diam-diam. Aretha duduk di pinggir ranjang Sara. Mengambil tangan Sara dan menggenggamnya.
" Nggak terjadi apa-apa kok... Paham maksud ku ? "
Kata Aretha sembari menepuk lembut punggung tangan Sara. Tak lupa, sebuah senyum manis ia berikan untuk Sara. Ryuzaki merasa jengah dengan pemandangan di hadapannya.
__ADS_1
Sorry, aku boong.
Batin Aretha merasa bersalah. Melihat senyum Aretha, Sara pun ikut tersenyum. Matanya berbinar.
Sekilas tampak seperti seorang anak kecil yang mendapatkan kado di hari ulangtahunnya.
" Serius, Re ? Beneran ? "
Aretha membalas pertanyaannya dengan anggukan. Sara memeluknya. Sangat erat dan bahagia. Lagi, Ryuzaki merasa jengah. Dan akhirnya memilih mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang kamar Sara.
" Banyak banget foto kalian berdua di kamar ini... "
Kata Ryuzaki setengah bergumam. Benar, di dinding, meja belajar, rak buku, terlihat foto-foto Aretha dan Sara.
" Re, tinggal saja di sini lagi. Ya ? "
Pinta Sara sesaat setelah melepaskan pelukannya.
" Nggak bolehlah ! "
Ryuzaki yang menjawabnya. Aretha menyenggol lengan Ryuzaki dengan cepat. Sara melotot tajam. Aura kebencian langsung terpancar dari mata besarnya.
" Aku akan sering-sering main ntar ke rumah... Okey ? Kamu kan juga bisa main ke tempatku bukan ? "
" Nggak, aku nggak mau ke tempatmu, aku nggak suka suami mu. "
Sara menjawab dengan jujur. Ryuzaki yang sedari tadi hanya memperhatikan sekelilingnya, menoleh ke arah Sara. Sara memberikan pandangan yang menantang.
" Iya, aku juga nggak suka dia. "
Aretha menimpalinya.
" Yang bener aja ! "
Keluh Aretha sambil meringis kesakitan, saat sang suami menyentil kening nya dengan jari.
" Sara... ada yang mau aku omongin. "
Aretha mulai tampak serius sekarang. Sara dengan fokus menyimaknya.
" Kemarin... Mmm... "
" Jangan bikin aku penasaran, Re... "
" Aku ketemu... Ditto. Di... "
" DITTO ??? Ditto, Re ??? "
Belum selesai Aretha bicara, Sara memotongnya dengan tatapan membelalak. Seakan-akan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Ryuzaki memperhatikan reaksi Sara dengan penuh tanda tanya.
Ditto ?
Siapa dia ?
Rere ketemu Ditto, kemarin ?
Bukannya kemarin dia bilang mau jalan sama Zoya ke mall...
Ryuzaki menatap ke arah Sara dengan seksama, seakan-akan takut akan terlewatkan setiap detik perubahan ekspresi wajah Sara. Sara tampak shock sesaat. Namun perlahan, terlihat cemas ketakutan.
" Di... dia ma-masih hi... dup ? "
Tanya Sara gagap. Tangannya saling mengait dan meremas. Tanda ketakutan. Ryuzaki makin penasaran.
Apa maksud Sara ?
__ADS_1
Kenapa dia takut kayak gitu ?
Dia masih hidup... Ditto masih hidup ?
Itukah maksudnya ?
Apa yang sebenarnya terjadi ?
Kenapa bertanya tentang... masih hidup ?
Apa Sara ngelakuin sesuatu yang berbahaya buat hidup Ditto ?
Makin pingin tau, siapa Ditto ini...
Penuh tanda tanya, Ryuzaki diam menyimak.
" Iya, dia sehat, dia masih hidup, dia baru kuliah lagi taun lalu. Dia... mmm, dia pingin ketemu kamu. "
Jawab Aretha dengan nada suara yang berhati-hati.
" Nggak... Nggak... Dia pasti ! Dia pasti... Dia mau balas dendam, Re ! Dia pasti mau balas dendam !! "
Sara mulai histeris. Dia menutup telinganya. Dia menggelengkan kepala berkali-kali dengan cepat. Matanya menatap nanar ke mana-mana. Seperti mencari sesuatu atau seseorang ?...
" Sara, dengerin aku... Sara, Sara, liat aku ! Kamu salah, nggak kayak gitu ! Sara, liat aku dulu ! "
Aretha berusaha menenangkan Sara. Memegang kedua pipi Sara dan mengarahkan wajah Sara agar fokus menatap dirinya. Sara benar-benar ketakutan.
" Re ! Re ! Aku harus lakuin sesuatu ! "
" Sara !!! "
" Re, aku tau, aku tau !! Harusnya, harusnya aku... aku... nggak ! Rere, Re !!! Apa... Nggak !!! "
" Sara, Sara, tenang dulu !!! Aku belum selesai ngomong. Dengerin aku ! "
" Coba waktu itu aku... aku nggak setengah-setengah. Coba kalo aku... aku... "
" Liat aku, Sara ! Liat aku !!! "
Sara mulai menatap Aretha. Wajahnya yang pucat karena sakit, makin pucat. Aretha merasa kasihan melihat keadaan Sara. Perlahan, airmata Sara mengalir.
" Re... hiks hiks hiks... aku takut... aku hiks hiks...
harus gimana ? Ditto... hiks... dia, dia... "
" Sshhh... nggak kok... nggak... tenang dulu ya... "
Aretha memeluknya. Tumpah pula air mata Sara di bahu Aretha.
" Ditto kemarin ngobrol sama aku da Zoya... "
" Dia pasti mau balas dendam, Re... "
" Nggak kayak gitu, Sara... selama ini kita salah paham. "
" Apanya yang salah ??? Dia suka kamu, Re ! Dia cinta kamu !!! Apa yang salah ??? Jelas-jelas dia deketin kamu !!! "
Sara menjawab dengan histeris. Dan jawaban Sara kali ini membuat Ryuzaki langsung menarik tangan Aretha.
" Apa maksud semua ini, Re ? Kamu istriku dan kemarin kamu ketemuan sama cowok yang Sara bilang dia cinta kamu ??? "
Hadeeuuhhh...
Belum juga jelasin semuanya ke Sara, ini segala Ryu curiga lagi !!!!
__ADS_1